(gb.d/Google)

Ayo Menulis, Menulis dan Menulis
Bunda memilih judul postingan ini "Hindari Kata Terlambat!" karena ingin menorehkan apa yang sedang bunda rasakan sekarang. Sebenarnya bunda belum mempunyai planning untuk mengisi postingan di WB's Blog ini -- mau nulis tentang apa ya? -- namun ya  itu tadi, bunda sedang memikirkan sesuatu yang seharusnya dulu bunda hindari. Apa? Terperangkap dalam  keterlambatan memulai sesuatu yang bersifat positif.

Begini: sudah sejak pertengahan Desember tahun lalu bunda aktif dan asyik bergelut dengan mengikuti lomba/kontes/audisi Menulis, baik di Blog maupun di Notes Facebook. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan hati bunda, namun ada sesuatu yang menggelitik dihati: "Kenapa gak dari dulu aja ya aku mulai menulis?" Kata-kata itu muncul ke permukaan karena setelah mengikuti beberapa kali Audisi Menulis (bukan maksud mau pamer ya, walaupun bukan untuk menyombongkan diri, tapi cuma untuk memperlihatkan kepada para blogger betapa bangganya bunda pada diri sendiri). Ternyata, oh, ternyata bunda masih bisa berkarya. Nah, maksud dari kata bukan untuk menyombongkan diri tadi ialah dari 8x Audisi Menulis, baik cerpen (fiksi/non fiksi) bunda berhasil lolos Audisi untuk 5 Antologi. Alhamdulillah. Yang 3 lagi masih menunggu pengumuman. Do'a-in bunda ya biar Audisi-nya lolos lagi, hehehehehe...

Hindari Kata Terlambat ini bunda tujukan buat para blogger ataupun non-blogger yang kebetulan membaca postingan ini untuk "tidak" menyimpan kata "terlambat" dalam benak terlalu lama. Segeralah lakukan apa yang hendak anda lakukan, kalau memang itu memiliki tujuan yang positif. Positif bagi diri anda sendiri, maupun untuk orang-orang terkasih anda ataupun mereka yang berada di sekaliling anda. Jangan seperti bunda yang telah teramat sangat terlambat untuk memulai "Menulis", itupun karena ada dorongan dari pihak lain. Dan ternyata bunda bisa. Bunda akhirnya mengerti bahwa bunda sebenarnya memiliki hobi menulis sejak tahun 1978, sejak cerpen bunda dimuat di Majalah Femina. Itupun karena berbasiskan fakta. bunda berhasil menulis sebuah cerpen. Setelah itu???? Mandek puluhan tahun. Barulah setelah tahun 2009 bunda berkenalan dengan dunia maya, keinginan untuk menulis mencuat kembali.

Ada penyesalan memang dalam diri bunda, namun siapa yang bisa menyangkal bahwa penyesalan itu memang datangnya "belakangan". Kedatangannya yang belakangan ini bunda sambut dengan semangat yang penuh dan bunda mulailah berprinsip "tiada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik". 

Sejak saat itu (2009) bunda berusaha keras untuk selalu menghindari kata terlambat, dalam segi apa pun. Alhamdulillah bunda ucapkan ke HadiratNya karena bunda sudah mulai melihat titik-titik terang keberhasilan itu di saat-saat bunda sudah berada diambang senja. Tak apa. Mudah-mudahan para blogger yang muda-muda, yang memiliki bakat terpendam dalam menulis.

Ayo, tuangkan, curahkan, jadikan nyata apa yang ada dalam wadah pemikiran kalian agar bisa kita lihat sebuah bukti "bahwa kita bisa!". Jangan pernah menyerah sebelum mulai mencoba dan menyadari bahwa kita bisa. Oke? 

Baru ini Antologi-ku yang terbit. Seneng juga lihat kasil karya dibukukan,
walaupun bukunya rame-rame patah cengkeh, hehehehe...

Keberhasilan bunda dalam mengikuti Audisi Menulis ataupun lomba/kontes/giveaway di blog telah menjeremuskan bunda ke jurang "senang membaca", hehehehehe...... Senangnya bunda karena "terjerumus" ke dalam lubang yang mengasyikkan. Sejak dulu juga bunda suka membaca, tapi tidak segencar sekarang.
(gb.d/google.)

Selamat Menulis, menulis dan menulis. Jangan lupa juga tingkatkan hobi membaca anda, membaca apa saja yang bersifat positif tentunya. Semoga anda semua akan berhasil dalam menulis dan akan lahir Pipiet Senja, Pipiet Senja baru yang tak terhitung jumlahnya. Amin, YRA.
Label:

Post a Comment

  1. selamat utkrilisnya buku antologi bunda,,,salut dan bangga dg bunda yg wlw sdh berumur tp ttp menghasilkan karya yg smg bermanfaat bagi orang banyak ya bun :)

    ReplyDelete
  2. salut sama bunda, saya masih selalu "terlambat"

    ReplyDelete
  3. Saya juga suka ikutan lomba nulis bunda :)

    ReplyDelete
  4. semangat deh supaya bisa seperti bunda

    ReplyDelete
  5. uhuy~
    salutttt buat bunda...
    yg muda mau juga berkarya :D

    ReplyDelete
  6. biasany anak terlambat d skolah itu yg rumahny deket(males)

    *salam kenal dtunggu kunjungan balikny dan like fanpageny yah :D

    ReplyDelete
  7. ~speechless[kagum]
    semoga bisa seperti bunda dalma hal tulis menulis. :D

    ^selamat y atas keberhasilan bunda lolos audisi antologi, moga terus diberi kesuksesan.

    ^terlambat..,y itu pernah ada dalam kamusku beberapa bulan yang lalu, bahkan kadang teringat beberapa saat, kenapa y kok gak melakukan ini itu dari dulu. seharusnya saya bisa lebih baik kalau melakukan hal itu dari dulu. setelah itu aku bertobat.. eh ternyata bandel lagi, efek lingkungan dan pertemanan sangat menentukan lo... alhamdulillah saat ini berkumpul dengan orang-orang hebat.. di we-be ini :D
    ~sedikit curcol. haha...

    ReplyDelete
  8. "hindari kata terlambat" kalimat menarik sbgi acuan. ada juga yg mengatakan "lbh baik terlambat dr pd tdk sama sekali". inti dr semuanya ingin menyampaikan bwt kita semua bahwa "Sesuatu, apapun itu, bisa kita lakukan ketika kita mau dan ingin melakukannya". great article... sukses untuk bunda!

    ReplyDelete
  9. wah asik nya bisa nulis....
    sependapat, dengan judul postingan bunda, salam newbi blogger

    ReplyDelete
  10. Bunda hebat sdh punya tulisan yang dicetak. Sementara aku selalu bersembunyi dalam "kesibukan" :)

    ReplyDelete
  11. semoga bunda yati selalu sehat agar bisa menorehkan tulisan-tulisan bermanfaatnya :D
    salam warung blogger

    ReplyDelete
  12. Mantab bunda.... sementara cetak yang lain dulu... hehehe :D

    ReplyDelete
  13. Terlambat bisa menimbulkan kerugian, baik kwerugian moril maupun materiel. Mari kita selalu berusaha agar tidak terlambat dan jangan pernah berkata "Terlambat" untuk belajar.

    Terima kasih artikelnya yang membangun semangat.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  14. bunda aku ini jahat ya . . . .??? menjadikan menulis sebagai pelampiasan, tapi aku juga pengen kayak bunda, punya tulisan yang sudah dicetak . . .

    ReplyDelete
  15. Terim kasih mimi RaDiAl, alhamdulillah itung-itung buat refresh benak yang hampir beku nih, hehehehe....t'rima kasih juga buat komentar mimi.

    ReplyDelete
  16. Lho3x jangan ketularan bunda lho, kan keknya kita lom temenan ya di online koq bisa nularin "terlambat"nya sih, heheheheh.... Makasih komentarnya ya mas Dadan Darmawan.

    ReplyDelete
  17. Nah, mulai sekarang kalo ada lomba nulis mudah2an bunda gak lupa nge-tag Asep Saepurohman deh. Makasih kunjungannya.

    ReplyDelete
  18. Yuuuuuk........Athifah dahsyamar, makasih udah baca tulisan bunda.

    ReplyDelete
  19. Lidya - Mama Pascal, pengennya sih nerbitin buku sendirian gak antologi, tapi blm mampu, hehehehe....jadi biarlah melalui antologi aja kali jadi ada nama dibuku, qiqiqiqiqi....

    ReplyDelete
  20. Makasih jiah al jafara, ya iya lah uhuy juga deh and salutttt buat yang "tua" yang berkarya nih, hehehehe....lho koq??

    ReplyDelete
  21. Aduh, panjang amir nih namanya, gak diketik deh takut salah, hehehehehe..... Makasih kunjungannya. Ok bentar tak ke TKP sebelum Warnetnya tutup.

    ReplyDelete
  22. Waaah, segitunya. Alhamdulillah udah bikin Arif Khumaidi jadi speechless, biasanya lihat yang cuantix tuh jadi speechless, hehehehehe.... Bunda ikut mendo'akan semoga setelah membaca postingan bunda (qiqiqiqiii....jadi GeeR nih} gak bakalan lagi datang tuh yang namanya Mr. Terlambat. Oke. Makasih komentarnya.

    ReplyDelete
  23. Itulah sebabnya bunda lakukan, biarpun terlambat, gara-gara terlambat, jadi terlambat juga deh memulai di usia yang sudah senja. Gpp deh keterlambatan yang ini memacu semangat, hehehehe.... Thanks for flattering me. I wish you luck too, Bung Penho.

    ReplyDelete
  24. Harus kita coba untuk menulis (jadi inget lagi deh bunda akan keterlambatan bunda untuk memulai, hiks, hiks..... Ayo nulis, kalau kita bilang "bisa" pasti deh bisa. Salam kenal dari bunda and terima kasih komentar dakol untuk bunda.

    ReplyDelete
  25. Makasih pujiannya Evi, tapi bunda belum bisa dibilang hebat donk, lha wong belum menghasilkan sebuah buku. Bersembunyi dalam kesibukan? Nah tulislah sesuatu tentang kesibukan itu kalo gak sibuk, hehehehe.....Oke Evi.

    ReplyDelete
  26. Yang penting do'anya itu lho. Makasih ya, semangat bunda dapat karena udah diterima oleh blogger, apalagi udah dikarangin sebuah lagu tuh sama MasBro, hehehehe....Makasih komentarnya. Salam juga dari blogger sepuh. Awas jangan salah bukan "sesepuh blogger", hehehehe....lain banget.

    ReplyDelete
  27. Ah Tips Menurunkan berat badan, bunda jadi tersipu malu nih dipuji artikelnya, qiqiqiqiqiii...tertawanya ABG (awas jangan salah lho bukan Anak Baru Gede lho, tapi Angkatan Buyut Gan...). Makasih komentar Tips disisini.

    ReplyDelete
  28. Sinna Saidah Az-Zahra, lho apa dikira bunda menulis itu 100% fiksi? Enggak lagi, itu berbasiskan non-fiksi. Sinna bilang jahat karena menulis dijadikan pelampiasan? Nah itu dia, dimulai dari pelampiasan, kemudian di-edit sana sini, diperbaiki untaian kata-katanya. Trus didiemin deh beberapa hari, gitu. Trus dibaca lagi sebagai orang lain. Komentarin yang membangun, trus perbaiki. Begitu seterusnya, jadilah sebuah tulisan. Come on, don't give up! Makasih untuk kunjungannya di WB's Blog ya.

    ReplyDelete
  29. Inspiratif sekali Bunda, semoga dapat di tiru para generasi muda sekarang ini. Terimakasih atas motifasinya.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete
  30. Indra Kusuma, t'rima kasih kunjungan ke WB's Blog dan baca postingan dari bunda. Bunda gak nyangka sama sekali kalau tulisan bunda ini sesuatu yang inspiratif. Alhamdulillah kalau begitu.

    ReplyDelete
  31. bagus juga teh tidak ada kata terlambat

    ReplyDelete


Powered by Blogger.