Articles by "Motivasi"

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #8TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bahasa Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Buku Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Google Question Hub Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali hubungan Imbuhan Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Jakarta Kangen Band Karya Kata Depan di KBBI ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Liburan life Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan relationship Reportase Resensi Buku Resolusi Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni self help SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif tahun baru Teknologi teman Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Selamat tahun baru, Warga WB! Semoga di tahun 2019, kita semua selalu dipenuhi sukacita dan keberhasilan. Jika kalian memiliki resolusi untuk menjadi lebih baik di tahun 2019, tidak ada salahnya membaca self help book  atau buku motivasi. Kamu bisa belajar hal baru, meningkatkan kesejatraan diri, dan memenuhi hari dengan kata-kata inspirasional yang kemudian menjadikan hidup lebih bermakna.

Berikut adalah 4 buku self help yang bisa membantu dan mengubah hidupmu ke arah yang lebih baik. Buku-buku ini juga menemani saya selama tahun 2018 dan harus saya akui buku-buku ini memberikan hal baik yang bisa saya nikmati.


       1. Spark Joy by Marie Kondo
     



Bagi kamu yang merasa kamar atau rumah selalu  berantakan padahal sudah dirapikan, buku ini akan sangat membantu. Marie Kondo adalah alih bersih-bersih dari Jepang yang terkenal di seluruh dunia. Buku ini mengajarkan tentang cara bersih-bersih dan mengatur rumah kita. Dalam bukunya Marie mengatakan bahwa kadang orang tidak dapat merapikan kamar atau tempat tinggalnya karena menumpuk hal-hal yang tidak penting. Beberapa prinsip bersih-bersih yang diterapkan Marie adalah menyimpan barang yang “spark joy” atau memberikan kegembiran bagi kita, merapikan sesuai kategori bukan tempat dan merapikan sesuai dengan urutan. Urutan untuk merapikan adalah pakaian, Buku, kertas-kertas, alat-alat aksesoris, dan hal-hal sentimental seperti kenangan-kenangan dari mantan *ehem.

Buku ini membuat kita jadi lebih menikmati bersih-bersih dan hasilnya memang bikin kamar kita lebih lega.


2. Designing Your Live by Bill Burnett & Dave Evans


Buku ini mengisahkan tentang bagaimana cara mendesain hidup kita layaknya mendesain rumah. Beberapa hal penting yang ditawarkan buku ini misalnya kegagalan ada kesuksesan yang tertunda, hanya khawatir pada hal yang bisa kamu kontrol, dan kebahagian ialah merelakan apa yang tidak kau butuhkan. Buku ini bagus jika kamu mulai untuk mendesainkan hidupmu ke hal yang baru.


3. The Power of Meaning by Emily Esfahni Smith


Buku ini mengeksplorasi lebih dalam tentang kebahagian. Menurut Smith kebahagian adalah hal yang superficial, untuk bahagia beberapa orang melakukan sesuatu seperti berbelanja, makan makanan manis. Namun hal tersebut tidak membuat kebahagian mereka bertambah jika mereka tidak tahu makna kebahagian itu sendiri. Makna hidup lebih dalam dari kebahagian. Makna hidup lebih kepada melakukan hal baik daripada merasa baik. Smith menyimpulkan makna dalam 4 cara yaitu: Hubungan kita dengan orang lain, melakukan sesuatu yang berarti untuk komunitas, melakukan pengalaman-pengalaman berharga, dan melakukan sesuatu yang luar biasa yang kita pikir tidak bisa kita lakukan. Buku ini  menarik untuk dibaca untuk kamu yang merasa stuck atau kehilangan semangat pada apapun yang kamu lakukan selama ini. Buku ini akan memberikanmu pola pikir baru tentang kebahagian dan makna hidup.


4. The Year of Less by Cait Flander



The year of less adalah buku yang ditulis oleh seorang blogger keuangan dari Kanada bernama Cait Flander. Dalam buku ini Cait mengisahkan tentang bagaimana dia mencoba untuk hidup sederhana selama satu tahun. Finansial dan kehidupan Cait baik-baik saja, dia menjadi salah satu finansial blogger terkenal dengan pendapatan lebih dari 30rb dolar setahun. Namun dia mendapati dirinya menghabiskan uang tidak terkontrol dan kesulitan untuk menabung. Hal tersebut membuatnya untuk mencoba hidup hemat dengan cara membatasi belanja hal-hal tidak penting. Pengalaman itu dia tulis selama setahun. pada awalnya berat banget untuk tidak belanja, bahkan membuatnya cemas. Namun kemudian hidup sederhana memberikan dampak yang lebih baik terhadap kehidupannya. Dia mulai mempelajari hal-hal baru yang lebih berguna untuknya, jalan-jalan lebih banyak, dan mendapati hanya menghabiskan 50% dari penghasilannya. Buku ini bagus untuk kita yang kadang suka belanja enggak jelas. Belajar menjadi lebih sederhana di tahun 2019.

Demikianlah 4 buku self help yang bisa membantu kita dalam menghadapi 2019. Aku sarankan membaca buku di atas agar pikiran kita menjadi lebih terbuka. selamat menikmati liburan kalian.


*Penulis: Ajen Angelina 









x


[Urun Artikel] Bangkit dari Kehilangan Orang Tua
Orang tua adalah salah satu sumber kebahagiaan kita yang Tuhan berikan di dunia ini. Bersyukur adalah cara menjawab atas anugerah itu. Tapi bagaimana jika kita tak punya cukup waktu untuk banyak waktu untuk membahagiakan mereka?.

Jika orang tua kita masih ada, melihat mereka, memeluk mereka, bercengkrama dengan mereka, mungkin akan menjadi hal yang biasa saja. Tapi, semua akan terasa berbeda jika mereka sudah tiada. 

Kehilangan mereka akan membuat kita jatuh, terpuruk, dan meninggalkan luka mendalam. Bahkan kita akan merasakan kesendirian, seperti dunia ini pergi meninggalkan kita. Mungkin akan ada kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, entah itu kita mati rasa atau rasa iri jika melihat yang lain dengan keluarganya.

Tapi apa mungkin kita akan terus seperti itu? Tersudutkan akan takdir yang sudah Tuhan gariskan? Merasa diri ini kecil akan skenario Tuhan yang Maha Indah? Atau merasa bersyukur karena garis kehidupan ini sungguh dinamis? Apa pun itu, di balik kejadian besar akan ada hikmah yang besar pula. Namun, sebelum menyadari itu, bagaimana cara untuk bangkit dari kehilangan orang tua kita?.

Banyak cara yang akan menjadi sarana pengalihan rasa sedih kita, entah ke arah positif ataupun negatif. Itu semua tergantung diri kita sendiri dan termasuk dari lingkungan kita. 
Pertama, percayalah bahwa ini semua memang sudah takdir Tuhan. Ini memang kalimat yang klasik, tapi percayalah jika memang pernah merasakan kehilangan macam ini, itu adalah jawaban atas semua. Ketika, menolak tidak bisa, meronta tiada berguna, memaki hidup adalah sia-sia. Jawaban paling bijak adalah menerima. Sulit memang, bukan perkara mudah tapi bukan hal yang sulit. Karena, menerima dengan ikhlas adalah sesuatu yang tidak bisa diungkapkan kata-kata dan tidak bisa dijelaskan kepada khalayak umum kecuali memang pernah merasakannya.

Kedua, cari Tuhan. Karena, hidup ini berasal dari-Nya, dimulai dari-Nya maka akan kembali kepada-Nya pula. Kadangkala, kita hanya mencari Tuhan saat dalam keterpurukan namun sempat lupa ketika di masa kebahagiaan. Tapi, Tuhan adalah jawaban. Ketika, di dalam masa-masa sulit, manusia yang bercerita ke manusia akan merasa tenang sesaat. Kalaupun merasa tenang itu berasal dari Tuhan. Jadi, mengapa kita tidak langsung bercerita, bercengkrama kepada Dia yang memberikan rasa?.

Ketiga, carilah lingkungan positif. Seringkali masa-masa sulit seperti kehilangan orang tua membuat kita menjadi hilang akal, merasa diri sendirian, merasa kecil. Sehingga kita akan mencari orang-orang yang punya masalah yang sama atau tingkat rasa kesedihan yang sama. Hal itu silakan dilakukan tapi jangan sampai keluar dari norma-norma kehidupan. Ada orang yang lari ke arah negatif misalkan obat-obatan terlarang ataupun minuman keras. Hal itu wajib kita hindari, karena di masa sulit itu rentan akan pengaruh negatif yang mudah sekali masuk.

Keempat, merelakan. Butuh waktu yang panjang untuk merelakan mereka yang kita cinta. Namun, memang rasa sakit jangan di lawan. Biarkan mengalir bagai air, karena nantinya rasa itu akan sembuh dengan sendirinya.

Kelima, ibadah. Perbaiki ibadah kita. Bukankah kita ingin berkumpul kembali dengan orang tua kita? Maka dari itu, perbaiki ibadah kita, doakan mereka setelah ibadah kita, karena hal itu yang membahagiakan mereka sekarang.

Semoga pengalaman ini membangun dan dapat memberi inspirasi untuk teman-teman. Jangan pernah merasa sendiri, jangan terus berkutat di kesedihan, karena Tuhan tidak mungkin menciptakan badai jika tidak disertai dengan pelangi setelahnya.

Artikel Rara Febtarina



Positif Self Talk


Positif Self Talk
Artikel Lilis Ratna Purnamasari

Setiap manusia tentu memiliki gambaran tentang dirinya sendiri (citra diri). Citra diri merupakan bagian dari konsep diri. Citra diri ini meliputi pandangan tentang peran serta karakter yang dimiliki. Citra diri itu akumulasi pikiran, sikap, dan pendapat yang diterima dan disimpan sejak kecil. Citra diri ini berada di bawah sadar dan telah disimpan dengan sangat lama. Citra diri tentu saja menentukan bagaimana seseorang berpikir dan bertindak. Seseorang dengan citra diri positif akan dapat menikmati hidup dengan penuh kebahagiaan dan dapat beraktualisasi. Sebaliknya, individu dengan cirta diri negatif akan terkungkung oleh pikiran negatif yang akan menghambat pengembangan dirinya. 

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengubah cirta diri yang sudah terlanjur negatif? Saya lemah, bodoh, payah, tidak bisa, masa depan suram, dll. Mungkin kita tidak menyadari betapa seringnya kita menyimpan kata-kata negatif di kepala kita (negative self talk). Dan juga tidak menyadari betapa “berbahayanya” kata-kata itu terhadap diri kita. Lalu apa yang harus dilakukan? Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah citra diri itu. Apakah mudah? Tentu tergantung sejauh mana komitmen seseorang untuk mengubah dirinya. Bagaimana caranya? Positif self talk bisa jadi obat mujarab. 

Positif self talk itu metode yang membuat kita menjadi seorang yang berpikir positif. Ketika kita berbicara pada diri kita sendiri, sebenarnya mengajarkan kita untuk lebih dekat dan mengenali diri kita sendiri. Kita memerlukan positif self talk untuk menciptakan motivasi yang dapat memperbaiki pola pikir dan sekaligus dapat menumbuhkan semangat. Positif self talk juga dapat meningkatkan kepercayaan diri, harga diri, dan dapat lebih mengenali siapa kita. Lebih penting lagi adalah positive self talk dapat mengubah citra diri yang pada akhirnya dapat berpengaruh pada perilaku. Contoh penggunaan “mantra” positif self talk adalah ketika Alan Turing tetap keras kepala mempertahankan mesin christoper untuk memecahkan kode enigma walaupun banyak pihak yang ingin menggagalkan. Akhirnya gara-gara mesin itu kita kenal komputer pada masa ini. Karena apa? Dalam dirinya ada keyakinan berupa positif self talk bahwa ia dan timnya akan berhasil. Setiap keberhasilan tidak akan lepas dari positive self talk yang memberikan kekuatan luar biasa untuk menaklukan segala rintangan. Dan disamping positive self talk tentunya keberhasilan diiringi oleh faktor penguasaan skill dan kompetensi tertentu.  

Apa yang bisa dilakukan untuk menciptakan positif self talk yang ampuh dan kemudian dapat berubah wujud menjadi pola pikir positif? Pertama, hilangkan negative self talk, caranya? 
1. Sadarilah bahwa dalam diri (pikiran kita), memang ada sesuatu yang bentuknya ungkapan atau perkataan negatif yang selalu terngiang-ngiang dan mempengaruhi pikiran dan perilaku kita. 
2. Setelah sadar, pikirkan apa yang akan terjadi jika kita terus terpenjara pada negative self talk yang ada. Beri waktu berdiam sebentar lalu ganti kata negatif tersebut dengan kata yang lebih positif. Terus ulangi kata-kata tersebut bahkan bisa ditulis atau diucapkan secara verbal. 
3. Selalu fokus untuk mengingat momen yang menyenangkan, keberhasilan yang pernah diraih, bukan fokus pada kegagalan dan memori buruk yang pernah dialami. Dan bayangkan pula keberhasilan yang akan kita raih di masa depan. 
4. Terakhir, tentu bergaul dengan orang-orang yang positif. Dengan demikian, kita akan terpengaruh oleh mereka dan dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Positif self talk yang akan mengarah pada pola pikir positif akan sulit terwujud jika hidup di lingkungan yang serba negatif (pikiran, perilaku, dll).  

Jadi berhentilah untuk selalu melihat diri dari sisi yang buruk, ingat bahwa setiap detik merupakan awal yang baru.

Yuk, Kita Mendongeng Kembali. Dongeng menurut Kamus Bahasa Indonesia (KBBI) adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Sedangkan menurut penulis dongeng adalah cerita sebuah fiktif, yang kini kian tergerus oleh zaman. Tapi tahukah anda ada kisah di balik dongeng yang membuat anak-anak dapat mengambil amanatnya. Mungkin saat sekarang ini bila kita katakan pada anak-anak, “Siapa yang tahu dongeng Si Kancil mencuri ketimun?” Yakinlah pasti tidak ada satu anakpun yang ingat baik akan cerita itu. Tentu sangat ironis dengan hal seperti ini. Mereka tahu hanyalah Upin Ipin, Doraemon si Empunya Kantong Ajaib dan mungkin banyak lagi.


Akhir-akhir ini saya kerap melihat beberapa hal yang – menurut saya, sih – berhubungan erat:

1. Saya membaca survei di edisi tahunan 2014 Femina dan terhenyak oleh fakta memprihatinkan:
  • 54% perempuan yang disurvei merasa yakin bahwa mereka kritikus terkejam bagi diri sendiri.
  • Perempuan Indonesia tidak merasa nyaman melukiskan diri mereka cantik – dan lebih memilih mendeskripsikan dirinya rata-rata.



2. Masih dari majalah yang sama, saya sampai me-RT salah satu pernyataan nara sumber mereka lewat Twitter:


“Kadang perempuan sulit maju dalam karier karena sering ambil pusing kata orang lain.” (Sylvina Savitri)



Berapa banyak event yang kalian lewatkan karena nggak ada temen yang bisa nemenin? Seberapa sering kalian membatalkan sebuah liburan hanya karena partner liburan kalian nggak jadi berangkat? Berapa banyak kesempatan apply suatu lomba / beasiswa terlewatkan hanya karena temen kalian nggak ada yang ikutan juga?

Budaya musti-ada-yang-nemenin ini kayaknya masih kentel banget disini. Misalnya aja nih ya, dulu pas jaman-jaman SMA biasanya temen-temen saya males ke toilet di jam pelajaran kalo nggak ada yang mau nemenin. Yah, kalo mau pipis mah pipis aja kali. Toh si temen kalian itu nggak ngapa-ngapain selain nemenin kan? Kalo saya pribadi sih dulu jarang banget menjamah toilet kecuali acara ganti-baju-mau-oleh-raga. Nggak sreg juga sebenernya sama toilet umum. Okay, ini kok malah bahas toilet ya? *salah fokus*

Back to the topic, budaya-musti-ada-yang-nemenin ini menurut saya merugikan banget sih ya. Banyak anak yang jadi kurang gentle dan manja gara-gara budaya ini. Akhirnya, banyak kesempatan yang mereka lewatkan hanya karena nggak ada yang nemenin.

Padahal menurut saya, nggak ada yang nemenin malah suatu kesempatan buat mengekspresikan diri tanpa harus ter-interference oleh pribadi lain. Dan yang pasti kita bisa bebas mengeksplore suatu tempat tanpa harus menghadapi ke-rempongan orang lain. Dengan memberanikan diri bepergian sendiri juga membuka kesempatan untuk mengenal orang-orang baru.

Mestinya abis ini kalian pada nanya dong, “trus saya musti gimana dong?”. Well, kalo saran saya sih, coba deh try to enjoy your self! Cobalah untuk belajar menikmati diri kalian sendiri terlebih dulu. Karena basically, setiap orang pasti punya keunikan masing-masing. Dan semakin banyak pengalaman kalian mengeksplor diri kalian sendiri, semakin pede-lah kalian sama diri sendiri. Karena kebanyakan orang nggak berani pergi sendiri karena mereka merasa insecure tanpa keberadaan orang lain disamping mereka. Dan semakin kita percaya diri, semakin kita berani buat melakukan sesuatu tanpa harus ada yang menemani.

Dengan menikmati diri sendiri juga, bakal semakin ngertilah kalian tentang kelebihan yang mungkin belum kalian sadari. Semakin kalian ngerti juga tentang sifat-sifat buruk kalian selama ini dan kalo bisa sih belajar buat mengubahnya dong ya.

gagal dalam kehidupan

Saya yakin, setiap manusia pasti akan menemukan satu fase yang bernama kegagalan dalam hidupnya. Entah itu dari hal yang sangat sepele seperti tidak lulus ujian atau mengalami kebangkrutan yang sangat besar. Kegagalan tersebut kadang lebih cenderung membuat kita, manusia, untuk menyerah dan pasrah hingga akhirnya stuck, tak ada perubahan sama sekali. Mungkin tak bisa move-on tersebut masih saya kategorikan sebagai sikap yang lebih lumrah dibanding orang yang sudah gagal hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, tragis. Tapi, kondisi pasrah dan berdiam diri juga setidaknya jangan berlarut terlalu lama.

Apakah kalian takut menjumpai kegagalan dalam misi kalian? Atau karena saking takutnya untuk gagal kedua kali, hingga harus pasrah dan tidak mencoba bangkit kembali? Hanya saja, kita tidak begitu memperhatikan bahwa tindakan berdiam diri alias pasrah adalah suatu tindakan yang tidak masuk akal. Perhatikan kalimat saya, dengan tidak mencoba sama sekali sama halnya dengan menciptakan kegagalan pertama. Jadi, rasa takut adalah sumber kegagalan yang pasti.

Memang benar jika semua orang itu memiliki rasa takut dengan porsi masing-masing. Rasa takut sebenarnya bisa menimbulkan banyak sekali reaksi dalam setiap tindakan kita. Bisa bersifat negatif maupun positif. Rasa takut bisa menimbulkan rasa paranoid yang berlebihan hingga membuat kita terkurung dalam diri kita sendiri. Sebaliknya, rasa takut bisa memberikan pesan kepada diri kita agar lebih waspada. Percaya kan, bahwa rasa takut itu bisa memberi kekuatan ekstra kepada tubuh kita? Rasa takut bisa membuat kita menghadapi tantangan tersulit yang sebelumnya tak pernah kita bayangkan. Maka, percayalah dan buktikan bahwa rasa takut bisa mendorong kita untuk menjadi lebih kuat dan lebih maju daripada sebelumnya.

Dan, biarkan rasa takut tersebut berkembang positif. Mempersiapkan diri kita untuk menghadapi segala kemungkinan yang ada di depan sana. Jangan malah menahan kita untuk pasrah. Taklukkan rasa takut tersebut dengan sebuah usaha yang nyata. Bubuhi dengan sebuah keoptimisan sebagai persembahan terbaik yang pernah dilakukan. Letakkan rasa tersebut di dalam hati. Tidak ada segala sesuatu yang terjadi begitu saja, bukan? Dan tentunya tidak ada sesuatu yang sia-sia sekalipun kalian menyebutkan sebuah kegagalan. Yang menurutmu baik, belum tentu baik bagimu. Begitu pula sebaliknya, kawan. Yuk, move-on.

Kegagalan yang paling abadi adalah kegagalan untuk mulai bertindak dan mencoba. Bila memang dalam masa percobaan tersebut kalian gagal, maka ambillah sesuatu dari kegagalan tersebut agar tak terulang di percobaan berikutnya.

Allah SWT berfirman, "Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf: 87)

Selama ini mungkin kita tidak memiliki masalah apapun, meskipun kita tidak memasarkan diri. Kadang-kadang orang tidak mempromosikan keterampilan dan prestasinya karena ia cukup puas dengan pekerjaan dan kariernya. Meskipun kita telah puas dengan karier kita saat ini, hal itu bukan berarti bahwa kita tidak perlu memasarkan diri. Memasarkan diri penting karena bisa membuka pintu bagi peluang-peluang baru, memasarkan diri juga bisa menciptakan pekerjaan atau karier yang kita idamkan.


Source:entrepreunerrooki.com

Kemaren bunda mendapat aba-aba dari Mas Ari Tunsa kalo hari ini, Jum'at, 18 Mei  adalah giliran bunda "jaga", sedangkan  belum siap untuk membuat artikel yang gimanaaa... gitu. Jadi judul diatas yang tiba-tiba terlintas karena suatu kejadian yang menimpa diri bunda pun menjadi topik postingan ini.

Semua orang pasti tahu apa artinya “ketepatan waktu" atau “Punctuality” itu. Tapi seberapa Pentingkah Ketepatan Waktu itu? Jelas bahwa dalam dunia bisnis baik yang private business atau semi-private business, hal ini amatlah penting. Betapa tidak? Karena apabila setiap individu yang terkait dalam bisnis itu tidak menganggap penting ketepatan waktu, sudah pasti semua akan berantakan, misalnya Pimpinan yang datang terlambat untuk menghadiri rapat, sehingga menyebabkan rapat tertunda -- hal ini  akan menimbulkan satu kerugian bagi perusahaan tersebut.

Kenapa? Karena semua menyangkut “uang” –  time is money. Katakanlah yang akan dibicarakan adalah tentang sebuah tender atau kelangsungan sebuah proyek – keterlambatan pemutusan suatu langkah karena Pemimpin yang datang terlambat akan menyebabkan fatalnya sebuah proyek. Believe it or not!

Dalam dunia non-bisnis tentang ketepatan waktu bisa di tolerasikan dengan hati, dengan nurani dan dengan rasa kekeluarga, rasa persahabatan.  Lho koq bunda bisa-bisa ya membuat postingan dengan judul ini. Kenapa? ( lagi dan lagi kenapa, hehehe….). Karena  baru-baru ini bunda mengalami suatu kejadian yang sangat mengecewakan, walaupun tidak merupakan suatu penyesalan. Kecewa kehilangan materi bukanlah akhir dari segalanya. Yang penting persahabatan antara bunda dan si Fulan itu masih terjaga.

Alhamdulillah!. Alhasil bunda ingin lebih lagi menenangkan hati bunda. Tergelitiklah hati ini untuk membuat postingan dengan judul diatas: Pentingkah Ketepatan Waktu.  Anggap aja ini sebuah curcol, qiqiqiqii....Jadi pure dari hati bunda, pure karena kejadian yang menimpa bunda, dan juga bunda muat di blog kesayangan kita semua, yaitu Warung Blogger’s Blog. Lengkap kan alasannya. Apa lagi? Ada yang mau nambahin? Hehehehe….

Pentingkah Ketepatan Waktu itu? Jawabnya: Sangat penting! – "Punctuality is the most important in life".  Prinsip ini harus kita terapkan dalam bisnis andaikan kita ingin meraih sebuah kesuksesan. Dengan prinsip ini dan dengan sikap kita yang memandang bahwa ketepatan waktu itu penting, kita pun akan dihargai oleh orang lain. Coba misalnya: anda diminta untuk menghadiri sebuah rapat, anda datang terlambat – berarti anda tidak menaruh respect terhadap orang-orang yang telah hadir menunggu anda.  Contoh lain: misalnya seorang pelajar yang datang ke sekolah tidak punctual atau tidak on time, pastilah ia akan mendapat sanksi dari Guru atau Kepala Sekolah. Iya kan?

Nah seberapa Pentingkah Ketepatan Waktu itu? Semua tergantung pada anda  yang pastinya mempunyai argumentasi dan penilaian yang berbeda.

Last but not least: Kalau Mas Ari Tunsa gak punctual memberitahukan ke bunda kalo hari ini adalah giliran bunda, trus, trus, bunda juga gak punctual membuat postingan dan nggak punctual juga memberitahukan kepada blogger berikutnya.......... apa yang terjadi??? Yang ada pasti brantakan dan Mas Ari Tunsa bisa-bisa cepet tumbuh tuh ubannya, hahahahahaha....... piiiisss...

Selamat beraktivitas -- be punctual!

Oleh: Kholid Rafsanjani
"Tulisan dan Kematian" (doc.pribadi)

"...dan jika umurmu tidak panjang, maka sambunglah dengan tulisan"

Pramoedya Ananta Toer
Anda mungkin juga sedang memikirkan kutipan tersebut, apa maknanya atau mengapa saya menuliskannya. Sedikit bercerita, sore kemarin saat saya membantu teman mengarsip majalah-majalah dan buletin, saya tak sengaja membaca kutipan tersebut pada halaman belakang majalah yang kurang lebih berumur lima tahunan. Kutipan tersebut membuat saya dan membangkitkan berbagai pikiran-pikiran dari zona santai saat itu, dan mungkin juga dengan anda sekarang.

Nama Pramoedya Ananta Toer lantas mengingatkan saya pada sebuah buku berjudul Bumi Manusia yang juga termasuk dalam tetralogi Pulau Buru. Dan juga teringat pada seorang Minke dalam ceritanya, seorang gadis pribumi yang bersekolah di Horgere Burger School (HBS). Ya itu sekilas saja yang terlintas dalam benak saya, dan mungkin terlalu jauh jika terus diceritakan mengenai hal-hal menarik tentang Pramoedya Ananta Toer dan karya-karyanya.
Kembali pada kutipan "...dan jika umurmu tidak panjang, maka sambunglah dengan tulisan", manusia sebagai makhluk hidup dengan kelebihan dan keunggulan dibanding dengan makhluk-makhluk lain di bumi karena akal dan nalar yang dimiliki, suatu saat akan menjadi makhluk mati. Ya, makhluk mati. Karena berlabel makhluk hidup, maka suatu saat akan mengalami perubahan label menjadi makhluk mati. Singkat cerita, segala yang hidup pasti akan mati.

Perdebatan mengenai kehidupan dan kematian tidak lantas berakhir dalam sebuah garis akhir begitu saja. Dan mengenai sebuah terjadinya kematian pun masih bergelut pada lingkup mitos agama dan sains. Tidak ada yang tahu pastinya mengenai kapan makhluk hidup menjadi makhluk mati. Namun nalar dan akal manusia tidak sampai puas dengan ketidaktahuan itu. Hingga muncul lah 'pemaksaan' untuk tahu sebagai bentuk pembebasan dari ketidaktahuan itu. Ya, sebuah prediksi atau ramalan mengenai kapan manusia akan mati. Sebuah pemunculan gagasan tentang jarak waktu manusia dapat hidup dengan sebuah istilah yaitu umur.

Dalam menginterpretasikan sebuah kematian, mungkin sudah banyak perbedaan gagasan tentang itu. Terlepas dari itu, anda pun mungkin memiliki pendapat yang berbeda dalam menginterpretasi kutipan diatas. Mengapa kemudian Pramoedya mengatakan "...dan jika umurmu tidak panjang, maka sambunglah dengan tulisan"? Dalam pembacaan saya memang kita pun tak tahu panjang atau pendeknya umur manusia, dan banyak pula generasi yang takut mati, dan generasi yang di mindset untuk mengharapkan umur yang panjang dengan berbagai macam alasannya.

Sebuah tulisan memang tak pernah dikatakan mati setelah dibaca atau sebelum benar-benar dilupakan oleh pembacanya, dalam hal inilah mungkin yang membuat seseorang yang mati secara fisik akan selalu hidup jika dia menuliskan sesuatu yang kemudian dipikirkan oleh orang lain. Seperti penganut Leninisme yang mengabadikan jasad seorang Lenin, dengan sebuah kepercayaan bahwa dengan mengawetkan jasadnya maka suatu saat Lenin akan kembali hidup. Ya suatu saat, bisa jadi saat ini, saat esok, atau saat esoknya.

Sebuah tulisan memang kadang terlihat biasa. Namun ketika sebuah tulisan itu dibaca dan dipikirkan oleh orang lain, mungkin itulah yang dapat menambah umur kita dan membuat hidup seorang penulis yang telah mati. []

Oleh: Gandi Fauzi CH | Denpasar

Saya ingin bercerita dan sedikit berbagi tips tentang memaafkan, hampir setiap harinya, atau bahkan di saat-saat yang tak terduga terkadang ada saja hal-hal yang memancing emosi, sudah pasti menimbulkan kemarahan dalam diri kita.

Belakangan ini pun beberapa teman saya mengeluhkan tentang keadaannya yang seolah di dzalimi  oleh seseorang, “Kak, si anu tuh teganya kaya gitu, sebeell…!!!”, yang terekstrim “Janc******kk, maunya apa tuh orang?!!”, ungkapan dan umpatan demikian rasanya sudah tak asing lagi di telinga, iya atau iya?? Hehe…

Saat ini siapa yang lagi kesel ngamuk, sebel, emosi, pengen bunuh orang, ngacuuung?? Ha..ha..ha.. Baguuus sekali, menandakan anda membutuhkan pertolongan, :lol:

Berbicara tentang konflik, orang-orang inilah yang amat berpotensi menimbulkan konflik, seperti:

1. Suami
2. Istri
3. Orang Tua
4. Anak
5. Mertua
6. Menantu
7. Atasan
8. Bawahan
9. Guru
10. Murid
11. Teman
12. Sahabat
13. Pacar
14. Tetangga
15. Mantan
16. Tambahkan jika ada yang belum saya sebutkan

Okey, sekarang saya ajak Anda untuk bermain sejenak, jawab pertanyaan saya dengan jujur, renungkan…

“Apakah benar mereka yang saya sebutkan di atas, menjadi pemicu konflik dalam hidup Anda?”

Dan

“Bagaimana persisnya tindakan mereka mampu menyakiti Anda?”

Simpan dulu jawabannya, ya…??

Sekarang saya ingin berbicara dengan “Anda” bukan Anda, “Anda” yang saya maksud adalah unconscious Anda, alam bawah sadar Anda, Nafs, Qalbu, part, atau apa pun istilahnya yang bertugas mengkontrol diri Anda, menghebatkan diri dan memotivasi diri…

Sadarkah Anda, siapa yang semakin dirugikan atas kemarahan Anda?? Apakah pelaku yang mendzalimi tadi, orang yang membuat jengkel bukan main tadi?? Jika menjawab ‘Iya’ berarti Anda SALAH, kok bisa??

Begini, manusia bertindak atas 2 respon, internal dan eksternal. Meminjam salah 1 presuposition dalam NLP yang berbunyi “Map is not territory” (Peta bukanlah wilayah), artinya apa pun yang terjadi pada eksternal kita, di luar diri Anda, akan di olah melalui seluruh inderawi kita, baik visualisasi, auditory, kinestestis, dsb. Hasil olahan tersebutlah yang akan menjadi realitas dalam pikiran kita, secara sederhananya sebuah kejadian di luar dapat diartikan berbeda-beda bagi setiap orang.

Nah, bisa dikatakan jika sebenarnya TIDAK ADA YANG MAMPU MEMBUAT ANDA merasa BAHAGIA, MARAH, SEDIH, KECEWA, TANPA IJIN dari DIRI ANDA SENDIRI, that’s it.

Mungkin Anda boleh tidak setuju dengan apa yang saya ungkapkan, tapi cobalah jujur pada diri sendiri, apakah manfaat yang Anda dapat dengan tetap memelihara perasaan tidak nyaman (dendam, marah, dsb, red) itu?? Saya jamin secara perlahan kesehatan Anda akan menurun, dan semakiiiin menurun,.

Well, sekarang saya ingin berbagi beberapa tips yang saya miliki, untuk membuang perasaan tidak nyaman (dendam, marah, dsb.)

Teknik Buang Air Besar

Caranya…??
  1. Saat Anda merasakan ada dorongan ingin buang air besar, niatkan dalam hati bahwa kegiatan pembuangan ini Anda lakukan pula untuk membuang emosi-emosi yang tidak nyaman yang Anda tahan selama ini pada diri Anda.
  2. Ingatlah peristiwa yang membuat Anda tidak nyaman, dan saat ada perasaan yang tidak nyaman muncul, imajinasikan saat Anda merasakan perasaan tersebut alirkan dan satukan dengan kotoran Anda. 
  3. Saat Anda memutuskan menekan kotoran itu keluar, imajinasikan pula Anda pun sedang melepaskan emosi-emosi negatif yang ada dalam diri Anda.
  4. Saat Anda membersihkan kotoran Anda, imajinasikan pula bahwa diri Anda pun sedang membersihkan kotoran batin Anda.
  5. Biasakanlah Anda melakukan hal ini, sehingga setiap Anda melakukan kegiatan Buang Air Besar, ini SAATnya Anda membuang kotoran-kotoran batin Anda.

Teknik Kursi

Fokus dan Rileks kan diri Anda, gunakan imajinasi Anda dalam melakukan teknik ini. Teknik ini tidak dianjurkan untuk wanita terutama Ibu Hamil (biar AMAN),!

Caranya,
  1. Siapkan 3 buah kursi, beri nama Kursi A, Kursi B, dan Kursi C.
  2. Kursi A adalah Anda, Kursi B imajinasikan sebagai tempat duduk orang yang mendzalimi Anda, dan Kursi C adalah orang yang Anda teladani.
  3. Permainan dimulai, duduk di Kursi A dan “masuk” ke dalam diri Anda, ingat kembali kejadian dimana Anda sangat tersakiti, rasakan emosi yang keluar, menangis bila harus menangis, marahlah jika harus marah.
  4. Setelah dirasa emosinya tepat maka EKSPRESIKAN saja perasaan tidak nyaman Anda ke kursi B tadi, kalau harus tendang makan tendang saja kursi itu, bayangkan orang itu ada di kursi B, maki-maki saja sesuka Anda, sampai Anda puas, benar-benar puas, dan cukup.
  5. Jika sudah merasa cukup, lakukan “break state” dengan mengalihkan emosi yang meluap tadi, bisa dengan cara berdiam diri sejenak.
  6. Pindahkan focus Anda ke kursi C, orang yang Anda teladani. Bayangkan dia duduk disana, dan mintalah saran, nasehat yang bisa menenangkan hati Anda.
  7. Jika masih merasa kurang, ulangi step ke 3 dan 4.
  8. Jika sudah merasa LEGA, akhiri dengan BERSYUKUR dan BERDOA.
  9. Kembalikan diri Anda pada kesadaran semula.


Mudahkan…?? Hanya perlu latihan dan latihan, perlu dingat sebaiknya mencari tempat yang sepi untuk teknik Kursi ini, agar tak disangka orang Gila, hahahaha….

Karena orang yang menyakiti Anda sesungguhnya hanya ada di pikiran Anda, buat apa Anda menyiksa diri dengan perasaan tak nyaman? Karena bisa jadi orang yang menyakiti Anda telah lupa dengan perbuatannya.

Terakhir, INGATLAH, bahwa menyimpan dendam, amarah, dsb ibarat berjalan dengan celurit tertancap di perut Anda, akan sangat menyakitkan jika dipertahankan, dan melepasnya pun perlu kehati-hatian.

Ada banyak teknik dan cara untuk mengatasi kemarahan Anda, saya tidak bertanggungjawab atas teknik kedua, karena memang membutuhkan pelatihan secara langsung, lakukan saja Buang Air Besar yang AMAN, :-D

Selamat membebaskan diri Anda,

Terima kasih


Tentang Penulis Tamu:

Nama   : Gandi R. Fauzi
FB       : Gandi R. Fauzi
Twitter : @gandifauzi29
Blog     : http://gandifauzi.com/
Asal      : Denpasar - Bali


****

(Sumber gbr: chocholate-yummy.blogspot.com)



Sebagai orang timur, kadang kita segan untuk berkata “tidak” kepada sahabat atau kerabat. Akibat keseganan itu kita sendiri yang akhirnya rugi dan repot. Oleh karena itu kita harus bisa memilah dan memilih kapan kita harus berkata “ya” dan kapan harus berkata “tidak”.
Berikut diberikan ilustrasi.

Any sedang dikejar deadline suatu pekerjaan. Di tengah-tengah kesibukannya menyelesaikan sebuah laporan yang menguras tenaganya itu tiba-tiba sahabat dekatnya menilpon. Any terlibat dalam suatu pembicaraan remeh-temeh, penuh basa-basi dan canda. Percakapan lewat tilpon itu dilakukannya hampir satu jam. Akibatnya laporan menjadi terbengkalai sehingga Any ditegur oleh atasannya yang sudah sejak tadi menunggunya.


Menghadapi hal tersebut diatas seharusnya Any secara manis berani mengatakan : ” Maaf NiQ, saya sedang ada tugas nich, kapan-kapan kita lanjutkan lagi ya ngobrolnya. Bos sudah bolak-balik nagih je? “.

Dengan cara seperti itu tentu sahabat yang baik akan memakluminya.
Demikian pula jika ada sahabat atau kerabat yang bertandang keruang kerja kita. Jika kita memang sedang sibuk bekerja tak ada salahnya mengatakan ” Maaf ya saya sedang dikejar deadline, lain kali kita bisa bertemu lagi kan “.

Jika mengatakan “tidak” dengan cara yang santun tentu sahabat atau kerabat akan mengerti.  
Tak perlu segan agar kita tak kejatuhan beban.

.


(gb.d/Google)

Ayo Menulis, Menulis dan Menulis
Bunda memilih judul postingan ini "Hindari Kata Terlambat!" karena ingin menorehkan apa yang sedang bunda rasakan sekarang. Sebenarnya bunda belum mempunyai planning untuk mengisi postingan di WB's Blog ini -- mau nulis tentang apa ya? -- namun ya  itu tadi, bunda sedang memikirkan sesuatu yang seharusnya dulu bunda hindari. Apa? Terperangkap dalam  keterlambatan memulai sesuatu yang bersifat positif.

Begini: sudah sejak pertengahan Desember tahun lalu bunda aktif dan asyik bergelut dengan mengikuti lomba/kontes/audisi Menulis, baik di Blog maupun di Notes Facebook. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan hati bunda, namun ada sesuatu yang menggelitik dihati: "Kenapa gak dari dulu aja ya aku mulai menulis?" Kata-kata itu muncul ke permukaan karena setelah mengikuti beberapa kali Audisi Menulis (bukan maksud mau pamer ya, walaupun bukan untuk menyombongkan diri, tapi cuma untuk memperlihatkan kepada para blogger betapa bangganya bunda pada diri sendiri). Ternyata, oh, ternyata bunda masih bisa berkarya. Nah, maksud dari kata bukan untuk menyombongkan diri tadi ialah dari 8x Audisi Menulis, baik cerpen (fiksi/non fiksi) bunda berhasil lolos Audisi untuk 5 Antologi. Alhamdulillah. Yang 3 lagi masih menunggu pengumuman. Do'a-in bunda ya biar Audisi-nya lolos lagi, hehehehehe...

Hindari Kata Terlambat ini bunda tujukan buat para blogger ataupun non-blogger yang kebetulan membaca postingan ini untuk "tidak" menyimpan kata "terlambat" dalam benak terlalu lama. Segeralah lakukan apa yang hendak anda lakukan, kalau memang itu memiliki tujuan yang positif. Positif bagi diri anda sendiri, maupun untuk orang-orang terkasih anda ataupun mereka yang berada di sekaliling anda. Jangan seperti bunda yang telah teramat sangat terlambat untuk memulai "Menulis", itupun karena ada dorongan dari pihak lain. Dan ternyata bunda bisa. Bunda akhirnya mengerti bahwa bunda sebenarnya memiliki hobi menulis sejak tahun 1978, sejak cerpen bunda dimuat di Majalah Femina. Itupun karena berbasiskan fakta. bunda berhasil menulis sebuah cerpen. Setelah itu???? Mandek puluhan tahun. Barulah setelah tahun 2009 bunda berkenalan dengan dunia maya, keinginan untuk menulis mencuat kembali.

Ada penyesalan memang dalam diri bunda, namun siapa yang bisa menyangkal bahwa penyesalan itu memang datangnya "belakangan". Kedatangannya yang belakangan ini bunda sambut dengan semangat yang penuh dan bunda mulailah berprinsip "tiada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik". 

Sejak saat itu (2009) bunda berusaha keras untuk selalu menghindari kata terlambat, dalam segi apa pun. Alhamdulillah bunda ucapkan ke HadiratNya karena bunda sudah mulai melihat titik-titik terang keberhasilan itu di saat-saat bunda sudah berada diambang senja. Tak apa. Mudah-mudahan para blogger yang muda-muda, yang memiliki bakat terpendam dalam menulis.

Ayo, tuangkan, curahkan, jadikan nyata apa yang ada dalam wadah pemikiran kalian agar bisa kita lihat sebuah bukti "bahwa kita bisa!". Jangan pernah menyerah sebelum mulai mencoba dan menyadari bahwa kita bisa. Oke? 

Baru ini Antologi-ku yang terbit. Seneng juga lihat kasil karya dibukukan,
walaupun bukunya rame-rame patah cengkeh, hehehehe...

Keberhasilan bunda dalam mengikuti Audisi Menulis ataupun lomba/kontes/giveaway di blog telah menjeremuskan bunda ke jurang "senang membaca", hehehehehe...... Senangnya bunda karena "terjerumus" ke dalam lubang yang mengasyikkan. Sejak dulu juga bunda suka membaca, tapi tidak segencar sekarang.
(gb.d/google.)

Selamat Menulis, menulis dan menulis. Jangan lupa juga tingkatkan hobi membaca anda, membaca apa saja yang bersifat positif tentunya. Semoga anda semua akan berhasil dalam menulis dan akan lahir Pipiet Senja, Pipiet Senja baru yang tak terhitung jumlahnya. Amin, YRA.

Ketika saya bertugas di Palembang ada seorang anak buah yang baik, disiplin dan rajin bekerja namun golongan dan pangkatnya tak beranjak dari strip merah. Suatu waktu saya panggil dia dan saya tanya apakah dia tidak pernah mengikuti seleksi Secaba (Sekolah Calon Bintara).

”Siap, saya sudah bosan komandan, tiga kali mengikuti test tidak lulus-lulus”, jawab Pratu Rayso (bukan nama sebenarnya)

”Apakah umurmu masih memenuhi syarat jika tahun ini ada test lagi?”, saya tanya.

”Siap masih Komandan“

”Kalau begitu nanti kamu ikut test lagi“

”Siap sudah cukup komandan, biar saja saya dengan pangkat yang ini. Saya sudah bosan ikut testing”

”Kalau tahun ini kamu tidak ikut test, sudah pasti kamu tidak lulus sehingga sampai pensiun kelak kamu akan tetap pada golongan dan pangkat yang sekarang. Tetapi jika kamu ikut test, ada kemungkinan nasibmu akan berubah. Siapa tahu Tuhan memberi rejeki kepadamu. Ini perintah saya, kamu ikut test lagi!!” saya memberi dorongan kepadanya agar mengikuti test Secaba lagi.



 .
Tiga bulan kemudian Pratu Rayso saya panggil dan saya beri hadiah push up 75x. Setelah selesai dan masih dalam nafas yang ngos-ngosan dia saya beritahu : ”Selamat ya, kamu lulus test Secaba. Siapkan dirimu dengan sebaik-baiknya agar di pendidikan nanti kamu bisa mengikutinya dengan lancar dan sukses".

Beberapa tahun kemudian ketika saya berkunjung ke Palembang dia telah berpangkat Sersan Kepala. Pangkat yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Jika waktu itu dia benar-benar tidak mau mengikuti test pangkatnya paling banter Praka.

Sahabat tercinta, 
Banyak orang yang sudah berusaha sekuat tenaga akhirnya menyerah bahkan ketika kesuksesan sudah mengintip dari balik jendela. Oleh karena itu jangan mudah menyerah karena menyerah hanyalah untuk jiwa yang lemah.

*


Tak dapat dipungkiri bahwa persaingan dalam dunia pekerjaan saat ini sungguh sangat luar biasa ketatnya. Para karyawan/pegawai saling berlomba untuk mendapatkan golongan, pangkat dan jabatan yang baik dan tentunya juga mendambakan penghasilan dan fasilitas yang semakin baik pula.

Hal inilah yang mendorong beberapa orang yang nyalinya ciut dan kurang bersabar dalam meniti kariernya berusaha untuk melakukan kegiatan dan acara apapun untuk menggapai cita-cita atau keinginannya tersebut.Tak heran diantara mereka ada yang memakai gaya katak dalam rangka memenangkan persaingan.
Silahkan memperhatikan bagaimana jika sesorang yang sedang berenang menggunakan gaya katak. Kedua belah tangan diatas kepala dengan posisi seolah menyembah, lalu dikibaskannya kesamping agar bia maju dan kedua kakinya menendang kesana-kemari agar laju dirinya semakin cepat.


Tangan menyembah adalah lambang penjilat atau orang yang suka mencari muka kepada atasannya. Apapun ditempuhnya agar atasan senang kepada dirinya. Sayangnya langkah yang ditempuhnya bukan berupa tampilan kinerja yang baik tetapi justeru kadang tak ada kaitannya dengan tugas pokoknya. Mungkin dia memberi upeti atau bahkan menyemir sepatu atasannyapun dia lakukan asal tujuannya tercapai.
Tangan mengibas kesamping melambangkan langkah sesorang yang menyikut atau berusaha menyingkirkan para pesaing yang dianggap akan menghambat laju kariernya. Orang semacam ini tak segan-segan melakukan black campaign atau kampanye hitam untuk menjatuhkan pesaingnya. Kegiatan memfitnah, menyiarkan berita bohong dan adu domba adalah medianya.

Kedua kaki yang menendang kebawah melambangkan tindakan semenap-mena terhadap kalangan bawah. Orang ini tak segan-segan mengeksploitasi bawahannya untuk kemajuan dirinya. Anak buah dibuat tak berdaya dan bekerja setengah mati untuk membantunya sementara itu karier dan kesejahteraannya tak mendapat perhatian yang pantas.

Itulah langkah yang ditempuh orang yang ingin maju sendirian. Rela mengorbankan sahabat dan bawahannya dan mencari muka kepada atasannya. Dia tak perduli dengan sahabat atau bawahannya asal dia sukses. Padahal seandainya kesuksesan itu diraihnya mungkin tak bisa langgeng karena cepat atau lambat akan tergilas oleh mereka-mereka yang bekerja secara profesional dan bermoral.

Upaya untuk mencapai kesuksesan dalam tugas seharusnya ditempuh dengan cara-cara yang profesional dengan mengedepankan kinerja yang baik dan diikuti oleh akhlak yang baik pula. Kesetiaan atau loyalitas yang dibangun juga harus loyalitas timbal balik yaitu kepada atasan, kepada kolega dan kepada bawahan Dengan demikian jika ia sukses maka kesuksesan itu adalah sukses dalam kebersamaan.
Semoga kita senantiasa berada pada jalur yang benar dan diridhoi Tuhan dalam segala pikiran,ucapan dan tindakan kita. Amiin.


Layar kaca kita sekarang penuh berita wanita cantik yang duduk di muka hakim dan penuntut umum. Wanita ini dengan memegang microphone fasih dan nada "polos" menjawab berbagai pertanyaan seputar korupsi yang melibatkan partai sedang berkuasa saat ini: "Tidak yang mulia. Itu bukan percakapan BB saya.  Saya tidak tahu yang mulia sebab baru punya BB baru tahun 2011... dst"
Sounds familiar kan ya? Aku ngakak beberapa kali mendengar jawaban datar si "wajah lugu" ini, suatu malam dalam siaran ulangan sidang pengadilan di TV.
Yah mestinya aku tak tertawa. Wanita ini sedang menghadapi "cobaan" dari yang Kuasa. Orang yang sedang mendapat cobaan tak pantas ditertawakan. Setidaknya begitulah menurut pengakuan dia pada salah satu status Twitternya. Dia sedang dizalimi dan berharap cobaan segera berlalu.
Benar atau tidak dia terlibat korupsi duit negara  puluhan milyar rupiah demi memenangkan seorang kandidat ketua partai, negara tercinta kita ini emang sedang sekarat digerogoti sel kanker  korupsi. Drama wanita cantik serta pendahulunya bernama Nazar yang anak kecil saja sampai tahu saking ngetopnya mereka, hanya sebagian kecil saja dari kasus korupsi yang muncul ke permukaan. Kasus mereka melibatkan duit yang sangat besar namun aku yakin ini cuma puncak dari gunung es. Yang terjadi di bawah permukaan dan tak terliput media jauh lebih besar lagi.
Korupsi Bermula dari Kecil.
Kasus korupsi tidak terjadi begitu saja dan tidak membesar secara tiba-tiba. Seperti halnya pertumbuhan sel kanker, ada waktu proses yang perlu dilalui sampai ke stadium 4-5 seperti sekarang. Mungkin awalnya pemberian hadiah sebagai ucapan terima kasih. Memberi parcel pada hari-hari istimewa atau kasih tips atas suatu pelayanan umum.
Setelah berbagai kebiasaan kecil ini jadi mapan, orang merasa terbiasa mendapat sesuatu secara "cuma-cuma". Mendapat sesuatu cuma-cuma itu ternyata enak. Tugas yang semestinya dilaksanakan sebagai eksekusi tanggung jawab tiba-tiba merasa perlu di hargai oleh materi. Apa lagi hadirnya kekuasaan dan privilege yang dimiliki sedikit orang tapi diinginkan oleh banyak orang. Cukup melakukan pertukaran yang dimediasi materi, kedua belah pihak akan terpuaskan kebutuhannya. Dengan menggunakan kekuasaannya, si penguasa dapat imbalan dari pengingin kekuasaan tersebut untuk melancarakan beberapa urusan yang bermuara pada keuntungan pribadi.
Bila tak ditangani dengan tepat, sel kanker itu mudah menjalar kemana-mana. Sebab pada dasarnya sifat sejati kemanusiaan kita adalah menginginkan yang enak-enak dengan cara yang mudah. Wanita cantik dalam TV itu tak perlu ngumpulin rupiah demi rupiah dari keuntungan jualan gula aren. Cukup melakukan berbagai macam lobby tahu-tahu rekeningnya sudah menggendut dan bisa belanja online sampai milyaran rupiah. Siapa yang tak mau? Siapa tak tergoda?
Berantas Korupsi dari Kecil
Tapi seberapa inginnya kita mendapat yang enak-enak dengan cara yang mudah, melakukan suap tetaplah perbuatan haram. Maka basmilah mereka sejak masih kecil. Yang bersalah dalam perbuatan suap bukan hanya yang menerima tapi juga yang memberi. Beberapa hal kecil yang sering kita lakukan dalam menyuburkan korupsi adalah:
  1. Memberi tips pada petugas PLN atau Telkom atau petugas lain yang sedang menjalankan tugas saat mereka datang untuk memperbaiki kerusakan dirumah kita.
  2. Memberi uang kepada petugas kelurahan agar surat-surat cepat selesai.
  3. Ogah menghadapi sidang tilang karena repot dan memilih membayar di tempat.
Daftarnya bisa jadi sangat panjang. Namun baru segitu yang bisa terpikir olehku saat ini. Satu yang jelas, kita harus membangun kebiasaan agar tak mudah menginginkan segala sesuatu jadi mudah. Jika memang harus menghadapi sidang tilang karena melanggar peraturan rambu lalu lintas, pergilah ke pengadilan. Jangan membayar pak Polisi agar membatalkan surat tilang. Orang lain mungkin tak ada yang tahu, tapi Dia yang tak pernah tidur Diatas Sana, melihat apa yang kita lakukan. Mudah-mudahan dengan terus menerus menyadarkan diri sendiri, kita bisa menulari orang-orang terdekat untuk ikut memerangi korupsi dari level terendah.
Pendapat kawans gimana?
Salam, Evi Bisnisnya gula aren :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.