Articles by "Blogging"

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #8TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bahasa Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Buku Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Google Question Hub Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali hubungan Imbuhan Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Jakarta Kangen Band Karya Kata Depan di KBBI ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Liburan life Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan relationship Reportase Resensi Buku Resolusi Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni self help SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif tahun baru Teknologi teman Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger
Showing posts with label Blogging. Show all posts

Rezeki itu Tidak Hanya Sekadar Uang Saja
Teman uang Baik Pun Rezeki dari Tuhan
Teman-teman pasti pernah mendengar quotes diatas, baik itu dalam sebuah meme atau mendengarnya langsung dari teman dan sahabat kita. Bagi aku pribadi, ya, aku percaya pada quotes tersebut. Karena mempunyai teman yang baik adalah sebuah rezeki yang tidak ternilai, dan tidak semua orang bisa mendapatkan hal tersebut.


Memang ciri-ciri teman yang baik itu seperti apa sih ??

Ciri-ciri Teman yang Baik : 

1. Bisa menerima semua kelebihan dan kekurangan kita
2. Selalu berbicara jujur meskipun pahit
3. Memberikan semangat agar kita selalu lebih maju
4. Tidak meninggalkan kita di saat-saat sulit
5. Tidak membatasi aktivitas kita
6. Mengenal pribadi kita dengan baik
7. Bahagia saat kita bersuka dan sedih saat kita berduka

Saat kita mempunyai teman dengan ciri-ciri tersebut maka beruntunglah, berarti kita punya teman sejati.

Berbicara mengenai pertemanan, kita bisa mendapatkan teman di mana saja, baik itu di lingkungan rumah, di sekolah, di kampus dan juga di lingkungan kerja. Lalu saat profesi kita sebagai blogger yang tidak mempunyai tempat khusus sebagai tempat bekerja, apa mungkin kita bisa mendapatkan teman terlebih teman sejati?

Jawabannya "BISA", sangat bisa. Aku sendiri mulai memasuki dunia blogging karena tertarik dengan apa yang dikerjakan teman SMP-ku. Dia sering berbagi tulisannya di media sosial, dan juga beberapa pencapaiannya di dunia blogging. Aku penasaran seperti apa sih rasanya jadi blogger? karna satu-satunya hal yang aku tahu tentang blog adalah tugas kuliah saat semester 1, dan aku gak paham sama sekali, tahu beres dikerjakan teman satu kelompok.

Dan saat aku mulai masuk didalamnya, i think its so funny, banyak sekali kejutan didalamnya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk terjun lebih dalam di dunia blogging. Dengan Join beberapa komunitas blogger mulailah aku berkenalan dengan beberapa teman blogger, dan pastinya itu di dunia maya ya, banyak yang dari luar jakarta juga, tapi kami tetap bisa terhubung melalui internet.

Setelah berkenalan dengan teman di dunia maya, aku pun mulai mencoba untuk daftar ikut acara-acara offline, seperti workshop dan seminar tentang blogging. Dan dari situlah aku pun mendapatkan lebih banyak lagi teman-teman baru.

Suka banyak yang nanya sih, "kamu kenal sama si A dimana?" "kok kenal sih sama si B, teman dari mana ?" Nah buat yang penasaran gimana sih cara mendapatkan teman baru di dunia blogging, aku sedikit cerita ya cara-cara aku kenalan sama teman blogger lainnya.

Cara Mendapatkan Pertemanan Sehat di Dunia Blogger

1. Join Komunitas
Seperti yang aku jelaskan diatas bergabung dengan komunitas sehoby itu sangat banyak manfaatnya,
selain bisa dapat sharing ilmu, juga bisa membuat kita mendapatkan teman-teman baru.

2. Blogwalking
Judulnya kan Blogger, pastinya punya blog dong ya. Kita bisa memanfaatkan blogwalking sebagai salah satu cara mendapatkan teman baru, sekaligus belajar bagaimana menulis yang baik dari tulisan teman-teman yang lain.

3. Interaksi Sosial Media
Jangan ragu untuk tanya akun sosial media teman satu komunitas, dengan follow kemudian saling interaksi dikolom komentar bisa jadi ajang silaturahmi juga lhoh dengan teman satu komunitas, yang mungkin belum pernah bertemu karna jarak yang jauh.

4. Kopdar
Apabila menungkinkan, agendakan bertemu dengan teman satu komunitas, agar lebih ikrib pastinya.

5. Interaksi Saat Event Blogger
Saat ini banyak acara-acara yang mengundang blogger seperti media atau wartawan. Nah jangan sia-siakan momen tersebut, kenalan dong sama teman-teman yang datang, perkenalkan kamu siapa, jangan nunggu disamperin duluan, singkirkan rasa malu, dan mulai tebarkan senyum salam sapa.

6. Jaga Attitude
Dari semua cara yang kita lakukan yang paling penting adalah menjaga attitude, tetap sopan dan santun pada siapapun itu. Jangan pernah mengangap remeh siapapun, bertemanlah dengan tulus dan ikhlas.

Jadi Apa Manfaat Pertemanan Sehat di Dunia Blogger ??

Mempunyai banyak teman gak ada ruginya lhoh, banyak banget manfaatnya malah. Aku sendiri merasakan banyak manfaat setelah berkenalan dengan banyak teman dari berbagai latar belakang yang berbeda. Manfaat yang aku rasakan diantaranya : 
1. Saling berbagi ilmu
2. Mendapatkan ide tulisan
3. Mendapatkan info job
4. Mendapatkan info lomba blog
5. Saat jalan-jalan ke luar kota bisa dapat tour guide gratis
6. Bisa bertukar produk khas daerah masing-masing 
7. Bisa saling mengingatkan saat kita melenceng dari tujuan awal


Tidak sulit kok mendapatkan teman baru, tapi memang tidak semua orang bisa cocok dengan kita pun sebaliknya. Maka jika ada diantara perkenalan tersebut dan kemudian menjadi teman baik, maka sayangilah teman-teman itu, karena rezeki yang kita dapat tidak harus selalu berupa uang kan? teman yang baikpun adalah rezeki dari tuhan.

Nah jadi jangan ragu ya untuk berkenalan dengan teman baru, dan siapa tahu diantara teman baru itu adalah jodoh masa depan kamu.. ihhiiyy. Salam Pertemanan Sehat yaaa ..

blogger life

Copas. Alias copy paste, istilah yang sering digunakan di Indonesia bagi yang suka menjiplak karya orang lain. Tentunya kebiasaan copy paste ini merupakan kebiasaan buruk yang seringkali bisa membuat banyak orang jadi terpancing emosi.

Beberapa waktu lalu, media sosial aku kembali ramai soal plagiat. Seorang penulis cerpen diketahui kalau karya-karyanya adalah hasil copy paste tulisan orang lain. Ada lebih dari 20 cerpen yang sudah dimuat dalam media massa ternyata adalah bentuk plagiat.

Masih terekam jelas diingatan aku ketika kasus serupa terjadi sekitar satu tahun lalu. Saat seorang remaja menulis status yang akhirnya menjadi viral karena dianggap status tersebut membawa nilai positif. Namun setelah status tersebut menjadi viral, akhirnya diketahui kalau status tersebut bukanlah hasil pemikiran si remaja pribadi, melainkan hasil copy paste dari status orang lain.

Sebelum aku melanjutkan cerita tentang copy paste ini, simak dulu yuk apa arti dari plagiat. Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, berikut ini penjelasan tentang plagiat:
Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.

Cara Melaporkan Artikel Copy Paste

Sebagai blogger,  dengan maraknya kejadian tulisan yang di copy paste, tak jarang aku malah merasa resah. Kekhawatiran kalau nanti tulisan akan diplagiat, malah membuat aku mandek dan enggak nulis-nulis.

Padahal seharusnya tugas aku kan terus berkarya bukan? Kekhawatiran aku terlalu berlebihan. Daripada akhirnya aku berhenti berkarya, lebih baik aku melaporkan saja jika terbukti ada yang melakukan copy paste tulisan aku. Toh setahu aku setiap karya di digital kita sudah memiliki hak cipta.

Eh lapor kemana? Lapor ke media sosial? Hmm.. lapor via media sosial ini kok menurut aku malah bikin nambah masalah ya. Khawatir malah menjadi bumerang dan pencemaran nama baik. So, what should I do?

Jawabannya adalah dengan melaporkan ke DMCA. Apa itu? DMCA, singkatan dari Digital Millennium Copyright Act, adalah sebuah bentuk perlindungan terhadap hak cipta. Tujuannya agar tidak terjadi konten duplikat pada blog juga pembajakan seperti lagu dan film.

Cara melaporkan ke DMCA ternyata enggak sulit. Yang penting kita sudah tahu kalau ada tulisan kita yang mengalami copy paste. Nah ini dia langkah-langkahnya:

Yang pertama, sudah tentu kunjungi halaman Google DMCA-Notice terlebih dahulu.

Langkah kedua, mengisi form yang ditampilkan pada halaman tesebut. Masukan identitas kita sebagai pelapor, seperti nama depan, nama belakang, nama perusahaan (isi saja dengan nama blog kita), alamat email, serta negara tempat kita tinggal.

menyingkapi copy paste pada blog


Pada kolom "Copyright holder you represent", pilih self. Karena kita mewakili diri kita sendiri.

Bagian ketiga adalah mengisi "Your copywright work". Saatnya kita melaporkan tulisan kita yang sudah kena copy paste.  Ada 3 kolom yang harus diisi pada bagian ini. Di kolom pertama, silakan untuk menjelaskan tujuan mengisi form ini. Ya sudah pasti karena plagiat. Tulis saja secara sederhana seperti, "Tulisan pada blog saya telah mengalami plagiat." Di kolom kedua, isi dengan url blog kita yag kena copy paste. Baru di kolom ketiga, kita berikan url pelaku plagiat.

menyingkapi copy paste pada blog


Langkah terakhir tentunya adalah pengesahan isi form. Ada tiga pernyataan yang harus kita beri check mark, tanda kita mengakui kalau semua data yang kita berikan ini benar dan kita paham apa yang sedang kita lakukan. Kemudia jangan lupa mengisi tanggal dan tanda tangan serta diakhiri dengan re-Captcha, untuk membuktikan kita bukan robot.

menyingkapi copy paste pada blog


Sudah selesai proses lapornya adanya plagiat. Semudah itu ternyata.

Sanksi dari Google DCMA


Tentunya pada bertanya-tanya, apa sih sanksi bagi blog yang dilaporkan ke Google DMCA. Hmm kasih tahu enggak ya. Kasih tahu deh. Sanksi bagi blog yang dilaporkan ke Google DCMA adalah artikel tersebut akan sulit terindek di halaman pencarian Google. Dan sanksi terberat adalah blognya akan dihapus.
Ngeri enggak? Aku sih ngeri. Blog down aja nangis-nangis bingung, apalagi kalau sampai diapus karena dapat hukuman.
Well, makanya jangan suka copy paste karya orang lain. Setuju?

Beberapa orang teman, dan yang kebetulan pernah berkunjung ke blog pribadi saya, mungkin tahu kalau saat ini saya bekerja di salah satu media online sebagai reporter. Atau meminjam bahasa kekinian, sebagai seorang content writer.

Minggu kemarin, di grup whatsapp Warung Blogger, saya membuat sebuah kesalahan dan karenanya saya mendapatkan hukuman menulis. Tema yang diberikan saat itu adalah tema yang berkaitan dengan pekerjaan saya sebagai reporter media online. Lebih spesifik, saya diminta untuk membuat sebuah artikel mengenai perbedaan menulis di media –sebagai reporter dan di blog –sebagai blogger. Adakah perbedaannya? Tentu saja, beberapa amat signifikan malah. Dan apa aja, sih, bedanya? 

Sumber gambar: Pixabay

Menulis di media
Ketika menulis di media, kami harus berpegang teguh pada etika jurnalistik. Setiap kami menulis, kami harus mengingat kembali apa saja yang ada di etika-etika jurnalistik tersebut. Sederhananya, kami tidak boleh menuliskan sesuatu yang berpotensi menyinggung SARA, berisi konten pornografi, hoax, dan atau menulis artikel yang berisi penuh dengan opini dari si penulis. Tidak boleh.

Kebayang, dong, bagaimana hati-hatinya kami dalam membuat satu tulisan. Apalagi dalam satu hari, kami ditargetkan menulis sebelas tulisan hanya dalam waktu delapan jam saja. Untungnya, beberapa waktu yang lalu, target tulisan dikurangi menjadi hanya sepuluh tulisan setiap delapan jam kerja. Sebuah perubahan yang enggak signifikan memang.
 
Terlebih ketika membuat tulisan yang berhubungan dengan peritiwa humanis. Kami juga harus memikirkan dampak tulisan yang kami buat terhadap objek (atau subjek) yang kami tulis, tentang keluarganya dan juga lingkungan di sekitarnya. Jangan sampai tulisan tersebut mengekspos hal-hal sedemikian rupa yang tidak berkaitan yang membuat enggak nyaman si objek (atau subjek) yang ditulis. 

Ini rahasia. Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat satu tulisan yang saya sendiri tidak menyangkan akan berdampak luar biasa besar buat kehidupan orang yang saya tulis. Tulisan tersebut menjadi viral, dibaca lebih dari seratus ribu kali. Padahal, menurut editor saya, biasanya standar tulisan bisa disebut viral jika telah dibaca lebih dari 20.000 kali. 

Tulisan apa? 

Ingat tentang anak SMA yang sempat menggegerkan dunia maya ketika menuliskan tentang isu kebinekaan di laman facebooknya? Yang sampai diundang oleh Bapak Presiden ke istana. Bukannya sombong atau bagaimana. Tapi –jika ingin tahu saya lah yang pertama kali menulis tentang anak tersebut di media online tempat saya bekerja. Dampaknya luar biasa besar. Kehidupan anak itu setelahnya benar-benar berubah. Yang semula bukan siapa-siapa menjadi tenar dan dikenal masyarakat luas. Banyak media yang mengundangnya untuk wawancara. Sampai akhirnya semakin ke sini, menjadi juga banyak musuh. Tak sedikit pula yang mem-bully anak tersebut.

Dalam hati, saya menyesal pernah menulis tentangnya di media. Karena setelah dia viral, ya tahu lah sendiri berikutnya bagaimana. Dan jika diperhatikan, meskipun sekadar melalui media sosial, dia itu cukup freak dan memang memang membutuhkan atensi yang banyak dari umat.

Dampak yang luar biasa. Dan saya pribadi enggak nyangka sampai segitunya tulisan saya bisa berpengaruh. Enggak percaya? Kamu boleh googling berita tentang dia. Yang muncul di laman pertama google, dari media tempat saya bekerja, adalah tulisan saya semua.

Begitulah. Menulis di media harus amat sangat berhati-hati sekali. Dan saya yang berhati-hati sekalipun, tulisan benar sesuai fakta, tidak melanggar etika jurnalistik tapi masih saja tersandung masalah karena ada subjek yang tidak terima untuk diberitakan.

Bahkan pernah sampai tiga hari saya ‘diteror’ oleh orang yang tidak terima saya beritakan. Dia meminta berita yang saya tulis untuk segera diturunkan. Untuk informasi, reporter/wartawan atau apa pun itu namanya tidak punya wewenang untuk menurunkan berita yang telah ditulis. Itu menjadi keputusan dan wewenang atasan kami di kantor. Dan pertimbangan berita bisa diturunkan, yang utama, jika dianggap bermasalah untuk perusahaan. Selama berita itu benar, sesuai fakta. Berita yang telah dimuat, boleh untuk tidak diturunkan meski pun ada yang merasa terganggu dengan berita tersebut. Sekali lagi, digarisbawahi. Selama berita itu benar.

Intinya. Hati-hati banget, deh, kalau menulis di media. Karena selain bawa nama pribadi, kita juga membawa nama perusahaan tempat kita bekerja. Tanggung jawab ganda. Selain itu, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kita harus meninggalkan segala opini dalam pemberitaan yang kita buat. Apalagi kalau yang ditulis adalah isu panas. Sama sekali enggak boleh ada opini pribadi. Bahaya. Sebagai orang yang bekerja di media, kami benar-benar harus netral dan sesuai fakta. Pastikan telah mengonfirmasi kebenaran berita sebelum berita itu dimuat.

Selain itu, yang menyebalkan, kami awak media tidak bisa menentukan tema apa yang ingin kami tulis. Di media, kami tidak menulis apa yang ingin kami tulis. Tapi, kami menulis apa yang dinginkan pembaca. Dan tentu saja, topiknya harus up to date dengan apa yang terjadi di dunia luar. Misalnya, penulis berita entertainment ingin menuliskan berita tentang putusnya Zayn Malik dengan Gigi Hadid, tapi editor, atas permintaan pasar, ingin membuat berita tentang hubungan Ayu Ting-ting dengan Raffi Ahmad. Jika sudah begitu, kami bisa apa?

Sumber gambar: Pixabay

Nulis di Blog
Sebaliknya, menulis di blog bisa sebebas apapun yang kita mau. Bebas dalam arti: bisa menulis apapun yang ada di benak untuk dituliskan di blog tanpa perlu memedulikan permintaan, tekanan dari pihak manapun. Misalnya, ketika galau atau sedih, saya akan mencurahkan semua isi hati di blog atau tumblr sampai saya puas sampai saya bosan. Tidak mungkin, kan, saya menulis perasaan hati di media tempat saya bekerja. Nantinya, bisa di-kill sama editor.

Apalagi, blog saya merupakan blog personal tanpa kategori khusus. Kamu bisa menemukan sisi lain dari Natalia Bulan Retno Palupi di blog Bulan The Iron Girl yang bebas yang benar-benar berbeda.

Meski begitu, dalam beberapa kasus, kita tetap harus berhati-hati dalam opini ketika memberikan sebuah tanggapan kepada instansi, seseorang atau apapun yang tidak menyangkut pribadi kita sendiri. Karena, bagaimanapun, kekuatan blog bisa sama kuatnya dengan media. Dalam arti, ketika kita bisa membuat sebuah karya tulis yang baik, bukan tidak mungkin blog kita akan menjadi viral dan meraup ribuan pembaca.

Meski untuk kasus saya pribadi, saya tidak pernah mengharapkan blog saya menjadi viral. Wong, tulisannya isinya cuma curhatan semua. Yang penting saya punya media untuk mencurahkan semua perasaan saya apa adanya. Menulis jujur untuk diri sendiri, untuk bisa membuang semua yang menggangu di benak dan otak saya. Melepaskan semua keresahan yang berkecamuk di kepala. Karena, untuk saya, menulis adalah terapi. Menulis itu adalah sebuh obat untuk seorang introvert seperti saya yang enggak bisa bercerita banyak ke orang-orang. Untuk orang terdekat sekalipun.

Untuk saya, blog adalah tempat kamu mengenal saya lebih dekat saat saya tidak bisa berkata-kata banyak sama kamu. Karena saya selalu lebh bisa jujur ketika bercerita melalui tulisan, bukan kata-kata langsung. Jadi, apa yang pernah kamu baca di blog saya, semuanya itu adalah pemikiran saya seutuhnya, sejujurnya, sesungguhnya saya.

Intinya, blog adalah media berekspresi bebas. Sedangkan media massa online adalah tempat saya bekerja berekspresi dalam rambu-rambu bernama etika. Kamu bisa menemukan sisi serius saya di tulisan-tulisan yang saya buat di media tempat saya bekerja. Dan kamu bisa menemukan sisi saya yang lain di blog.

Ehm, gimana, ya, penjelasan saya? Bisa dipahami enggak kira-kira? Atau malah makin suram? Hehehe.

Ya, lebih kurang seperti itulah yang bisa saya jelaskan tentang pengalaman menulis di media dengan pengalaman menulis di blog. Dan ini menurut saya. Kalau ada yang mau bertanya, berpendapat dan berdiskusi bisa melalui kolom komentar di bawah. Atau bisa mention saya di twitter: @nbuLan5 atau mau whatsapp-an? Sini, saya bisikin nomor hape saya. *modus*

Akhir kata. Terima kasih sudah membaca. Godbless ya all.

-----
Artikel ini merupakan artikel kiriman dari Natalia Bulan Retno Palupi Blogger x Journalist. | Ad Astra Per Aspera. | DS#22. Kamu bisa menyapa bulan melalui akun twitternya di @nbuLan5.


Blog Competition SinarMas MSIG Life Berhadiah Total 6 Juta Rupiah



Dewasa ini, roda ekonomi begitu cepat sekali berputar. Sekarang ini boleh jadi kita sedang di atas, memegang banyak uang untuk bersenang-senang, namun apa yang terjadi besok hari? Kita tidak pernah tahu. Betapa sebuah rencana atas keuangan yang kita miliki menjadi sangat penting.

Dulur WB, apa yang biasa Anda lakukan dalam melakukan perencanaan keuangan? Apa kiat-kiat Anda untuk memastikan keamanan dan kenyamanan keuangan Anda di masa yang akan datang? Menabung? Berinvestasi? Tergabung dalam suatu asuransi?

Tuliskan ceritamu itu untuk Blog Competition Sinarmas MSIG Life: Yuk Atur Uangmu!!! Silakan disimak informasi berikut. 



Ketentuan Umum:

  1. Tulisan yang berhak diikutsertakan hanya yang terpublikasi sepanjang periode 18 Oktober sampai 18 November 2016. 
  2. Peserta harus menjadi follower salah satu akun media sosial Sinarmas MSIG Life. 
  3. Mengisi data pribadi dan mengirimkan tautan (link) tulisan yang telah dipublikasikan di blog melalui tautan ini 
  4. Tulisan yang dinilai hanya yang diterima oleh Sinarmas MSIG Life selambat-lambatnya 18 November 2016 
  5. Peserta men-share tulisan yang sudah dipublikasikan ke akun media sosial pribadi (twitter, facebook, instagram) dengan menyebut tagar #YukAturUangmu dan #SMiLeWithMe 
  6. Seluruh data dan informasi yang dikumpulkan bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk keperluan dokumentasi oleh pihak Sinarmas MSIG Life. 
  7. Peserta lomba bersedia mematuhi seluruh Syarat dan Ketentuan Lomba Penulisan Blog “Yuk, AturUangmu" 
  8. Karyawan Sinarmas MSIG Life tidak diperbolehkan untuk mengikuti lomba ini.

Syarat Umum:

  • Panjang tulisan minimum 500 (lima ratus) kata
  • Tulisan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama 
  • Tulisan harus mencakup: 
  1. Bahasan mengenai perencanaan keuangan di usia muda dan pentingnya berasuransi  
  2. Mencantumkan banner kontes di dalam postingan atau di sidebar blog yang ditautkan ke corporate website Sinarams MSIG Life: www.sinarmasmsiglife.co.id 
  3. Menyebutkan Sinarmas MSIG Life dan tema ”Yuk, Atur Uangmu”. Kata tersebutdiberitautanwww.sinarmasmsiglife.co.id ke corporate website Sinarmas MSIG Life 
  4. Tulisan yang diikutsertakan murni karya sendiri dan belum pernah dipublikasikan di media/platform apapun 
  5. Seluruh karya yang masuk merupakan hak milik Sinarmas MSIG Life. Hak cipta tetap menjadi milik peserta, namun Sinarmas MSIG Life berhak untuk mempublikasikan. 
  6. Tulisan TIDAK BOLEH mengandung unsur SARA, pornografi, muatan politik,atau menyadur karya orang lain



Penjurian dan Pengumuman Pemenang:


  • Penilaian hanya memproses tulisan yang memenuhi syarat dan didasarkan pada kreativitas karya. Tulisan dapat diperkaya dengan foto, data statistik, infografis dari referensi lain dengan mencantumkan sumber. 
  • Penentuan pemenang menjadi hak mutlak tim penilai yang berasal dari pihak penyelenggara, yaitu Sinarmas MSIG Life.
  • Keputusan tim penilai tidak dapat diganggu gugat.
  • Pemenang diumumkan tanggal  5 Desember 2016 melalui:

   Corporate website Sinarmas MSIG Life: www.sinarmasmsiglife.co.id

   Facebook: Sinarmas MISG Life

   LinkedIn: Sinarmas MSIG Life

  
  • Pemenang dengan nama yang telah diumumkan akan dihubungi secara langsung oleh kantor pusat Sinarmas MSIG Life.
  • Apabila ditemukan indikasi kecurangan atau pelanggaran yang dilakukan oleh peserta, Sinarmas MSIG Life berhak membatalkan status pemenang, penyerahan hadiah dan mengalihkan kemenangan kepada peserta lain


Hadiah:

  • Juara 1: Uang tunai Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah) 
  • Juara 2: Uang tunai Rp 2.000.000 (dua juta rupiah) 
  • Juara 3: Uang tunai Rp 1.000.000 (satu juta rupiah)
Lebih lengkapnya, silakan kunjungi laman resmi Sinarmas MSIG Life




Anda mau jadi blogger di saat seperti ini? Menurut saya tindakan Anda kurang tepat dan kurang cepat. Atau bisa dikatakan Anda telat dengan keputusan Anda ini. Mengapa? Karena sudah banyak blogger-blogger bertebaran di dunia ini. Sudah banyak orang yang membuat blog sana-sini dengan berbagai macam jenis, tampilan, rasa, dan keunikan-keunikan lainnya. Menurut saya pribadi, mereka berbondong-bondong menjadi blogger kemungkinan besar dikarenakan faktor "P" (Penghasilan). Yups, penghasilan seorang blogger itu tidak terbatas, tergantung dengan kegigihan dan kerja cerdas kerja keras masing-masing blogger. Semakin blogger itu kerja keras dan cerdas, maka semakin besar pula penghasilan yang mereka dapatkan. Tidak jarang, penghasilan blogger-blogger saat ini melebihi gaji karyawan kantoran dan ada juga yang sangat mencukupi kebutuhan hidup mereka hanya dengan ngadepin layar monitor. Eitt, tapi bukan hanya sekadar duduk manis di layar monitor loh ya.... Salah satu contoh blogger sukses dari Indonesia tercinta adalah Eka Lesmana. Dikabarkan ia mempunyai penghasilan lebih dari 100 juta per bulan dari blog nya. Wow banget bukan?

Dengan penghasilan yang sangat menjajikan itulah yang menjadi magnet tersendiri untuk menarik banyak orang menjadi blogger. Sekarang ini banyak yang menggeluti di perbloggeran dan tidak jarang seseorang tidak hanya mengurusi satu blog saja, tetapi sampai banyak blog, bahkan ada juga yang mengelola hingga ratusan blog. Itu semua dilakukan tidak lain supaya mendapat penghasilan semaksimal mungkin.

Nah, untuk Anda yang baru tahu kalau penghasilan blogger seperti ini, dan Anda tertarik untuk menjadi blogger "mulai sekarang". Dapat dikatakan Anda belum beruntung. Karena dengan banyaknya blogger zaman sekarang, secara otomatis banyak juga saingan-saingan yang harus kita kalahkan. Hal ini berbeda dengan 3/5 tahun sebelumnya. Karena pada sebelum tahun-tahun ini, masih sedikit yang menjadi blogger dan persaingan pun menjadi lebih mudah. Seperti saya dulu cukup mudah untuk mendapatkan 100 ribu per hari, tapi sekarang susah sekali. Perbedaan itu di mulai dari persaingan ketat untuk mendapatkan hati mbah Google, persaingan untuk membuat konten yang "benar-benar berkualitas", persaingan membuat tampilan blog secantik mungkin, dan berbagai macam hal lainnya.

Jadi, dengan persaingan yang cukup ketat itu, juga semakin kecil juga kesempatan kita mendapat penghasilan yang melimpah dari internet. Memang sih gak ada salahnya kita menjadi blogger, juga gak ada yang melarang selama mematuhi peryaratan dan ketentuan yang berlaku. Namun harus lebih kita perhatikan lagi mengenai :
1# - Konten "benar-benar berkualitas"
2# - Tampilan blog
3# - SEO
4# - Dan lain-lain

Supaya kita benar-benar menjadi blogger sejati plus mendapat cukup penghasilan. Karena di zaman ini banyak blogger yang hanya ikut-ikutan. Seperti contohnya ada blog teknologi yang sedang sukses dan banyak pengunjung. Terus banyak juga yang ikut-ikutan membuat blog teknologi. Coba saja Anda cari di google dengan kata kunci "Blog Tekno" pasti ada puluhan bahkan ratusan, dan pada nyatanya konten di dalamnya sama semua. Atau bahasa kasarnya hanya copy paste (copas). Nah maka dari itu, benar-benar perhatikan konten, agar blog Anda benar-benar berkualitas dan mendapat hati dari pengunjung Anda. Bedakan dengan blog abal-abal.

Catatan:
Sebenarnya enggak telat-telat  juga menjadi blogger sekarang ini. Toh, tujuan menjadi blogger gak hanya sekadar mendapat penghasilan. Ada berbagai macam tujuan dan alasan mengapa kita membuat blog. Misalnya, hanya untuk catatan harian semacam diary, berbagi informasi, sharing pengalaman, dan lain sebagai nya sesuai passion Anda.

Ditulis oleh: Rizal Aditiyo Supendi

Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger



Dear Warga WB,
Lima tahun sudah kita bersama-sama saling membagi inspirasi lewat kata-kata yang terangkai dalam media blog. Kebersamaan itu begitu hangat. Salah satunya terlihat dari terus meningkatnya peserta lomba blog ulang tahun WB. Tahun ini tercatat sebanyak 59 peserta yang mengikuti lomba blog ulang tahun WB. Kami sangat terharu dengan apresiasi ini.

Terus terang, dewan juri kesulitan menentukan pemenang lomba blog ini, karena tulisan para peserta bagus-bagus. Selama membaca tulisan para peserta, para juri larut dalam pengalaman-pengalaman ulang tahun yang luar biasa. Kami turut merasakan haru, bahagia, takut, hingga sedih.

Semoga dengan mengenang pengalaman ulang tahun, kita akan terus bersyukur akan kehadiran kita di dunia, hingga membarakan semangat berbagi kebaikan.

WB mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh peserta lomba blog ulang tahun kelima ini. Semoga kehangatan bersama WB akan terus menjalar hingga tahun-tahun selanjutnya.

Kemudian, inilah nama-nama para pemenangnya:

Pemenang Utama
Juara 1, berhak mendapat hadiah uang Rp.500.000 dan paket buku

Juara 2, berhak mendapat hadiah uang Rp.250.000 dan paket buku
Abdul Cholik
http://www.abdulcholik.com/giveaway/ulang-tahun-ke-65-lahirnya-bintang-untuk-emak
 
Juara 3, berhak mendapat hadiah uang Rp.150.000 dan paket buku
Rodame Monitorir Napitupulu

7 Orang yang berhak mendapatkan pulsa 50 ribu, tumblr, dan paket buku:

4 Orang pengirim pertama yang berhak mendapatkan pulsa 25 ribu:
1. Ina Tanaya
2. Relinda Puspita
3. Ari Handayani
4. Winda Karmelita

Selamat kepada seluruh pemenang. Silakan mengirimkan alamat dan no telepon ke email WB warungblogger@gmail.com

Sampai bertemu di event selanjutnya, warga WB ^_^

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog
Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog

Halo! Sudah berapa tahun kamu punya blog? Blogger memang lagi naik daun banget di era digital ini, karena makin banyak orang yang mudah mengakses internet, dan kita, sebagai Blogger, juga semakin gampang cerita banyak hal di platform menulis. Tetapi, sebagai Blogger, kita punya tanggung jawab penuh terhadap tulisan yang kita terbitkan, lho. Oleh karenanya, ada banyak etika dalam menulis blog. Nah, sudah tahukah kamu apa saja etika tersebut? Ada banyak, sekali. Namun, lima hal di bawah ini harus kamu perhatikan baik-baik.

1. Plagiat itu Haram Hukumnya.
Memang sih, ada pepatah bilang there's nothing new under the sun yang artinya, tidak ada sesuatu yang baru di dunia ini. Tetapi, apa yang kita tulis mestilah dari pikiran sendiri, dan kalau terinpirasi dari orang, kamu nggak boleh lupa menautkan link yang bersangkutan.

2. Dilarang Memajang Foto Orang Tanpa Sumber.
Tulisan bagus, desain blog oke, eh, foto yang mendukung tulisannya juga bagus, tapi punya orang. Dan nggak kamu sertakan sumbernya. Duh, gawat. Ini bisa dibilang maling, nih. Solusinya, kalau kamu lupa atau malas sertakan sumber, lebih baik pakai foto sendiri. Tapi kalau memang mau pakai foto orang, selalu cantumkan sumbernya, ya, dear. Itu saklek!

3. Typo alerts!
Desain blog bagus, tulisan bagus, foto dalam tulisan sudah cukup menunjang, tapinya banyak typo -kesalahan ejaan di mana-mana. Rasanya kasihan pembaca kita yang siwer karena salah baca. Lagi seru-serunya, eh kepeleset baca. Kan jadi nggak asik. Selain itu, typo berpengaruh banget terhadap SEO. So, beware guys. Untuk mengantisipasinya, selalu crosscheck berkali-kali sebelum publish.

4. Setelah Menulis? Belum Boleh Leha-leha.
Berkunjung ke sesama blogger termasuk salah satu etika juga, nih. Ibaratnya kayak tinggal di satu perumahan, kan nggak mungkin diam saja di rumah tanpa bersosialisasi. Sama dengan blog, rajin berkunjung, rajin silaturahim, makin banyak juga pembaca yang rajin berkunjung ke blog kamu. So, luangkan sedikit waktumu untuk blogwalking, yes.

5. Menulislah dengan Jujur.
Punya tanggung jawab terhadap tulisan sendiri, bukan berarti kita bisa semena-mena menulis apa saja, loh. Menulis di blog, bahkan curhatan nggak jelas yang ditulis pun, itu perlu kejujuran dari penulisnya. Ketika kita menulis dengan jujur, maka pembaca akan percaya dengan apa yang kita tulis.

Jadi, jangan lupa teraplan tips di atas ketika kamu nge-blog, ya!

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.