Saya baru saja menerima email konfirmasi sebagai kontributor Waroeng Blogger, dan langsung harus melaksanakan tugas hari ini. Yah, mumpung mata ini belum terpejam maka saya coba menuangkan beberapa pikiran saya. Eh sebelumnya perkenalkan nama saya Maulana, anak baru di sini (mohon jangan dikerjain ya?). Aktifitas sehari-hari, bangun tidur, makan, ke kantor, makan, ke kantor, pulang ke rumah, makan, tidur lagi (always everyday). Oke kita lanjut ke tulisan saya, karena kalau kita membahas tentang diri saya, yakin dan percaya teman-teman akan dengan mudah meninggalkan postingan ini.

Saya teringat dalam minggu ini, adik-adik kita yang duduk di bangku SLTA sedang melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS). Time line facebook saya pun banyak yang meminta dukungan doa dan moril guna menghadapi UAS (ketahuan temanku pada ABG semua). Banyak kegundahan atau kegalauan bagi teman-teman saya ini. Dari yang belum siap, yang sudah belajar tapi belum siap, sudah belajar kemudian sudah siap tapi belum dapat jodoh (eh ngelantur). Yah pokoknya begitulah, dalam minggu ini semua berkaitan dengan UAS.

Masa SMA memang masa yang indah, saya merasakan betul itu ketika masih duduk di bangku SMA. Hidup serasa untuk menghabiskan waktu bersama teman saja, menghadapi UAS pun tanpa beban, untungnya Alhamdulillah lulus. Tapi ada satu yang saya tangkap, kesamaan dari generasi ke generasi, semua akan bingung ketika ditanya “mau lanjut sekolah dimana?”, atau pertanyaan yang lebih ekstrim lagi “mau jadi apa setelah lulus?”. Waktu itu ketika mendekati masa akhir di SMU, saya tidak pernah betul-betul yakin akan melanjutkan sekolah kemana ?, akan mencari pekerjaan apa ?, dan saya rasa banyak diantara kita yang merasakan hal yang sama dengan saya.

Sejenak kita coba flashback ke masa kecil kita. Kita pasti mempunyai cita-cita ketika kecil, lalu apakah cita-cita tersebut saat ini telah tercapai ?. Kalau saya yang ditanya demikian, maka akan saya jawab dengan tegas, tidak ada yang tercapai. Ketika kecil saya bercita-cita ingin menjadi pilot. Nampaknya ini adalah cita-cita yang sangat indah buat seorang anak kecil. Tapi kenyataannya, sekarang saya menjadi seorang Pegawai Negeri. Tampaknya ada yang salah dengan pemikiran saya dari kecil hingga sekarang, dan mungkin bukan hanya saya, tetapi kita semua.

Menurut saya ketidakfokusan adalah penyebab utama tidak tercapainya cita-cita kita. Semenjak kecil, saya tidak pernah fokus menjadi pilot. Maka inilah saya, seorang Pegawai Negeri Sipil. Kita coba ambil contoh seorang Lionel Messi, sejak usia dini, dia telah berlatih sepak bola, maka saat ini di usia yang masih 24 tahun dia telah menjadi seorang pemain sepak bola handal. Telaten, disiplin, kerja keras, dan mau melakukan hal yang sama berulang kali, itulah yang dilakukan Lionel Messi untuk menjadi seorang pemain sepak bola, sedangkan kita ?

Celakanya, menurut saya sebagian besar penduduk Indonesia adalah orang yang tidak fokus. Maka sudah bisa kita lihat hasilnya sekarang, kita tidak pernah mencapai tujuan kita. Suatu organisasi besar akan baik apabila individu didalam organisasi tersebut baik. Suatu Negara akan baik apabila rakyatnya baik. Jadi apabila kita ingin Negara ini menjadi baik, maka perbaikilah diri kita terlebih dahulu. Jadi fokuslah pada keinginan kita.

Kita, bangsa Indonesia sudah jauh ketinggalan dari Negara-negara lain. Di Negara maju, rakyatnya sudah tahu akan jadi apa dirinya di masa yang akan datang. Seseorang dengan bangga berkata akan menjadi tentara, akan menjadi polisi, akan menjadi petugas pemadam kebakaran, akan menjadi pengusaha, dll. Semua itu diucapkan sejak seseorang masih kecil, dan mereka fokus pada tujuannya. Orang tua pun sangat mendukung keinginan anaknya, hal inilah yang tidak kita punyai di Indonesia.

Mungkin sudah terlambat bagi saya untuk kembali fokus kepada cita-cita saya waktu kecil, menjadi seorang pilot. Tetapi mungkin saya bisa memperbaikinya pada diri anak saya. Ketika anakku besar nanti, saya akan memberi dia kebebasan memilih mau jadi apa, dan saya akan tanamkan sejak dini pada dirinya untuk fokus pada keinginannya, saya sebagai orangtuanya hanya akan memfasilitasi. Bila nanti anak saya ingin menjadi pemain bola, maka saya akan memasukkannya ke sekolah sepak bola, memperhatikan nilai gizi dari makanannya, dan lain sebagainya yang biasa dilakukan pemain sepakbola professional. Bila anak saya ingin menjadi polisi, saya akan memperhatikan pergaulannya, ketahanan fisiknya dan lain sebagainya. Hal inilah yang saya pikir harus dilakukan para orangtua di Indonesia. Demi terwujudnya generasi mendatang yang bisa disebut generasi emas Indonesia.

Baik, kita kembali kepada adik-adik saya yang akan lulus bangku SLTA. Kini saatnya bagi anda untuk menyanyikan lagu dari band Armada, tetapi dengan improvisasi di liriknya. “Mau dibawa kemana hubungan kita…” diganti dengan lirik “Mau dibawa kemana masa depan kita…”. Demikian tulisan ini saya buat, semoga kita bangsa Indonesia dapat menjadi lebih baik kedepannya.

Ditulis oleh Maulana Riska Irianto

FB : Maulana Riska Irianto
Twitter : @maulanariska
Label:

Post a Comment

  1. saya juga sedang tidak fokus, bingung mau posting apa nanti kalau tiba giliran saya :)

    ReplyDelete
  2. asal ajamba, saya juga asal kok.

    btw tau ga biar mucul tulisan "baca selengkapnya ??"

    aduh... gaptek nih... dah lama ga pke blogger

    ReplyDelete
  3. ehh.. nggak boleh asal ya? hehe..
    baca selengkapnya itu ada di toolbar gambar lembaran kertas yang terpotong itu, mas.. :D

    ReplyDelete
  4. jangan lupa setelah cita-cita tercapai kita masih harus tetap fokus agar lancar. semua butuh fokus untuk bisa mencapai kesuksesan

    ReplyDelete
  5. Jadi ingat cita-cita waktu kecil, ingin jadi TNI, alhamdulillah... sekarang jadi pengelola warnet dan juga seorang blogger "kecil" (harus bersyukur dan fokus pada yang berlaku saat ini)

    ReplyDelete
  6. ayo ibu lidya,..siapkan dr sekarang.....*sy dukung doa... ^^

    ReplyDelete
  7. Waktu kecil cita2 saya dokter... sekarang... embuh :(
    yang penting bisa bermanfa'at bagi sesama aja dah... (masih umum ya, Mas? belum spesifi) :(

    ReplyDelete
  8. jadi harus fokus lah yaaa...
    kalo saya dulu pgn jd reporter eh malahan jd pns..
    eh ada lagi temen saya udah jadi pns nambah kerjaan lagi "pegawai nyambi sales alias bawa dagangan ke kantor" hehe

    ReplyDelete
  9. Saya juga salah satu contoh yg gak fokus di masa remaja. Pengen jadi dokter gak jadi, jadi ilmuwan gagal, bahkan pengen jadi antropolog yg keluar masuk kampung juga gak kesampaian..Hehehe..untungnya saya berhasil punya anak. Cuma pada mereka saya bisa fokus

    ReplyDelete
  10. salam kenal...saya lg ga fokus krn mau makan tryt nasinya habis..:(

    ReplyDelete
  11. Salam kenal Sob, maaf datang lambat menyapa disini.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete


Powered by Blogger.