Articles by "urun artikel"

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #8TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bahasa Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Buku Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Google Question Hub Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali hubungan Imbuhan Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Jakarta Kangen Band Karya Kata Depan di KBBI ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Liburan life Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan relationship Reportase Resensi Buku Resolusi Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni self help SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif tahun baru Teknologi teman Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger
Showing posts with label urun artikel. Show all posts


            Dalam sebuah hubungan di kehidupan ada rasa suka, benci, sayang, ataupun cinta, begitulah cara kita untuk menjalani hidup untuk meluapkan emosi dan perasaan yang ada. Pernahkah kalian merasa jika teman kalian itu yang sangat menggangu? mungkin sebagian orang pasti pernah berada pada posisi ini, aku juga mengalaminya bahkan hal ini terlalu sering terjadi hingga membuat aku terbiasa. Terbiasa untuk menerima semua hal itu, karena inti dari sebuah pertemanan bukan sebab “aku nyaman bersamamu” tetapi “kita bisa nyaman bersama dan saling mengerti”.

            Pertemanan yang indah itu akan tercipta disaat waktu bersama yang kita habiskan sudah tidak terasa lagi, disaat aku membutuhkan kamu selalu ada, disaat aku gundah dan resah kamu hadir untuk membuat hati ini kuat lagi. Akan tetapi, semua itu hanya harapan dan tidak semua hal itu sesuai dengan bayanganku, aku dan kamu itu berbeda. Hidup kita memiliki  batasan, dimana aku memiliki kesibukan sendiri dan kamu juga sama. Walaupun kesibukan tidak menjadi masalah besar tapi ada jarak dimana aku sadar kamu adalah teman yang sangat menyebalkan. 

            Teman ialah sebutan kecil yang hampir aku sendiri tidak bisa mendefinisikannya, bagaimana menjadi seorang teman yang baik atau menjadi seorang teman yang jahat? Semua kembali dengan anggapan serta pendapat cara kita memberikan sudut pandang seorang teman. Sudut pandang aku terhadap orang sekitar juga berbeda, banyak jenis teman yang sering aku temui seperti ini:


  • Teman sejak kecil: orang yang selalu hadir pada kehidupan kalian, dari dulu hingga sekarang meskipun hanya tegur sapa misal sebagai tetangga, mungkin dia adalah orang yang paling tahu kamu.
  • Teman berjangka: sangat sering dijumpai,contohnya pertemanan yang berawal dan berakhir saat kelulusan sekolah. Ketika memilih sekolah dengan tujuan yang berbeda maka kalian akan berpisah dan mencari teman baru 
  • Teman curhat: jika aku mendifinisikan hal ini, dialah sahabat yang bisa kita percaya. Semua isi hati bisa kita curahkan untuk meluapkan emosi disaat hati ini lemah. Hadirnya sahabat itu mungkin akan jarang ditemui karena untuk menjadi seorang sahabat tidak mudah guys! Waktu untuk menemukan seorang sahabat juga tidak sebentar, aku sendiri menyadari bahwa temanku itu sebagai sahabat setelah 7 tahun lamanya berteman.
  • Teman tak biasa: sampai ke point dimana tujuan aku bercerita hal diatas, untuk menunjukkan bahwa teman tak biasa itu ada. Ingat! bukan teman yang tak kasat mata atau berada pada dunia lain. Jika kalian berpikir hal demikian maka aku gagal membuat kalian terbawa suasana.
Dokumen Pribadi

 Akan tetapi, aku punya pengalaman yang memang tidak biasa atau tidak wajar. Aku memiliki teman khayalan sejak kecil yang sangat terasa nyata untukku. Bahkan  keluargaku sudah menganggap 'biasa' bila secara kebetulan melihat aku berbicara sendiri atau bertingkah aneh sendirian. Hal ini terjadi karena sudah tebiasa, kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya disaat aku mulai remaja, meskipun ada hal yang tidak bisa aku ceritakan mengenai teman tak kasat mata ini tapi aku memiliki opini bahwa mereka itu ada, dan kita hidup berdampingan untuk saling menghargai.

Teman tak biasa itu akan datang disaat kamu merasa kehilangan akan sesuatu hal yang paling berharga dan memberikan nilai positive untuk selalu mendukung demi kebaikan kita. Tidak semua hal ini benar terkadang, ada saat dimana aku merasa terganggu. Bukan karena tidak suka, tapi aku merasa bosan dengan siklus pertemanan, menyadari bahwa ada pertemuan akan ada perpisahan. Aku ingin dimana sebuah pertemanan itu nyata dan tidak akan pernah berhenti meskipun waktu telah habis pada masanya.

Bolehkah aku merasa rindu dengan pertemanan ya murni? “Jangan rindu, berat. Kamu enggak akan kuat, biar Eny saja” seperti kata Dilan 1990. *eh

Tersenyumlah sebelum senyum itu dilarang, tapi jangan pernah berikan senyuman manismu itu dengan orang lain selain aku^^

Tabik,

---------------

Catatan:
Artikel ini ditulis oleh Eny Kadinda Aprilya seorang bloger asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang pernah bercita-cita sebagai arsitek. Sekarang ini Eny, begitu ia biasa disapa, sering menulis tentang make-up dan fashion di blog Enychan.com. Tahun ini, bersama teman-teman female bloger Banjarmasin, Eny menerbitkan antologi tentang pengalaman ngeblog yang berjudul Banjar Female Blogger Series. Kamu bisa menyapa Eny di twitternya @Enyaprilya atau melihat aktivitasnya di akun instagram @Enyadinda.
 


Seorang teman, katakanlah saja begitu, menulis sesuatu yang tidak biasa. Jika di semua waktu senggangnya ia biasa menulis konten-konten yang menggelitik, di waktu tersebut ia menulis tentang sebuah hubungan. Hal yang sebenarnya tidak ia kuasai betul.

Katanya,

“Makin tua, makin sadar bahwa relationship itu bukan saling menerima kekurangan tapi saling menerima kebahagiaan masing-masing. 
Bahagia, walau positif, tetap sebuah ego. Saya membayangkan nanti, saya yang bahagianya ini kalau banyak jalan-jalan, akan berjodoh dengan dia yang bahagianya berdiam diri di rumah saja bahkan di hari libur. 
Atau saya yang ngopi indocafe sachet airnya kebanyakan saja sudah cukup bahagia, harus tinggal satu atap dengan dia yang standar bahagia ngopinya kalau nyeduh kopi harus digiling, diroasting, diaduk 18 kali dengan sendok 45 derajat menghadap timur laut, dituang pelan-pelan dan gak pakai gula sama sekali. 
Menerima kekurangan adalah keniscayaan tidak ada tempat baginya selain penerimaan. Tetapi menerima kebahagiaan masing-masing supaya menjadi kebahagiaan bersama tanpa harus mengubah saya menjadi dirinya atau mengubah dirinya menjadi dia yang kesaya-sayaan adalah sebuah anugerah tak terperi”
 Feb, 2019 Yosfiqar Iqbal. 

Kamu boleh mengabaikan tulisannya yang lain dan cukup fokus pada kalimat yang saya tandai tebal. Entah berapa banyak kopi yang ia minum, entah berapa kilometer perjalanan yang ia tempuh, entah berapa sakit yang ia rasakan sebelumnya untuk menulis dua-tiga paragraf itu. Satu yang pasti: saya tidak bisa tidak setuju.

Saya tersentil. Apa saya sudah bisa melakukannya?

Di usia yang semakin menua, kita tidak bisa terus-terusan terlena dengan omong kosong ‘aku siap menerima kekuranganmu apa adanya’. Itu hanya kalimat abege sok tahu yang ingin dianggap bijak di depan pasangannya. Karena, bagaimanapun kekurangan, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, adalah sebuah asesoris pelengkap yang mau tidak mau kita terima ketika kita memilih seseorang untuk berkomitmen hidup bersama sampai usia yang entah. Saat kamu berpikiran dewasa, kamu tidak bisa memilihnya dengan syarat ia harus meninggalkan semua kekurangan yang kamu tidak suka. Jika kamu melakukannya, sederhana: kamu tidak mencintainya dan tidak pernah benar-benar siap memilihnya. Karena cinta dan sayang adalah satu kesatuan kuat antara kelebihan dan kekurangan. Cukup bijaksana, kan? Tapi ‘aku siap menerima semua bahagiamu tanpa harus memaksamu masuk ke bahagiaku’ berada satu tingkat di atas itu semua.

Sumber gambar: Heartlyhouse.org

Kita garis bawahi dulu sebentar. Hal yang kita anggap sebagai kekurangan dari pasangan kita, boleh jadi adalah hal yang membuatnya bahagia. Atau sebaliknya, hal yang ia anggap menjadi suatu kekurangan dari kita boleh jadi itulah yang membuat kita bahagia. Misalnya, saya ketika bersepeda motor merasa harus untuk selalu kebut-kebutan. Dan, iya, saya cukup bahagia melakukannya. Paling tidak, di waktu yang sebentar saya merasa sebagai penguasa jalanan. Tapi, untuknya, itu hal yang menyebalkan. Ia menganggap ‘kebut-kebutan’ adalah kekurangan yang harus segera ia musnahkan. Ya, konstelasi kekurangan-kebahagiaan seperti itulah yang kita garisbawahi yang, sayangnya, bukan yang akan kita bahas.

Masing-masing dari kita, untuk segala hal yang positif, memiliki cara yang berbeda untuk berbahagia. Kembali saya tandai tebal satu frasa: cara yang berbeda. Hal inilah yang kemudian akan menentukan selapang apa kita bisa saling menerima rasa bahagia masing-masing persona di sebuah ikatan hubungan. Hal yang kemudian akan menjaga kualitas dari sebuah hubungan.

Kita buat sedikit contoh. Baik saya atau dia memiliki satu keinginan yang sama: makan nasi pecel. Kami bersepakat makan nasi pecel romantis sambil menonton Teletubbies di siang hari yang gerimis. Tentu saja jika keingingan itu terwujud akan ada kepuasan batin yang, tentu saja, membuat kami bahagia. Yang berbeda, nasi pecel yang saya inginkan adalah nasi pecel dari hasil masakannya sendiri. Sedangkan, ia menginginkan saya untuk keluar sebentar membeli nasi pecel di depan gerbang komplek. Kenapa nasi pecel? Karena, ya, bahagia kami sederhana.

Lalu, bagaimana berikutnya? Bagaimana seharusnya? Mudah. Mengalah saja salah satu. Toh, sama-sama nasi pecel, kan? 

Tapi di dalam sebuah hubungan tidak pernah sesederhana itu. Ketika salah satu mengalah, berarti ada satu yang berkorban untuk merelakan bahagianya. Ketika salah satu mengalah, berarti ada satu yang merasa harus untuk meraih bahagiannya. Dan, tentu saja hal itu dapat mengkhianati sumpah ‘aku siap menerima semua bahagiamu tanpa harus memaksamu masuk ke bahagiaku’.

Bagaimana saya mengatasinya? Ada, tentu saja. Tapi ingat, masing-masing kita memiliki cara yang berbeda untuk berbahagia. Untuk kasus di atas, cara saya menuju bahagia mungkin berbeda dengan yang mungkin akan kamu lakukan. Jadi, ya silakan pikirkan sendiri bagaimana caranya.

Nasi pecel adalah salah satu contoh kecil yang mungkin terjadi di hubungan kehidupan yang semakin menua. Contoh lain? Kita sama-sama suka menonton film, membaca buku atau mendengar musik, tapi selera kita tidak sama. Kita sama-sama suka berwisata tapi tujuan dan tempat favorit kita berbeda. Yang paling mengerikan dan mungkin menyebalkan, kita sama-sama memiliki keyakinan yang kuat kepada Tuhan tapi Tuhan kita tidak sama.

Sumber gambar: beinglol.com

Saya atau kamu bisa saja menuliskan contoh-contoh yang lain. Tapi, tulisan ini akan setebal lapisan bumi jika harus dituliskan semuanya. Maka sebaiknya kita sepakati satu hal: perkara saling merima bahagia tidaklah pernah menjadi perkara yang mudah. Dan bukan perkara yang bisa dipaksa untuk dianggap mudah.

Apa saya sudah bisa melakukannya? Entahlah. Boleh jadi, ya. Boleh jadi, tidak.

Kamu boleh cemburu ketika saya mengatakan: “Saya amat sangat bahagia bisa hidup dan membersamainya”. Tapi apakah saya bahagia di setiap semua bahagianya? Apakah ia bahagia di setiap semua bahagia saya?

Kalimat ‘aku bahagia melihat kamu bahagia’ bisa menyelesaikan semua itu. Tapi, sekali lagi, dalam sebuah hubungan tidak pernah sesederhana itu. Maka, bisa menerima kebahagiaan masing-masing supaya menjadi kebahagiaan bersama tanpa harus mengubah saya menjadi dirinya atau mengubah dirinya menjadi dia yang kesaya-sayaan adalah sebuah anugerah tak terperi.

Bagaimana caranya? Saya tidak tahu.

Rezeki itu Tidak Hanya Sekadar Uang Saja
Teman uang Baik Pun Rezeki dari Tuhan
Teman-teman pasti pernah mendengar quotes diatas, baik itu dalam sebuah meme atau mendengarnya langsung dari teman dan sahabat kita. Bagi aku pribadi, ya, aku percaya pada quotes tersebut. Karena mempunyai teman yang baik adalah sebuah rezeki yang tidak ternilai, dan tidak semua orang bisa mendapatkan hal tersebut.


Memang ciri-ciri teman yang baik itu seperti apa sih ??

Ciri-ciri Teman yang Baik : 

1. Bisa menerima semua kelebihan dan kekurangan kita
2. Selalu berbicara jujur meskipun pahit
3. Memberikan semangat agar kita selalu lebih maju
4. Tidak meninggalkan kita di saat-saat sulit
5. Tidak membatasi aktivitas kita
6. Mengenal pribadi kita dengan baik
7. Bahagia saat kita bersuka dan sedih saat kita berduka

Saat kita mempunyai teman dengan ciri-ciri tersebut maka beruntunglah, berarti kita punya teman sejati.

Berbicara mengenai pertemanan, kita bisa mendapatkan teman di mana saja, baik itu di lingkungan rumah, di sekolah, di kampus dan juga di lingkungan kerja. Lalu saat profesi kita sebagai blogger yang tidak mempunyai tempat khusus sebagai tempat bekerja, apa mungkin kita bisa mendapatkan teman terlebih teman sejati?

Jawabannya "BISA", sangat bisa. Aku sendiri mulai memasuki dunia blogging karena tertarik dengan apa yang dikerjakan teman SMP-ku. Dia sering berbagi tulisannya di media sosial, dan juga beberapa pencapaiannya di dunia blogging. Aku penasaran seperti apa sih rasanya jadi blogger? karna satu-satunya hal yang aku tahu tentang blog adalah tugas kuliah saat semester 1, dan aku gak paham sama sekali, tahu beres dikerjakan teman satu kelompok.

Dan saat aku mulai masuk didalamnya, i think its so funny, banyak sekali kejutan didalamnya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk terjun lebih dalam di dunia blogging. Dengan Join beberapa komunitas blogger mulailah aku berkenalan dengan beberapa teman blogger, dan pastinya itu di dunia maya ya, banyak yang dari luar jakarta juga, tapi kami tetap bisa terhubung melalui internet.

Setelah berkenalan dengan teman di dunia maya, aku pun mulai mencoba untuk daftar ikut acara-acara offline, seperti workshop dan seminar tentang blogging. Dan dari situlah aku pun mendapatkan lebih banyak lagi teman-teman baru.

Suka banyak yang nanya sih, "kamu kenal sama si A dimana?" "kok kenal sih sama si B, teman dari mana ?" Nah buat yang penasaran gimana sih cara mendapatkan teman baru di dunia blogging, aku sedikit cerita ya cara-cara aku kenalan sama teman blogger lainnya.

Cara Mendapatkan Pertemanan Sehat di Dunia Blogger

1. Join Komunitas
Seperti yang aku jelaskan diatas bergabung dengan komunitas sehoby itu sangat banyak manfaatnya,
selain bisa dapat sharing ilmu, juga bisa membuat kita mendapatkan teman-teman baru.

2. Blogwalking
Judulnya kan Blogger, pastinya punya blog dong ya. Kita bisa memanfaatkan blogwalking sebagai salah satu cara mendapatkan teman baru, sekaligus belajar bagaimana menulis yang baik dari tulisan teman-teman yang lain.

3. Interaksi Sosial Media
Jangan ragu untuk tanya akun sosial media teman satu komunitas, dengan follow kemudian saling interaksi dikolom komentar bisa jadi ajang silaturahmi juga lhoh dengan teman satu komunitas, yang mungkin belum pernah bertemu karna jarak yang jauh.

4. Kopdar
Apabila menungkinkan, agendakan bertemu dengan teman satu komunitas, agar lebih ikrib pastinya.

5. Interaksi Saat Event Blogger
Saat ini banyak acara-acara yang mengundang blogger seperti media atau wartawan. Nah jangan sia-siakan momen tersebut, kenalan dong sama teman-teman yang datang, perkenalkan kamu siapa, jangan nunggu disamperin duluan, singkirkan rasa malu, dan mulai tebarkan senyum salam sapa.

6. Jaga Attitude
Dari semua cara yang kita lakukan yang paling penting adalah menjaga attitude, tetap sopan dan santun pada siapapun itu. Jangan pernah mengangap remeh siapapun, bertemanlah dengan tulus dan ikhlas.

Jadi Apa Manfaat Pertemanan Sehat di Dunia Blogger ??

Mempunyai banyak teman gak ada ruginya lhoh, banyak banget manfaatnya malah. Aku sendiri merasakan banyak manfaat setelah berkenalan dengan banyak teman dari berbagai latar belakang yang berbeda. Manfaat yang aku rasakan diantaranya : 
1. Saling berbagi ilmu
2. Mendapatkan ide tulisan
3. Mendapatkan info job
4. Mendapatkan info lomba blog
5. Saat jalan-jalan ke luar kota bisa dapat tour guide gratis
6. Bisa bertukar produk khas daerah masing-masing 
7. Bisa saling mengingatkan saat kita melenceng dari tujuan awal


Tidak sulit kok mendapatkan teman baru, tapi memang tidak semua orang bisa cocok dengan kita pun sebaliknya. Maka jika ada diantara perkenalan tersebut dan kemudian menjadi teman baik, maka sayangilah teman-teman itu, karena rezeki yang kita dapat tidak harus selalu berupa uang kan? teman yang baikpun adalah rezeki dari tuhan.

Nah jadi jangan ragu ya untuk berkenalan dengan teman baru, dan siapa tahu diantara teman baru itu adalah jodoh masa depan kamu.. ihhiiyy. Salam Pertemanan Sehat yaaa ..

January 28, 2019 26 , ,

Tahun baru pasti identik dengan yang namanya resolusi. Sebelum membicarakan resolusi tahun ini, gimana kabarnya resolusi tahun kemarin? Apakah semuanya terwujud atau hanya sebuah tulisan belaka saja?

Berhubung sekarang masih bulan Januari di tahun 2019, belum kadaluwarsa jika kita membicarakan resolusi. Gimana resolusi tahun ini? Apakah sama seperti kemarin atau belum membuat resolusi sama sekali?

Buat kalian yang masih bingung ingin membuat resolusi seperti apa di tahun ini, berikut adalah resolusi wajib yang kalian tulis dan lakukan di tahun 2019. Kenapa wajib? Karena ini bisa menentukan masa depan kalian gimana nantinya.

Lebih Produktif dan Konsisten

Di tahun 2019 ini kita harus semakin lebih produktif karena saingan kita di luar sana banyak yang produktif. Mungkin acap kali di tahun kemarin kita masih menyia-nyiakan waktu luang seperti bermain game atau scroll socmed mantan dan gebetan, kita ubah tahun ini menjadi lebih produktif seperti membaca buku atau menulis.

Produktif saja tidak cukup, kita juga musti konsisten supaya semakin hari kita semakin berkembang. Ada perubahan yang signifikan bila kita melakukan sesuatu secara konsisten. Misalnya seperti menulis blog, pasti akan terlihat berbeda jika seseorang yang menulis secara konsisten dan menulis jika ada mood saja. Akan lebih enak dibaca kalau kita rajin menulis walaupun sedang tidak mood.
Jadi, di tahun ini harus lebih produktif dan konsisten, ya, Warga WB!

Olahraga

Sehat itu mahal dan sehat adalah aset berharga kita untuk masa depan. Salah satu hal yang mudah kita lakukan agar tubuh kita tetap sehat dengan rajin berolahraga. Resolusi ini harus banget kalian laksanakan supaya kalian semakin fit dan buat kalian yang memiliki berat badan berlebih, olahraga itu wajib.

Tidak melulu harus di tempat olahraga, seperti gym atau gelanggang olahraga. Kalian bisa olahraga di dalam rumah seperti senam dengan instruktur yang bisa kalian tonton dari youtube atau lari keliling daerah rumah. Yang penting tubuh kalian bergerak dan berkeringat. Pastinya nanti kalian akan sehat. Yuk, olahraga! Sehat itu mahal.

Menabung

Dari tahun ke tahun umur kita semakin bertambah, kebutuhan dan keinginan kita pun semakin banyak. Oleh karena itu kita harus bisa mendapatkan uang yang sesuai dengan kebutuhan kita kalau bisa sekalian yang sesuai dengan keinginan kita. Makanya kita harus bisa menabung dari sekarang sebelum kita menyesal di kemudian hari.

Seiring perkembangan zaman, banyak sekali cara menabung, tidak hanya menggunakan celengan ayam. Kalian bisa menabung sembari investasi, seperti menabung saham, reksadana atau emas, yang setiap tahunnya bila situasi sedang baik mengalami kenaikan harga. Untuk kalian yang tidak bisa menabung atau sulit menyisihkan uang, bisa bekerja sama dengan bank agar langsung memotong saldo dari rekening kalian setiap bulannya.

Tidak ada alasan lagi kan untuk menabung? Resolusi ini wajib kalian lakukan walaupun nanti nabungnya sedikit, tak apa karena sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.

***

Resolusi hanya menjadi resolusi jika kita tidak mau mengubah diri. So, yuk, Warga WB, lakukan resolusi-resolusi wajib di atas supaya kita bisa menjadi pribadi lebih baik di tahun ini. Jika sulit melakukan ketiganya, lakukan dulu salah satunya. Semangat, Warga WB! Kalau bukan kita yang berubah, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Ngomong-ngomong, ada enggak, sih, resolusi wajib kamu selain resolusi di atas?


Dulu ketika saya masih tinggal di Solo, suasana liburan akhir tahun akan selalu ramai dengan perbincangan seputar tempat wisata. Meskipun saya bukan anak traveling yang rutin pasang #MyTripMyAdventure di Instagram. Tapi perbincangan seputar isu wisata nggak pernah ada habisnya, mulai dari tempat wisata baru yang instagramable hingga dampak negatif dari kunjungan wisata tersebut.

Bicara soal dampak negatif selalu membawa saya pada cerita-cerita menyebalkan seputar perusakan alam. Kita sebut "perusakan alam" saja ya. Bukan "kerusakan alam". Karena setidaksengaja apapun kerusakan yang ditimbulkan, berwisata tanpa memabawa bekal berupa kepedulian terhadap lingkungan adalah indikasi perusakan sejak dini. Dan sekali lagi, itu menyebalkan.

Selain mendapat informasi dari mulut ke mulut perihal area wisata yang rusak, saya juga kerap menemui beritanya di media sosial. Sudah ada banyak contohnya, salah satunya ada di Taman Bunga Amaryllis, Gunung KIdul, Yogyakarta. Hamparan bunga-bunga yang begitu cantik dengan perpaduan warna hijau dan orange, tak lagi terlihat menyenangkan ketika orang-orang merusaknya saat mencoba berfoto di tengah-tengah taman. Begitupun yang terjadi di Kebun Raya Baturaden, Banyumas. Pengunjung yang ingin mengabadikan momen wisatanya tanpa malu menerobos bunga-bunga yang sudah ditata sedemikian rapinya. Jangankan ganti rugi atau ada upaya untuk memperbaiki, merasa bersalah saja belum tentu.

Taman Bunga Amaryllis Gunung Kidul rusak akibat kelakuan wisatawan narsis. Warga membuka kotak sumbangan untuk memulihkannya lagi. | nasional.tempo.co

Hal yang juga tak kalah menyebalkannya adalah penimbunan sampah di area pantai dan pegunungan.
Contoh paling gampang, Ranu Kumbolo, kawasan wisata yang mendadak naik daun ketika film 5 CM naik panggung. Di balik keindahan danau berlatar belakang dua gundukan bukit yang hijau itu, ada timbunan sampah yang sama sekali tidak instagramable, lho. Ketidakmampuan indiviu untuk bertanggung jawab terhadap sampah-sampahnya menjadi hal yang harus diderita oleh ekosistem alam di sana.

Demikian juga di kawasan wisata seperti pantai. Jangankan menikmati senja, sampah-sampah yang memenuhi bibir pantai saja membuat kita kesulitan untuk sekadar duduk. Sangat disayangkan, wisata alam yang mestinya memberi nuansa menyegarkan menjadi rusak dan tercemar karena perlaku yang tak terkontrol.

Dan sesaat lagi kita akan kedatangan dua hari libur yang cukup krusial, Natal dan Tahun Baru. Merayakan liburan dengan berwisata tentu menjadi hal yang lumrah. Tak jarang, rencana destinasi pun mulai disusun. Bagaimana mencari destinasi wisata? Tentu saja berbekal layanan internet. Baik googling hingga kepoin akun-akun traveling menjadi upaya maksimal bagi khalayak dalam menentukan ke mana mereka akan bertandang.

Sayangnya, seringkali yang dicari hanya faktor keindahan visual dan mungkin sudah mulai membayangkan pengaturan feeds instagramnya. Tapi apakah mencari literasi wisata juga sempat mereka lakukan?

Generasi "Piknik" Indonesia?

Perkembangan dunia digital memang membuat kita dengan mudah mengetahui lokasi-lokasi mana yang bisa dikunjungi. Sehingga kita tidak perlu ribet ketika merencanakan liburan. Dan tentu saja Kemenpar pun memanfaatkan hal tersebut untuk menyemarakkan potensi wisata di Indonesia dengan usahanya membentuk sebuah platform khusus bagi "netizen" yang doyan piknik. Sebut saja Generasi Pesona Indonesia atau yang sering dipanggil "Genpi".

Munculnya Genpi memang memberi angin segar bagi citra Kemenpar yang formal dan rigrid. Pasalnya, Genpi dihuni oleh para digital native yang masih muda dan begitu aktif, bahkan hiperaktif, dalam bermain media sosial. Namun di balik pemugaran citra itu, saya melihat Genpi terlalu menyia-nyiakan potensinya.

Dilansir dari laman genpi.co, saya menemukan kegemesan-kegemesan soal visi, misi, hingga ruang lingkup kegiatannya. Misal pada jawaban dari pertanyaan, "Targetnya Genpi apa?" Menurut FAQ yang mereka terbitkan, target utama Genpi adalah "viral dan trending topic". Dengan penjabaran singkat soal mengenalkan destinasi baru, potensi budaya, dan kuliner.

Menurut saya, platform sebesar Genpi terlalu remeh temeh kalau cuma mau viral dan jadi trending topic. Karena prakteknya, saya justru seringkali terganggu dengan upaya mereka di media sosial yang bersikeras menjadi viral dan menempati trending topic karena dilakukan dengan cara-cara yang terlalu nyepam.

Algoritma Twitter dalam menaikkan trending topic memang membuat kita harus kerja keras ngetwit suatu pembahasan (yang biasanya diwakili dengan tagar) sebanyak-banyaknya dan juga dibicarakan oleh banyak user sekaligus dalam waktu yang relatif berdekatan. Akan tetapi, keaktifan Genpi berserta pasukan netijennya untuk menjadi trending topic tidak diimbangi dengan materi pembahasan yang kuat. Maka seringkali saya temukan twit-twit mubazir mereka di timeline. Sampai-sampai, beberapa orang yang saya kenal mem-block tagar mereka karena merasa terganggu. Sementara saya, sejauh ini masih tega nge-unfollow meskipun pada orang yang saling kenal.

Andai saja materi pembahasan mereka kuat dan cara penyebarannya efektif, saya rasa apa yang mereka bicarakan bisa jadi trending dengan alami. Kok gitu? Woiya. Coba perhatikan utas-utas yang viralitasnya tinggi. Setiap twit pasti ada poin pokok yang disampaikan. Dengan twit yang informatif dan komunikatif, orang-orang akan sukarela merespon twit tersebut.

Sementara Genpi membuat twit campur aduk, tidak testruktur, dan membabi buta dalam penggunaan tagar. Genpi terlihat tidak ingin menempuh jalan terjal untuk menjadi trending karena bobot atau kualitas. Mereka justru terlihat ambisius mengangkat tagar di papan mading Twitter melalui jalan pintas.
Baca tulisan Ilham lainnya: Penjelasan tentang Pantai Hingga Gunung di Solo
Fokus mereka untuk menjadi viral dan trending justru membuat konten mereka terasa hambar. Padahal dengan forum keanggotaan mereka yang begitu besar, Genpi bisa jadi lebih keren dari ini. Turut menyebarkan literasi wisata, misalnya. Tidak hanya destinasi baru melulu yang disiarkan, tapi bagaimana membangun iklim positif untuk tahu apa yang harus dilakukan saat di lokasi wisata juga perlu digencarkan. Contoh sederhananya bisa dengan menjawab pertanyaan umum seputar, "Eh, tempat sampahnya mana, sih?"

Yup, tidak semua tempat wisata menyediakan tempat sampah. Seringkali wisatawan "membuat" tempat sampah sendiri tapi tidak eco-friendly sama sekali. Tempat sampah dadakan hasil kekompakan membuang sampah di sudut-sudut tertentu. Jadi, ketika lokasi wisata baru mulai viral di media sosial dan membuat ratusan orang mau berkunjung, ketidaksiapan pengelolaan lokasi tersebut bisa jadi bumerang yang mencemari tempat-tempat itu.

Ah, yang penting kan dapat foto kece buat diposting. Urusan lingkungan biar jadi PR-nya Greenpeace aja.


Header: Rawpixel.com via Pexels



Akhir tahun. Setidaknya ada beberapa faktor yang membuat setiap penghujung tahun menjadi identik dengan liburan. Pekan Natal dan Tahun Baru di akhir Desember, bonus tahunan yang biasanya cair (untuk mereka yang bekerja kantoran), dan mungkin jatah cuti yang masih tersisa menjadikan kombinasi sempurna untuk segera mengepak koper, atau ransel lalu pergi mencari ‘pelarian’ sementara dari rutinitas selama setahun penuh.

Sekarang kita memiliki kemudahan dalam menentukan tujuan berlibur seiring dengan banyaknya instrumen yang memudahkan seperti sosial media, aplikasi traveling dengan segala kefleksibilitas metode pembayarannya, rute transportasi yang semakin luas, dan paket promo berlibur yang cukup mengiurkan di pameran-pameran.

Artikel ini bisa membantu untuk menentukan tujuan berlibur di akhir tahun. Tidak bisa dipungkiri, walaupun banyak kemudahan dalam mengambil referensi seperti yang disebutkan di atas, masih banyak yang sudah mengajukan cuti, menetapkan budget, tetapi belum tahu mau ke mana.

Jawabannya adalah Jakarta. Kota ini sering kali luput dari daftar tempat wisata tujuan berlibur. Bahkan penduduknya sering kali meningggalkan kota ini untuk berplesir. Padahal, jika mau mengeksplor sedikit, Jakarta memiliki destinasi menarik yang tidak bisa dianggap ‘biasa saja’. Berikut adalah wahana wisata yang bisa dikunjungi di Jakarta:

1. Kepulauan Seribu  
Satu-satunya kabupaten di DKI Jakarta ini bisa dibilang sebagai primadona wisata alam di Jakarta. Dahulu mungkin hanya terkenal Pulau Tidung. Sekarang Kepulauan Seribu seperti menemukan potensinya. Banyak pulau-pulau baik yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni bisa dikunjungi. Variasi harganya pun banyak. Bisa memilih liburan ala taipan minyak dengan kapal pesiar lalu menginap di resort mewah, atau gaya backpacker dengan hanya bermodalkan tenda dan bekal seadanya.

2. Sejarah 
Ada museum apa di Jakarta? Dengan datang ke Jakarta saja kita seolah sedang memasuki museum. Beberapa titik di Jakarta mempunyai sejarah tersendiri yang menarik. Sejarah Jakarta memang terpusat di Kota Tua, Batavia tempo dulu. Di sini ada Museum Fatahillah yang merupakan balai kota zaman VOC, ada Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Keramik, dan beberapa bangunan bernuansa kolonial.

Di Jakarta, kita bahkan bisa wisata ke kuburan. Di daerah Menteng Pulo ada pemakaman Belanda (Ereveld) yang berisi makam para mendiang tentara KNIL yang tewas di penghujung Perang Dunia II. Di sana ada makam jenderal Belanda dan Inggris yang memegang peranan dalam roda sejarah Indonesia.

Tempat-tempat ibadah di Jakarta juga bisa dikunjungi sebagai wisata rohani sekaligus sejarah. Ada Mesjid Istiqlal, masjid terbesar seAsia Tenggara yang merupakan proyek mercusuar Bung Karno dalam menyambut Asian Games 1962. Ada katedral. Dan beberapa klenteng di seputaran Pasar Baru, dan Glodok.

3. Theme Park 
Dufan! Apa lagi? Taman bermain berwahana paling legendaris. Banyaknya theme park baru dengan berbagai konsep tidak membuat taman yang terletak di dalam kompleks Taman Impian Jaya Ancol ini meredup. Dufan tetap menjadi favorit, ditambah seringnya memberikan promo dengan syarat dan ketentuan tertentu.

4. Belanja! Liburan tidak melulu harus mengunjungi suatu tempat lalu relaksasi di tepi pantai sambil minum air kelapa, toh? Mendatangi mall, mengelilinginya, lalu membeli beberapa barang juga termasuk berlibur. Mall apa yang ada di Jakarta? Woho, banyak! Mulai dari mall yang harga dagangannya grosiran, hinga yang memiliki layanan valet parkir dan komoditas yang dijualnya barang luks, semua tersedia di Jakarta. Perlu satu postingan tersendiri untuk menyebutkan mall di Jakarta per wilayah berikut karakteristiknya. Kamu punya banyak uang? Kamu berjiwa hedon? Konten Instagram tempat makan fancy? Go ahead, Jakarta is paradise!

Demikian sedikit dari banyak hal yang bisa dilakukan untuk berlibur di Jakarta. Oh iya, ada kelebihan lain berlibur di Jakarta dibanding kalau kita ke daerah lain. Karena Jakarta adalah ibukota negara, jadi akomodasi dan transportasi tidak perlu diragukan lagi. Tidak perlu repot memikirkan akses ke tempat wisata. Dengan kekuatan Commuter Line, Transjakarta, dan angkutan online, kita hanya perlu bersabar dalam menghadapi kemacetan. Ditunjang pula dengan bervariasinya tempat menginap mulai dari hotel berbintang sampai guesthouse.

Enjoy Jakarta!

Sebagai bloger yang suka membaca, setiap kali ke toko atau bazar buku aku selalu tertarik untuk membeli buku yang membahas tentang blog. Selain itu, saat berkunjung ke perpustakaan, aku juga senang meminjam buku yang membahas tentang blogging. Dari buku-buku tersebut, aku mendapatkan banyak ilmu baru tentang blog.

Meski banyak ilmu blogging sudah bisa diakses melalui internet, belajar nge-blog via buku juga tidak ada salahnya. Jika teman-teman juga ingin belajar nge-blog lewat buku, berikut rekomendasi lima buku tentang blogging yang pernah kubaca. 

 

Blogging: Have Fun and Get The Money
Blogging: Have Fun and Get The Money adalah sebuah buku yang membahas tentang blog dari A sampai Z, lengkap sekali. Ditulis oleh Carolina Ratri, seorang bloger ekspert membuat buku ini sangat ‘bergizi’. Pembaca akan disuguhi pembahasan mulai dari dasar mengapa kita harus nge-blog sampai bagaimana cara menghasilkan uang dari blog. Untuk bloger pemula, buku ini sangat cocok dibaca karena dapat menjadi panduan nge-blog yang komprehensif. 

Nge-Blog dengan Hati
Buku Nge-Blog dengan Hati memuat tulisan seorang bloger bernama Wicaksono tentang esensi dasar blogging, yaitu menulis dari hati. Dengan nama pena Ndoro Kakung, penulis menyelipkan pesan kepada pembaca bahwa nge-blog itu bukan hanya tentang rupiah yang akan didapat, tapi tentang konsistensi tanpa batas. Tulisan-tulisan di buku ini jauh dari kesan menggurui, karena disajikan dalam bentuk ilustrasi cerita. Mat Bloger, tokoh utama dalam cerita-cerita di buku ini, ‘bertugas’ menyampaikan amanat secara ringan kepada para bloger pembaca buku ini. Baik bloger pemula atau bahkan yang sudah mastah sekalipun, cocok membaca buku ini. Perenungan-perenungan di balik cerita Mat Bloger adalah bentuk pembelajaran yang tidak pernah usang.

Gratis! Keliling Indonesia dan Belajar di Luar Negeri karena Blog
Buku “Gratis! Keliling Indonesia dan Belajar di Luar Negeri karena Blog” membahas tentang salah satu manfaat nge-blog, yaitu mendapat pengalaman baru. Penulis, Nonadita merupakan penerima Penghargaan Microsoft Bloggership. Melalui buku ini ia bercerita tentang pengalamannya keliling Indonesia dan belajar dengan beasiswa di Amerika. Bagi bloger yang ingin belajar memaksimalkan kesempatan dari media blog, buku ini adalah pilihan yang tepat untuk dibaca. Pembaca akan mendapat inspirasi dan pembelajaran dari pengalaman penulis.

Rezeki Nomplok dari Kontes Blog
“Rezeki Nomplok dari Kontes Blog” adalah sebuah buku yang ditulis oleh Harris Maulana, seorang bloger yang banyak memenangkan lomba blog. Di dalam buku ini banyak terdapat tips dan trik bagaimana caranya memenangkan kontes blog. Tips-tips kece ini tentu berdasarkan pengalaman pribadinya yang sudah memenangkan hadiah-hadiah besar dari lomba nge-blog, di antaranya berupa rumah dan jalan-jalan ke luar negeri. Yang menarik, pada buku ini juga terlampir tulisan blog penulis yang memenangkan kontes blog. Tidak salah bagi para bloger yang ingin belajar memenangkan lomba blog untuk membaca buku ini, dijamin manjur karena sudah dipraktikkan sendiri oleh penulisnya.

Jurus-jurus Go-Blog Menghasilkan Uang dari Blog
Buku “Jurus-jurus Go-Blog Menghasilkan Uang dari Blog” berfokus membahas bagaimana cara monetisasi blog. Ditulis oleh sekelompok penulis yang menamai diri mereka Tim Cyber, buku ini memuat tutorial teknis bagaimana mendapatkan penghasilan melalui blog. Titik berat pembahasan buku ini adalah tentang Google Adsense. Pada buku ini juga terdapat sebuah VCD tutorial sebagai pelengkap pembelajaran. Meski juga memuat tips dasar pembuatan dan pengoperasian blog, buku ini lebih cocok dibaca oleh bloger yang serius ingin belanjar menghasilkan uang dari blog.

Itu tadi, rekomendasi lima buku tentang blogging yang bisa teman-teman baca jika ingin belajar nge-blog lewat buku. Belajar bisa dari mana saja, salah satunya dari buku. Selamat belajar!

 -----------------
Catatan:
Artikel ini ditulis oleh Rindang Yuliani pemilik blog www.rindangyuliani.com. Di blog tersebut, Rindang berbagi semua hal yang ia pikirkan, yang ia rasakan, dan yang ia alami. Rindang adalah seorang pecandu buku dan maniak jalan-jalan, oleh karena itu kebanyakan isi blognya adalah tentang review buku dan cerita travelling. Rindang dapat disapa melalui akun media sosial Twitter: @Ryu_keren, Facebook: Rindang Yuliani, dan Instagram: @rindangyuliani.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.