Articles by "Warga WB"

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #8TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bahasa Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Buku Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Google Question Hub Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali hubungan Imbuhan Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Jakarta Kangen Band Karya Kata Depan di KBBI ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Liburan life Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan relationship Reportase Resensi Buku Resolusi Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni self help SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif tahun baru Teknologi teman Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger
Showing posts with label Warga WB. Show all posts

Kiat Menulis Postingan Blog

Kiat Menulis Postingan Blog - Vandy Achmad Romadhon

Ketika pertama kali melihat salah satu tulisan di blognya mendapat sebuah komentar, hal yang terpikirkan olehnya adalah meloncat kegirangan macam orang menang undian. Seketika dia merasa keren, ya meskipun komentar yang masuk hanya berisi “Nice Info, Gan!”, tetap saja dia merasa bangga setengah mati. Terlihat norak, namun peduli setan. Namanya juga komentar pertama, bukankah sesuatu hal yang pertama itu mendebarkan, menyenangkan, dan tak terlupakan?

Dulu dia sempat tertawa melihat orang-orang dengan begitu noraknya menulis curahan hatinya dalam buku diarinya. Semenjak masuk kuliah pun tetap sama, dia masih tak habis pikir sama mereka yang suka berbagi curhatan, waktu itu buku diari sudah kehilangan eksistensinya, dan tergantikan dengan blog, blogspot, wordpress, dan sebagainya. Belum lagi dengan noraknya, banyak dari mereka menampilkan header blog dengan widget yang beraneka rupa, mulai dari widget salju, semut di pojokan, sampai burung biru yang bolak-balik tak karuan, mengikuti arus gerakan. Tak jelas, labil, alay, norak, namun di kolom komentar banyak orang yang berkomentar. Dia pun heran. Kok bisa begitu ya?

Esoknya, dia ikutan membuat blog, dan isinya jauh lebih norak daripada blog ternorak sekali pun. Di pojokan ada widget jam, belum lagi tambahan pemutar musik yang mengagetkan, dan tentu saja ada burung biru yang dia bebaskan di blognya, sebagai penjaga keamanan, katanya. Betapa bodohnya, bagaikan menelan ludah sendiri. Dulu mengatai, eh sekarang malah mengikuti. Tapi sayangnya, sampai seberapa lama, tiada satu komentar pun yang mampir ke blognya. Aha! Mampus! Kawus!

Ya mau bagaimana lagi, dia tidak tahu caranya bagaimana menulis postingan blog yang baik dan benar. Dia biarkan saja. Hampir mayoritas tulisan awalnya di blognya berisi tugas-tugas kuliahnya. Itu-itu saja terus sampai Negara Air jualan galon isi ulang. Memang benar kata seorang temannya, “Terkadang suatu keisengan bisa membawa perubahan besar untuk hidup”. Ketika sedang berselancar di linimasa, dia melihat temannya itu me-retweet suatu postingan dari sebuah warung, bernama Warung Blogger.

Awalnya dia heran dengan perkembangan teknologi yang sedemikian majunya, sampai-sampai ada warung yang punya akun twitter. Lalu dia iseng mengintip, membaca setiap kultwitnya yang mayoritas masih berisi retweet postingan blog orang lain, dan heran melihat banyaknya komentar yang didapat dari salah satu orang yang memasarkan tulisannya di Warung Blogger ini. Padahal itu tulisan isinya tak beda jauh dengan tulisan di blognya, hanya berisi curhatan, tapi kenapa jumlah komentar yang masuk di blognya lebih banyak dari jumlah komentar di blognya?

Dari sini dia berpikir, betapa menghiburnya hal-hal sepele di dunia ini. Terlebih lagi, dengan hanya bermodal tulisan penuh curhatan saja, sudah bisa jadi blogger hits, blognya banyak dikunjungi oleh ribuan orang, dengan puluhan komentar yang tertinggal. Betapa menyenangkannya, jika dia sendiri yang mengalaminya. Maka terjadilah titik balik, dia mulai berubah arus, mulai merubah rencana, dan mulai menyiapkan strategi untuk menjaring pengunjung dan jumlah komentar. Dia percaya, dengan idiom “Banyak anak banyak rezeki, banyak pengunjung yang datang, maka akan banyak komentar yang masuk.” Semakin terang cahaya lampu, semakin banyak laron yang mendekat. Begitulah dasarnya.

Lalu, Bagaimana caranya untuk mewujudkan semuanya? Seketika dia menghubungi kantor Camat terdekat untuk meminta bantuan membuat blueprint rencananya. Dengan persetujuan Bapak Bupati dan anak gadis beliau yang manis, beginilah isi blueprint-nya:

Gabung ke Komunitas Blogger

“Bagaimana mungkin kau akan dikenal, jika kau sendiri tidak dikenal?” Banyak teman, banyak rezeki. Sekiranya dia lalu mengikuti idiom tersebut, dan menerapkannya dalam kehidupan perblogerannya. Dimulai dengan bergabung dalam Komunitas Warung Blogger (warung yang sempat dia kira sebagai warung kelontong itu), lalu bergabung pada komunitas blogger di kotanya--ternyata di kotanya pun sudah ada komunitas bloggernya. Dan dia baru tahu. Duh, Nak, selama ini kamu ke mana saja?

Ya meskipun tulisannya masih berupa curhat-curhat alay, namun ternyata angin baik mulai datang berembus ke arahnya. Dimulai dari komentar pertama “Nice Info, Gan!” perlahan namun pasti, setiap kali dia menulis tulisan baru, minimal tiga sampai lima orang berkomentar. Tak tergambarkan betapa girangnya dia, sampai-sampai dia mengutip salah satu petuah yang tertulis dalam kitab suci “Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?”. Versinya dia, semua diganti jadi “Nikmat Ngeblog mana yang kau dustakan?” Aih senangnya!

Perbanyak Blogwalking

Awalnya dia masih tidak tahu tentang betapa pentingnya arti blogwalking bagi kelangsungan hidup blognya. Pada minggu-minggu awal, dia masih bebal dan sombong, sering menulis dan banyak mendapatkan komentar, namun dia sendiri jarang untuk berkunjung balik ke blog pemberi komentar. Ya terjadilah, tak sampai sebulan, jumlah komentar yang masuk jatuh sejatuh-jatuhnya, dan hampir tidak ada sama sekali. Betapa mirisnya, sekiranya dia betapa mudahnya ngeblog itu, eh ternyata dia tertabok oleh kesombongannya sendiri. Yeah!

Lagi, dan sekali lagi, dia pun merubah jalan perblogerannya. Dia tak lagi sombong, dan pelit dalam berkunjung. Dia mulai rutin berkunjung ke banyak blog. Jika dihitung secara rata-rata per harinya dia bisa berkunjung minimal ke lima puluh alamat blog yang berbeda, ya meskipun yang balik berkomentar di blognya dia, itu jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Dia tabah, dia ikhlas, sekali lagi, dia rela serela-relanya. Tapi memang benar kata neneknya di New York sana  “You reap what you sow!” sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Perlahan tapi pasti blognya dia semakin dikenal banyak orang. Yang dulunya jumlah pengunjung hanya sejumlah jari di tangannya, kini melonjak menembus angka ratusan bahkan ribuan. Dan itu berbanding lurus dengan semakin banyaknya jumlah komentar yang masuk. Aih sedapnya.

Perbanyak Berlatih Menulis

Semakin hari, semakin berkurang jumlah komentar yang masuk. Hal ini dikarenakan betapa monotonnya tema tulisan yang dia garap dalam blognya. Jika bukan tulisan curhatan ya tulisan berupa tugas kuliah, membosankan sekali! Sampai suatu ketika dia mendapat tabokan seorang kawan, dia berkomentar “Toh ya blogmu kuwi isine ojo curhat wae. Alay ngerti rak? Eling umur! (Toh ya blogmu itu isinya jangan curhatan saja. Alay tau gak?! Ingat umur!” Perbanyak latihan nulis!

Tiada hal yang instan di dunia ini, bahkan sekiranya mie instan pun harus direbus dahulu, agar nikmat memakannya. Begitu juga dengan menulis, untuk menulis lancar dibutuhkan banyak latihan. Lalu dia habiskan lebih banyak menulis dari biasanya. Dia tuliskan apa saja yang ada di pikirannya, mulai dari tulisan tentang kisah cintanya, sampai tulisan tentang bagaimana menulis proporsal tugas akhir yang baik dan benar, hampir segalanya dia tulis. Ya meskipun hanya sedikit saja yang dia posting di blognya, ternyata rasa malu karena ditegur kawannya dulu, masih begitu membekas di hatinya.

Tapi ya sejauh mata memandang langit saja, mata pun pasti akan bosan juga. Semakin banyak menulis, dia semakin kehabisan ide mau menulis apalagi. Semakin banyak kehabisan kata-kata, semakin lelah dalam menulis. Dan kembali, teguran datang dari kawannya yang perhatian (tapi sayangnya dia cowok)  “Mbok ya tulisanmu kuwi ojo kaku nemen toh ya? Kuwi tulisan, udu kanebo, dadi yo ojo kaku-kaku! Diakeh maca buku, ben kebukak kuwe pikiranmu.” (Mbok ya tulisanmu itu jangan kaku-kaku amat toh ya? Itu tulisan bukan kanebo, jadi ya jangan terlalu kaku. Perbanyak baca buku, biar terbuka itu pikiranmu.)

Perbanyak Membaca Buku

Seorang penulis best-seller pernah berkata “Penulis yang bagus adalah pembaca yang rakus”. Rakus dalam hal ini tentu saja memiliki arti banyak membaca buku, memamah banyak buku, membaca banyak buku. Dan dia pun mengikuti caranya. Jika dulu berkunjung ke perpustakaan kampus hanya sekali dalam sebulan, kini dalam sepekan dia datang rutin datang lima hari kerja. Ya meskipun dia datang ke perpustakaan hanya untuk mencari koneksi gratis, membaca buku hanyalah topeng penyamaran semata. Oalah tambeng!

Suatu hari, dia terjebak di perpustakaan berdua saja dengan penjaga perpustakaan, di luar hujan deras, di dalam listrik mati, koneksi internet terputus sedari pagi, gawai mati, dan dia bosan setengah mati. Ditunggu sedari tadi, hujan tak kunjung berhenti, sembari menunggu waktu dia iseng berjalan maju mundur cantik ke arah tumpukan buku. Lalu dia mulai membaca buku pertama (yang nantinya akan dipinjamnya) Dasar-dasar Ilmu Politiknya Miriam Budiarjo, edisi cetakan tahun 1986. Dia baca, baca, baca, sampai habis bukunya, tapi dianya tetap tidak paham sama isi bukunya. Owalah gondes!

Namun secara tidak sadar, setitik bara api kesadaran membaca mulai berpijar di dalam pikirannya. Semenjak itu, segalanya berbanding terbalik, jika dulu ke perpustakaan mencari koneksi internet gratis, saat itu juga berganti mencari buku bacaan gratis. Witing tresno jalaran soko kulino. Cinta datang karena terbiasa. Semenjak itu membaca buku adalah hal yang tak bisa dipisahkan darinya. Ya meskipun tak ada korelasi positif dalam perkembangan nilai kuliahnya, toh dia tetap banyak membaca pula. Tak peduli dimanapun dia berada, dia akan sempatkan untuk membaca buku yang dia bawa.

Ya semua adalah proses yang dia tempuh untuk menjadi seperti sekarang. Membaca buku ternyata memberi dampak yang begitu besar dalam kegiatan menulisnya. Jika dulu dia gampang kehabisan kata-kata, maka kini dia gampang kehabisan buku-buku yang dia baca. Dalam proses menulis tugas akhir, ternyata manfaat dari membaca begitu banyak yang dia rasakan, mulai dari menulis yang terasa begitu lancar, sampai ketika sidang ujian kelulusan dia dengan mudahnya berkelit dan banyak memberi alasan yang logis seputar pertanyaan yang ditanyakan dosen pembimbingnya.

Ya begitulah, metode-metode yang dia gunakan dalam menulis postingan blog yang baik dan benar.Semuanya telah berproses sedari dulu sampai sekarang. Sampai saat ini pun, di sela-sela kesibukannya sebagai tenaga kontrak di salah satu Percetakan di suatu kota, dia masih rutin menulis di blog pribadinya. Dan semua hasil tulisannya bisa dilihat secara langsung di sastraananta.com.


Pernah merasakan sakitnya patah hati? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkannya? Ketika patah hati oleh seseorang yang 'benar-benar dicintai' rasanya sulit sekali luka itu mengering. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kan. Berikut 12 cara menyembuhkan patah hati ala penulis gila kerja: 
       
       1. Berlawanan dengan cara beberapa orang yang mungkin akan dengan senang hati pamer pada Anda bahwa mereka (sok) kuat karena bisa cepat move on, langkah pertama yang harus Anda ambil adalah: akui masalah. Jujurlah pada diri sendiri bahwa ya, Anda patah hati. Sakit itu benar-benar ada ‘di sini’ (*sambil menunjuk dada – dan mungkin juga kepala, bila sampai pakai acara pusing segala!*) 
     Sayangnya, tidak semua orang di dunia ini akan (selalu) mengerti masalah Anda, jadi tidak perlulah ‘diumbar’ kepada sejuta umat, meski ada social media segala. Walaupun ada beberapa teman dekat yang bisa jadi tempat curhat, tetap jangan sering-sering juga membanjiri telinga mereka dengan cerita sedih yang sama. Bukan apa-apa, Anda pasti juga eneg ‘kan, bila selalu disuguhi cerita yang sama? Kecuali bila Anda terapis andal.

      2. Banyak-banyak berdoa. Ya, maaf. Ini harusnya memang di urutan pertama.
      Caranya? Terserah agama dan kepercayaan masing-masing.

     3.  Puas-puasin deh melampiaskan emosi–selama masih dalam takaran wajar dan cara yang sehat. Mau menangis pas lagi sendirian di kamar? Silakan. Sambil dengerin lagu-lagu mellow atau yang heavy metal sekalian? (‘Kan tergantung selera masing-masing.) Tidak ada yang melarang. Kalau sampai ada, cuekin saja. Memangnya siapa mereka? Suka-suka Anda, dong!
Mau pakai acara banting-banting barang atau “pecahkan saja gelasnya, biar ramai...biar gaduh sampai mengaduh” kayak puisinya Rangga yang dibacakan Cinta? Jangan. Selain berisik dan asli bisa ganggu orang sekitar, ada kemungkinan besar Anda akan menyesal saat menyadari bahwa ternyata Anda masih membutuhkan barang-barang tersebut, namun sayangnya sudah terlanjur Anda pecahkan semua. Nah, lho.

      4. Lakukan selective hearing dan sharing. 
     Meski sedang sangat haus akan perhatian, pengertian, dan dukungan–ada baiknya Anda tidak bercerita kepada sembarang orang. (Darimana Anda bisa tahu? Maaf, saya sendiri juga bukan ahli nujum. Selamat berburu.) Selain tidak/belum tentu semua orang akan mengerti masalah Anda, kemungkinan terburuk adalah Anda yang malah akan disalahkan. “Cewek/cowok kayak gitu kok, diharapin.” Atau: “Sudahlah, masih banyak ikan di laut ini.” (Padahal, jelas-jelas Anda maunya sama orang, bukan ikan!)
Meski dalam hal ini kebetulan memang Anda yang salah, yakin Anda mau mendengar omelan mereka? Apa gunanya coba? Sudah kejadian. (Dengan catatan: Anda cukup dewasa dan berbesar hati untuk mengakui bahwa Anda manusia biasa yang banyak salah, bukan selalu bertingkah seperti korban tak berdaya.)

     5. Saatnya libur jadi ‘orang dewasa dengan segudang problema/drama’. 
    Sediakan sehari dimana Anda bisa (pura-pura) jadi anak-anak lagi. Mau nonton film kartun, baca buku cerita anak, main sama keponakan yang masih kecil, menggambar, terserah. Percaya atau tidak, cara ini cukup ampuh mengusir stres dan bikin rileks, dengan catatan: tidak keterusan dan tidak dilakukan saat jam kerja, kecuali ingin atasan mengirim Anda ke ahli jiwa atau meminta Anda berhenti bekerja–atau malah keduanya!

     6.  Sibukkan diri Anda dengan berbagai kegiatan yang lebih berguna. Kalau bisa, sampai Anda tidak punya waktu lagi untuk memikirkan si penyebab patah hati. Kerja kek, nongkrong dengan teman-teman (semoga nggak ada yang menyinggung-nyinggung ‘sosok itu’), berkumpul dengan keluarga (semoga nggak ada yang ribut bertanya kapan Anda akan berhenti melajang dan segera menikah sesuai harapan mereka), dan mengerjakan hobi. (Ya, terutama menulis.)

     7. Mungkin Anda bukan tipe yang banyak bicara atau tukang curhat, tapi biarkanlah karya Anda yang ‘berbicara’. Mau melukis, menari, menyanyi, menulis puisi, cerpen, novel, atau artikel semacam ini? Terserah. Mau ada yang mengejek Anda sebagai sosok cengeng atau kayak Taylor Swift yang hobi menyindir mantan lewat lagu-lagu ciptaannya? Aminkan saja untuk ejekan terakhir, siapa tahu Anda beneran bisa jadi ngetop dan tajir kayak Taylor Swift. Bayangkan, siapa sih, yang tidak ingin karyanya laku keras di pasaran dan diingat banyak orang?

     8.  “Kapan lo liburan?” Ini yang sering banget ditanyakan pada penulis gila kerja. Saran ini boleh dicoba. Tidak hanya sukses mengusir rasa jenuh dan (semoga) menyembuhkan patah hati, Anda juga bisa kembali dengan ide-ide baru dan segar untuk calon-calon tulisan berikutnya.

     9. Saatnya lebih berprestasi, baik di tempat kerja maupun dalam berkarya. Jangan lupa jaga kesehatan. Rugi banget kalau Anda sampai jatuh sakit hanya gara-gara memikirkan mereka yang belum tentu peduli perasaan Anda. Mau ikut lomba menulis? Tinggal cari lewat Google atau subscribe situs tulis-menulis pilihan Anda. Selain bisa dapat penghasilan tambahan, Anda juga bisa terkenal dan–siapa tahu–dapat menginspirasi sesama.

    10. Relakan, bersyukur, dan berbahagialah. Tiada yang abadi. Coba ingat-ingat lagi, sebelum ketemu sosok itu, Anda masih bernapas, ‘kan? Sesudahnya juga sama saja, ‘kan? Cukup ingat-ingat saat-saat terindah bersama mereka. Kalau tidak kuat, tidak usah dipaksa.
Mungkin Anda merasa masih (dan akan selalu) mencintai mereka, tapi belum tentu mau/bisa bersama...atau enggan kembali bersama. Cukup kirim doa agar mereka selalu baik-baik saja. Tidak perlu menyimpan marah, sakit hati, maupun dendam. Rugi bandar, apalagi kalau sampai kelamaan. Salah-salah gagal deh, usaha Anda untuk terlihat seawet muda mungkin, hehe.

     11.Terlepas dari ‘apa kata banyak orang’, tidak perlu langsung menerima sosok baru dalam hidup Anda bila ternyata Anda memang belum siap. Yang tahu kapan butuh hanya Anda, bukan mereka. Jangan sampai Anda menumbalkan sosok itu jadi rebound, alias pelampiasan belaka. ‘Kan kasihan kalau ternyata mereka beneran mau serius dengan Anda.

   12. Masih susah move on? Silakan kunjungi terapis terdekat. (Maaf, saya tidak sedang mengejek Anda, karena ini bisa terjadi pada siapa saja–terutama mereka yang merasa kuat, padahal sebenarnya tidak juga.)

Bagaimana bila cara-cara di atas tidak berhasil juga? Maaf, saya hanya penulis ‘gila kerja’, bukan terapis berlisensi!

*Artikel kiriman Ruby Astari


Positif Self Talk


Positif Self Talk
Artikel Lilis Ratna Purnamasari

Setiap manusia tentu memiliki gambaran tentang dirinya sendiri (citra diri). Citra diri merupakan bagian dari konsep diri. Citra diri ini meliputi pandangan tentang peran serta karakter yang dimiliki. Citra diri itu akumulasi pikiran, sikap, dan pendapat yang diterima dan disimpan sejak kecil. Citra diri ini berada di bawah sadar dan telah disimpan dengan sangat lama. Citra diri tentu saja menentukan bagaimana seseorang berpikir dan bertindak. Seseorang dengan citra diri positif akan dapat menikmati hidup dengan penuh kebahagiaan dan dapat beraktualisasi. Sebaliknya, individu dengan cirta diri negatif akan terkungkung oleh pikiran negatif yang akan menghambat pengembangan dirinya. 

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengubah cirta diri yang sudah terlanjur negatif? Saya lemah, bodoh, payah, tidak bisa, masa depan suram, dll. Mungkin kita tidak menyadari betapa seringnya kita menyimpan kata-kata negatif di kepala kita (negative self talk). Dan juga tidak menyadari betapa “berbahayanya” kata-kata itu terhadap diri kita. Lalu apa yang harus dilakukan? Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah citra diri itu. Apakah mudah? Tentu tergantung sejauh mana komitmen seseorang untuk mengubah dirinya. Bagaimana caranya? Positif self talk bisa jadi obat mujarab. 

Positif self talk itu metode yang membuat kita menjadi seorang yang berpikir positif. Ketika kita berbicara pada diri kita sendiri, sebenarnya mengajarkan kita untuk lebih dekat dan mengenali diri kita sendiri. Kita memerlukan positif self talk untuk menciptakan motivasi yang dapat memperbaiki pola pikir dan sekaligus dapat menumbuhkan semangat. Positif self talk juga dapat meningkatkan kepercayaan diri, harga diri, dan dapat lebih mengenali siapa kita. Lebih penting lagi adalah positive self talk dapat mengubah citra diri yang pada akhirnya dapat berpengaruh pada perilaku. Contoh penggunaan “mantra” positif self talk adalah ketika Alan Turing tetap keras kepala mempertahankan mesin christoper untuk memecahkan kode enigma walaupun banyak pihak yang ingin menggagalkan. Akhirnya gara-gara mesin itu kita kenal komputer pada masa ini. Karena apa? Dalam dirinya ada keyakinan berupa positif self talk bahwa ia dan timnya akan berhasil. Setiap keberhasilan tidak akan lepas dari positive self talk yang memberikan kekuatan luar biasa untuk menaklukan segala rintangan. Dan disamping positive self talk tentunya keberhasilan diiringi oleh faktor penguasaan skill dan kompetensi tertentu.  

Apa yang bisa dilakukan untuk menciptakan positif self talk yang ampuh dan kemudian dapat berubah wujud menjadi pola pikir positif? Pertama, hilangkan negative self talk, caranya? 
1. Sadarilah bahwa dalam diri (pikiran kita), memang ada sesuatu yang bentuknya ungkapan atau perkataan negatif yang selalu terngiang-ngiang dan mempengaruhi pikiran dan perilaku kita. 
2. Setelah sadar, pikirkan apa yang akan terjadi jika kita terus terpenjara pada negative self talk yang ada. Beri waktu berdiam sebentar lalu ganti kata negatif tersebut dengan kata yang lebih positif. Terus ulangi kata-kata tersebut bahkan bisa ditulis atau diucapkan secara verbal. 
3. Selalu fokus untuk mengingat momen yang menyenangkan, keberhasilan yang pernah diraih, bukan fokus pada kegagalan dan memori buruk yang pernah dialami. Dan bayangkan pula keberhasilan yang akan kita raih di masa depan. 
4. Terakhir, tentu bergaul dengan orang-orang yang positif. Dengan demikian, kita akan terpengaruh oleh mereka dan dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Positif self talk yang akan mengarah pada pola pikir positif akan sulit terwujud jika hidup di lingkungan yang serba negatif (pikiran, perilaku, dll).  

Jadi berhentilah untuk selalu melihat diri dari sisi yang buruk, ingat bahwa setiap detik merupakan awal yang baru.

Anda mau jadi blogger di saat seperti ini? Menurut saya tindakan Anda kurang tepat dan kurang cepat. Atau bisa dikatakan Anda telat dengan keputusan Anda ini. Mengapa? Karena sudah banyak blogger-blogger bertebaran di dunia ini. Sudah banyak orang yang membuat blog sana-sini dengan berbagai macam jenis, tampilan, rasa, dan keunikan-keunikan lainnya. Menurut saya pribadi, mereka berbondong-bondong menjadi blogger kemungkinan besar dikarenakan faktor "P" (Penghasilan). Yups, penghasilan seorang blogger itu tidak terbatas, tergantung dengan kegigihan dan kerja cerdas kerja keras masing-masing blogger. Semakin blogger itu kerja keras dan cerdas, maka semakin besar pula penghasilan yang mereka dapatkan. Tidak jarang, penghasilan blogger-blogger saat ini melebihi gaji karyawan kantoran dan ada juga yang sangat mencukupi kebutuhan hidup mereka hanya dengan ngadepin layar monitor. Eitt, tapi bukan hanya sekadar duduk manis di layar monitor loh ya.... Salah satu contoh blogger sukses dari Indonesia tercinta adalah Eka Lesmana. Dikabarkan ia mempunyai penghasilan lebih dari 100 juta per bulan dari blog nya. Wow banget bukan?

Dengan penghasilan yang sangat menjajikan itulah yang menjadi magnet tersendiri untuk menarik banyak orang menjadi blogger. Sekarang ini banyak yang menggeluti di perbloggeran dan tidak jarang seseorang tidak hanya mengurusi satu blog saja, tetapi sampai banyak blog, bahkan ada juga yang mengelola hingga ratusan blog. Itu semua dilakukan tidak lain supaya mendapat penghasilan semaksimal mungkin.

Nah, untuk Anda yang baru tahu kalau penghasilan blogger seperti ini, dan Anda tertarik untuk menjadi blogger "mulai sekarang". Dapat dikatakan Anda belum beruntung. Karena dengan banyaknya blogger zaman sekarang, secara otomatis banyak juga saingan-saingan yang harus kita kalahkan. Hal ini berbeda dengan 3/5 tahun sebelumnya. Karena pada sebelum tahun-tahun ini, masih sedikit yang menjadi blogger dan persaingan pun menjadi lebih mudah. Seperti saya dulu cukup mudah untuk mendapatkan 100 ribu per hari, tapi sekarang susah sekali. Perbedaan itu di mulai dari persaingan ketat untuk mendapatkan hati mbah Google, persaingan untuk membuat konten yang "benar-benar berkualitas", persaingan membuat tampilan blog secantik mungkin, dan berbagai macam hal lainnya.

Jadi, dengan persaingan yang cukup ketat itu, juga semakin kecil juga kesempatan kita mendapat penghasilan yang melimpah dari internet. Memang sih gak ada salahnya kita menjadi blogger, juga gak ada yang melarang selama mematuhi peryaratan dan ketentuan yang berlaku. Namun harus lebih kita perhatikan lagi mengenai :
1# - Konten "benar-benar berkualitas"
2# - Tampilan blog
3# - SEO
4# - Dan lain-lain

Supaya kita benar-benar menjadi blogger sejati plus mendapat cukup penghasilan. Karena di zaman ini banyak blogger yang hanya ikut-ikutan. Seperti contohnya ada blog teknologi yang sedang sukses dan banyak pengunjung. Terus banyak juga yang ikut-ikutan membuat blog teknologi. Coba saja Anda cari di google dengan kata kunci "Blog Tekno" pasti ada puluhan bahkan ratusan, dan pada nyatanya konten di dalamnya sama semua. Atau bahasa kasarnya hanya copy paste (copas). Nah maka dari itu, benar-benar perhatikan konten, agar blog Anda benar-benar berkualitas dan mendapat hati dari pengunjung Anda. Bedakan dengan blog abal-abal.

Catatan:
Sebenarnya enggak telat-telat  juga menjadi blogger sekarang ini. Toh, tujuan menjadi blogger gak hanya sekadar mendapat penghasilan. Ada berbagai macam tujuan dan alasan mengapa kita membuat blog. Misalnya, hanya untuk catatan harian semacam diary, berbagi informasi, sharing pengalaman, dan lain sebagai nya sesuai passion Anda.

Ditulis oleh: Rizal Aditiyo Supendi

Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger

Helo WBers!

Warung Blogger

Bagi yang ikutan hajatan Kuis #RekamJejakWB #3TahunWB mana suaranya??? Pastinya nunggu banget pengumumannya. 

Apakah tadi malam ada yang terlewat Pengumuman Pemenang Kuis #RekamJejakWB? Jangan khawatir, karena pengumuman dipubish di sini juga. 

Deg… deg… deg… nama WBers ada di bawah inikah?
Yups…! Inilah pemenangnya *drum roll* *susut keringat* *susut ingus*


Banyak pertanyaan masuk ke redaksi Twitter Warung Blogger yang intinya meminta admin untuk segera approve permintaan Warga WB yang sudah join group facebook tapi tak kunjung disetujui oleh admin. Perlu diperhatikan, admin tidak segera approve akun WBers yang hendak masuk group facebook jika akun tersebut tidak jelas. Secara formal bisa dikatakan tidak mengikuti syarat dan ketentuannya.

Syarat bergabung dengan group facebook WB

Buat anda yang mau gabung dimohon untuk mengirimkan pesan kepada salah satu admin tentang alamat URL blognya masing-masing, demi kelancaran admin untuk mengkonfirmasi.

Admin dan satpam Facebook Warung Blogger:

  1. Lozz Akbar: https://www.facebook.com/lozzessip
  2. Insan Robbani: https://www.facebook.com/insan.robbani
  3. Kang Sofyan: https://www.facebook.com/kangsof
  4. Susi Susindra: https://www.facebook.com/susi.susindra
Setelah akun Warga WB disetujui oleh admin, mohon ikuti ketentuan menjadi anggota facebook Warung Blogger di bawah ini:

Ketentuan menjadi anggota facebook WB


  1. Belajar bertanggung jawab. Manakala apa yang kita tulis memang salah, seharusnya kita berani mengakui dan meluruskannya.
  2. Tidak menulis sesuatu di wall group yang berpotensi menyinggung perasaan orang lain.
  3. Lucu itu perlu, tapi hindari humor yang "jorok" dan "rendahan". Yang disini pasti paham apa yang dimaksud.
  4. Dilarang berstatus yang mengandung unsur SARA dan SARU (mengutip poin no 3)
  5. Tidak berstatus/memasang/share link terlalu banyak dan beruntun dalam satu waktu yang berdekatan
  6. Tidak mengajak warga melakukan ketidakpatutan dalam dunia tulisan dan blog
  7. Semua tautan/link yang tidak disertai pengantar akan dihapus admin tanpa pemberitahuan
  8. Anggota yang beberapa kali melakukan pelanggaran bisa dikeluarkan dari grup

Demikian syarat dan ketentuan bergabung dengan group facebook Warung Blogger. Semoga dengan demikian tidak ada lagi pertanyaan tentang bagaimana cara bergabung dengan Warung Blogger baik facebook maupun twitter.

Warung Blogger merupakan salah satu komunitas blogger dari berbagai platform di Indonesia. Selama beberapa tahun berdiri ternyata masih saja ada banyak blogger yang baru mengetahui adanya warung tempat asyik untuk ngopi ini. Diantara sekian banyak blogger yang baru mengetahui WB, ternyata tidak sedikit yang hendak bergabung tapi tidak mengetahui caranya.
Sebenarnya Warung Blogger tidak memberikan syarat untuk bergabung secara khusus, misalnya harus memberi hadiah dulu kepada para adminnya, ataupun semisal itu. Untuk menjadi bagian dari Warung Blogger (kami menyebutnya #WargaWB), Kamu cukup mengikuti atau bergabung dengan beberapa media sosial berikut ini.
Catatan: 
Khusus untuk grup facebook, perhatikan juga cara bergabung di laman tersebut. 

Di mana bumi dipijak, di situ langit junjung. Begitu pula media sosial yang dimiliki oleh Warung Blogger dengan memutuskan untuk bergabung dengan kami, berarti kamu bersedia mengikuti aturan-aturan dibawah ini : 
  • Dilarang berdiskusi apapun yang berbau SARA, SARU, LGBT, politik dan apapun yang berpotensi memicu perdebatan.
  • Jika anggota grup ingin memberikan informasi terkait lomba, event, dan atau apapun yang berkaitan dengan promosi komersil WAJIB menginformasikan terlebih dahulu kepada admin agar terhindar dari berita simpangsiur/hoax.
  • Peserta boleh membagikan tautan blog-nya selain hari Selasa dan Jumat (Lihat jadwal diatas)
  • Warung Blogger adalah grup yang berisikan anggota dengan berbagai suku, agama dan kebiasaan. Jika ada bahasan yang menyinggung bersikaplah dewasa, bahas secara personal dengan subjek yang bersangkutan, atau jika perlu meminta bantuan admin sebagai penengah.
  • Tidak membuat drama dan kericuhan apapun.
  • Kamu boleh membagikan tulisan Kamu pada semua grup Warung Blogger. Khusus untuk Twitter membagikan tulisan WAJIB menggunakan format berikut : [Judul Tulisan] [Link Tulisan] ... dan mention @Warung_Blogger serta menggunakan tagar #HappyBlogging.

    Contoh :
    CaraBergabungDengan Warung Blogger http://andhikamanggalaputra.blogspot.co.id/p/cara-bergabung.html @Warung_Blogger #HappyBlogging
-------

Namun, jika Kamu tertarik untuk mendapatkan segala informasi terbaru dari kami, Kamu dapat mengisi form berikut. Informasi yang kamu berikan bersifat rahasia. Kami akan menggunakan data ini sebagai pengelompokan blogger jika kami harus memberikan undangan kegiatan, lomba atau mungkin sekedar berkumpul bersama teman-teman sesama blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.