Latest Post

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #8TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bahasa Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Buku Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Google Question Hub Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali hubungan Imbuhan Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Jakarta Kangen Band Karya Kata Depan di KBBI ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Liburan life Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan relationship Reportase Resensi Buku Resolusi Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni self help SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif tahun baru Teknologi teman Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger

Oleh: Niar Ningrum

Masa kecil adalah masa paling bahagia, dimana dapat bermain dengan riangnya. Waktu masih kecil permainan masih sangat amat sederhana. Mainannya lebih banyak hasil karya sendiri dan dimainkan bersama teman sebaya jadi lebih terasa pertemanannya Permainan layang layang yang menyenangkan sekali.

Permainan masa kecil banyak sekali seperti kelereng, lompat tali, benteng bentengan dan masih banyak lagi.  Masih inget permainan waktu kecil yang terbuat dari bambu kemudian di lem dengan kertas tipis dan diberi benang senar untuk mengudarakan mainan tersebut. Permainan layang layang identik dengan permainan anak cowok tapi anak cewek juga bisa ikutan juga lho, apa lagi untuk membuat layang layangnya mudah sekali.


 Bermain layang layang yuk

Bahan yang disiapkan untuk membuat layang layang :


  • Bambu dengan ukuran 50cm.

  •  Benang senar atau benang jahit.

  • Lem kertas.

  • Pisau.

  • Kertas Minyak.

  • Cat air dan kuas.


Langkah langkah untuk membuat layang layang :

  1.  Bambu yang telah disiapkan dengan ukuran 50cm di belah dengan pisau menjadi 6 bagian,

  2.  Kemudian bambu nya telah dibelah dengan ukuran lebih kecil dan tipis di rapikan supaya serat serat tidak ada lagi.

  3. Setelah itu di ikat ujung dengan ujung dengan benang dan membentuk belah ketupat.

  4.  Bentuk kertas minyak serupa dengan kerangka layang layang

  5. Sebelum di lem di kerangka, kertas minyak di beri gambar dengan cat air untuk mempercantik.

  6. Setelah selesai menggambar dan gambar kering bisa langsung di letakkan kertas minyaknya.

  7. Terakhir diberi benang antara ujung kanan dan kiri sisi dan tengah nya layangan tersebut.

Mudah kan membuat permainan Layang Layang tersebut, bahkan ada lagunya lho seandainya lupa untuk membuat sebuah layangan.

“Kuambil bambu sebatang, kupotong sama panjang, ku raut dan ku ikat dengan benang, ku jadikan layang layang, bermain bernyanyi, bermain layang layang, bermain kubawa ketanah lapang, hati gembira dan riang”

Mari kita lestarikan permainan anak anak yang mengasah kreatifitas dan lebih sehat.


Habis Gelap Terbitlah Terang. Demikian judul buku yang ditulis oleh Raden Adjeng Kartini, pejuang emansipasi wanita Indonesia. Dan kita tak bisa menutup mata terhadap sejarah yang mencatat perjuangan beliau dalam menempatkan kaum wanita pada hak dan kewajiban yang semestinya.

Jangan gelapkan yang sudah terang. Ini bukanlah judul sebuah buku, tapi mungkin akan dituliskan oleh Kartini bila beliau masih hidup di jaman sekarang, dimana emansipasi banyak disalahartikan, juga disalahtempatkan. Emansipasi sering dipahami sebagai sebuah kebebasan yang seolah tidak ada aturan. Sungguh, kebebasan yang kebablasan.

Atas nama seni dan kebebasan berekspresi, beberapa wanita masa kini rela bahkan ada yang bangga dirinya menjadi objek bahkan pelaku pornografi dan juga pornoaksi. Astaghfirulloh. Jika hari ini R.A. Kartini masih hidup, tentu beliau akan menangis sedih melihat degradasi moral kaumnya yang tragis. Benar-benar membuat miris.
Pria dan wanita mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Dalam hal tertentu memang iya, tapi dalam beberapa hal lainnya, tetap ada perbedaan antara pria dan wanita, baik hak maupun kewajibannya.

Dalam hal pendidikan, pria maupun wanita memiliki hak yang sama untuk mendapatkannya. Bahkan Islam bukan hanya memandang ini sebagai hak, tapi kewajiban. Di berbagai riwayat, dapat kita temukan hadist yang menyebutkan kewajiban setiap muslim ( laki-laki dan perempuan ) menuntut ilmu, sejak masih dalam buaian hingga masuk dalam kuburan. Mengapa? Jawabannya ada pada hadist nabi lainnya, "Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya ; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) diakhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang meginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula". (HR.Bukhari dan Muslim)

Jadi apa yang dulu R.A. Kartini perjuangkan adalah hal yang benar dan mulia. Tidak semestinya kaum wanita diperlakukan beda dalam hal mendapatkan pendidikan. Dan hasil perjuangan beliau sangat dirasakan sekali oleh kaum wanita masa kini. Berbagai prestasi, baik dalam bidang pendidikan maupun pekerjaan bukan lagi mutlak milik kaum pria. Banyak kaum wanita yang mampu menunjukan prestasi cemerlang melebihi laki-laki. Dan ini tidak masalah, tidak pula dilarang.

Yang menjadi masalah adalah ketika ada yang menuntuk haknya ( dengan dalih emansipasi ) tapi melupakan fitrahnya ataupun melalaikan kewajibannya sebagai perempuan.

Apapun prestasi di luar rumah, seorang istri tetap berkewajiban mengurus rumah tangganya. Apapun prestasi akademik yang dimilikinya, seorang istri harus tetap hormat dan patuh pada suami ( sepanjang dalam hal kebaikan dan kebenaran ). Setinggi apapun karir yang diraihnya, seorang ibu bertanggung jawab terhadap anak-anaknya. Seorang anak wajib berbakti pada orang tuanya.

Prestasi dalam pendidikan maupun pekerjaan tidak serta merta merubah fitrah seorang perempuan. Tidak pula menggugurkan kewajibannya terhadap keluarga, masyarakat dan juga negaranya. Emansipasi boleh jadi memberikan hak tapi tidak menghilangkan kewajiban seorang wanita. Ini yang terkadang kurang dipahami dengan baik oleh beberapa wanita masa kini. Bersenjatakan satu kata yaitu emansipasi ditambah lagi hak asasi, mereka beranggapan pria dan wanita sama, dalam segala hal, segala perkara. Tapi anehnya, ketika mereka terpojok, keluarlah senjata pamungkasnya “Saya ini kan wanita, jangan disamakan dengan pria!

Majulah wahai saudari-saudariku, gunakan hak-hakmu untuk meraih mimpi dan cita-citamu tanpa harus mengabaikan fitrahmu, melalaikan kewajibanmu. Kartini, dengan perjuangannya, telah memberikan cahaya terang bagi kaummu, karenanya jangan gelapkan lagi yang sudah terang dengan perilaku burukmu. Kartini berjuang untuk meninggikan derajatmu, mendapatkan hak-hakmu, bukan untuk melawan kodratmu, bukan pula menghapus kewajibanmu. Jagalah terang yang telah Kartini persembahkan agar tetap bercahaya. Jangan biarkan nafsu mengembalikanmu pada kegelapan yang gulita.

*gambar dipinjam dari http://paoir.wordpress.com/
Tweet


Hari ini 21 April, 
bertepatan dengan Hari Kartini.
*hari yang special mejenk pake kebaya*

Wahai emakk-emak, calon emak, Oma, Nenek, Tante,  Ade-ade dan para wanita Indonesia..

Selamat Hari Kartini..



Ingin bercerita tentang Kartini Kartini masa kini. 

Tidak dapat di pungkiri lagi dengan lahirnya Kartini  lahir pula emansipasi wanita. Kartini menginginkan  wanita   harus bisa mandiri dan berdiri sejajar dengan kaum pria dalam segala hal baik itu dalam hak dan kewajiban,kebebasan berpendapat,pendidikan dan pekerjaan.

Lalu, bagaimana hasil dari perjuangan Kartini dalam kehidupan sekarang ? Coba perhatikan lingkungan di sekitar kita, kaum wanita belum sepenuhnya bisa mewujudkan cita-cita Kartini. 

Memang cukup banyak wanita yang saat ini telah mandiri, memperoleh pendidikan tinggi, dan sukses meniti karir.
Tapi, tidak sedikit pula wanita yang masih berada dalam posisi yang sangat mengkhawatirkan yaitu mereka yang menjadi korban pelecehan seksual, korban penjualan perempuan, korban kekerasan dalam rumah tangga dan masih banyak lagi.

Yuk mari buat wanita Indonesia agar  bangkit, kita raih kemandirian untuk memperjuangkan hak yang  setara dengan pria, tapi bukan berarti kita menyepelekan dan memandang rendah apalagi seolah-olah tidak membutuhkan peran laki-laki.

Kembali lagi ke fitrahnya , Pria dengan segala kekuatannya, kemampuannya dan ketegasannya sangat mengedepankan logika, sedangkan wanita dengan kelembutannya dan kasih sayangnya mengandalkan perasaannya. 
Dengan demikian, pria adalah pasangan wanita dan wanita adalah pasangan pria, sudah menjadi kodratnya Allah  menciptakan keduanya untuk saling membutuhkan satu sama lain, saling menghormati, dan menghargai.

So..Wanita Indonesia ayo bangkiit..
Smangat berkarya

Salam.

Penulis
Oleh: Indra Kusuma Sejati

Memasuki masa liburan yang sebentar lagi akan tiba pada bulan Mei hingga Agustus ini, tidak salahnya bila penulis berbagi beberapa tips untuk berlibur tanpa membuat kita semakin stres menghadapi hal seperti mengatur keuangan dan waktu. Apalagi bila sudah menyangkut dengan keluarga.

Ayah, ibu, anak merupakan bagian dari sebuah keluarga kecil. idealnya jika anak yang dimiliki satu putra dan satu putri, hal ini merupakan gambaran keluarga harmonis nan manis. Mungkjn hal ini sedikit merepotkan bila berlibur bersama keluarga. Namun, hal ini akan sangat menyenangkan hati kita sekeluarga.



Dari variasi jenis wisata, dari yang dalam katagori "aman" untuk si kecil, sampai yang memerlukan kekompakan orangtua dan anak. Hal paling awal yang teringat selalu dalam ingatan penulis adalah ketika harus membantu menyeret koper si kecil, sementara koper kita pun tidak kalah heboh akan ukurannya. terutama berpergian dalam jangka waktu lebih dari 3 hari. Di sinilah kita memerlukan kejelian dalam mengatur barang bawaan kita. karena tidak ada yang lebih membahagiakan dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat di dalam keluarga.

Nah sahabat, ijinkanlah penulis untuk berbagi tips pengalaman liburan berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa rekan dalam mengisi liburan bersama anak-anak kita pada saat liburan tiba.

  1. Rencanakan kegiatan liburan persis seperti perencanaan kebutuhan keluarga. Berusaha selalu untuk melakukannya dan berupaya mendapatkan semua yang terbaik, mulai dari tempat duduk dalam penerbangan, hotel, dan ruangan penginapan yang tersedia.
  2. Resor yang terbaik untuk keluarga bergantung pada usia putra-putri kita dan kepentingan setiap anggota keluarga. mulailah dengan mencatat kebutuhan dan keinginan kita beserta seluruh anggota keluarga lainnya.
  3. Cari tempat liburan yang memiliki kriteria sesuai kebutuhan. Banyak orangtua yang berpikir bahwa mereka harus mengorbankan waktu liburan mereka dan memberikan sepenuhnya pada anak-anak. Banyak resor yang menawarkan fasilitas yang cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa.
  4. Pertimbangkanlah tujuan yang menawarkan berbagai pilihan bagi semua orang dalam keluarga. Mungkin saja putra-putri kita bosan pergi ke kolam renang yang sama setiap mingaunya. Dan juga bosan dengan menu makannya yang selalu sama.
  5. Gunakanlah fasilitas pada telepon selular kita seperti GPS dalam menanggulangi keadaan darurat, misalnya dalam keadaan tersesat.
  6. Ciptakanlah suasana nyaman selam berkendaraan. Dan Aturlah tempat duduk bayi, ransel anak,dan lain-lain.
  7. Lakukanlah permainan yang seru dan menyenangkan bersama putra-putri kita, atau kita juga dapat membawa mainan yang digemari anak-anak kita.
  8. Selalu membawa perlengkapan P3K, cukup yang sederhana. Misalnya perban, alkohol, minyak kayu putih, tabir surya, serta semprotan untuk serangga.
  9. Pastikan semua anggota keluarga mengemukakan pendapatnya sebelum menetapkan tanggal. Ajak anak kita menjadi bagian dari proses perencanaan sejak awal. Dan mintalah pendapat mereka dalam menentukan tujuan wisata Dan berilah tantangan sekaligus tanggung jawab kepada mereka, sehingga mengurangi keinginan mereka yang selalu berubah-ubah pada hari H.
  10. Siasati waktu liburan kita dengan membawa bekal dan tidak bermalam.
  11. Dengan mengarahkan putra-putri kita untuk menulis sebuah tulisan pengalaman berpergian mereka. Hal ini dapat membantu untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas, mereka dapat mengambil pelajaran dari perjalanan yang dilakukan dan mengingatnya sebagai kenangan yang memberikan kesan.
  12. Carilah informasi mengenai obyek-obyek wisata yang akan dikunjungi apa saja yang ada di sana, yang bisa dilakukan, dan informasi lain yang diperlukan. Dengan demikian, kita dapat menyiapkan keperluan keperluan kita selama berada di tempat tersebut

Semoga saja hal ini dapat membantu rekan-rekan dalam menghadapi liburan panjang di pertengahan tahun ini. Dan kita akan lebih dapat menikmati perjalanan liburan bersama keluarga kita.


Salam,


Blog    : 
  1. Ejawantah's Blog 
  2. Masa Tour
FB       : Indra Kusuma Sejati
Twitter : R. Indra Kusuma

Oleh: Evi Indrawanto 

Rumah Beratap Ijuk

Pohon aren (arenga pinnata) sama seperti kelapa, seluruh bagian dari batangnya bermanfaat secara ekonomi. Mulai dari batang untuk bahan bangunan dan seni, daun, buah, bunga (mayang), dan ijuk sudah lama digunakan nenek moyang kita sebagai penunjang  kehidupan. Pohon ini sangat berpotensi sebagai komoditi ekspor, bisa berperan sebagai penyuplai energi dan melestarikan lingkungan. Nah salah satu produk aren yang akan saya bahas disini adalah ijuk, serat alami yang menempel di ketiak batang.

Kalau ada yang merasa bahwa pohon aren itu seram, penyebabnya adalah serabut warna hitam ini. Tumbuh di Dikenal dengan berbagai nama : Ijuk, Injuk, Juk dan Duk. Apa lagi setelah pohon berumur lima tahun, ijuk yang tadinya rapi terlipat dibawah ketiak sekarang mulai terlihat berantakan. Terburai kesana-kemari yang membuat pemandangan jadi tak sedap. Belum lagi  ijuk kemudian jadi sarang cendawan, bakteri dan tumpangan tanaman liar seperti angrek dan suplir, lengkaplah syarat mengapa orang tak begitu suka aren tumbuh berdekatan dari rumah.

Seribu Kegunaan

Ijuk sendiri adalah serat alami berkarakter kuat, lentur dan tahan terhadap kelembaban dan air asin. Itu yang membuat ijuk bagus dijadikan tali untuk mengikat bagian-bagian tertentu dari badan kapal atau perahu. Sapu ijuk sudah terkenal. Serat ijuk yang tak terpakai untuk sapu dan tali (kakaban) dipakai untuk bangunan tanggul dan dinding tembok pengairan agar memegang bahan-bahan organik yang merembes bersama air. Semakin lama tumpukan bahan organik semakin banyak yang membuat perekatan antar batu semakin erat.

Dari artikel disini, saya lihat bahkan ijuk digunakan juga sebagai perisai reaksi nuklir.  Jadi kalau suatu saat pemerintah jadi juga membuat pembangkit listrik bertenaga nuklir, pasaran ijuk pasti meningkat :)

Ngakab-Menyisir Ijuk

Mengolah Ijuk

Memanfaatkan ijuk dimulai dari memanennya dari batang aren yang sudah berumur lima tahun. Dengan sebatang tangga bambu panjang yang diberi lubang-lubang, ijuk yang sudah di lepas lidi-lidinya mulai dicongkel dengan parang agar terlepas dari batang. Setelah itu di bawa ke tempat pengolahan untuk nanti di sisir menggunakan kawat baja runcing yang dipakukan pada sebatang kayu. Gunanya selain membersih, agar serat-serat tertata rapi dan bisa dipisahkan besar dan panjang serat. Kemudian di jemur dan setelah kering baru diikat seperti cemara (bahan sanggul) ibu-ibu jaman dulu. Orang Sunda menyebut pekerjaan ini sebagai Ngakab.

Potensi Ijuk sebagai Komoditi Ekspor

Setelah ijuk sortir dan diikat menurut panjang masing-masing sekarang bentuknya seperti batang tebu. Maka disebut tebuan. Mutunya ditandai secara abjad. Grade A untuk serat yang panjangnya 30-40 cm. Grade B : 40-50 cm. Grade C : 50-75 cm. Grade D : 75-90 cm. Grade E : 90-120 cm.

Di luar negeri serat pohon aren ini kurang lebih sama kegunaannya di dalam negeri yakni akan dipintal untuk membuat tali kapal.Seperti telah disebut diatas serat ijuk tahan terhadap daya rusak air garam. Ijuk juga digunakan untuk atap bangunan yang menampilkan unsur alami dan ramah lingkungan. Selain tentu juga di gunakan untuk memenuhi keperluan pertanian dan rumah tangga.

Salam,

-- Evi


Seorang karyawan yang kurang sukses mengeluh karena sudah merasa bekerja mati-matian ternyata prestasinya biasa-biasa saja.Tak segan-segan dia  menyalahkan orang lain sebagai pihak yang dianggap menghambat kariernya. Bahkan pada kondisi tertentu kadang dia tega menjadikan Tuhan sebagai tersangka dengan melemparkan sangkaan: ” Sepertinya Tuhan tak berpihak kepada saya ”. 

Kurang suksesnya seorang karyawan sebenarnya disebabkan karena kurang dekatnya yang bersangkutan dengan mereka yang jumlahnya ada empat.

1.Kurang dekat dengan Tuhan sehingga hidupnya mudah terombang-ambing, kurang terarah dan mudah frustrasi. Dia memang seorang pekerja keras namun sayangnya tak mau mengingat Tuhannya. Oleh karena itu dalam setiap gerak langkah dalam kegiatan perlu kiranya dibarengi dengan berdoa dan dilandasi niat yang lurus yaitu bekerja untuk ibadah. Pendekatan kepada Tuhan harus dilakukan kapan saja,dimana saja dan dalam keadaan apa saja. 
Ingat lagu Bimbo "..aku dekat Engkau dekat, aku jauh Engkau jauh..."

Jika anda ingin naik pangkat kemudian bergegas sowan kepada "orang pintar" sambil mundhuk-mundhuk membawa 7 ayam putih telurnya hitam, kembang 7 warna dari 7 taman di Nusantara dan 7 botol air putih dari 7 sumur terkenal serta menyerahkan 7 handphone model terbaru dari 7 merk paling ngetop maka anda akan pusing 7 keliling.



2. Kurang dekat dengan pimpinan, sehingga kurang bisa menyerap kehendak atau keinginan atasan. Dekat dengan pimpinan bukan berarti harus ngathok, menjilat atau mencari muka tetapi bagaimanapun juga hubungan antar manusia tetap harus dikembangkan secara baik. Mendekat kepada atasan tak perlu membawa gorengan rempeyek kacang atau gorengan tempe-tahu untuk isteri bos.Dekati atasan dengan kinerja yang bagus dan bersilaturahmi secara proporsional. 
Jika atasan bertanya : " Dimana rumah Komandan BlogCamp Group? ", kemudian dengan enteng anda menjawab : " Tidak tahu,Pak " berarti anda bukan staf yang cerdas. Gantilah jawaban anda tersebut dengan kalimat : " Saya belum tahu tetapi mohon waktu untuk mencari alamatnya. Hasilnya akan saya laporkan pada kesempatan pertama ".

.



3. Kurang dekat dengan teman, sehingga dukungan dari teman kurang maksimal. Teman bisa mempromosikan prestasi kerja kita dan sebaliknya mereka dapat menjungkir-balikkan nasib kita. Dengan teman sekantor kita bersaing secara sehat, koordinasi dan komunikasi secara harmonis bukan saling menjatuhkan dan sikut-sikutan.

4. Kurang dekat dengan bawahan sehingga kurang bisa memanfaatkan potensi mereka. Tak ada manusia sukses tanpa dukungan orang lain. Jika kita memiliki anak buah maka merekalah yang akan membantu kita dalam meraih prestasi yang baik. Anak buah bukanlah manusia yang layak kita peras tenaga dan pikirannya habis-habisan tetapi juga manusia biasa yang juga perlu kita "manusiakan". Sebuah tepukan di pundak bawahan dan kalimat " Bagaimana keadaan si kecil, sudah sembuh ?", bukanlah hal yang sulit dilakukan tetapi dampaknya sungguh dahsyat.

Khusus poin 2 sampai 4 tampaknya sederhana namun loyalitas timbal balik dengan atasan, sahabat dan bawahan memang perlu ditumbuh-suburkan secara wajar dan proporsional.
.

 Salam

Abdul Cholik

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.