Latest Post

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bahasa Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Buku Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali Imbuhan Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Jakarta Kangen Band Karya Kata Depan di KBBI ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Liburan Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan Reportase Resensi Buku Resolusi Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni self help SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif tahun baru Teknologi Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger

Rezeki itu Tidak Hanya Sekadar Uang Saja
Teman uang Baik Pun Rezeki dari Tuhan
Teman-teman pasti pernah mendengar quotes diatas, baik itu dalam sebuah meme atau mendengarnya langsung dari teman dan sahabat kita. Bagi aku pribadi, ya, aku percaya pada quotes tersebut. Karena mempunyai teman yang baik adalah sebuah rezeki yang tidak ternilai, dan tidak semua orang bisa mendapatkan hal tersebut.


Memang ciri-ciri teman yang baik itu seperti apa sih ??

Ciri-ciri Teman yang Baik : 

1. Bisa menerima semua kelebihan dan kekurangan kita
2. Selalu berbicara jujur meskipun pahit
3. Memberikan semangat agar kita selalu lebih maju
4. Tidak meninggalkan kita di saat-saat sulit
5. Tidak membatasi aktivitas kita
6. Mengenal pribadi kita dengan baik
7. Bahagia saat kita bersuka dan sedih saat kita berduka

Saat kita mempunyai teman dengan ciri-ciri tersebut maka beruntunglah, berarti kita punya teman sejati.

Berbicara mengenai pertemanan, kita bisa mendapatkan teman di mana saja, baik itu di lingkungan rumah, di sekolah, di kampus dan juga di lingkungan kerja. Lalu saat profesi kita sebagai blogger yang tidak mempunyai tempat khusus sebagai tempat bekerja, apa mungkin kita bisa mendapatkan teman terlebih teman sejati?

Jawabannya "BISA", sangat bisa. Aku sendiri mulai memasuki dunia blogging karena tertarik dengan apa yang dikerjakan teman SMP-ku. Dia sering berbagi tulisannya di media sosial, dan juga beberapa pencapaiannya di dunia blogging. Aku penasaran seperti apa sih rasanya jadi blogger? karna satu-satunya hal yang aku tahu tentang blog adalah tugas kuliah saat semester 1, dan aku gak paham sama sekali, tahu beres dikerjakan teman satu kelompok.

Dan saat aku mulai masuk didalamnya, i think its so funny, banyak sekali kejutan didalamnya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk terjun lebih dalam di dunia blogging. Dengan Join beberapa komunitas blogger mulailah aku berkenalan dengan beberapa teman blogger, dan pastinya itu di dunia maya ya, banyak yang dari luar jakarta juga, tapi kami tetap bisa terhubung melalui internet.

Setelah berkenalan dengan teman di dunia maya, aku pun mulai mencoba untuk daftar ikut acara-acara offline, seperti workshop dan seminar tentang blogging. Dan dari situlah aku pun mendapatkan lebih banyak lagi teman-teman baru.

Suka banyak yang nanya sih, "kamu kenal sama si A dimana?" "kok kenal sih sama si B, teman dari mana ?" Nah buat yang penasaran gimana sih cara mendapatkan teman baru di dunia blogging, aku sedikit cerita ya cara-cara aku kenalan sama teman blogger lainnya.

Cara Mendapatkan Pertemanan Sehat di Dunia Blogger

1. Join Komunitas
Seperti yang aku jelaskan diatas bergabung dengan komunitas sehoby itu sangat banyak manfaatnya,
selain bisa dapat sharing ilmu, juga bisa membuat kita mendapatkan teman-teman baru.

2. Blogwalking
Judulnya kan Blogger, pastinya punya blog dong ya. Kita bisa memanfaatkan blogwalking sebagai salah satu cara mendapatkan teman baru, sekaligus belajar bagaimana menulis yang baik dari tulisan teman-teman yang lain.

3. Interaksi Sosial Media
Jangan ragu untuk tanya akun sosial media teman satu komunitas, dengan follow kemudian saling interaksi dikolom komentar bisa jadi ajang silaturahmi juga lhoh dengan teman satu komunitas, yang mungkin belum pernah bertemu karna jarak yang jauh.

4. Kopdar
Apabila menungkinkan, agendakan bertemu dengan teman satu komunitas, agar lebih ikrib pastinya.

5. Interaksi Saat Event Blogger
Saat ini banyak acara-acara yang mengundang blogger seperti media atau wartawan. Nah jangan sia-siakan momen tersebut, kenalan dong sama teman-teman yang datang, perkenalkan kamu siapa, jangan nunggu disamperin duluan, singkirkan rasa malu, dan mulai tebarkan senyum salam sapa.

6. Jaga Attitude
Dari semua cara yang kita lakukan yang paling penting adalah menjaga attitude, tetap sopan dan santun pada siapapun itu. Jangan pernah mengangap remeh siapapun, bertemanlah dengan tulus dan ikhlas.

Jadi Apa Manfaat Pertemanan Sehat di Dunia Blogger ??

Mempunyai banyak teman gak ada ruginya lhoh, banyak banget manfaatnya malah. Aku sendiri merasakan banyak manfaat setelah berkenalan dengan banyak teman dari berbagai latar belakang yang berbeda. Manfaat yang aku rasakan diantaranya : 
1. Saling berbagi ilmu
2. Mendapatkan ide tulisan
3. Mendapatkan info job
4. Mendapatkan info lomba blog
5. Saat jalan-jalan ke luar kota bisa dapat tour guide gratis
6. Bisa bertukar produk khas daerah masing-masing 
7. Bisa saling mengingatkan saat kita melenceng dari tujuan awal


Tidak sulit kok mendapatkan teman baru, tapi memang tidak semua orang bisa cocok dengan kita pun sebaliknya. Maka jika ada diantara perkenalan tersebut dan kemudian menjadi teman baik, maka sayangilah teman-teman itu, karena rezeki yang kita dapat tidak harus selalu berupa uang kan? teman yang baikpun adalah rezeki dari tuhan.

Nah jadi jangan ragu ya untuk berkenalan dengan teman baru, dan siapa tahu diantara teman baru itu adalah jodoh masa depan kamu.. ihhiiyy. Salam Pertemanan Sehat yaaa ..


Tahun baru pasti identik dengan yang namanya resolusi. Sebelum membicarakan resolusi tahun ini, gimana kabarnya resolusi tahun kemarin? Apakah semuanya terwujud atau hanya sebuah tulisan belaka saja?

Berhubung sekarang masih bulan Januari di tahun 2019, belum kadaluwarsa jika kita membicarakan resolusi. Gimana resolusi tahun ini? Apakah sama seperti kemarin atau belum membuat resolusi sama sekali?

Buat kalian yang masih bingung ingin membuat resolusi seperti apa di tahun ini, berikut adalah resolusi wajib yang kalian tulis dan lakukan di tahun 2019. Kenapa wajib? Karena ini bisa menentukan masa depan kalian gimana nantinya.

Lebih Produktif dan Konsisten

Di tahun 2019 ini kita harus semakin lebih produktif karena saingan kita di luar sana banyak yang produktif. Mungkin acap kali di tahun kemarin kita masih menyia-nyiakan waktu luang seperti bermain game atau scroll socmed mantan dan gebetan, kita ubah tahun ini menjadi lebih produktif seperti membaca buku atau menulis.

Produktif saja tidak cukup, kita juga musti konsisten supaya semakin hari kita semakin berkembang. Ada perubahan yang signifikan bila kita melakukan sesuatu secara konsisten. Misalnya seperti menulis blog, pasti akan terlihat berbeda jika seseorang yang menulis secara konsisten dan menulis jika ada mood saja. Akan lebih enak dibaca kalau kita rajin menulis walaupun sedang tidak mood.
Jadi, di tahun ini harus lebih produktif dan konsisten, ya, Warga WB!

Olahraga

Sehat itu mahal dan sehat adalah aset berharga kita untuk masa depan. Salah satu hal yang mudah kita lakukan agar tubuh kita tetap sehat dengan rajin berolahraga. Resolusi ini harus banget kalian laksanakan supaya kalian semakin fit dan buat kalian yang memiliki berat badan berlebih, olahraga itu wajib.

Tidak melulu harus di tempat olahraga, seperti gym atau gelanggang olahraga. Kalian bisa olahraga di dalam rumah seperti senam dengan instruktur yang bisa kalian tonton dari youtube atau lari keliling daerah rumah. Yang penting tubuh kalian bergerak dan berkeringat. Pastinya nanti kalian akan sehat. Yuk, olahraga! Sehat itu mahal.

Menabung

Dari tahun ke tahun umur kita semakin bertambah, kebutuhan dan keinginan kita pun semakin banyak. Oleh karena itu kita harus bisa mendapatkan uang yang sesuai dengan kebutuhan kita kalau bisa sekalian yang sesuai dengan keinginan kita. Makanya kita harus bisa menabung dari sekarang sebelum kita menyesal di kemudian hari.

Seiring perkembangan zaman, banyak sekali cara menabung, tidak hanya menggunakan celengan ayam. Kalian bisa menabung sembari investasi, seperti menabung saham, reksadana atau emas, yang setiap tahunnya bila situasi sedang baik mengalami kenaikan harga. Untuk kalian yang tidak bisa menabung atau sulit menyisihkan uang, bisa bekerja sama dengan bank agar langsung memotong saldo dari rekening kalian setiap bulannya.

Tidak ada alasan lagi kan untuk menabung? Resolusi ini wajib kalian lakukan walaupun nanti nabungnya sedikit, tak apa karena sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.

***

Resolusi hanya menjadi resolusi jika kita tidak mau mengubah diri. So, yuk, Warga WB, lakukan resolusi-resolusi wajib di atas supaya kita bisa menjadi pribadi lebih baik di tahun ini. Jika sulit melakukan ketiganya, lakukan dulu salah satunya. Semangat, Warga WB! Kalau bukan kita yang berubah, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Ngomong-ngomong, ada enggak, sih, resolusi wajib kamu selain resolusi di atas?


“Jika suatu hal diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya,” ujar seorang dosen linguistik di muka kelas ketika selesai menyampaikan materinya. 

Empat belas pasang mata mahasiswa masih terpatri mengikuti gerak-gerik sang dosen berambut putih yang mulai bersiap untuk pergi. Di dalam ruang sempit itu, mereka mengais sedikit demi sedikit bekal yang, mungkin, bisa dipergunakannya di kemudian hari. Bagi sebagian orang, apa yang mereka pelajari merupakan hal yang membosankan dan tidak terlampau penting. Namun, hey, semua orang butuh bahasa yang baik untuk berkomunikasi.

*** 

Tahun demi tahun berjalan tanpa henti. Dan, seperti yang sama-sama kita ketahui, dunia blog terus melesat sebagai wadah personal di antara media digital mainstream. Tulisan sebagai produk bahasa, pada akhirnya, menjadi sesuatu yang penting untuk dikuasai. Mulai dari teknik sampai dengan isi. Namun, sayangnya masih banyak sekali narablog yang melakukan kesalahan berulang untuk kata-kata yang dipilih. 

Setelah penggunaan kata “di, ke, dari” yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk terus dipelajari, ada juga penggunaan kata dengan imbuhan {me-} yang patut untuk mendapat perhatian lebih. Tampak sederhana, memang. Ah, salah sedikit doang! Eits, kamu bisa mengubah makna kata yang ada di dalam kalimatmu menjadi sejauh Kutub Utara dan Kutub Selatan. 

Baik, kita bisa membagi kata berimbuhan {me-} ke dalam empat kategori. 

Imbuhan {me-} dan kata dasar yang berawalan huruf vokal 

“Saya memiliki resolusi untuk merubah pola hidup, terutama dalam hal olahraga.” 

Walaupun banyak sekali digunakan di mana-mana, bukan berarti kata “merubah” adalah penulisan yang benar. Contohnya, seperti pada kalimat di atas. Kenapa salah? Selama kalian belum menjadi Naruto, kalian tidak bisa merubah yang bermakna menjadi rubah. Lalu, bagaimana dong penulisan yang benar? Tenang, ada rumusnya, kok! 

{me-} + kata dasar berawalan huruf vokal = {meng-} 
Contoh: mengubah, mengolah, mengamplas, mengoperasi 

Imbuhan {me-} dan peluruhan 

“Kamu tidak boleh mengkonsumsi makanan itu.” 

Kata “mengkonsumsi” juga kerap dipakai dan seolah wajar-wajar saja. Iya, enggak? Hayo, siapa yang masih seringkali menggunakan kata ini? Sebenarnya, huruf “k” di dalam kata “konsumsi” semestinya mengalami peluruhan ketika dia bertemu dengan imbuhan {me-}. Jadilah kata “mengonsumsi” setelahnya sebagai pilihan yang tepat. 

Kapan, sih, sebuah kata yang diimbuhi {me-} akan mengalami peluruhan? Pernah mendengar soal keistimewaan kata-kata dasar yang diawali dengan huruf k, t, s, dan p? Iya, ketika kata-kata dasar berawalan huruf k, t, s, dan p diikuti dengan huruf vokal yang kemudian dikenai imbuhan {me-}, mereka akan mengalami peluruhan. Bingung? Rumus sederhananya begini: 

{me-} + kata dasar berawalan k diikuti huruf vokal = {meng-} 
Contoh: mengarang, mengombinasi, mengurung, mengulik 

{me-} + kata dasar berawalan t diikuti huruf vokal = {men-} 
Contoh: menari, menanam, menunjuk, meninju 

{me-} + kata dasar berawalan s diikuti huruf vokal = {meny-} 
Contoh: menyapu, menyontek, menyuruh, menyangka 

{me-} + kata dasar berawalan p diikuti huruf vokal = {mem-} 
Contoh: memoles, memaku, meminjam, memisah 

Imbuhan {me-} dan kata yang terdiri dari satu suku kata 

“Ibu memintaku melap meja makan.” 

Jika kata dasar terdiri satu suku kata, imbuhan {me-} yang digunakan berubah menjadi {menge-}. Sesederhana itu. Rumusnya seperti ini: 

{me-} + kata dengan satu suku kata = {menge-} 
Contoh: mengelap, mengebom, mengecat, mengecek 

Imbuhan {me-} dan kata dengan gugus konsonan 

“Thanos menyukuri hilangnya setengah populasi penduduk alam semesta.” 

Kata “menyukuri” di atas sebenarnya tidak tepat. Sebab, kata dasar “syukur” memiliki gugus konsonan “sy”. Apa, sih, yang dimaksud dengan gugus konsonan? Itu, lho, dua huruf konsonan yang berdempet-dempetan kayak muda-mudi baru jadian. Nah, oleh karena itu, kata “syukur” tidak mengalami peluruhan. Ini dia letak keistimewaan lain dari kata-kata dasar yang diawali dengan huruf k, t, s, dan p. 

Agar lebih tampak perbedaannya dengan poin nomor dua, lihat rumusnya dulu deh. 

{me-} + kata dasar berawalan k diikuti huruf konsonan = {meng-} 
Contoh: mengkhawatirkan, mengkhatamkan, mengkreditkan 

{me-} + kata dasar berawalan t diikuti huruf konsonan = {men-} 
Contoh: mentranfer, mentraktir 

{me-} + kata dasar berawalan s diikuti huruf konsonan= {men-} 
Contoh: mensyukuri, mensyaratkan, mensponsori 

{me-} + kata dasar berawalan p diikuti huruf konsonan = {mem-} 
Contoh: memproduksi, mempraktikkan, memprakarsai 

Sebagai narablog, bermain dengan kata-kata adalah bekal yang tidak bisa dihindari. Mau bagaimana lagi? Produk yang dihasilkan seorang narablog itu ya berbentuk tulisan, bukan?

Kenapa, sih, harus memikirkan soal begituan? Kalau pesan yang mau disampaikan bisa diterima oleh pembaca, kan, sudah cukup. 

Ya, memang, bisa jadi pesan dalam tulisan masih dapat tersampaikan kepada pembaca meski pemakaian kata tidak tepat. Namun, ini bukan semata tentang membuat pembaca paham atau tidak, tapi tentang bagaimana bahasa berdiri sebagai identitas bangsa. 

Sebagai narablog, kita punya potensi besar untuk membuat Bahasa Indonesia menjadi berdaya. Bagaimana caranya? Bisa dimulai dengan hal sederhana seperti menerapkan aturan penulisan yang baik dan benar. Karena dengan begitu, kita bisa membuka peluang bagi pembaca untuk merepetisi cara menulis kita. Sebaliknya, jika kita terus berpatokan pada yang-penting-pembaca-saya-paham, maka ada kemungkinan kita membuat referensi kebahasaan orang lain menjadi tidak baik pula. Dan hal itu bisa menjadi keberlangsungan yang entah di mana ujungnya. Cepat atau lambat, seperti yang sudah disinggung di awal, apa kita mau menunggu kehancurannya saja? 

Jangan lupa untuk terus menjadi pembaca yang rakus agar bisa menulis dengan baik, ya. 

Kamu punya masalah kebahasaan? Tulis, yuk, di kolom komentar. Siapa tahu bisa jadi materi tulisan berikutnya.








Tabik!

Selamat tahun baru, Warga WB! Semoga di tahun 2019, kita semua selalu dipenuhi sukacita dan keberhasilan. Jika kalian memiliki resolusi untuk menjadi lebih baik di tahun 2019, tidak ada salahnya membaca self help book  atau buku motivasi. Kamu bisa belajar hal baru, meningkatkan kesejatraan diri, dan memenuhi hari dengan kata-kata inspirasional yang kemudian menjadikan hidup lebih bermakna.

Berikut adalah 4 buku self help yang bisa membantu dan mengubah hidupmu ke arah yang lebih baik. Buku-buku ini juga menemani saya selama tahun 2018 dan harus saya akui buku-buku ini memberikan hal baik yang bisa saya nikmati.


       1. Spark Joy by Marie Kondo
     



Bagi kamu yang merasa kamar atau rumah selalu  berantakan padahal sudah dirapikan, buku ini akan sangat membantu. Marie Kondo adalah alih bersih-bersih dari Jepang yang terkenal di seluruh dunia. Buku ini mengajarkan tentang cara bersih-bersih dan mengatur rumah kita. Dalam bukunya Marie mengatakan bahwa kadang orang tidak dapat merapikan kamar atau tempat tinggalnya karena menumpuk hal-hal yang tidak penting. Beberapa prinsip bersih-bersih yang diterapkan Marie adalah menyimpan barang yang “spark joy” atau memberikan kegembiran bagi kita, merapikan sesuai kategori bukan tempat dan merapikan sesuai dengan urutan. Urutan untuk merapikan adalah pakaian, Buku, kertas-kertas, alat-alat aksesoris, dan hal-hal sentimental seperti kenangan-kenangan dari mantan *ehem.

Buku ini membuat kita jadi lebih menikmati bersih-bersih dan hasilnya memang bikin kamar kita lebih lega.


2. Designing Your Live by Bill Burnett & Dave Evans


Buku ini mengisahkan tentang bagaimana cara mendesain hidup kita layaknya mendesain rumah. Beberapa hal penting yang ditawarkan buku ini misalnya kegagalan ada kesuksesan yang tertunda, hanya khawatir pada hal yang bisa kamu kontrol, dan kebahagian ialah merelakan apa yang tidak kau butuhkan. Buku ini bagus jika kamu mulai untuk mendesainkan hidupmu ke hal yang baru.


3. The Power of Meaning by Emily Esfahni Smith


Buku ini mengeksplorasi lebih dalam tentang kebahagian. Menurut Smith kebahagian adalah hal yang superficial, untuk bahagia beberapa orang melakukan sesuatu seperti berbelanja, makan makanan manis. Namun hal tersebut tidak membuat kebahagian mereka bertambah jika mereka tidak tahu makna kebahagian itu sendiri. Makna hidup lebih dalam dari kebahagian. Makna hidup lebih kepada melakukan hal baik daripada merasa baik. Smith menyimpulkan makna dalam 4 cara yaitu: Hubungan kita dengan orang lain, melakukan sesuatu yang berarti untuk komunitas, melakukan pengalaman-pengalaman berharga, dan melakukan sesuatu yang luar biasa yang kita pikir tidak bisa kita lakukan. Buku ini  menarik untuk dibaca untuk kamu yang merasa stuck atau kehilangan semangat pada apapun yang kamu lakukan selama ini. Buku ini akan memberikanmu pola pikir baru tentang kebahagian dan makna hidup.


4. The Year of Less by Cait Flander



The year of less adalah buku yang ditulis oleh seorang blogger keuangan dari Kanada bernama Cait Flander. Dalam buku ini Cait mengisahkan tentang bagaimana dia mencoba untuk hidup sederhana selama satu tahun. Finansial dan kehidupan Cait baik-baik saja, dia menjadi salah satu finansial blogger terkenal dengan pendapatan lebih dari 30rb dolar setahun. Namun dia mendapati dirinya menghabiskan uang tidak terkontrol dan kesulitan untuk menabung. Hal tersebut membuatnya untuk mencoba hidup hemat dengan cara membatasi belanja hal-hal tidak penting. Pengalaman itu dia tulis selama setahun. pada awalnya berat banget untuk tidak belanja, bahkan membuatnya cemas. Namun kemudian hidup sederhana memberikan dampak yang lebih baik terhadap kehidupannya. Dia mulai mempelajari hal-hal baru yang lebih berguna untuknya, jalan-jalan lebih banyak, dan mendapati hanya menghabiskan 50% dari penghasilannya. Buku ini bagus untuk kita yang kadang suka belanja enggak jelas. Belajar menjadi lebih sederhana di tahun 2019.

Demikianlah 4 buku self help yang bisa membantu kita dalam menghadapi 2019. Aku sarankan membaca buku di atas agar pikiran kita menjadi lebih terbuka. selamat menikmati liburan kalian.


*Penulis: Ajen Angelina 









x

pic source: unspslash

Musim liburan akhirnya tiba juga.  Kota-kota yang biasa menjadi tujuan wisata tentunya sudah mulai dipadati oleh wisatawan yang sudah jauh-jauh hari mempersiapkan rencana liburannya. Tapi tak sedikit juga yang memilih untuk menghabiskan akhir tahun dengan liburan di rumah saja.

Liburan di rumah saja enggak asik? Duh, kata siapa itu. Bagi sebagian orang daripada harus bermacet-macetan menuju destinasi liburan atau mau foto di tempat wisata saja penuh sesak, liburan di rumah dirasa lebih menyenangkan. Apalagi kalau liburan di rumahnya memang direncanakan agar bikin betah dan nyaman.

5 Cara Menikmati Liburan di Rumah yang Seru

Biar liburan di rumah terasa menyenangkan berikut ini ada 5 ide yang mungkin bisa kalian terapkan di liburan akhir tahun ini:

1. Mengatur ulang tata letak furniture

Mumpung menyambut tahun baru, enggak ada salahnya mengatur ulang tatak letak furniture untuk memberikan suasana baru. Dekorasi rumah juga juga bisa diubah. Tak perlu membeli barang-barang baru kok. Coba daur ulang barang-barang yang ada. Ajak anggota rumah untuk menyumbangkan idenya.

Selain mengatur ulang tata letak furniture, sekalian saja bersih-bersih rumah. Kalau ramai-ramai dengan anggota keluarga kan tentunya tidak secapek saat bersih-bersih sendiri.

2.Baca buku

Suka numpukin buku baru dan merasa enggak sempat membacanya? Nah, liburan di rumah menjadi kesempatan untuk mulai mencicil menyelesaikan buku-buku yang belum sempat dibaca itu.

Selain menikmati bacaan, membaca buku juga menambah ilmu baru loh. Agar kemampuan menulis blog terus terasah dengan baik sempatkan juga membaca buku belajar nge-blog.

3. Bikin permainan keluarga

Lupakan sejenak dengan gadget, libur di rumah adalah waktu terbaik untuk membangun quality time dengan keluarga. Bikin permainan-permainan yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Monopoly, Ludo, Ular Tangga, adalah sedikit contoh yang bisa dilakukan bersama. Atau tak ada salahnya menciptakan permaian baru.

Bisa jadi permainan baru yang diciptakan menjadi sebuah tradisi baru di keluarga, dan menjadi kenangan tersendiri saat anak-anak sudah besar nanti.

4. Masak bareng-bareng

Liburan di rumah jadi terasa seru ketika mengajak anggota keluarga untuk masak bareng-bareng. Tentunya secara enggak langsung kita jadi sekaligus mengajarkan anak kemampuan memasak. Coba cari resep baru lewat internet, kenalkan bumbu-bumbu dapur pada anak.

5. Undang teman dan kelaurga ke rumah

Jalin silaturahmi dengan mengundang teman, tetangga, dan keluarga ke rumah.Main game, nonton bareng, ngobrol, atau curhat bisa dilakukan untuk menjalin keakraban. Bikin acara barbeque di rumah, untuk bahan makanannya bisa patungan agar meringankan.

Nah itu tadi 5 hal yang bisa kalian lakukan untuk menikmati liburan di rumah. Sebenarnya masih banyak hal lainnya yang bisa kita explore. Bila berdiam diri di rumah terasa membosankan, tak ada salahnya untuk pergi ke tempat yang tak jauh dari rumah, seperti taman terdekat. Atau bila kalian tinggal di Jakarta, kalian bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk liburan di Jakarta.


Dulu ketika saya masih tinggal di Solo, suasana liburan akhir tahun akan selalu ramai dengan perbincangan seputar tempat wisata. Meskipun saya bukan anak traveling yang rutin pasang #MyTripMyAdventure di Instagram. Tapi perbincangan seputar isu wisata nggak pernah ada habisnya, mulai dari tempat wisata baru yang instagramable hingga dampak negatif dari kunjungan wisata tersebut.

Bicara soal dampak negatif selalu membawa saya pada cerita-cerita menyebalkan seputar perusakan alam. Kita sebut "perusakan alam" saja ya. Bukan "kerusakan alam". Karena setidaksengaja apapun kerusakan yang ditimbulkan, berwisata tanpa memabawa bekal berupa kepedulian terhadap lingkungan adalah indikasi perusakan sejak dini. Dan sekali lagi, itu menyebalkan.

Selain mendapat informasi dari mulut ke mulut perihal area wisata yang rusak, saya juga kerap menemui beritanya di media sosial. Sudah ada banyak contohnya, salah satunya ada di Taman Bunga Amaryllis, Gunung KIdul, Yogyakarta. Hamparan bunga-bunga yang begitu cantik dengan perpaduan warna hijau dan orange, tak lagi terlihat menyenangkan ketika orang-orang merusaknya saat mencoba berfoto di tengah-tengah taman. Begitupun yang terjadi di Kebun Raya Baturaden, Banyumas. Pengunjung yang ingin mengabadikan momen wisatanya tanpa malu menerobos bunga-bunga yang sudah ditata sedemikian rapinya. Jangankan ganti rugi atau ada upaya untuk memperbaiki, merasa bersalah saja belum tentu.

Taman Bunga Amaryllis Gunung Kidul rusak akibat kelakuan wisatawan narsis. Warga membuka kotak sumbangan untuk memulihkannya lagi. | nasional.tempo.co

Hal yang juga tak kalah menyebalkannya adalah penimbunan sampah di area pantai dan pegunungan.
Contoh paling gampang, Ranu Kumbolo, kawasan wisata yang mendadak naik daun ketika film 5 CM naik panggung. Di balik keindahan danau berlatar belakang dua gundukan bukit yang hijau itu, ada timbunan sampah yang sama sekali tidak instagramable, lho. Ketidakmampuan indiviu untuk bertanggung jawab terhadap sampah-sampahnya menjadi hal yang harus diderita oleh ekosistem alam di sana.

Demikian juga di kawasan wisata seperti pantai. Jangankan menikmati senja, sampah-sampah yang memenuhi bibir pantai saja membuat kita kesulitan untuk sekadar duduk. Sangat disayangkan, wisata alam yang mestinya memberi nuansa menyegarkan menjadi rusak dan tercemar karena perlaku yang tak terkontrol.

Dan sesaat lagi kita akan kedatangan dua hari libur yang cukup krusial, Natal dan Tahun Baru. Merayakan liburan dengan berwisata tentu menjadi hal yang lumrah. Tak jarang, rencana destinasi pun mulai disusun. Bagaimana mencari destinasi wisata? Tentu saja berbekal layanan internet. Baik googling hingga kepoin akun-akun traveling menjadi upaya maksimal bagi khalayak dalam menentukan ke mana mereka akan bertandang.

Sayangnya, seringkali yang dicari hanya faktor keindahan visual dan mungkin sudah mulai membayangkan pengaturan feeds instagramnya. Tapi apakah mencari literasi wisata juga sempat mereka lakukan?

Generasi "Piknik" Indonesia?

Perkembangan dunia digital memang membuat kita dengan mudah mengetahui lokasi-lokasi mana yang bisa dikunjungi. Sehingga kita tidak perlu ribet ketika merencanakan liburan. Dan tentu saja Kemenpar pun memanfaatkan hal tersebut untuk menyemarakkan potensi wisata di Indonesia dengan usahanya membentuk sebuah platform khusus bagi "netizen" yang doyan piknik. Sebut saja Generasi Pesona Indonesia atau yang sering dipanggil "Genpi".

Munculnya Genpi memang memberi angin segar bagi citra Kemenpar yang formal dan rigrid. Pasalnya, Genpi dihuni oleh para digital native yang masih muda dan begitu aktif, bahkan hiperaktif, dalam bermain media sosial. Namun di balik pemugaran citra itu, saya melihat Genpi terlalu menyia-nyiakan potensinya.

Dilansir dari laman genpi.co, saya menemukan kegemesan-kegemesan soal visi, misi, hingga ruang lingkup kegiatannya. Misal pada jawaban dari pertanyaan, "Targetnya Genpi apa?" Menurut FAQ yang mereka terbitkan, target utama Genpi adalah "viral dan trending topic". Dengan penjabaran singkat soal mengenalkan destinasi baru, potensi budaya, dan kuliner.

Menurut saya, platform sebesar Genpi terlalu remeh temeh kalau cuma mau viral dan jadi trending topic. Karena prakteknya, saya justru seringkali terganggu dengan upaya mereka di media sosial yang bersikeras menjadi viral dan menempati trending topic karena dilakukan dengan cara-cara yang terlalu nyepam.

Algoritma Twitter dalam menaikkan trending topic memang membuat kita harus kerja keras ngetwit suatu pembahasan (yang biasanya diwakili dengan tagar) sebanyak-banyaknya dan juga dibicarakan oleh banyak user sekaligus dalam waktu yang relatif berdekatan. Akan tetapi, keaktifan Genpi berserta pasukan netijennya untuk menjadi trending topic tidak diimbangi dengan materi pembahasan yang kuat. Maka seringkali saya temukan twit-twit mubazir mereka di timeline. Sampai-sampai, beberapa orang yang saya kenal mem-block tagar mereka karena merasa terganggu. Sementara saya, sejauh ini masih tega nge-unfollow meskipun pada orang yang saling kenal.

Andai saja materi pembahasan mereka kuat dan cara penyebarannya efektif, saya rasa apa yang mereka bicarakan bisa jadi trending dengan alami. Kok gitu? Woiya. Coba perhatikan utas-utas yang viralitasnya tinggi. Setiap twit pasti ada poin pokok yang disampaikan. Dengan twit yang informatif dan komunikatif, orang-orang akan sukarela merespon twit tersebut.

Sementara Genpi membuat twit campur aduk, tidak testruktur, dan membabi buta dalam penggunaan tagar. Genpi terlihat tidak ingin menempuh jalan terjal untuk menjadi trending karena bobot atau kualitas. Mereka justru terlihat ambisius mengangkat tagar di papan mading Twitter melalui jalan pintas.
Baca tulisan Ilham lainnya: Penjelasan tentang Pantai Hingga Gunung di Solo
Fokus mereka untuk menjadi viral dan trending justru membuat konten mereka terasa hambar. Padahal dengan forum keanggotaan mereka yang begitu besar, Genpi bisa jadi lebih keren dari ini. Turut menyebarkan literasi wisata, misalnya. Tidak hanya destinasi baru melulu yang disiarkan, tapi bagaimana membangun iklim positif untuk tahu apa yang harus dilakukan saat di lokasi wisata juga perlu digencarkan. Contoh sederhananya bisa dengan menjawab pertanyaan umum seputar, "Eh, tempat sampahnya mana, sih?"

Yup, tidak semua tempat wisata menyediakan tempat sampah. Seringkali wisatawan "membuat" tempat sampah sendiri tapi tidak eco-friendly sama sekali. Tempat sampah dadakan hasil kekompakan membuang sampah di sudut-sudut tertentu. Jadi, ketika lokasi wisata baru mulai viral di media sosial dan membuat ratusan orang mau berkunjung, ketidaksiapan pengelolaan lokasi tersebut bisa jadi bumerang yang mencemari tempat-tempat itu.

Ah, yang penting kan dapat foto kece buat diposting. Urusan lingkungan biar jadi PR-nya Greenpeace aja.


Header: Rawpixel.com via Pexels

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.