Latest Post

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bahasa Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Buku Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali Imbuhan Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Jakarta Kangen Band Karya Kata Depan di KBBI ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Liburan Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan Reportase Resensi Buku Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni self help SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif tahun baru Teknologi Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger


“Jika suatu hal diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya,” ujar seorang dosen linguistik di muka kelas ketika selesai menyampaikan materinya. 

Empat belas pasang mata mahasiswa masih terpatri mengikuti gerak-gerik sang dosen berambut putih yang mulai bersiap untuk pergi. Di dalam ruang sempit itu, mereka mengais sedikit demi sedikit bekal yang, mungkin, bisa dipergunakannya di kemudian hari. Bagi sebagian orang, apa yang mereka pelajari merupakan hal yang membosankan dan tidak terlampau penting. Namun, hey, semua orang butuh bahasa yang baik untuk berkomunikasi.

*** 

Tahun demi tahun berjalan tanpa henti. Dan, seperti yang sama-sama kita ketahui, dunia blog terus melesat sebagai wadah personal di antara media digital mainstream. Tulisan sebagai produk bahasa, pada akhirnya, menjadi sesuatu yang penting untuk dikuasai. Mulai dari teknik sampai dengan isi. Namun, sayangnya masih banyak sekali narablog yang melakukan kesalahan berulang untuk kata-kata yang dipilih. 

Setelah penggunaan kata “di, ke, dari” yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk terus dipelajari, ada juga penggunaan kata dengan imbuhan {me-} yang patut untuk mendapat perhatian lebih. Tampak sederhana, memang. Ah, salah sedikit doang! Eits, kamu bisa mengubah makna kata yang ada di dalam kalimatmu menjadi sejauh Kutub Utara dan Kutub Selatan. 

Baik, kita bisa membagi kata berimbuhan {me-} ke dalam empat kategori. 

Imbuhan {me-} dan kata dasar yang berawalan huruf vokal 

“Saya memiliki resolusi untuk merubah pola hidup, terutama dalam hal olahraga.” 

Walaupun banyak sekali digunakan di mana-mana, bukan berarti kata “merubah” adalah penulisan yang benar. Contohnya, seperti pada kalimat di atas. Kenapa salah? Selama kalian belum menjadi Naruto, kalian tidak bisa merubah yang bermakna menjadi rubah. Lalu, bagaimana dong penulisan yang benar? Tenang, ada rumusnya, kok! 

{me-} + kata dasar berawalan huruf vokal = {meng-} 
Contoh: mengubah, mengolah, mengamplas, mengoperasi 

Imbuhan {me-} dan peluruhan 

“Kamu tidak boleh mengkonsumsi makanan itu.” 

Kata “mengkonsumsi” juga kerap dipakai dan seolah wajar-wajar saja. Iya, enggak? Hayo, siapa yang masih seringkali menggunakan kata ini? Sebenarnya, huruf “k” di dalam kata “konsumsi” semestinya mengalami peluruhan ketika dia bertemu dengan imbuhan {me-}. Jadilah kata “mengonsumsi” setelahnya sebagai pilihan yang tepat. 

Kapan, sih, sebuah kata yang diimbuhi {me-} akan mengalami peluruhan? Pernah mendengar soal keistimewaan kata-kata dasar yang diawali dengan huruf k, t, s, dan p? Iya, ketika kata-kata dasar berawalan huruf k, t, s, dan p diikuti dengan huruf vokal yang kemudian dikenai imbuhan {me-}, mereka akan mengalami peluruhan. Bingung? Rumus sederhananya begini: 

{me-} + kata dasar berawalan k diikuti huruf vokal = {meng-} 
Contoh: mengarang, mengombinasi, mengurung, mengulik 

{me-} + kata dasar berawalan t diikuti huruf vokal = {men-} 
Contoh: menari, menanam, menunjuk, meninju 

{me-} + kata dasar berawalan s diikuti huruf vokal = {meny-} 
Contoh: menyapu, menyontek, menyuruh, menyangka 

{me-} + kata dasar berawalan p diikuti huruf vokal = {mem-} 
Contoh: memoles, memaku, meminjam, memisah 

Imbuhan {me-} dan kata yang terdiri dari satu suku kata 

“Ibu memintaku melap meja makan.” 

Jika kata dasar terdiri satu suku kata, imbuhan {me-} yang digunakan berubah menjadi {menge-}. Sesederhana itu. Rumusnya seperti ini: 

{me-} + kata dengan satu suku kata = {menge-} 
Contoh: mengelap, mengebom, mengecat, mengecek 

Imbuhan {me-} dan kata dengan gugus konsonan 

“Thanos menyukuri hilangnya setengah populasi penduduk alam semesta.” 

Kata “menyukuri” di atas sebenarnya tidak tepat. Sebab, kata dasar “syukur” memiliki gugus konsonan “sy”. Apa, sih, yang dimaksud dengan gugus konsonan? Itu, lho, dua huruf konsonan yang berdempet-dempetan kayak muda-mudi baru jadian. Nah, oleh karena itu, kata “syukur” tidak mengalami peluruhan. Ini dia letak keistimewaan lain dari kata-kata dasar yang diawali dengan huruf k, t, s, dan p. 

Agar lebih tampak perbedaannya dengan poin nomor dua, lihat rumusnya dulu deh. 

{me-} + kata dasar berawalan k diikuti huruf konsonan = {meng-} 
Contoh: mengkhawatirkan, mengkhatamkan, mengkreditkan 

{me-} + kata dasar berawalan t diikuti huruf konsonan = {men-} 
Contoh: mentranfer, mentraktir 

{me-} + kata dasar berawalan s diikuti huruf konsonan= {men-} 
Contoh: mensyukuri, mensyaratkan, mensponsori 

{me-} + kata dasar berawalan p diikuti huruf konsonan = {mem-} 
Contoh: memproduksi, mempraktikkan, memprakarsai 

Sebagai narablog, bermain dengan kata-kata adalah bekal yang tidak bisa dihindari. Mau bagaimana lagi? Produk yang dihasilkan seorang narablog itu ya berbentuk tulisan, bukan?

Kenapa, sih, harus memikirkan soal begituan? Kalau pesan yang mau disampaikan bisa diterima oleh pembaca, kan, sudah cukup. 

Ya, memang, bisa jadi pesan dalam tulisan masih dapat tersampaikan kepada pembaca meski pemakaian kata tidak tepat. Namun, ini bukan semata tentang membuat pembaca paham atau tidak, tapi tentang bagaimana bahasa berdiri sebagai identitas bangsa. 

Sebagai narablog, kita punya potensi besar untuk membuat Bahasa Indonesia menjadi berdaya. Bagaimana caranya? Bisa dimulai dengan hal sederhana seperti menerapkan aturan penulisan yang baik dan benar. Karena dengan begitu, kita bisa membuka peluang bagi pembaca untuk merepetisi cara menulis kita. Sebaliknya, jika kita terus berpatokan pada yang-penting-pembaca-saya-paham, maka ada kemungkinan kita membuat referensi kebahasaan orang lain menjadi tidak baik pula. Dan hal itu bisa menjadi keberlangsungan yang entah di mana ujungnya. Cepat atau lambat, seperti yang sudah disinggung di awal, apa kita mau menunggu kehancurannya saja? 

Jangan lupa untuk terus menjadi pembaca yang rakus agar bisa menulis dengan baik, ya. 

Kamu punya masalah kebahasaan? Tulis, yuk, di kolom komentar. Siapa tahu bisa jadi materi tulisan berikutnya.








Tabik!

Selamat tahun baru, Warga WB! Semoga di tahun 2019, kita semua selalu dipenuhi sukacita dan keberhasilan. Jika kalian memiliki resolusi untuk menjadi lebih baik di tahun 2019, tidak ada salahnya membaca self help book  atau buku motivasi. Kamu bisa belajar hal baru, meningkatkan kesejatraan diri, dan memenuhi hari dengan kata-kata inspirasional yang kemudian menjadikan hidup lebih bermakna.

Berikut adalah 4 buku self help yang bisa membantu dan mengubah hidupmu ke arah yang lebih baik. Buku-buku ini juga menemani saya selama tahun 2018 dan harus saya akui buku-buku ini memberikan hal baik yang bisa saya nikmati.


       1. Spark Joy by Marie Kondo
     



Bagi kamu yang merasa kamar atau rumah selalu  berantakan padahal sudah dirapikan, buku ini akan sangat membantu. Marie Kondo adalah alih bersih-bersih dari Jepang yang terkenal di seluruh dunia. Buku ini mengajarkan tentang cara bersih-bersih dan mengatur rumah kita. Dalam bukunya Marie mengatakan bahwa kadang orang tidak dapat merapikan kamar atau tempat tinggalnya karena menumpuk hal-hal yang tidak penting. Beberapa prinsip bersih-bersih yang diterapkan Marie adalah menyimpan barang yang “spark joy” atau memberikan kegembiran bagi kita, merapikan sesuai kategori bukan tempat dan merapikan sesuai dengan urutan. Urutan untuk merapikan adalah pakaian, Buku, kertas-kertas, alat-alat aksesoris, dan hal-hal sentimental seperti kenangan-kenangan dari mantan *ehem.

Buku ini membuat kita jadi lebih menikmati bersih-bersih dan hasilnya memang bikin kamar kita lebih lega.


2. Designing Your Live by Bill Burnett & Dave Evans


Buku ini mengisahkan tentang bagaimana cara mendesain hidup kita layaknya mendesain rumah. Beberapa hal penting yang ditawarkan buku ini misalnya kegagalan ada kesuksesan yang tertunda, hanya khawatir pada hal yang bisa kamu kontrol, dan kebahagian ialah merelakan apa yang tidak kau butuhkan. Buku ini bagus jika kamu mulai untuk mendesainkan hidupmu ke hal yang baru.


3. The Power of Meaning by Emily Esfahni Smith


Buku ini mengeksplorasi lebih dalam tentang kebahagian. Menurut Smith kebahagian adalah hal yang superficial, untuk bahagia beberapa orang melakukan sesuatu seperti berbelanja, makan makanan manis. Namun hal tersebut tidak membuat kebahagian mereka bertambah jika mereka tidak tahu makna kebahagian itu sendiri. Makna hidup lebih dalam dari kebahagian. Makna hidup lebih kepada melakukan hal baik daripada merasa baik. Smith menyimpulkan makna dalam 4 cara yaitu: Hubungan kita dengan orang lain, melakukan sesuatu yang berarti untuk komunitas, melakukan pengalaman-pengalaman berharga, dan melakukan sesuatu yang luar biasa yang kita pikir tidak bisa kita lakukan. Buku ini  menarik untuk dibaca untuk kamu yang merasa stuck atau kehilangan semangat pada apapun yang kamu lakukan selama ini. Buku ini akan memberikanmu pola pikir baru tentang kebahagian dan makna hidup.


4. The Year of Less by Cait Flander



The year of less adalah buku yang ditulis oleh seorang blogger keuangan dari Kanada bernama Cait Flander. Dalam buku ini Cait mengisahkan tentang bagaimana dia mencoba untuk hidup sederhana selama satu tahun. Finansial dan kehidupan Cait baik-baik saja, dia menjadi salah satu finansial blogger terkenal dengan pendapatan lebih dari 30rb dolar setahun. Namun dia mendapati dirinya menghabiskan uang tidak terkontrol dan kesulitan untuk menabung. Hal tersebut membuatnya untuk mencoba hidup hemat dengan cara membatasi belanja hal-hal tidak penting. Pengalaman itu dia tulis selama setahun. pada awalnya berat banget untuk tidak belanja, bahkan membuatnya cemas. Namun kemudian hidup sederhana memberikan dampak yang lebih baik terhadap kehidupannya. Dia mulai mempelajari hal-hal baru yang lebih berguna untuknya, jalan-jalan lebih banyak, dan mendapati hanya menghabiskan 50% dari penghasilannya. Buku ini bagus untuk kita yang kadang suka belanja enggak jelas. Belajar menjadi lebih sederhana di tahun 2019.

Demikianlah 4 buku self help yang bisa membantu kita dalam menghadapi 2019. Aku sarankan membaca buku di atas agar pikiran kita menjadi lebih terbuka. selamat menikmati liburan kalian.


*Penulis: Ajen Angelina 









x

pic source: unspslash

Musim liburan akhirnya tiba juga.  Kota-kota yang biasa menjadi tujuan wisata tentunya sudah mulai dipadati oleh wisatawan yang sudah jauh-jauh hari mempersiapkan rencana liburannya. Tapi tak sedikit juga yang memilih untuk menghabiskan akhir tahun dengan liburan di rumah saja.

Liburan di rumah saja enggak asik? Duh, kata siapa itu. Bagi sebagian orang daripada harus bermacet-macetan menuju destinasi liburan atau mau foto di tempat wisata saja penuh sesak, liburan di rumah dirasa lebih menyenangkan. Apalagi kalau liburan di rumahnya memang direncanakan agar bikin betah dan nyaman.

5 Cara Menikmati Liburan di Rumah yang Seru

Biar liburan di rumah terasa menyenangkan berikut ini ada 5 ide yang mungkin bisa kalian terapkan di liburan akhir tahun ini:

1. Mengatur ulang tata letak furniture

Mumpung menyambut tahun baru, enggak ada salahnya mengatur ulang tatak letak furniture untuk memberikan suasana baru. Dekorasi rumah juga juga bisa diubah. Tak perlu membeli barang-barang baru kok. Coba daur ulang barang-barang yang ada. Ajak anggota rumah untuk menyumbangkan idenya.

Selain mengatur ulang tata letak furniture, sekalian saja bersih-bersih rumah. Kalau ramai-ramai dengan anggota keluarga kan tentunya tidak secapek saat bersih-bersih sendiri.

2.Baca buku

Suka numpukin buku baru dan merasa enggak sempat membacanya? Nah, liburan di rumah menjadi kesempatan untuk mulai mencicil menyelesaikan buku-buku yang belum sempat dibaca itu.

Selain menikmati bacaan, membaca buku juga menambah ilmu baru loh. Agar kemampuan menulis blog terus terasah dengan baik sempatkan juga membaca buku belajar nge-blog.

3. Bikin permainan keluarga

Lupakan sejenak dengan gadget, libur di rumah adalah waktu terbaik untuk membangun quality time dengan keluarga. Bikin permainan-permainan yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Monopoly, Ludo, Ular Tangga, adalah sedikit contoh yang bisa dilakukan bersama. Atau tak ada salahnya menciptakan permaian baru.

Bisa jadi permainan baru yang diciptakan menjadi sebuah tradisi baru di keluarga, dan menjadi kenangan tersendiri saat anak-anak sudah besar nanti.

4. Masak bareng-bareng

Liburan di rumah jadi terasa seru ketika mengajak anggota keluarga untuk masak bareng-bareng. Tentunya secara enggak langsung kita jadi sekaligus mengajarkan anak kemampuan memasak. Coba cari resep baru lewat internet, kenalkan bumbu-bumbu dapur pada anak.

5. Undang teman dan kelaurga ke rumah

Jalin silaturahmi dengan mengundang teman, tetangga, dan keluarga ke rumah.Main game, nonton bareng, ngobrol, atau curhat bisa dilakukan untuk menjalin keakraban. Bikin acara barbeque di rumah, untuk bahan makanannya bisa patungan agar meringankan.

Nah itu tadi 5 hal yang bisa kalian lakukan untuk menikmati liburan di rumah. Sebenarnya masih banyak hal lainnya yang bisa kita explore. Bila berdiam diri di rumah terasa membosankan, tak ada salahnya untuk pergi ke tempat yang tak jauh dari rumah, seperti taman terdekat. Atau bila kalian tinggal di Jakarta, kalian bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk liburan di Jakarta.


Dulu ketika saya masih tinggal di Solo, suasana liburan akhir tahun akan selalu ramai dengan perbincangan seputar tempat wisata. Meskipun saya bukan anak traveling yang rutin pasang #MyTripMyAdventure di Instagram. Tapi perbincangan seputar isu wisata nggak pernah ada habisnya, mulai dari tempat wisata baru yang instagramable hingga dampak negatif dari kunjungan wisata tersebut.

Bicara soal dampak negatif selalu membawa saya pada cerita-cerita menyebalkan seputar perusakan alam. Kita sebut "perusakan alam" saja ya. Bukan "kerusakan alam". Karena setidaksengaja apapun kerusakan yang ditimbulkan, berwisata tanpa memabawa bekal berupa kepedulian terhadap lingkungan adalah indikasi perusakan sejak dini. Dan sekali lagi, itu menyebalkan.

Selain mendapat informasi dari mulut ke mulut perihal area wisata yang rusak, saya juga kerap menemui beritanya di media sosial. Sudah ada banyak contohnya, salah satunya ada di Taman Bunga Amaryllis, Gunung KIdul, Yogyakarta. Hamparan bunga-bunga yang begitu cantik dengan perpaduan warna hijau dan orange, tak lagi terlihat menyenangkan ketika orang-orang merusaknya saat mencoba berfoto di tengah-tengah taman. Begitupun yang terjadi di Kebun Raya Baturaden, Banyumas. Pengunjung yang ingin mengabadikan momen wisatanya tanpa malu menerobos bunga-bunga yang sudah ditata sedemikian rapinya. Jangankan ganti rugi atau ada upaya untuk memperbaiki, merasa bersalah saja belum tentu.

Taman Bunga Amaryllis Gunung Kidul rusak akibat kelakuan wisatawan narsis. Warga membuka kotak sumbangan untuk memulihkannya lagi. | nasional.tempo.co

Hal yang juga tak kalah menyebalkannya adalah penimbunan sampah di area pantai dan pegunungan.
Contoh paling gampang, Ranu Kumbolo, kawasan wisata yang mendadak naik daun ketika film 5 CM naik panggung. Di balik keindahan danau berlatar belakang dua gundukan bukit yang hijau itu, ada timbunan sampah yang sama sekali tidak instagramable, lho. Ketidakmampuan indiviu untuk bertanggung jawab terhadap sampah-sampahnya menjadi hal yang harus diderita oleh ekosistem alam di sana.

Demikian juga di kawasan wisata seperti pantai. Jangankan menikmati senja, sampah-sampah yang memenuhi bibir pantai saja membuat kita kesulitan untuk sekadar duduk. Sangat disayangkan, wisata alam yang mestinya memberi nuansa menyegarkan menjadi rusak dan tercemar karena perlaku yang tak terkontrol.

Dan sesaat lagi kita akan kedatangan dua hari libur yang cukup krusial, Natal dan Tahun Baru. Merayakan liburan dengan berwisata tentu menjadi hal yang lumrah. Tak jarang, rencana destinasi pun mulai disusun. Bagaimana mencari destinasi wisata? Tentu saja berbekal layanan internet. Baik googling hingga kepoin akun-akun traveling menjadi upaya maksimal bagi khalayak dalam menentukan ke mana mereka akan bertandang.

Sayangnya, seringkali yang dicari hanya faktor keindahan visual dan mungkin sudah mulai membayangkan pengaturan feeds instagramnya. Tapi apakah mencari literasi wisata juga sempat mereka lakukan?

Generasi "Piknik" Indonesia?

Perkembangan dunia digital memang membuat kita dengan mudah mengetahui lokasi-lokasi mana yang bisa dikunjungi. Sehingga kita tidak perlu ribet ketika merencanakan liburan. Dan tentu saja Kemenpar pun memanfaatkan hal tersebut untuk menyemarakkan potensi wisata di Indonesia dengan usahanya membentuk sebuah platform khusus bagi "netizen" yang doyan piknik. Sebut saja Generasi Pesona Indonesia atau yang sering dipanggil "Genpi".

Munculnya Genpi memang memberi angin segar bagi citra Kemenpar yang formal dan rigrid. Pasalnya, Genpi dihuni oleh para digital native yang masih muda dan begitu aktif, bahkan hiperaktif, dalam bermain media sosial. Namun di balik pemugaran citra itu, saya melihat Genpi terlalu menyia-nyiakan potensinya.

Dilansir dari laman genpi.co, saya menemukan kegemesan-kegemesan soal visi, misi, hingga ruang lingkup kegiatannya. Misal pada jawaban dari pertanyaan, "Targetnya Genpi apa?" Menurut FAQ yang mereka terbitkan, target utama Genpi adalah "viral dan trending topic". Dengan penjabaran singkat soal mengenalkan destinasi baru, potensi budaya, dan kuliner.

Menurut saya, platform sebesar Genpi terlalu remeh temeh kalau cuma mau viral dan jadi trending topic. Karena prakteknya, saya justru seringkali terganggu dengan upaya mereka di media sosial yang bersikeras menjadi viral dan menempati trending topic karena dilakukan dengan cara-cara yang terlalu nyepam.

Algoritma Twitter dalam menaikkan trending topic memang membuat kita harus kerja keras ngetwit suatu pembahasan (yang biasanya diwakili dengan tagar) sebanyak-banyaknya dan juga dibicarakan oleh banyak user sekaligus dalam waktu yang relatif berdekatan. Akan tetapi, keaktifan Genpi berserta pasukan netijennya untuk menjadi trending topic tidak diimbangi dengan materi pembahasan yang kuat. Maka seringkali saya temukan twit-twit mubazir mereka di timeline. Sampai-sampai, beberapa orang yang saya kenal mem-block tagar mereka karena merasa terganggu. Sementara saya, sejauh ini masih tega nge-unfollow meskipun pada orang yang saling kenal.

Andai saja materi pembahasan mereka kuat dan cara penyebarannya efektif, saya rasa apa yang mereka bicarakan bisa jadi trending dengan alami. Kok gitu? Woiya. Coba perhatikan utas-utas yang viralitasnya tinggi. Setiap twit pasti ada poin pokok yang disampaikan. Dengan twit yang informatif dan komunikatif, orang-orang akan sukarela merespon twit tersebut.

Sementara Genpi membuat twit campur aduk, tidak testruktur, dan membabi buta dalam penggunaan tagar. Genpi terlihat tidak ingin menempuh jalan terjal untuk menjadi trending karena bobot atau kualitas. Mereka justru terlihat ambisius mengangkat tagar di papan mading Twitter melalui jalan pintas.
Baca tulisan Ilham lainnya: Penjelasan tentang Pantai Hingga Gunung di Solo
Fokus mereka untuk menjadi viral dan trending justru membuat konten mereka terasa hambar. Padahal dengan forum keanggotaan mereka yang begitu besar, Genpi bisa jadi lebih keren dari ini. Turut menyebarkan literasi wisata, misalnya. Tidak hanya destinasi baru melulu yang disiarkan, tapi bagaimana membangun iklim positif untuk tahu apa yang harus dilakukan saat di lokasi wisata juga perlu digencarkan. Contoh sederhananya bisa dengan menjawab pertanyaan umum seputar, "Eh, tempat sampahnya mana, sih?"

Yup, tidak semua tempat wisata menyediakan tempat sampah. Seringkali wisatawan "membuat" tempat sampah sendiri tapi tidak eco-friendly sama sekali. Tempat sampah dadakan hasil kekompakan membuang sampah di sudut-sudut tertentu. Jadi, ketika lokasi wisata baru mulai viral di media sosial dan membuat ratusan orang mau berkunjung, ketidaksiapan pengelolaan lokasi tersebut bisa jadi bumerang yang mencemari tempat-tempat itu.

Ah, yang penting kan dapat foto kece buat diposting. Urusan lingkungan biar jadi PR-nya Greenpeace aja.


Header: Rawpixel.com via Pexels



Akhir tahun. Setidaknya ada beberapa faktor yang membuat setiap penghujung tahun menjadi identik dengan liburan. Pekan Natal dan Tahun Baru di akhir Desember, bonus tahunan yang biasanya cair (untuk mereka yang bekerja kantoran), dan mungkin jatah cuti yang masih tersisa menjadikan kombinasi sempurna untuk segera mengepak koper, atau ransel lalu pergi mencari ‘pelarian’ sementara dari rutinitas selama setahun penuh.

Sekarang kita memiliki kemudahan dalam menentukan tujuan berlibur seiring dengan banyaknya instrumen yang memudahkan seperti sosial media, aplikasi traveling dengan segala kefleksibilitas metode pembayarannya, rute transportasi yang semakin luas, dan paket promo berlibur yang cukup mengiurkan di pameran-pameran.

Artikel ini bisa membantu untuk menentukan tujuan berlibur di akhir tahun. Tidak bisa dipungkiri, walaupun banyak kemudahan dalam mengambil referensi seperti yang disebutkan di atas, masih banyak yang sudah mengajukan cuti, menetapkan budget, tetapi belum tahu mau ke mana.

Jawabannya adalah Jakarta. Kota ini sering kali luput dari daftar tempat wisata tujuan berlibur. Bahkan penduduknya sering kali meningggalkan kota ini untuk berplesir. Padahal, jika mau mengeksplor sedikit, Jakarta memiliki destinasi menarik yang tidak bisa dianggap ‘biasa saja’. Berikut adalah wahana wisata yang bisa dikunjungi di Jakarta:

1. Kepulauan Seribu  
Satu-satunya kabupaten di DKI Jakarta ini bisa dibilang sebagai primadona wisata alam di Jakarta. Dahulu mungkin hanya terkenal Pulau Tidung. Sekarang Kepulauan Seribu seperti menemukan potensinya. Banyak pulau-pulau baik yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni bisa dikunjungi. Variasi harganya pun banyak. Bisa memilih liburan ala taipan minyak dengan kapal pesiar lalu menginap di resort mewah, atau gaya backpacker dengan hanya bermodalkan tenda dan bekal seadanya.

2. Sejarah 
Ada museum apa di Jakarta? Dengan datang ke Jakarta saja kita seolah sedang memasuki museum. Beberapa titik di Jakarta mempunyai sejarah tersendiri yang menarik. Sejarah Jakarta memang terpusat di Kota Tua, Batavia tempo dulu. Di sini ada Museum Fatahillah yang merupakan balai kota zaman VOC, ada Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Keramik, dan beberapa bangunan bernuansa kolonial.

Di Jakarta, kita bahkan bisa wisata ke kuburan. Di daerah Menteng Pulo ada pemakaman Belanda (Ereveld) yang berisi makam para mendiang tentara KNIL yang tewas di penghujung Perang Dunia II. Di sana ada makam jenderal Belanda dan Inggris yang memegang peranan dalam roda sejarah Indonesia.

Tempat-tempat ibadah di Jakarta juga bisa dikunjungi sebagai wisata rohani sekaligus sejarah. Ada Mesjid Istiqlal, masjid terbesar seAsia Tenggara yang merupakan proyek mercusuar Bung Karno dalam menyambut Asian Games 1962. Ada katedral. Dan beberapa klenteng di seputaran Pasar Baru, dan Glodok.

3. Theme Park 
Dufan! Apa lagi? Taman bermain berwahana paling legendaris. Banyaknya theme park baru dengan berbagai konsep tidak membuat taman yang terletak di dalam kompleks Taman Impian Jaya Ancol ini meredup. Dufan tetap menjadi favorit, ditambah seringnya memberikan promo dengan syarat dan ketentuan tertentu.

4. Belanja! Liburan tidak melulu harus mengunjungi suatu tempat lalu relaksasi di tepi pantai sambil minum air kelapa, toh? Mendatangi mall, mengelilinginya, lalu membeli beberapa barang juga termasuk berlibur. Mall apa yang ada di Jakarta? Woho, banyak! Mulai dari mall yang harga dagangannya grosiran, hinga yang memiliki layanan valet parkir dan komoditas yang dijualnya barang luks, semua tersedia di Jakarta. Perlu satu postingan tersendiri untuk menyebutkan mall di Jakarta per wilayah berikut karakteristiknya. Kamu punya banyak uang? Kamu berjiwa hedon? Konten Instagram tempat makan fancy? Go ahead, Jakarta is paradise!

Demikian sedikit dari banyak hal yang bisa dilakukan untuk berlibur di Jakarta. Oh iya, ada kelebihan lain berlibur di Jakarta dibanding kalau kita ke daerah lain. Karena Jakarta adalah ibukota negara, jadi akomodasi dan transportasi tidak perlu diragukan lagi. Tidak perlu repot memikirkan akses ke tempat wisata. Dengan kekuatan Commuter Line, Transjakarta, dan angkutan online, kita hanya perlu bersabar dalam menghadapi kemacetan. Ditunjang pula dengan bervariasinya tempat menginap mulai dari hotel berbintang sampai guesthouse.

Enjoy Jakarta!


Ini menjadi kali pertama rubrik ‘tulisan’ pilihan dibuat. Mengapa Warung Blogger membuat rubrik ini akan dibahas di akhir tulisan.

Kali ini di pekan pembuka ‘‘tulisan pilihan’’, Warung Blogger meminta Andhika Manggala, pemilik blog andhikamppp.com yang biasa berkicau di akun twitter @andhikamppp, untuk membaca, memilah dan memutuskan siapa yang akan dimasukkan ke dalam rubrik ‘tulisan pilihan’ minggu ini.

Ucha, begitu biasa ia dipanggil, sehari-harinya bekerja sebagai Project Development di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa analisa dan inspeksi barang tambang. Selain itu, sebagai bloger, ia juga memiliki pekerjaan sampingan jasa tulis dan jasa pengembangan blog berbasis blogspot dan wordpress. Dan pekerjaan tambahannya saat ini, sebagai salah satu pengurus Warung Blogger periode 2018-2019, khususnya di pengembangan website dan konten.

Ucha memiliki minat dan ketertarikan yang cukup baik di dunia literasi. Karena alasan itu, meskipun masih di tahap awal, ia memilih gaya bercerita di fokus tulisnya. Ia amat senang jika berdiskusi masalah kaidah bahasa dan sastra. 

Ia memiliki ‘keresahan’ tersendiri di dunia bloging. Utamanya tentang apa yang akan terjadi dengan dunia blog di masa depan. Beberapa di antaranya, ada dalam artikel dalam ‘tulisan pilihan’ minggu ini.

Berikut adalah tulisan yang dipilih oleh Ucha sebagai ‘tulisan pilihan’, beserta alasannya. Sebagai tambahan, tulisan-tulisan lain selain yang ada di bawah ini dapat kamu lihat di twitter melalui tagar #HBN2018 #wbkatakunci 

***
 

Oleh: Andhika Manggala Putra

Dunia bloging saat ini telah bertransformasi ke arah yang baru. Ia tidak hanya sekadar tulis menulis cerita demi kepuasan pribadi belaka. Dengan segala potensi yang ada di dalamnya, sekarang ini dunia bloging dekat sekali dengan gemilang rupiah. Banyak sekali pengiklan mempercayakan produk dan jasanya kepada bloger. 

Untuk saya pribadi, fenomena ini seolah menjadi dua sisi mata pisau untuk dunia bloging itu sendiri. Di satu sisi, tentu saya senang melihat teman-teman bloger lain berkesempatan menambah pundi-pundi rupiah dari sebuah hobi. Di sisi lain, ketika berkunjung ke banyak sekali blog, saya kehilangan bagian yang mengasyikan dari membaca sebuah blog: opini, curahan hati dan sudut pandang seorang penulis tentang objek yang ditulisnya. Karena alasan itu, dulunya, saya menganggap bahwa blog adalah alternatif baca yang paling jujur. Sekarang saya, mungkin juga ada sebagian dari Anda yang merasakan yang sama, mulai meragukan asumsi tersebut. Banyak sekali blog yang berubah menjadi katalog produk. 

Fenomena ini juga sedikit banyak saya temukan di artikel-artikel yang diikutsertakan ke dalam ‘bermain kata kunci’ yang diadakan Warung Blogger dengan kata kunci bloger di masa depan. Baik membahas tentang bagaimana terlibat dan menghadapi fenomena tersebut atau spesifik ke bagaimana seharusnya bloger mengembangkan diri untuk persaingan di masa depan. 

Bloger di Masa Depan dan Bloger Masa Lalu: Catatan di Hari Bloger Nasional
Karena dianggap sulit, banyak bloger melupakan kaidah berbahasa Indonesia dalam tulis-menulisnya. Selain itu menulis dengan mengikuti kaidah bahasa Indonesia seringkali dianggap kaku, terlalu formal dan terkesan kurang akrab. Padahal penggunaan kaidah berbahasa Indonesia dalam dunia tulis menulis tidak selalu berbanding lurus dengan gaya berbahasa dalam menulisnya. Dengan pemilihan kata yang pas, menulis dengan segala tetek-bengek yang ada di dalam panduan berbahasa Indonesia pun tidak akan terkesan kaku. Apalagi ditambah dengan gaya bercerita yang menarik.

Rudi G. Aswan membuktikannya melalui tulisan-tulisannya di blog belalangcerewet.com. Dengan latar belakangnya sebagai editor dan penerjemah lepas, juga kesehariannya yang dekat dengan dunia tulis menulis, Mas Rudi mampu membuat banyak sekali cerita dengan kata-kata baku tanpa sedikitpun terlihat kaku. Selain itu, gaya bercerita Mas Rudi membuat kita tidak bosan membaca tulisannya. Dengan materi dan isi seperti ini, dengan rutin mengunjungi blog Mas Rudi, tentu dapat membuat gairah membaca blog tetap terjaga.  

Mas Rudi juga menjelaskan bahwasanya peningkatan kualitas konten, baik isi maupun cara dan gaya menulis, adalah salah satu cara yang harus dilakukan bloger untuk menghadapi persaingan di masa depan. 

Berikut petikan artikelnya:

Agar tidak tertinggal dalam persaingan kreatif, kita harus menggali style atau gaya tutur yang unik dan akhirnya menjadi branding yang kuat. Travel blogger, misalnya, kini jumlahnya semakin banyak. Hanya segelintir travel blogger yang bisa mencuat dan saya kenali bakal bisa bertahan di era persaingan yang sangat kompetitif. Bloger ala ala jangan berharap mendapat tempat khusus demi kemajuan.

Style juga mencakup penggunaan bahasa yang rapi. Tak masalah bloger menggunakan bahasa percakapan yang santai namun tetap mengindahkan penggunaan pronomina benda –nya yang menempel pada kata benda yang dijelaskannya, misalnya. Sudah bukan zamannya bloger tak bisa membedakan mana kata depan dan mana awalan. Bloger di masa depan adalah bloger yang sadar akan ketepatan berbahasa dan mau belajar demi cinta pada bahasa indonesia.
Bulan ini adalah bulan Sumpah Pemuda, saat penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan disepakati. Boleh banget menggunakan bahasa asing namun tetap ditulis dalam huruf miring kecuali bila menulis dalam bahasa asing seluruhnya. Selain itu, bloger perlu belajar menuangkan gagasan secara runtut agar lebih nikmat dibaca. Jika terbiasa mengungkapkan ide secara teratur, lambat laun tulisan akan solid dan punya ruh.


Ngobrolin Soal Blogger di Masa Depan!
Kita semua sepakat untuk menghadapi persaingan di masa depan diperlukan banyak sekali upaya untuk melakukan pengembangan. Tapi kemudian muncul pertanyaan: ‘Apa sih yang harus dikembangkan?’

Banyak sekali proses pengembangan yang gagal atau malah tidak dilakukan sama sekali hanya karena kita tidak tahu pasti apa yang harus dikembangkan. Untuk melakukan pengembangan ada beberapa metoda yang bisa digunakan. Salah satunya menggunakan SWOT analysis. Yaitu suatu metoda perencanaan yang digunakan untuk mengetahui dan mengevaluasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats). 

Dan sebagai orang yang kesehariannya dikerjai dengan tetek bengek pengembangan, saya tertarik bagaimana Mbak Diah Kusumastuti menganalisa peluang bloger di masa depan melalui metoda SWOT analysis. 

Berikut petikan artikelnya:

Event-event yang digelar untuk masyarakat umum saat ini sudah banyak yang melibatkan blogger. Dari mulai event launching resto, pengenalan produk baru dari perusahaan, event pariwisata, hingga sosialisasi kebijakan pemerintah yang baru, dan lain-lain.

Itu semua menjadi strength baru bagi blogger. Blogger menjadi salah satu bagian dari digital marketing untuk banyak pihak. Ikut menyebarkan berbagai informasi kepada khalayak luas, mempromosikan suatu produk, juga mempengaruhi masyarakat untuk bertindak atau mengambil keputusan. Bukan hanya e-commerce atau marketplace saja yang sering menggunakan blog sebagai media promosi, tapi sekarang ini pemerintah sudah sering menggandeng blogger untuk tujuan-tujuan share kebijakan baru. 

Menurut saya, sih, kekuatan tersebut kemungkinan masih akan ada setidaknya untuk beberapa tahun ke depan. Mengapa? Karena peluang itu masih ada.

Tulisan selengkapnya dapat dilihat pada tautan: Selamat Hari Blogger Nasional! Yuk, Ngobrolin Soal Blogger di Masa Depan!

Sudah Siapkah Menjadi Bloger Profesional di Masa Depan?
Baik itu kekuatan, kelemahan, kesempatan, atau ancaman yang disebutkan Mbak Dian dalam tulisannya mungkin tidak semuanya bisa diaplikasikan di blog masing-masing dari kita. Tapi setidaknya, cara dan penjabaran yang disampaikan Mbak Dian bisa memberikan gambaran bagaimana kita melakukan analisa untuk melakukan pengembangan menghadapi segala tantangan. Ceile. Dan pengembangan tersebut pastilah memerlukan proses. 

‘Memerlukan proses’ frasa tersebut perlu ditanamkan oleh kita sebagai bloger, khususnya bloger baru yang ingin meraih hasil instan, terutama dalam hal mencari uang, lewat blog. Wajar jika banyak bloger baru berpendapat mencari uang lewat blog itu gampang. Karena, mungkin, mereka terjun ke dunia blog di masa-masa monetisasi blog sedang berkembang pesat. Tapi, seperti yang disampaikan Mbak Nurul Fitri Fatkhani melalui tulisannya, untuk sampai ke titik ‘bisa mencari uang lewat blog’ memerlukan proses dan ketekunan yang luar biasa panjang.

Mbak Nurul juga dapat dijadikan contoh bagaimana ‘proses tidak pernah mengkhianati hasil’. Ia yang kini disibukkan dengan banyak aktivitas bloging memberikan tips dan trik rahasia yang sudah ia lakukan. Dan tentu cara-cara yang dilakukan Mbak Nurul juga bisa kita gunakan guna menghadapi persaingan bloger di masa depan. 

Berikut petikan artikelnya:
Dalam perkembangannya, kini dunia blogger sudah semakin meningkat dan banyak bermunculan blogger baru. Uniknya (baca: anehnya), banyak pemain baru yang memiliki paradigma ngeblog untuk mencari uang. 

Eh, memang enggak ada salahnya kalau beranggapan seperti itu. Karena dalam kenyataannya saya pun bisa mempunyai penghasilan dari kegiatan ngeblog. Namun semua itu saya jalani dengan proses yang panjang. Saya ingat betul, blog ini bisa menghasilkan pundi-pundi setelah melewati belasan purnama, setelah konsisten diisi tulisan-tulisan.

Berbeda dengan bloger-bloger baru yang sempat saya temui. Mereka begitu berambisi agar blognya bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Kadang saya lihat ada blog baru yang latah mengikuti blogger sukses dengan menggunakan tema yang sama. Misalnya ketika melihat seorang beauty blogger sukses dari blognya, langsung ikut-ikutan menggunakan tema yang sama. Pokoknya, ingin cepat berpenghasilan dari blog, titik!

Tulisan selengkapnya dapat dilihat pada tautan: Sudah Siapkah Menjadi Bloger Profesional di Masa Depan?
 
***

‘Tulisan pilihan’ dan Alasan adanya Bermain Kata Kunci
Rubrik ‘‘tulisan pilihan’’ ini dibuat sebagai apresiasi atas kesediaan bloger mengikuti program ‘bermain kata kunci’ yang diadakan oleh Warung Blogger. Dinamakan ‘‘tulisan pilihan’’ karena rubrik ini, dengan segala keterbatasannya, tidak selalu mampu menampilkan yang terbaik. Lagipula bukankah baik itu relatif? Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, ‘‘tulisan pilihan’’ diharapkan mampu menjadi alternatif untuk semua ragam tulisan yang masuk di program ‘bermain kata kunci’.

Program ‘bermain kata kunci’ itu sendiri bertujuan untuk mengajak bloger menulis dengan kata kunci yang ditentukan yang, mungkin, di luar kebiasaannya dalam menulis. 

Kamis sadar selama ini sulit bagi kami untuk dapat konsisten membuat konten pada website Warung Blogger. Oleh karenaitu ‘bermain kata kunci’ juga diharapkan mampu meningkatkan konsistensi menulis untuk Warung Blogger (khususnya) dan juga untuk seluruh bloger.

‘Bermain kata kunci’ akan dibuat secara berkala, dengan kata kunci yang ditentukan. Periode waktu penulisan dibuat singkat selama kurang lebih satu minggu. Dan tulisan-tulisan yang sesuai dengan kata kunci tersebut berhak dikurasi untuk dimasukkan ke dalam rubrik ‘‘tulisan pilihan’’ ini. 

Karena ini program dari dan untuk bloger. Kamu juga berhak untuk menentukan kata kunci dan atau menjadi juri untuk memilih ‘‘tulisan pilihan’’. Dan kami juga sangat terbuka dengan kritikan dan masukan. Kalau kamu punya usulan, baik tentang program ini secara keseluruhan, atau sekadar mengusulkan sebuah kata kunci, juga bersedia menjadi juri ‘‘tulisan pilihan’’. Silakan kirimkan surel ke warungbloggerblog@gmail.com dengan subjek [Bermain Kata Kunci]. 

Selengkapnya tentang Bermain Kata Kunci dapat kamu baca pada tautan berikut: http://www.warungblogger.org/p/bermain-kata-kunci.html

Kami percaya, masih sangat banyak bloger yang menulis untuk menulis dan menulis karena ingin menulis. Bermain kata kunci hanya salah satu dari banyak cara untuk membangkitkan kembali gairah menulis. Jadi, mari mainkan kata kuncinya. Tuliskan, lalu biarkan ia menemukan nasibnya sendiri di mesin pencarian.

Tabik,

Warung Blogger

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.