March 2012

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Kangen Band Karya Kata Depan di ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan Reportase Resensi Buku Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif Teknologi Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger

Penulis
Kerak telor merupakan makanan khas Jakarta yang disebut Betawi. Kerak telor terbuat dari bahan-bahan beras ketan putih, telor ayam atau bisa juga dengan menggunakan telor bebek bagi yang suka, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering dan ditambah bawang goreng merah, lalu dibeeri bumbu yang dihaluskan diberi kelapa yang sangrai, cabe merah, kencur, jahe, merica butir, garam dan gula pasir. Kerak telor memiliki rasa yang khas bila dimasak diatas tungku dengan arang bara (tempat masak tradisional).



Kerak Telor Kuliner Betawi Punya Gaya
Ada pepatah yang mengatakan, kita belum kesuatu daerah bila kita belum pernah mencoba merasakan makanan tradisi masyarakat setempat. Apalagi bila makanan tersebut dapat dinikmati dengan pengolahan yang tidak meninggalkan ciri khasnya, dan ditunjang dengan suasana yang khas akan daerah tersebut.Dan, jangan bilang sudah ke Jakarta tanpa pernah menikmati makanan kerak telor.

Pengalaman penulis dalam hal menikmati sajian makanan khas Betawi ini memang sudah bukan barang yang baru. Karena penulis yang kebetulan ditakdirkan oleh Tuhan untuk berdomisili di Ibu Kota Jakarta; maka, makanan ini mudah didapat. Kelar telor hanya mudah di temukan ditempat-tempat keramaian yang ada di Jakarta. Namun biasanya hanya terdapat dalam event-event tertentu. Apalagi kerak telor sudah menjadi makanan yang langka di Jakarta. Para anak-anak generasi muda yang tinggal di Kota Jakarta jarang sekali yang pernah dan mau mencoba makanan ini. Mereka lebih suka dan mengenal dengan makanan cepat saji yang mudah mereka dapatkan.

Penulis Bersama Peserta Wisata
Dalam era pertumbuhan ekonomi dan tekhnologi yang cepat di Ibu Kota Jakarta, kerak telor menjadi keunikkan tersendiri bagi pecintanya. Mereka bertahan dalam melestarikan suatu nilai tradisi budaya Betawi dengan citra kulinernya.Ada cerita pengalaman menarik penulis pada saat menelusuri Kota Tua Jakarta. Penulis menemukan pedagang kerak telor yang masih muda. Pada saat penulis coba mendekati tempatnya yang kosong disana penulis mencoba masakan yang dijualnya. Walau dalam keadaan yang sepi, pedagang kerak telor yang masih muda tersebut tetap ramah dan tetap tersenyum dalam melayani penulis dengan beberapa rekan pada saat itu. Melihat suasana yang sepi pengunjung, terlintas dalam benak pikiran penulis untuk dapat mempromosikan barang dagangan kerak telornya. Dengan mengajak para peserta wisata yang penulis bawa untuk menikmati makanan tradisional tersebut sambil melakukan foto bersama dan pengambilan gambar video multimedia sebagai bahan portofolio pengalaman perjalanan mereka. Semua serba dadakan dan penuh ide dari setiap peserta. Dengan keinginan peserta untuk bernasis ria maka moment itu pun tidak penulis tepis dan penulis gunakan semaksimal mungkin untuk memperkenalkan makanan kelrak telor kepada para peserta wisata.

Dalam suatu nilai taradisional dan kreatifitas terdapat suatu nilai pembelajaran budipekerti luhur yang dapat kita ambil. Bila saja diri kita selalu memikirkan kebahagian untuk orang lain, maka dengan sendirinya suatu nilai kebahagian itu akan datang dalam kehidupan kita. Dan hal ini merupakan suatu kebahagian tersendiri bagi mereka yang mampu melakukannya. Dalam hidup bukanlah suatu retorika yang harus dibahas dan menjadi bahan perdebatan mengenai arti dan makna ikhlas, karena keikhlasan merupakan suatu hal misteri kehidupan yang dimiliki dan diketahui oleh orang tersebut dengan Tuhannya, Yang terpenting seberapa besar keberanian kita untuk selalu dapat melihat orang lain bahagia dengan apa yang bisa kita lakukan untuk menuju suatu perubahan.

 Jadilah pribadi yang mau terus belajar dan jangan termasuk orang yang selalu lari dari kesepakaan. Bahwa salah satu kunci kebahagiaan terletak pada seberapa besar kita mengenal diri sendiri, dan mengoptimalkan apa yang kita miliki tersebut menjadi sebuah hasil karya dalam suatu tindakan kerja. .



Sukses selalu untuk kita semua
Salam,


Singkong, Talas dan Pecel
Ada satu idiom makan dari orang Indonesia yang kadang bikin tergelak. " Kalau tak makan nasi disebut belum makan. Walau sudah menyantap lima potong singkong rebus plus selusin combro tidak disebut sudah makan. Makan berarti menyantap nasi berikut lauk-pauknya"

Tidak tahu asal-usulnya yang jelas kita adalah bangsa yang tergila-gila pada nasi. Ribuan menu lezat yang dihasilakan dapur senusantara dan tetap digali keragamanannya sampai sekarang hanya bertujuan untuk makan nasi. Rendang Padang yang diakui sebagai makanan terlezat nomor tiga di dunia tak ada arti tanpa nasi. Bahkan tak ada pesta yang berlangsung tanpa kehadiran nasi. Begitu anak-anak membutuhkan makanan padat, maka nasi adalah pilihan pertama untuk diperkenalkan.

Bahkan yang disebut lumbung pangan disini berarti simpanan atau stock beras atau padi. Kesejahteraan kita ditandai  oleh ketercukupan produksi beras. Coba deh sesekali Bulog iseng, bikin pengumuman bahwa persediaan beras hanya cukup untuk sebulan. Berani taruhan Indonesia pasti langsung chaos, mengalahkan keributan soal kenaikan BBM seperti sekarang.

Padahal  nasi hanya sebagai sumber karbohidrat. Memberi tenaga tanpa terlalu banyak vitamin lain. Cuma entah kenapa beras ditinggikan statusnya sedemikian rupa sehingga kalau tak makan nasinya kita merasa jadi orang miskin. Coba baca gimana pahitnya kisah para pemakan tiwul dalam potret acara makan bangsa kita. Begitu pula yang memakan nasi jagung, mereka adalah petani gurem, gagal panen, atau mereka yang tak sanggup membeli beras.

Banyak kekeliruan dalam bangsa kita. Entah ini bodoh atau pintar saya serahkan kepada yang menilai. Tapi coba bayangkan orang Papua yang  ribuan tahun diajarkan nenek moyang  makan sagu sekarang beralih ke beras. Ribuan hektar lahan Papua yang cocok ditanami sagu beralih fungsi jadi sawah. Mending kalau hasil bagus. Sekarang kita sering mendengar disana sering  krisis pangan. Krisis pangan berarti langkanya beras untuk dibuat nasi.

Jadi kawans, mengapa harus nasi?

Posisi sebagai negara dua musim membuat Indonesia ini begitu kaya oleh berbagai sumber makanan.  Kita tak mesti makan nasi baru disebut sudah makan. Singkong, ubi rambat, dan talas bisa tumbuh hampir diseluruh tanah air. Mengapa tidak mencoba ketiga umbia-umbian ini  sebagai pengganti nasi? Saya sudah coba beberapa kali. Singkong dan talas rebus enak lho dimakan dengan pecel plus tempe goreng.Enak pula dikuahi lodeh dan sayur asem. Coba deh!

Disamping itu diabetes adalah salah satu penyakit yang dipicu oleh makanan kaya karbohidrat seperti nasi dan tepung terigu. Angka penderita diabetes di Indonesia bertambah saja dari tahun ke tahun. Agar terhindar dari penyakit tersebut ada baiknya kita mulai mengurangi makan nasi. Diganti makanan lain seperti umbi-umbian dan sayur mayur.

Pengalihan pola makan disamping mengurangi beban devisa dengan tidak perlu impor beras, keragaman makanan adalah satu cara menghidupkan kembali semangat bertani bangsa Indonesia.

Bagaimana pendapat teman-teman sekalian? Pernah mengganti nasi dengan tiwul, jagung, singkong, talas atau dengan sumber makanan lain?



Sebagai orang timur, kadang kita segan untuk berkata “tidak” kepada sahabat atau kerabat. Akibat keseganan itu kita sendiri yang akhirnya rugi dan repot. Oleh karena itu kita harus bisa memilah dan memilih kapan kita harus berkata “ya” dan kapan harus berkata “tidak”.
Berikut diberikan ilustrasi.

Any sedang dikejar deadline suatu pekerjaan. Di tengah-tengah kesibukannya menyelesaikan sebuah laporan yang menguras tenaganya itu tiba-tiba sahabat dekatnya menilpon. Any terlibat dalam suatu pembicaraan remeh-temeh, penuh basa-basi dan canda. Percakapan lewat tilpon itu dilakukannya hampir satu jam. Akibatnya laporan menjadi terbengkalai sehingga Any ditegur oleh atasannya yang sudah sejak tadi menunggunya.


Menghadapi hal tersebut diatas seharusnya Any secara manis berani mengatakan : ” Maaf NiQ, saya sedang ada tugas nich, kapan-kapan kita lanjutkan lagi ya ngobrolnya. Bos sudah bolak-balik nagih je? “.

Dengan cara seperti itu tentu sahabat yang baik akan memakluminya.
Demikian pula jika ada sahabat atau kerabat yang bertandang keruang kerja kita. Jika kita memang sedang sibuk bekerja tak ada salahnya mengatakan ” Maaf ya saya sedang dikejar deadline, lain kali kita bisa bertemu lagi kan “.

Jika mengatakan “tidak” dengan cara yang santun tentu sahabat atau kerabat akan mengerti.  
Tak perlu segan agar kita tak kejatuhan beban.

.

gambar diambil dari sini
Sedikit membagi apa yang telah saya baca dari buku pemberian Pakde Cholik yang berjudul Sehat Itu Enak dan Perlu karya dr. Sintoso Pujiarto. Dengan membaca buku ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan kita. Pada buku ini dibahas berbagai macam tentang manusia dan kesehatan tubuh yang dipaparkan secara mudah sehingga kita bisa membaca dengan serius tapi santai.


Pernahkah anda lupa suatu hal-hal kecil? misalnya lupa menaruh suatu benda yang baru saja disimpan atau lainnya. Hal demikian ternyata itu bukan pikun atau amnesia kok. Menurut yang saya baca, para ahli "Melupakan hal-hal kecil adalah tanda bahwa anda sibuk" Disaat kita tidak perhatian akan suatu hal akan mengakibatkan memori yang kita ingat tidak lengkap ini yang akan mengakibatkan kita lupa akan suatu hal-hal kecil.

Agar otak tetap bugar kita perlu melatih otak untuk mengingat. Bisa saja kita menggunakan alat-alat berteknologi saat ini sebagai pengingat tapi disaat alat tersebut tidak ada tentu saja kita tidak bisa berbuat apa-apa bukan.

Saya pernah disaat harus menuliskan draft dipostingan Warung Blogger tapi lupa hingaa waktunya giliran saya menulis, benar sekali ini karena saya sibuk denganberbagai pekeraan yang harus saya kerjakan dirumah. Untuk itu saya akan menuliskan apa yang saya baca dibuku tersebut hal-hal yang dapat membantu ingatan kita tetap bugar dan tidak ada lagi kata lupa, atau setidaknya meminimalkan lupa.

9 Kiat berikut ini bisa kita terapkan untuk mengingat,tapi ada banyak lagi kiat yang ada masing-masing orang mempunyai kiat tersendiri.
  1. Perhatikan dengan baik, jika itu dianggap penting
  2. Ulangi lagi hal yang perlu kita ingat.
  3. Mengasosiasikan nama benda yang biasa dikenal.
  4. Buat catatan kecil misalnya dibelakang kartu nama.
  5. Mengulangi kembali kegiatan yang baru dilakukan
  6. Buat pengingat yang unik.
  7. Gunakan nyanyian untuk mengingat suatu daftar, biasanya anak-anak TK diajarkan suatu hal dengan nyanyian akan cepat hafal.
  8. Menggunakan alat bantu, contohnya dengan menyingkat seperti mengingat warna pelangi "meikuhibiniu"
  9. Membayangkan kejadian yang menyertai waktu mengingat.

Blogger Punya Jam Kerja
http://www.ruangfreelance.com 

Alhamdulillah, perasaanku hari ini lega setelah meneguk secangkir kopi buatan bik Win #eh

Apa kabar sobat blogger? Lama tak jumpa... *Emangnya kapan pernah ketemu?

Waktu adalah sesuatu yang rak terlihat tapi akan berlalu. Biasanya kita sering lupa akan waktu, terutama saat melakukan aktifitas rutin sekaligus 'hobi' kita yaitu blogging. Saya menyadari bahwa pengelolaan waktu belum secara sempurna saya lakukan. Buktinya ada saja pekerjaan yang terlewatkan hanya karena fokus pada satu hal.

Padahal kita hidup tidak hanya mengerjakan satu hal saja. Kita juga harus makan, minum, istirahat, blogging, refreshing, ngepel, nyapu, mandi, nyetrika baju, dan lain sebagainya. Oleh karena itu kita harus pandai mengatur time management dengan baik, agar semua bisa berjalan teratur dan tidak saling bertabrakan.

Beberapa kali saya hunuskan dalam hati, kata-kata 'Saya harus adil'. Adil dalam membagi waktu untuk bekerja dan menjalankan hobi. Tapi lagi-lagi belum seratus persen berjalan baik, nafsu saya lebih memilih sesuatu yang menyenangkan daripada mendahulukan perkara yang lebih urgent.


blogger punya jam kerja
http://richgrad.com/ 
Urgent: Mendesak
Important: Penting

Kerjakan yang Urgent dan Important terlebih dahulu.

Prioritaskan aktifitas kita yang paling mendesak lebih dahulu. Saya tahu, semua kegiatan itu penting tapi pasti ada yang 'terpenting' diantara banyak kegiatan penting lain. Misalnya saja ngeblog, penting memang. Meski begitu penting bagi seorang blogger, tapi masih ada yang lebih penting dalam dunia nyata. Bekerja misalnya.

Maka dari itu blogger harus mempunyai jam kerja. Menyempatkan dan menempatkan waktu untuk ngeblog pada jam yang biasanya tidak ada aktifitas penting lain. Itu yang saya lakukan. Setiap orang berbeda cara mengatur waktu, yang jelas jam kerja saya sih kalau ada waktu luang saja ^_^

Ditulis oleh: Ari tunsa

sumber-gambar

Saya kuliah pengantar agama Islam pada Kamis, 22-03-2012, sesudah hafalan surat-surat akhir, saatnya presentasi makalah sesuai dengan tema yang diberikan sebelumnya. teman saya menjelaskan materi tugasnya dengan bercerita :

"Pernah Suatu Ketika guru saya melewati tol untuk bekerja di Surabaya. Penjaga tol tersebut kemudian senyum, membaca sesuatu sembari memberikan karcis tolnya. Guru saya heran, nampak ada yang berbeda dengan penjaga tol ini, biasanya penjaga tol itu ngasih karcis tolnya sambil masang wajah poker face lah, seperti gak peduli dengan siapa dia melayani, namun penjaga tol yang satu ini berbeda.

Dikemudian hari guru saya lewat lagi di tol tersebut dan seperti biasa beliau memberikan karcis tol itu disertai senyuman sembari membacakan sesuatu. Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang sampai akhirnya guru saya menyempatkan diri untuk mewawancarai beliau.

"Bapak, kok sampean tersenyum ya tiap kali memberikan karcis tol, apakah bapak mendapat tambahan gaji?"

"Oh ndak bapak"

"Naik jabatan?"

"Oh tidak bapak"

"Apakah bapak mendapat perlakuan khusus dari perusahaan?"

"Oh tidak bapak"

"Lalu mengapa bapak terlihat begitu menikmati pekerjaan bapak sekarang ini?"

Pak penjaga tol diam sejenak, kemudian menjawab :

"Bapak yang budiman, Alhamdulillah saya diberi kenikmatan oleh Allah menjadi seorang penjaga pintu tol. Saya melihat pengendara itu ada rasa cemas, khawatir kalau orang yang melintasi tol ini mengalami kejadian yang tidak diinginkan. Oleh karenanya setiap membagikan karcis tol itu saya selalu mendoakan semoga diberi kemudahan perjalanannya.

Bila yang lewat itu adalah seorang bapak yang mengantarkan anaknya pergi ke sekolah saya doakan mudah-mudahan sampai selamat ke sekolah dan bisa belajar dengan senang. Bila dia seorang kakek yang ingin berjumpa dengan istrinya saya doakan mudah-mudahan perjalanannya lancar.

Dini hari saya sempatkan bangun sholat dan berdoa, "Ya Allah, hamba hanya seorang penjaga pintu tol..tak banyak yang bisa hamba lakukan. Namun Jikalau Engkau ridha ya Allah jadikanlah karcis-karcis tol itu menjadi butiran tasbih dzikirku kepadaMu, dan jalan tol itu sebagai sajadah panjang pengabdianku kepadaMu"

Itulah kisah seorang penjaga pintu tol. Dia sudah sampai pada kebahagiaan yang lebih tinggi, yaitu kebahagiaan yang bukan lagi berfokus pada mendapatkan sesuatu tetapi lebih pada memberikan sesuatu. Bahkan dia menjadikan itu sebagai pengabdiannya kepada Allah.

Jadi, sudahkah para blogger menjadikan "ngeblog" sebagai pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara?

Mungkin kita tidak dibayar sebagai blogger, mungkin juga tidak banyak orang yang menghormati apa yang kita lakukan, tapi yakinlah bahwa ketika Anda publish tulisan Anda, pada jam yang sama, menit yang sama, dan detik yang sama, disuatu tempat dibelahan dunia yang lain ada seseorang yang sedang membutuhkan pesan dari apa yang Anda tulis itu.

Mungkin Anda tidak mengenal orang itu, dan orang itu tidak mengenal Anda, tapi yakinlah bahwa malaikat pasti mencatat itu sebagai amal shalih Anda sebagai bekal perjumpaan dengan Allah.

^Saya yakin penghuni dan penikmat webe ini pasti sudah melakukan hal itu seperti yang saya baca di post-post sebelumnya meskipun dengan cara yang beragam :D

FB : Arif Khumaidi

Blog :
- ArifKhumaidi.blogspot.com
- umek1.wordpress.com

Saya baru saja menerima email konfirmasi sebagai kontributor Waroeng Blogger, dan langsung harus melaksanakan tugas hari ini. Yah, mumpung mata ini belum terpejam maka saya coba menuangkan beberapa pikiran saya. Eh sebelumnya perkenalkan nama saya Maulana, anak baru di sini (mohon jangan dikerjain ya?). Aktifitas sehari-hari, bangun tidur, makan, ke kantor, makan, ke kantor, pulang ke rumah, makan, tidur lagi (always everyday). Oke kita lanjut ke tulisan saya, karena kalau kita membahas tentang diri saya, yakin dan percaya teman-teman akan dengan mudah meninggalkan postingan ini.

Saya teringat dalam minggu ini, adik-adik kita yang duduk di bangku SLTA sedang melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS). Time line facebook saya pun banyak yang meminta dukungan doa dan moril guna menghadapi UAS (ketahuan temanku pada ABG semua). Banyak kegundahan atau kegalauan bagi teman-teman saya ini. Dari yang belum siap, yang sudah belajar tapi belum siap, sudah belajar kemudian sudah siap tapi belum dapat jodoh (eh ngelantur). Yah pokoknya begitulah, dalam minggu ini semua berkaitan dengan UAS.

Masa SMA memang masa yang indah, saya merasakan betul itu ketika masih duduk di bangku SMA. Hidup serasa untuk menghabiskan waktu bersama teman saja, menghadapi UAS pun tanpa beban, untungnya Alhamdulillah lulus. Tapi ada satu yang saya tangkap, kesamaan dari generasi ke generasi, semua akan bingung ketika ditanya “mau lanjut sekolah dimana?”, atau pertanyaan yang lebih ekstrim lagi “mau jadi apa setelah lulus?”. Waktu itu ketika mendekati masa akhir di SMU, saya tidak pernah betul-betul yakin akan melanjutkan sekolah kemana ?, akan mencari pekerjaan apa ?, dan saya rasa banyak diantara kita yang merasakan hal yang sama dengan saya.

Sejenak kita coba flashback ke masa kecil kita. Kita pasti mempunyai cita-cita ketika kecil, lalu apakah cita-cita tersebut saat ini telah tercapai ?. Kalau saya yang ditanya demikian, maka akan saya jawab dengan tegas, tidak ada yang tercapai. Ketika kecil saya bercita-cita ingin menjadi pilot. Nampaknya ini adalah cita-cita yang sangat indah buat seorang anak kecil. Tapi kenyataannya, sekarang saya menjadi seorang Pegawai Negeri. Tampaknya ada yang salah dengan pemikiran saya dari kecil hingga sekarang, dan mungkin bukan hanya saya, tetapi kita semua.

Menurut saya ketidakfokusan adalah penyebab utama tidak tercapainya cita-cita kita. Semenjak kecil, saya tidak pernah fokus menjadi pilot. Maka inilah saya, seorang Pegawai Negeri Sipil. Kita coba ambil contoh seorang Lionel Messi, sejak usia dini, dia telah berlatih sepak bola, maka saat ini di usia yang masih 24 tahun dia telah menjadi seorang pemain sepak bola handal. Telaten, disiplin, kerja keras, dan mau melakukan hal yang sama berulang kali, itulah yang dilakukan Lionel Messi untuk menjadi seorang pemain sepak bola, sedangkan kita ?

Celakanya, menurut saya sebagian besar penduduk Indonesia adalah orang yang tidak fokus. Maka sudah bisa kita lihat hasilnya sekarang, kita tidak pernah mencapai tujuan kita. Suatu organisasi besar akan baik apabila individu didalam organisasi tersebut baik. Suatu Negara akan baik apabila rakyatnya baik. Jadi apabila kita ingin Negara ini menjadi baik, maka perbaikilah diri kita terlebih dahulu. Jadi fokuslah pada keinginan kita.

Kita, bangsa Indonesia sudah jauh ketinggalan dari Negara-negara lain. Di Negara maju, rakyatnya sudah tahu akan jadi apa dirinya di masa yang akan datang. Seseorang dengan bangga berkata akan menjadi tentara, akan menjadi polisi, akan menjadi petugas pemadam kebakaran, akan menjadi pengusaha, dll. Semua itu diucapkan sejak seseorang masih kecil, dan mereka fokus pada tujuannya. Orang tua pun sangat mendukung keinginan anaknya, hal inilah yang tidak kita punyai di Indonesia.

Mungkin sudah terlambat bagi saya untuk kembali fokus kepada cita-cita saya waktu kecil, menjadi seorang pilot. Tetapi mungkin saya bisa memperbaikinya pada diri anak saya. Ketika anakku besar nanti, saya akan memberi dia kebebasan memilih mau jadi apa, dan saya akan tanamkan sejak dini pada dirinya untuk fokus pada keinginannya, saya sebagai orangtuanya hanya akan memfasilitasi. Bila nanti anak saya ingin menjadi pemain bola, maka saya akan memasukkannya ke sekolah sepak bola, memperhatikan nilai gizi dari makanannya, dan lain sebagainya yang biasa dilakukan pemain sepakbola professional. Bila anak saya ingin menjadi polisi, saya akan memperhatikan pergaulannya, ketahanan fisiknya dan lain sebagainya. Hal inilah yang saya pikir harus dilakukan para orangtua di Indonesia. Demi terwujudnya generasi mendatang yang bisa disebut generasi emas Indonesia.

Baik, kita kembali kepada adik-adik saya yang akan lulus bangku SLTA. Kini saatnya bagi anda untuk menyanyikan lagu dari band Armada, tetapi dengan improvisasi di liriknya. “Mau dibawa kemana hubungan kita…” diganti dengan lirik “Mau dibawa kemana masa depan kita…”. Demikian tulisan ini saya buat, semoga kita bangsa Indonesia dapat menjadi lebih baik kedepannya.

Ditulis oleh Maulana Riska Irianto

FB : Maulana Riska Irianto
Twitter : @maulanariska


(gb.d/Google)

Ayo Menulis, Menulis dan Menulis
Bunda memilih judul postingan ini "Hindari Kata Terlambat!" karena ingin menorehkan apa yang sedang bunda rasakan sekarang. Sebenarnya bunda belum mempunyai planning untuk mengisi postingan di WB's Blog ini -- mau nulis tentang apa ya? -- namun ya  itu tadi, bunda sedang memikirkan sesuatu yang seharusnya dulu bunda hindari. Apa? Terperangkap dalam  keterlambatan memulai sesuatu yang bersifat positif.

Begini: sudah sejak pertengahan Desember tahun lalu bunda aktif dan asyik bergelut dengan mengikuti lomba/kontes/audisi Menulis, baik di Blog maupun di Notes Facebook. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan hati bunda, namun ada sesuatu yang menggelitik dihati: "Kenapa gak dari dulu aja ya aku mulai menulis?" Kata-kata itu muncul ke permukaan karena setelah mengikuti beberapa kali Audisi Menulis (bukan maksud mau pamer ya, walaupun bukan untuk menyombongkan diri, tapi cuma untuk memperlihatkan kepada para blogger betapa bangganya bunda pada diri sendiri). Ternyata, oh, ternyata bunda masih bisa berkarya. Nah, maksud dari kata bukan untuk menyombongkan diri tadi ialah dari 8x Audisi Menulis, baik cerpen (fiksi/non fiksi) bunda berhasil lolos Audisi untuk 5 Antologi. Alhamdulillah. Yang 3 lagi masih menunggu pengumuman. Do'a-in bunda ya biar Audisi-nya lolos lagi, hehehehehe...

Hindari Kata Terlambat ini bunda tujukan buat para blogger ataupun non-blogger yang kebetulan membaca postingan ini untuk "tidak" menyimpan kata "terlambat" dalam benak terlalu lama. Segeralah lakukan apa yang hendak anda lakukan, kalau memang itu memiliki tujuan yang positif. Positif bagi diri anda sendiri, maupun untuk orang-orang terkasih anda ataupun mereka yang berada di sekaliling anda. Jangan seperti bunda yang telah teramat sangat terlambat untuk memulai "Menulis", itupun karena ada dorongan dari pihak lain. Dan ternyata bunda bisa. Bunda akhirnya mengerti bahwa bunda sebenarnya memiliki hobi menulis sejak tahun 1978, sejak cerpen bunda dimuat di Majalah Femina. Itupun karena berbasiskan fakta. bunda berhasil menulis sebuah cerpen. Setelah itu???? Mandek puluhan tahun. Barulah setelah tahun 2009 bunda berkenalan dengan dunia maya, keinginan untuk menulis mencuat kembali.

Ada penyesalan memang dalam diri bunda, namun siapa yang bisa menyangkal bahwa penyesalan itu memang datangnya "belakangan". Kedatangannya yang belakangan ini bunda sambut dengan semangat yang penuh dan bunda mulailah berprinsip "tiada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik". 

Sejak saat itu (2009) bunda berusaha keras untuk selalu menghindari kata terlambat, dalam segi apa pun. Alhamdulillah bunda ucapkan ke HadiratNya karena bunda sudah mulai melihat titik-titik terang keberhasilan itu di saat-saat bunda sudah berada diambang senja. Tak apa. Mudah-mudahan para blogger yang muda-muda, yang memiliki bakat terpendam dalam menulis.

Ayo, tuangkan, curahkan, jadikan nyata apa yang ada dalam wadah pemikiran kalian agar bisa kita lihat sebuah bukti "bahwa kita bisa!". Jangan pernah menyerah sebelum mulai mencoba dan menyadari bahwa kita bisa. Oke? 

Baru ini Antologi-ku yang terbit. Seneng juga lihat kasil karya dibukukan,
walaupun bukunya rame-rame patah cengkeh, hehehehe...

Keberhasilan bunda dalam mengikuti Audisi Menulis ataupun lomba/kontes/giveaway di blog telah menjeremuskan bunda ke jurang "senang membaca", hehehehehe...... Senangnya bunda karena "terjerumus" ke dalam lubang yang mengasyikkan. Sejak dulu juga bunda suka membaca, tapi tidak segencar sekarang.
(gb.d/google.)

Selamat Menulis, menulis dan menulis. Jangan lupa juga tingkatkan hobi membaca anda, membaca apa saja yang bersifat positif tentunya. Semoga anda semua akan berhasil dalam menulis dan akan lahir Pipiet Senja, Pipiet Senja baru yang tak terhitung jumlahnya. Amin, YRA.

Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak usah tahu.

Gambar di ambil di sini

Ada seorang bapak berlimbah harta, memberikan sebagian duit nya di sebuah masjid yang sedang renovasi.
Bapak Kaya : "Pak takmir, ini ada sedikit duit untuk di membantu pembangunan masjid pak sebesar Rp 50.000.000,-" senyum lebar bisa berbagi kebahagiaan pada yang membutuhkan.

Pak Takmir : "Alhamdulillah, terima kasih banyak yaa pak. Atas nama siapa ini pak sumbangannya?" muka bersyukur.

Bapak Kaya : “Tak usah diberi nama pak, saya tidak mau semua orang tau” sambil senyum bangga.

Setelah bapak kaya itu memberi, dia tidak bersikap sombong sama sekali diniatin dengan ikhlas. Sampai suatu ketika di masjid di umumkan sumber dana untuk membantu pembangunan masjid tersebut saat sholat jumat.

Pak Takmir : “Telah ada orang yang berhati mulia memberikan sumbangan sebesar Rp 50.000.000,-“

Si bapak kaya yang mendengarkan sumbangan nya di sebut dengan istilah ‘orang berhati mulia’ diri nya sangat bangga. Ada orang duduk si sebelah bapak kaya nyeletuk.

Orang sebelah : “Wah orang nya kaya sekali yaa, siapa yaa orang berhati mulia itu?” sambil wajah bengong.

Bapak Kaya : “Itu dari ane” sambil nunjuk2 diri nya dengan bangga.

Orang Sebelah : “Ooohh.....bapak toh, mulia sekali” sambil nyengir ndak percaya.

Orang beramal kepada siapapun, berapapun jumlah nya tidak usah ditunjukan kepada siapa saja. Awal niat nya baik untuk beramal tapi dengan memberi tahukan amal baik nya hanya ingin di puji orang lain kan itu nama nya riya’. Tidak bagus perbuatan yang seperti itu.

Seharus nya kan memberi tak harapkan imbalan dan pujian dari siapapun.

Salam Manies dari Sidoarjo :) 

 * gambar di ambil di http://lintasankatahati.blogspot.com/ :)

Puncak Mahameru, gambar dari sini
Hai sob, judul diatas adalah sebaris syair milik Dewa 19, yang menggambarkan sebuah gunung yang sangat terkenal sekaligus sebagai gunung tertinggi di pulau jawa. Saya yakin banyak diantara kita yang sudah mendengar, mengetahui bahkan pernah pengunjunginya. 

Gunung yang letaknya bisa dilalui dari kota malang dan lumajang ini memiliki ketinggaian 3.676 mdpl dan sekaligus menjadi gunung incaran para pendaki, baik di nusantara atau pun mancanegara, salah satunya adalah saya. Mengapa demikian? karena selain terkenal dengan ketinggiannya, gunung ini memiliki sejuta panorama yang tidak akan pernah bosan dipandang mata. Salah satu tempat favorit saya bila berkunjung kesana adalah sebuah danau yang dinamakan Ranu Kumbolo. Bayangkan sob, danau ini luasnya 14 ha dan berada di ketinggian 2.400 mdpl. Disekitarnya terhampar jutaan bunga Edelweis, belum lagi, kita bisa menikmati matahari terbit dan tenggelam dari sela-sela bukit (dengan arah berlawanan) sambil memancing ikan yang terdapat banyak di danau ini. Wuiii, pokoknya ajib lah sob. 

Ranu Kombolo gambar dari sini

Lalu bila di teruskan melewati sebauh tanjakan yang bernama “tanjakan cinta”, kita akan disuguhi sebuah hamparan padang rumput yang begitu luas dikelilingi oleh bukit dan gunung dengan beribu pohon pinus dan cemara, tempat inilah yang disebut Oro-oro ombo. Saya sering berlama-lama disana lho, kalau menurut para turis, pemandangannya gak kalah keren kok sama di Eropa sono. 

Dan bagian klimak dari gunung ini setelah melewati hutan Arcopodo 2.900 mdpl, karena Arcopodo sendiri adalah batas vegetasi dari rangkaian gunung semeru. dari sini kita akan menghadapi bukit pasir yang sangat curam dan babatuan yang mudah longsor sob, diperlukan waktu sekitar 3-4 jam dari sini untuk mencapai puncak Mahameru, dan setiap pendaki harus sampai puncak sebelum jam 10.00 pagi sob, karena setelah jam segitu, angin bertiup kearah timur dan membawa gas beracun, selain itu gak asik dong kalau sampai tertimpa material yang berterbangan kearah kita yang di sebabkan oleh ledakan yang biasa terjadi setiap 20-30 menit sekali, bisa jadi peyek kita, hihihi. 



Saat berada dipuncak inilah, kita akan melihat pemandangan yang luar biasa, kita bisa melihat gugusan gunung-gunug di arah barat, seperti Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, Slamet hingga Ciremai, di sebelah timur kita bisa melihat gunung Argopuro, Raung dan laut lepas. Itu pun kalau cuaca bagus ya. Belum lagi kita bisa menikmati ledakan dari kawah Jonggring Saloka dengan dentuman yang bervariasi, kepulan asap dan maretial yang berterbangan kearah Selatan sebelum jam 10.00 kerapkali membuat kita terpana dan kehabisan kata-kata saat memandangnya.

Nah, melihat hal itu semua, maka saya rasa sangat pantaslah kalau gunung ini dijuluki puncak abadi para dewa, sebagaimana lagu yang dilantunankan oleh band Dewa 19. Bagaimana menurut anda sob ???

Salam



Posisi Bek dan gelandang bertahan adalah posisi saya saat bermain sepakbola. Dulu saat ikut Sekolah Sepakbola (SSB) sebenernya posisi yang saya incar adalah penyerang sayap kiri.Posisi itu kandas karena menurut si pelatih, saya lebih cocok jadi gelandang bertahan.Nah disini saya mendapat banyak tips dari pelatih bagaimana melakukan pertahanan yang benar. Berikut tipsnya :
  1. Bayangilah penyerang tapi jangan terlalu dekat ini menghindari jika si penyerang melakukan diving.
  2. Fokus pada bola  ketika berada dalam situasi satu lawan satu.
  3. Bersiap melakukan gerak cepat ke belakang atau ke samping untuk mengantisipasi pergerakan lawan yang tiba-tiba.
  4. Selalu dengarkan pemain lain yang ada dibelakang anda.Karena mereka dapat memberi arahan.
  5. Harus memiliki kesabaran extra.Dan berusaha membuat si penyerang membuat kesalahan.
  6. Lakukan Pressure yang ketat.
  7. Ketika seorang rekan anda sedang melakukan pressure anda juga harus bersiap-siap apabila si penyerang lolos dari hadangan, anda bisa langsung menutup pergerakannya.
  8. Selalu perhatikan libero saat menghadapi tendangan bebas ini bergunaa saat akan menerapkan jebakan offside.
  9. Bermain keras itu sah selama jangan menjurus ke permainan kasar.
  10. Tackle :melakukan tackle harus tepat, lakukan dari depan atau dari samping dan perhitungkan timing yang tepat.Jangan sampai tackle kita gagal apalagi sampai melakukan tackle fatal pada si penyerang.
Ini ada video dari youtube yang mungkin bisa memberi visualisasi bagaimana melakukan pertahanan yang baik:


Satu lagi kunci menjadi pemain belakang yang hebat harus disiplin dan penuh konsentrasi disetiap menit pertandingan,juga selalu utamakan komunikasi dengan pemain lain. Terutama Libero yang selalu jadi patokan pertahanan harus mengkoordinir pertahanan. So kerja sama tim adalah mutlak.

Keep Spirit FootBall

Salam P.L.U.R (Peace Love Unity Respect) dari Riez Generasi Biru 


Macet lagi, macet lagi!

Bagi sahabat yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, macet adalah hal yang biasa. Bahkan di beberapa lokasi, kemacetan sudah menjadi pemandangan sehari-hari. 

Sayangnya, kemacetan seperti di Jakarta juga sering terjadi di Tangerang. Jika dulu hanya melihat dari tayangan berita di televisi, kini aku sering mengalami sendiri. Seperti tadi pagi, sudah tiga kali dalam minggu ini aku terjebak dalam kemacetan. Entah apa yang terjadi di depan sana, lebih dari lima belas menit motorku nyaris tak bergerak. Maju tak bisa, mundur atau berputar arahpun sama saja.

“Ini pasti ulah sopir-sopir angkot lagi!” 

Seorang pengendara sepeda motor di sampingku mendengus kesal. Aku menduga ia sudah terlambat masuk kerja. 

Aku bergeming, tak berkomentar. Apa yang ia katakan bisa jadi benar, tapi bisa juga salah. Kemacetan semacam ini kadang memang disebabkan oleh ulah beberapa supir angkutan kota yang tidak bertanggung jawab. Berhenti, mangkal, dan berputar arah di sembarang tempat. Tapi itu bukan satu-satunya penyebab kemacetan, masih ada kemungkinan lain seperti para pengendara motor yang tidak disiplin. Memaksa menyelusup di sela-sela angkot atau mobil, juga bisa jadi penyebab dan memperparah kemacetan.

Apapun dan siapapun yang menjadi penyebab kemacetan, yang jelas banyak pihak yang kemudian dirugikan. Karenanya, berbagai upayapun terus dilakukan untuk mengurai dan mengurangi tingkat kemacetan. Diantaranya dengan membuka jalur baru, pemberlakuan sistem buka tutup hingga menambah jumlah petugas dari kepolisian di titik-titik yang rawan kemacetan. Tapi dari berbagai upaya yang telah dilakukan, kemacetan masih saja sering terjadi. Selain jumlah kendaraan yang terus meningkat, mental para pengguna jalan yang tidak disiplin, tidak patuh pada aturan menyebabkan kemacetan selalu sulit diatasi.

Kesabaran dan kesadaran berlalu lintas sangat diperlukan demi kelancaran, kenyamanan dan keselamatan di jalan.

Kemacetan bisa diatasi atau setidaknya dikurangi apabila setiap pengguna jalan sama-sama sabar dan sadar. Sabar mengantri, menunggu giliran dan rela mengalah demi kelancaran bersama. Sadar bahwa jalan yang kita lewati adalah milik umum, maka menghormati sesama pengguna jalan adalah sebuah kewajiban.

Setiap pengguna jalan ingin segera sampai di tempat tujuan dengan selamat dan tepat waktu. Tapi tidak setiap pengguna jalan mau mengantri, rela mengalah demi kelancaran, kenyamanan dan keselamatan bersama. Seolah tak ada yang lebih penting melebihi kepentingannya. Tak ada yang pantas didahulukan selain dirinya. 

Jalan yang kita lewati memang bukan milik nenek moyang mereka, tapi bukan pula milik kakek moyang kita. Karenanya kita harus sadar bahwa setiap pengguna jalan memiliki hak dan kewajiban yang sama. Juga sadar bahwa peraturan lalu lintas dibuat untuk kelancaran, keselamatan, keamanan dan kenyamanan bersama, bukan sekedar hiasan, bukan pula untuk dilanggar. 

Jika berbagai upaya telah pemerintah lakukan untuk mengatasi kemacetan namun belum menunjukan hasil yang memuaskan,mari kita budayakan sabar dan sadar berlalu lintas agar terwujud kelancaran, kenyamanan dan keselamatan di jalan. 

Dan diumpamakan perjalanan, hidup ini juga kadang tersendat, terhenti sesaat oleh datangnya sebuah ujian atau cobaan. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, namun intinya sama bahwa kita harus bisa melewatinya, mengatasinya. Dan agar hidup ini tetap berjalan dengan lancar, aman dan selamat, sabar dan sadar sangatlah diperlukan. Sabar atas ujian yang datang, dan sadar bahwa semua itu terjadi atas ijin dan kehendak Allah, dengan satu tujuan. Allah tak memberikan ujian diluar batas kemampuan. Sabar dalam berikhtiar dan sadar bahwa yang kita lakukan adalah sudah benar dan sesuai yang Allah perintahkan. 

Jadi, mari kita upayakan untuk selalu sabar dan sadar dalam mengatasi berbagai persoalan. 

Salam hangat untuk seluruh pengunjung Waroeng Blogger's

Lamunan panjang di Selat Sunda
Kawans, apakah kalian pernah mendengar atau bahkan menerima peringatan ini? " Jangan terlalu banyak melamun nanti lekas tua!" Atau " Jangan melamun nanti ada setan lewat lho!" Kalau saya sering menerimanya, terutama ketika masih menyandang status gadis imut dulu :)

Dalam konteks ini melamun tidak begitu dianjurkan. Tak mengerti alasan dibelakang pelarangan ini. Kalau datangnya dari nenek saya bisa dipahami. Beliau mengalami masa perang. Sementara orang  tua saya dibayangi situasi depresesi paska kemerdekaan. Belum lagi kemudian  pecah Permesta (perjuangan rakyat semesta) di Sumatera Barat. Situasi sosial sangat menekan. Banyak orang stress dan mati bunuh diri. Karena itu melamun bagi mereka identik dengan kesedihan. Karena  tidak menginginkan yang buruk  terjadi pada cucu dan anak-anaknya maka diperingatkan untuk tidak sering melamun.


Melamun sendiri bukanlah kebiasaan buruk. Asal tidak dilakukan sepanjang waktu dan tiap hari, melamun mendatangkan beberapa manfaat bagi kesehatan mental kita.Diantaranya :

1. Merilekskan otak. Tak bisa dihindari bahwa  hidup dijaman arus informasi seperti sekarang  otak kita seperti tanggul air, terus menerus menerima aliran baru. Penting atau tidak tiap informasi yang dijejalkan itu menyebabkan otak sibuk. Dia akan memilah informasi dengan hirarki, penting, biasa-biasa saja dan tak penting. Yang biasa-bisa saja dan tak perlu dibuang ke alam bawah sadar. Kondisi ini memicu ketegangan yang kadang terasa kepala kita seperti dililit karet gelang. Melamun membantu melonggarkan jaringan syaraf sehingga kita merasa rileks.

2. Kontemplasi: Coba perhatikan mereka yang sibuk, jarang punya waktu, dan mengukur waktu selalu dengan uang. Kebanyakan yang saya tahu mereka itu egois. Sementara melamun membantu kita menengok ke dalam, bertemu dengan diri sendiri, silaturahim dengan hati nurani. Ketika itu terjadi biasanya sudut pandang kita terhadap beberapa masalah akan bergeser.

3. Menjaring wahyu : Nabi Muhammad menerima wahyu pertama kali ketika beliau bermeditasi di gua Hira. Kita bukan Nabi dan melamun tak sama dengan bermeditasi. Namun beberapa penemuan hebat di dunia ditemukan saat orang melamun. Microscope itu lahir dari lamunan saat memandangi titik embun pada sehelai daun.

Jadi kawans, sesekali berhentilah dari kesibukan dan cari tempat melamun yang enak.

Eh ngomong2 biasanya kawans melamun dimana dan dalam keadaan bagaimana?

Salam saya,

Evi :)


Ketika saya bertugas di Palembang ada seorang anak buah yang baik, disiplin dan rajin bekerja namun golongan dan pangkatnya tak beranjak dari strip merah. Suatu waktu saya panggil dia dan saya tanya apakah dia tidak pernah mengikuti seleksi Secaba (Sekolah Calon Bintara).

”Siap, saya sudah bosan komandan, tiga kali mengikuti test tidak lulus-lulus”, jawab Pratu Rayso (bukan nama sebenarnya)

”Apakah umurmu masih memenuhi syarat jika tahun ini ada test lagi?”, saya tanya.

”Siap masih Komandan“

”Kalau begitu nanti kamu ikut test lagi“

”Siap sudah cukup komandan, biar saja saya dengan pangkat yang ini. Saya sudah bosan ikut testing”

”Kalau tahun ini kamu tidak ikut test, sudah pasti kamu tidak lulus sehingga sampai pensiun kelak kamu akan tetap pada golongan dan pangkat yang sekarang. Tetapi jika kamu ikut test, ada kemungkinan nasibmu akan berubah. Siapa tahu Tuhan memberi rejeki kepadamu. Ini perintah saya, kamu ikut test lagi!!” saya memberi dorongan kepadanya agar mengikuti test Secaba lagi.



 .
Tiga bulan kemudian Pratu Rayso saya panggil dan saya beri hadiah push up 75x. Setelah selesai dan masih dalam nafas yang ngos-ngosan dia saya beritahu : ”Selamat ya, kamu lulus test Secaba. Siapkan dirimu dengan sebaik-baiknya agar di pendidikan nanti kamu bisa mengikutinya dengan lancar dan sukses".

Beberapa tahun kemudian ketika saya berkunjung ke Palembang dia telah berpangkat Sersan Kepala. Pangkat yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Jika waktu itu dia benar-benar tidak mau mengikuti test pangkatnya paling banter Praka.

Sahabat tercinta, 
Banyak orang yang sudah berusaha sekuat tenaga akhirnya menyerah bahkan ketika kesuksesan sudah mengintip dari balik jendela. Oleh karena itu jangan mudah menyerah karena menyerah hanyalah untuk jiwa yang lemah.

*

Tidak perlu malu untuk menjadi seorang ibu rumah tangga, walaupun sudah sekolah setinggi mungkin, ilmu itu akan tetap terpakai sampai kapanpun. Tulisan ini bukan untuk menyinggung ibu pekerja, karena saya tahu pasti mereka pun pasti memperhatikan anak-anaknya seperti halnya ibu rumah tangga. Bahkan ibu pekerja itu hebat juga loh karena mereka bisa membagi waktu antara pekerjaan dan anak. Menjadi ibu rumah tangga maupun ibu pekerja merupakan pilihan masing-masing dan harus bisa dipertanggung jawabkan.

Disaat saya memasukkan anak ke Playgroup atau Taman Bermain, ada salah seorang teman bilang sebaiknya tidak perlu dimasukkan kesekolah kalau umur 3 tahun, cukup bermain-main dirumah. Beliau bilang Ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya.


Saya setuju dengan kalimat diatas, tapi kebutuhan setiap anak juga berbeda bukan, semuanya tidak bisa disamakan. Beberapa orang tua tentu mempunyai pendapatnya masing-masing mengapa harus memasukkan anaknya ke playgroup. Salah satu alasan agar si anak bisa bergaul atau bersosialisasi dengan teman sebayanya yang mungkin saja hal itu sulit dilakukan dirumah karena tidak ada teman sebaya. Hal ini hanya orang tua saja yang bisa menentukan perlu atau tidak seorang anak masuk sekolah diusia dini. 

Setelah sekolahpun peran orang tua sangat penting disamping peran guru disekolah. Saya teringat di SD yang akan Pascal masuki nanti menerapkan Segitiga Emas, dimana Pihak sekolah dalam hal ini guru ,orang tua serta murid harus bisa bekerja sama satu sama lain karena saling keterikatan. Disekolah anak belajar dengan guru sedangkan dirumah orangtua harus membantu anak.

gambar diambil dari sini

Tidak hanya hal belajar saja segitiga emas ini bisa diterapkan, tapi bisa diterapkan juga dihal lainnya. Misalnya orang tua mempunyai uneg-uneg atau saran untuk sekolah sebaiknya bisa diutarakan demi kemajuan bersama. Begitu pula dengan pihak sekolah yang harus bisa menerima dan menjembatani antara keingan orang tua murid dan pihak sekolah. Disini saya berfikir adanya POMG (Persatuan Orang Tua Murid dan Guru) penting juga. Jadi sekolah dan orang tua bisa seiring sejalan dalam memajukan pendidikan serta akhlak anak-anak. Intinya adalah adanya komunikasi didalam wadah POMG ini sehingga tidak ada proses belajar mengajar bisa lancar.

Tulisan ini sekedar sharing saja, mohon maaf jika ada kesalahan dan mohon masukkan yang lain jika berkenan.


Ah, Indonesiaku..!
Hmm...

Sebenarnya saya setengah hati jika menuliskan tentang negeri kita, Indonesia. Negeri yang kaya akan segalanya dalam semua aspek. Indonesia, negeri yang sedang berkembang tapi banyak diantara penduduknya yang sering mencela dan mencerca tanpa ada solusi bersama.

Ya,  banyak cercaan, tapi kita sendiri masih belum bisa mengaplikasikan perbuatan kecil untuk Indonesia. Ada yang bilang, komentator itu tak lebih pandai daripada pemain. Mereka hanya bisa bicara, belum tentu bisa bermain di lapangan. Sama seperti kebanyakan kita, yang notabene penduduk Indonesia, banyak bicara, saling menyalahkan. Demonstrasi yang berakhir anarkis kerap terjadi tanpa ada solusi, justru malah memperkeruh suasana bahkan merusak prasarana umum.

Banyak orang yang berdalih bahwa demonstrasi adalah bagian dari demokrasi. Secara garis besarnya memang iya. Bukankah demonstrasi itu bertujuan mengemukakan pendapat? berekspresi menyampaikan aspirasi? Kenapa harus dilakukan dengan tindak kekerasan dan anarkis? Mengemukakan aspirasi tak perlu melakukan pengrusakan, terkadang fasilitas umum menjadi bulan-bulanan. Membakar ban di tengah jalan yang menyebabkan kemacetan, dan lain sebagainya.
Apakah ini yang dinamakan demokrasi?

Sudahlah, kepemerintahan Indonesia memang belum 100 persen memuaskan rakyat. Tapi, tidak semuanya. Mari buka mata, bukankah kita juga punya andil besar untuk Indonesia? Pemerintah tak akan berjalan dengan baik tanpa ada partisipasi dari rakyatnya. Semua harus berkolaborasi. Sayangnya suatu hal yang sangat sulit untuk menciptakan yang demikian. Rakyat bekerja sama dengan pemerintah. Jangan salah, blogger juga bisa berbuat untuk Indonesia melalui komunitas-komunitasnya, seperti Warung Blogger. Dari komunitas-komunitas tersebut akan lebih mudah mengumpulkan aspirasi. Sulit bukan berarti mustahil bukan?

Terkadang secara tidak sadar, kita justru tak menghargai fasilitas dari pemerintah, misalnya saja peraturan tentang kebersihan taman kota. Pemerintah sudah menyediakan tempat sampah dan pekerja dari Dinas Kebersihan dan Ketertiban Kota, tapi sering kita melanggarnya. Peraturan yang dibuat pemerintah tak kan pernah terwujud jika semua pengunjung taman tidak membuang sampah pada tempatnya. Itu hanya sebuah contoh kecil yang terlalu kecil untuk kita ingat. Belum lagi contoh lain.

Ingat, Indonesia akan menjadi baik jika pemerintah dan rakyatnya bekerja sama. Sampaikan aspirasi secara baik, sebagai manusia yang beradab dan berbudi pekerti.

Sumber gbr: korandemokrasiindonesia.wordpress.com

Ditulis oleh: Ari Tunsa

Secara tiba-tiba saya teringat kepada sebuah pengalaman pada masa saya kecil. Waktu itu saya sering ikut ibu saya ke pasar tradisional di desa saya yang sangat ramai pada saat pasaran wage, biasa orang menyebutnya dengan pasar wage. Pasar tersebut memang paling ramai daripada pasar kliwon, pasar pahing atau lainnya. Biasanya saya selalu ikut ibu saya pergi ke pasar karena paling tidak saya juga bisa dibelikan jajanan pasar juga.

gambar dari mazwiku.wordpress.com



Biasanya kebiasaan yang dilakukan oleh ibu adalah membawa gawan (bawaan) untuk buah tangan ketika akan berkunjung ke rumah keluarga yang jauh. Seingat saya hari saat saya ikut ibu ke pasar adalah hari kamis wage. Dan saat itu ibu akan membeli buah pisang susu. Pada saat tiba di tempat pedagang buah pisang, ibu pun memilih buah pisang yang bagus dan bertanya kepada penjual "pundi gedange sing mboten karbitan wak?" (mana pisang yang tidak karbitan pak?). Kemudian si penjual pun menunjukkan pisang yang tidak karbitan. Sebelumnya saya agak bingung dengan apa yang dimaksud dengan karbitan, karena suasana pasar yang begitu ramainya saya pun mengurungkan dulu niat bertanya kepada ibu saya.

Sesampainya di rumah, saya langsung bertanya apa yang dimaksud dengan karbitan. Setelah ibu saya menjawab pun saya lantas tahu apa yang dimaksud dengan "karbitan". Saya baru tahu waktu itu bahwa fungsi karbit yang biasa digunakan untuk membuat behdil bum bum (sebuah permainan meriam dari bambu)ternyata juga bisa digunakan untuk membuat buah-buahan cepat matang atau dengan kata lain "matang dengan instan".

Nah saat ini pun saya sadar bahwa sangat banyak hal-hal disekitar kita yang dikarbit, entah disengaja atau tidak. Seperti halnya artis-artis atau band-band yang cepat sekali meroket dan sering muncul disetiap siaran televisi. Yang kadang membuat saya eneg untuk melihatnya, ya rasanya seperti makan buah yang dikarbit. Belum saatnya matang, tapi sudah dipaksa untuk matang dan dipaksa untuk siap disajikan.

Ada juga ratusan perkara yang setiap hari disiarkan di televisi dan dimuat di media cetak maupun elektronik. Perkara mengenai korupsi misalnya, beberapa orang mungkin akan berkomentar dalam hatinya sendiri bahwa korupsi terjadi karena kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang memadahi. Dalam kata lain dapat pula dikatakan bahwa korupsi terjadi karena pembentukan karakter dari pelaku yang belum mencukupi. Ada juga perkara-perkara yang dilatari oleh bayak pemimpin di Indonesia yang berupa pemalsuan ijazah untuk memperoleh sebuah jabatan. Yang bisa dikatakan memperoleh jabatan tinggi dengan cara 'rendahan'. Dalam hal ini saya hanya berpikir "apakah perkara-perkara lain disekitar kita yang kadang kita sendiri dipaksa untuk tahu, merupakan efek dari proses pengarbitan?"

Nah bagaimana pengalaman dan pandangan anda tentang karbit, atau hal-hal lain yang dikarbit?

Untuk berbagi kegembiraan, izinkan bunda memuat berita-berita ini sebagai postingan pertama bunda di Warung Blogger's Blog, mudah2an tidak menyalahi persyaratan ya, coz tercantum di poin (3), hehehehehe....:

Pengumuman Pemenang “Kontes Ngeblog di Mata Perempuan”

by ayankmira 
Sore emak-emak semua… bagaimana jumat ini? masih pada semangat kan? atau ada yang lagi suntuk? ayoo nulis nulis… biar OTAK nya cerah, Jangan cuma ngeblog karena BUDAYA yeee… lebih enak kalau bisa menjadikannya sebagai HEALING buat kita… biar kita Makin CINTA ngeblog dan CINTA sama blognya… CMiiiwww :D
Sepenggal status di FB grup sore ini, yang sebenernya adalah clue alias bocoran untuk nama-nama pemenang Kontes KEB kali ini. Dari waktu yang digelar selama seminggu, Alhamdulillah terkumpul 62 artikel dari peserta Kontes Ngeblog di Mata Perempuan. Apakah kamu salah satu pemenangnya? tetterreeettt….
Sebelum ke pengumumannya, Thanks to Para Juri yang sudah bertapa ke gunung Sahara untuk menentukan artikel yang masuk sebagai juara (semua tulisannya bagus-bagus dan inspiratif), namun dengan begitu… semua emak-emak yang berpartisipasi telah menjadi juara, begitupun yang belum berpartisipasi, dan Inilah juri-juri dari KEB alias MakMin yang unik, manis, cantik dan menggemaskan, *halagh

1. Mira Ayank – Twitter @ayankmira
2. Sary Melati – Twitter @saryahd
3. Nike Rasyid – Twitter @dreeva
4. Indah Juli – Twitter @indahjuli
Kami juga berterima kasih pada Mas Donny BU – Internet Sehat yang membantu kami dalam memberikan penilaian seadil-adilnya, seyakin-yakinnya. Okeh tanpa perlu berlama-lama, dengan bangga… kami persembahkan para pemenang untuk Kontes Ngeblog di Mata perempuan yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak-emak Blogger adalah sebagai berikut :
Juara Favorit … congratulation untuk… Myra Anastasya
Juara ketigaElsha Parawira Putri
Juara keduaEka putri
Dan inilah sebagai juara pertama, yang tulisannya bisa mencerahkan otak kita juga, selamat untuk Bunda Yati judul : Ngeblog untuk Mencerahkan otak
Selamat yaa untuk para pemenang, semoga makin semangat nulisnya, semakin terus berbagi sharing dan tulisan pada emak-emak lainnya… dan sebagai apresiasinya, kami persembahkan:
Juara I : Uang tunai sebesar 200.000, 1 paket kosmetik, 2 buah buku
Juara II : Uang tunai 100.000, 1 paket toilleters, 2 buah buku
Juara III : pulsa sebesar 50.000, Clothers Care, body cream, 2 buah buku
Juara Favorit : pulsa sebesar 50.000, 2 buah buku


Kemudian:
Bunda gembira sekali bahwa dalam mengikuti Audisi Menulis dengan tema SIAPAKAH AKU INI TUHAN (SAIT)  yang memberikan NEM dalam penilaian tulisan oleh Para Juri, bunda juga LOLOS Audisi untuk kedua naskah bunda dengan nilai NEM, hehehehehe... layaknya mengikuti ujian SMA.

Puas banget bunda mengetahui bahwa tulisan tersebut mendapat penilaian seperti itu, sehingga kita bisa tahu kapasitas dan kualitas menulis kita telah bergerak menuju kemajuan. Semua ini adalah berkat bunda berkecimpung dalam dunia online melalui Ngeblog dan otomatis juga berkaitan dengan komunitas facebook.  Bunda lulus dengan NEM 10.32  untuk Cerpen MELANGKAH PASTI - Nomor Peserta 111-01-1208 dan NEM 10.85 untuk Cerpen SALAHKAH AKU - Nomor Peserta 1111-01-1241. Sedangkan batas lulus NEM 10.17.

Last but not least: ayo kita s'mangat untuk ngeblog. Dari ngeblog kita bisa tingkatkan kemampuan kita yang terpendam dalam bidang tulis menulis. Ayo kita meniti karir dalam menulis di blog. Insya Allah, pikiran kita jadi jernih dan cemerlang, hehehehe............





































Seorang ibu punya dua anak cewek yang satu sudah SMA dan satu masih SD. Setting nya lagi di ruangan belajar ada mbak, adek dan ibu yang membantu mereka belajar di dalam satu ruangan.



Adek : “Mbak, penggaris nya mana?” agak bentak minta ke mbak nya.

Ibu : “Adek, kalau mau minta sesuatu harus bilang ‘Minta Tolong’ di inget lho yaa dek” menjelaskan dengan penuh kesabaran.

Adek : “Ooohhh.... gitu yaa Buk, harus minta tolong dulu yaa” muka sambil manyun.

Ibu : “Coba ulangi tadi minta ke mbak gimana?" dengan sabar Ibu memberi tahu adek.

Adek : “Mbak, minta tolong ambil kan penggaris merah koodok yang di sebelah nya mbak yaa” dengan wajah penuh senyum.

Mbak : “Iyaa adek ku sayang, gitu dong bicara nya kan bagus” sambil memberikan penggaris ke adek.

Ibu : “Adek hebat sudah bisa bicara yang benar, kalau sudah pakai penggaris nya dikembalikan yaa Dek dan harus bilang ‘Terima Kasih’ lho yaa Dek” penuh kesabaran bilang keanak nya.

Adek : “Kenapa seh Buk harus bilang ‘minta tolong‘ dan ‘terima kasih’? “ wajah penuh pertanyaan.

Ibu : “Adek cantik kalau bicara sama orang dengan benar dan sopan kan enak didengar nya, kalau bicara nya jeleg bagus tidak Dek?”

Adek : “Ndak bagus Buk, oohh... jadi harus bicara yang sopan dan benar yaa buk, yaa udah deh adek mau coba. Mbak ku yang cantik terima kasih yaa penggaris nya udah dipinjemin ke adek” sambil muka senyum genit.

Mbak : “hehehehe...adek ku genit deh, iyaa sayang sama-sama adek ku yang centil” wajah gemes sambil nyubit pipi adeknya.

***
Dari cuplikan cerita diatas itu hanya untuk mengingatkan saja, sudah berterima kasih kah saat di beri sesuatu oleh siapa pun? Atau sudah kah berucap minta tolong saat meminta bantuan seseorang?

Bedeway untuk Niar sendiri mau bilang “terima kasih banyak buat admin webe  sudah di undang menjadi kontributor di Warung Blogger, blogger baru yang lagi belajar untuk menulis sesuatu yang bermanfaat, semuga berkenan buat yang siapapun” :D

NB :  Seorang anak lebih baik di beri tahu sejak dini tentang kebaikan supaya menjadi anak yang baik saat sudah beranjak dewasa. Cemuunngguutt  :D

Sumber gbr: rizalbkurniawan.blogspot.com

Dituliskan oleh : Niar Ningrum

Hallo … apa kabar, semoga semuanya baik baik saja ya …. 

Tak terasa, sudah saatnya stupid monkey kebagian jaga warung lagi nih, ayo siapa yg mau pesen, ada kopi manis, setengah manis, kopi pahit, buah nangka, roti bakar, apa lagi ya … ?? pokoknya menu disini lengkap deh. 

Soryy intro nya garing .... kembali ke cerita ...

Setelah kemarin saya menulis tentang sebuah aktifitas yang berorientasi pada pendakaian, (kira-kira begitu) sekarang saya akan menceritakan sebuah mitos yang terjadi saat pendakian ketiga saya di gunung Lawu. 

“Lho kok, gunung lagi” 

“ iya dong, orang senengnya naik gunung, wee “ 

Tetep sob, masih seputar gunung ya, soalnya di pungkiri atau tidak, setiap kita dalam hatinya akan tersebit sebuah kekaguman akan keindahan gunung beserta isinya, betulkan … ?? 

Wokeh kembali ke cerita semula. 

Kemarin saat saya mendatangi gunung Lawu, saya bertemu lagi dengan sesosok makhluk yang bisa terbang, jangan mikir lain-lain dulu, sosok ini adalah seekor burung yang biasa hilir mudik di seantero gunung Lawu, pendaki biasa mengenalnya dengan nama burung Jalak Gading. 

Jalak Gading
[image by :  sjamsoel-bakrie.blogspot.com] 

Menurut mitos yang tersebar disana dan antara para pendaki, burung Jalak Gading ini adalah burung yang sangat gemar mendekati para pendaki dan pejiaran yang berada di kawasan gunung tersebut. Dia senantiasa menuntun arah para pendaki menuju puncak, namun hal itu berlaku bila kita tidak mengganggunya. 

“Apa yang terjadi bila si burung di ganggu ?” Tanya seorang teman kepada saya, lalu saya ceritakan kejadian pendakian kedua saat menyambangi gunung Lawu, dimana secara sengaja saya menimpuk burung itu di sekitar puncak gunung Lawu. 

Seketika langit menjadi gelap, padahal saat itu masih sekita pikul 11.00 wib dan sebelumnya panas dan cerah, angin mendadak bertiup sangat kencang dan hujan mulai membasahi tanah puncak tersebut. Tak seperti biasanya, menurut teman yang bersama saya saat itu, saya mendadak panic dan memaksa segera menuruni puncak Lawu untuk berteduh di tenda yang kami tinggalkan di Hargo Dalem. Namun saat turun tersebut, saya salah memasuki jalur yang ternyata berlawanan arah dengan posisi tenda kami. Boyo-boyo (punggung buaya) nama tempat dimana saya tersasar, tempat yang berbukit-bukit dengan Edelweis dan rumput setinggi dada. Disanalah saya terdampar sekitar kurang lebih 2 jam, dan akhirnya sadar kembali kalau saya harus balik kearah puncak, setelah melihat puluhan burung Jalak Gading berterbangan terus menerus, seolah member isyarat untuk mengikutinya. cerita lengkapnya disini.

Intinya bila dia di ganggu, maka ia akan menyesatkan atau kejadian buruk akan menimpa para pendaki. Itu sepenggal kisah saya disana bersama dengan Burung Jalak Gading beserta mitosnya. Benar atau tidak itu kembali kepada diri kita masing-masing. 

Bagaimana sobat, percaya mitos atau tidak ???

Salam



"Buah-buah-buah mangga, manggis, jambu, pepaya pokoknya komplit silahkan dibeli"


Teriak si penjual buah menawarkan buahnya yang ada di bak mobilnya.

Tiba-tiba seorang pembeli menghampirinya dan bertanya "Pak buah yang bapak jual apakah manis semua?" tanya si pembeli.

"O tentu mas dijamin manis semua," jawab si penjual. 

"Kalo begitu gak jadi beli, saya lagi nyari buah yang kecut-kecut," (timpal si pembeli lagi, sambil melangkah menjauh dari mobil penjual buah)

"Ehh tunggu dulu mas ini ada kok yang kecut" si penjual mencoba menawarkan kembali buahnya.

"Tetep nggak jadi beli saya Pak. Bapak udah bohong duluan. Katanya tadi buah yang bapak jual manis semua"  Si pembeli langsung berlalu...

Sumber gambar: http://www.tubasmedia.com

Salam


Alhamdulillah, kamu sudah ceria lagi.” Itu awal obrolanku dengan Fulan, kemarin siang.

“Iya, berkat nasihat ustadz Arif,” jawab Fulan. Raut mukanya bersemu merah.

“Kau curhat dengan beliau?”

“Maaf, bukan aku tak menganggap nasihatmu. Tapi hatiku baru sempurna terbuka setelah mendengar nasihat dari beliau.”

Aku mengangguk, maklum. Tentu saja, ustadz Arif adalah guru ngaji yang bijak. Maka meminta nasihat pada beliau adalah keputusan yang tepat.

“Kalau boleh aku tahu, apa nasihat beliau padamu?”

“Tidak banyak. Beliau hanya memberiku beberapa pertanyaan dan menyuruhku merenungkan jawabannya.” Fulan memperbaiki duduknya. “Dan kau boleh menjadikannya sebagai bahan tulisanmu” tambahnya.


“Hanya yang mengandung manfaat.” Aku tersenyum, menegaskan.

Fulan mengangguk, sepakat.

Apa pertanyaan dari beliau? Aku bertanya melalui tatapan mata.

Lima detik berikutnya, Fulan mulai bercerita. “Usdatz Arif memberiku pertanyaan yang sederhana, tak terpikir sebelumnya, namun sungguh telah menggugah kesadaranku. Beliau memintaku untuk merenungkan jawaban atas pertanyaan siapa orang yang bangun pertama kali di rumah? Siapa yang memasak, menyeduhkan kopi, menghidangkan sarapan pagi? Siapa yang menyiapkan pakaian kerjaku, juga seragam sekolah anak-anakku? Siapa yang membereskan bekas makanku, menyapu, mengepel, membenahi rumah dan mencuci pakaianku? Siapa yang menjaga harta dan keluarga saat aku tinggal bekerja? Siapa yang selalu siaga, merawat dan menjaga ketika anak-anak sakit?”

Sejenak Fulan menghentikan ceritanya, menelan ludah. Dan dengan takzim aku menyimak tanpa sekalipun menyela ceritanya.

“Beliau juga bertanya, siapa orang yang terakhir bergabung dengan kami di meja makan? Siapa yang terakhir menyendok nasi dan sayur di piring? Siapa yang rela berbagi dan memberikan lauknya, berhenti makan meski perutnya belum kenyang? Siapa yang dengan lembut memijit badanmu, mendengarkan keluh kesahmu? Siapa yang terakhir tidur di rumahmu? Bukankah seringnya kau lebih dulu tidur tanpa sempat berucap terima kasih padanya yang telah melayanimu dengan sepenuh cinta?” Fulan menambahkan

“Kau tahu kan semua jawabannya?” tanya Fulan padaku yang masih serius menyimak ceritanya.

“Ya!” Aku tergagap. Meski aku tak tinggal serumah dengan Fulan, tapi aku tahu siapa yang ustadz Arif maksudkan. Dan aku juga tahu, apa maksud dari semua pertanyaan itu.

Romantika berumah tangga, tak selamanya dihiasi canda dan tawa. Kadang diselingi pertengkaran yang dipicu oleh perbedaan pandangan. Hampir semua yang telah lama berumah tangga pernah mengalaminya, dengan penyebab berbeda, dan penyelesaian yang berbeda pula.

Pun dengan rumah tangga Fulan. Dua hari sebelumnya, wajah Fulan bagai terlipat. Dan itu bermula ketika pulang kerja, Fulan mendapati sang istri masih tertidur pulas di kamar, sementara kondisi rumah belum rapi dan anak-anak masih bermain di luar, belum mandi. Fulan yang memang seminggu terakhir sedang stress dengan pekerjaan di kantor, terpancing emosi. Tanpa merasa perlu bertanya, Fulan langsung memarahi istrinya. Percuma panjang lebar sang istri menjelaskan, ia agak  kurang enak badan, lelah seharian mengurusa anak, membenahi rumah yang selalu berantakan. Semua itu tak Fulan dengarkan, setan terlanjur mengendalikan hati Fulan. Astaghfirulloh!

Meski ustadz Arif memberikan pertanyaan-pertanyaan itu pada Fulan, sesungguhnya ini juga mengingatkan kita, para suami. Seringkali pertengkaran muncul akibat suami - istri kurang saling memahami. Salah satunya, seorang suami terkadang menuntut istrinya selalu sempurna, dalam hal pelayanan dan pengurusan keluarga, menganggap ringan tugas dan pekerjaan seorang ibu rumah tangga. Hanya berkutat di sumur, dapur dan juga kasur. Padahal kenyataannya tidak sesederhana dan tak seringan yang dibayangkan. Tidak selalu mudah memang untuk memahami hal ini, kecuali bagi seorang yang bijak seperti ustadz Arif dalam cerita ini, atau seorang laki-laki yang karena satu hal menuntut ia menjadi ayah sekaligus ibu bagi anak-anaknya.

Saling menghargai, saling memahami, bukan saling meremehkan, merasa diri lebih dan paling dalam setiap hal, lalu menuntut pasangannya selalu sempurna. Itu pelajaran yang kupetik dari nasihat ustadz Arif kepada Fulan. Betapapun pekerjaan seorang istri di mata suami sering terlihat ringan, sederhana, tapi sesungguhnya tidaklah demikian adanya. Kita bisa merasakannya ketika istri sedang sakit atau karena satu hal penting memaksa kita mengurus rumah dan anak-anak seorang diri. Tak perlu menunggu ini terjadi, untuk bisa merasakan bagaimana tugas dan tanggung jawab seorang istri. Atau seperti sebuah pesan yang disematkan dalam sebuah guyonan yang pernah kudengar, tak perlu bertukar kelamin untuk seorang suami bisa merasakan tugas dan tanggung jawab seorang istri.

Kalau boleh aku menyimpulkan, baik suami maupun istri masing-masing mempunyai tugas dan peranan yang penting dalam rumah tangga, karenanya saling menghargai, saling membantu dan mendukung adalah satu keharusan, demi terwujud keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.

Salam hangat untuk seluruh pengunjung Waroeng Blogger.


*gambar dipinjam dari http://baitijannahti.com



Pendidikan Sekolah
Sumber Gambar
Jamannya aku dulu sekolah, kalo masuk ke negeri tandanya pintar. Bener ga sih? Sahabat pernah ngerasain itu ga ? Aku sendiri merasakan begitu. Dulu masuk Sekolah Negeri  baik SD, SMP, SMA ga ribet, asalkan sesuai dengan standar NEM dan bayar uang pangkal dan bangunan langsung masuk. Beres kan..!!

Sekarang jamannya sekolah di Negeri, misalkan SD aja yang sering aku dengar di lingkungan sekitarku. Sekarang kan kalo masuk Sekolah Negeri tidak di pungut biaya sepeser pun, terpajang di spanduk di setiap sekolah. Ada dana BOS, buku gratis. Pengalaman pribadi waktu anakku masuk SD Negeri  justru berbeda dengan apa yang ada di tulisan yang di pajang di spanduk tsb.


Aku yang tak terbiasa dengan hal-hal yang berbau suap menyuap ( baca jalur khusus ). Tapi di jaman sekarang untuk memasukkan anak ke sekolah negeri favorit yang katanya gratis tetep aja banyak calon orang tua murid yang memasukan anakknya lewat jalur khusus bahkan masuk kelas khusus.


Dan aku lebih nyaman sistem sekolah kaya jaman dulu, setiap masuk sekolah bayar uang pangkal dengan biaya yang telah di tentukan dan merata pada setiap anak yang mau masuk sekolah tsb, terus bayar  uang bulanan. Enak kan ??


Memperhatikan Orang tua sekarang yang masuk sekolah SD aja, pada bingung karena kepengen masuk SDN favorit tapi harus memikirkan berapa uang yang akan di kasihkan, ngasih banyak ga ada, ngasih sedikit takut anaknya ga terima. Dilema kan..


Lewat jalur yang umum takut si anaknya ga ke terima karena kekurangan umur.


Buat aku pribadi, lebih baik masuk jalur umum saja deh yang biasa, toh kalo anaknya memang mampu  dan bisa dalam mengerjakan test pasti masuk dan andaikan tidak masuk sekolah yang di idamkan, ya sudah mungkin bukan rizkinya, yuk nyari sekolah pilihan yang lain.


So, menurut Sahabat ..


Bagaimana jalur umum atau jalur khusus ??


Salam 


Chartered Bank of Batavia merupakan gedung tua yang berada di lokasi Kota Tua Jakarta Utara. Gedung tua ini memiliki khas yang menarik tidak terlupakan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap mata yang melihatnya serta menghidupkan nuansa klasik kehidupan masa silam.

Harmonisasi rancang bangun bergaya Doria, Renaisaus, dan Korintia mengerucut dan berasimilasi membentuk gaya arsitektur Neoklasik Yunani yang menakjubkan. Sebuah menara yang berbentuk kubah dengan model Bisatium berwarna oranye akan memancarkn cahaya keindahan mengagumkan di malam hari efek cahaya lampu yang menyorotinya. Gedung ini didirikan pada abad ke 19.



Dari data yang penulis dapatkan pada saat berkunjung ke Kota Tua Jakarta Utara, melalui sumber beberapa daftar pustaka yang penulis dapatkan dari Perpustakanaan Arsip Nasional, Chartered Bank of batavia di dirikan pada tanggal 27 Febuari 1921 pada jaman Kejayaan Hindia Belanda pada saat menjajah di Indonesia.

Chartered Bank of Batavia dirancang seorang arsitek asal Amsterdam yang bernama Geard Hendrik Hubert Eduard Cuypers yang mengadopsi gaya khas kekaisaran popiler pada waktu itu. Peletakan batu pertama pada saat pembangunan gedung ini dilakukan oleh seorang puteri manager Chartered Bank of Batavia yang bernama Juice Murray Stewart pada tahun 1921.

Chartered Bank of Batavia didirikan karena berlatar belakang pada waktu tersebut kejayaan pemerintah Hindia Belanda di bidang ekonomi terutama dalam perdagangan komoditi teh, tembakau, dan kopi menjadi alasan didirikannya gedung ini sebagai kantor perwakilan Chartered Bank di Batavia, setelah masuknya agen Chartered Bank ke batavia tahunb 1863. Sedangkan Chartered Bank sendiri di dirikan di London pada tahun 1853 oleh James Wilson mengikuti Piagam Royal dari Ratu Victoria; yang kemudian membuka cabang pertamanya pada tahun 1858 di Calcutta, Bombay dan Shanghai.

Chartered Bank of Batavia yang berdiri megah di area seluas 2.275 m2 yang berlokasi di jalan Kali Besar barat No. 1-2 jakarta Barat, kini hanyalah tinggal berupa bangunan tua megah sebagai salah satu saksi bisu sejarah yang memberikan suatu gambaran sejarah terutama pada saat batavia didaulat sebagai pusat perdagangan tingkat internasional.

Dalam kutipan sejarah bangsa Indonesia pada saat bangsa Indonesia berkonfrontasi dengan negara malaysia tahun 1965, pemerintah RI mengambil alih segala perusahaan asing yang ada. Salah satu di antaranya adalah Chartered bank of batavia yang dinasionalisasi pada tanggal 2 maret 1965, serta dilimpahkan pada bank Umum Negara yang berubah menjadi Bank Umum Bumi Daya pada era kepemimpinan pemerintahan Presiden Soeharto.

Gedung Chartered Bank of Batavia merupakan salah satu saksi bisu peninggalan sistem perbankan Kolonial Hindia Belanda dan masih tetap melekat sampai saat ini sistem perbankannya dan masih berlaku di negeri ini. Chartered Bank of Batavia gedungnya sampai sekarang masih berdiri tegak meski berjibaku melewati masa ruang dan waktu panjang periode kepemimpinan bangsa Indonesia.

Seandainya saja bangsa Indonesia dapat mengambil pesan yang terpatri dari kemegahan gedung tua Chartered Bank of Batavia yang pernah mengalami masa kejayaan ekonomi di tingkat Internasional pada waktu itu, pastilah perasaan gundah dulana masyarakat Indonesia tidak akan berlarut-larut hingga samapai saat ini, apalagi pada saat bangsa ini akan menghadapi kenaikan Bahan Bakar Minyak yang akan membawa dampak kepada spiskologi masyarakat.

Namun, bagaimanapun kehadiran bangunan tua itu telah membentuk tata ruang Kota Jakarta menjadi semakin  menarik dan tidak tergoyahkan karena zaman, tidak peduli cuaca, dan debu jalanan yang terus menghantamnya, keberadaannya tetap saja memilki pesona aura yang memikat tiada tara..

Melihat fenomena penampakan bangunan sejarah di Kota Tua penulis mendapatkan pesan tersendiri dari setiap bangunan yang ada disana, terbesit dalam hati penulis sambil berharap agar bangsa ini dapat kembali pada masa kejayaan ekonomi pada masa jaman Chartered Bank of Batavia dan tidak menjadi bangsa yang hidup di dalam kemegahan museum-museum bangunan tua megah yang hanya tinggal sebuah cerita untuk anak cucu kita belaka.



Salam,

Buah Nangka yang hampir Matang
Yang pernah hidup di kampung atau memiliki halaman rumah yang cukup luas pasti pernah melihat kehadiran tanaman bergetah ini. Saking biasanya kadang  lupa bahwa pohon berbuah dengan kulit totol ini punya andil besar dalam khasanah budaya bangsa.Coba pikir, apa jadinya rumah makan padang tanpa kehadiran gulai nangka? Nangka yang jarang dibudidayakan adalah ikon rumah makan khas masakan Minangkabau ini.Kalau hendak tahu rasa keseluruhan dari sebuah rumah makan, cicipi saja dulu gulai nangkanya. Kalau enak dijamin masakan lain juga sama enaknya. Sebab seluruh menu biasanya datang dari satu dapur yang dikomandai oleh satu orang juru masak.


Buah Nangka Muda

Kehadiran buah nangka di pasar bergerak seiring jaman berkat pelanggan  yang kian cerdas dan effisien. Terutama nangka muda untuk sayur. Dulu dijual utuh lengkap dengan kulit-kulitnya. Walaupun butuhnya cuma sedikit seperti untuk sayur asem, pilihannya paling-paling mencari buah yang paling kecil. Setelah itu di kupas di rumah. Duh lengketlah tangan dan pisau pengirisnya. Kalau sekarang membeli sayur bisa pada bentuknya yang paling bersih. Dagingnya yang putih segar sudah  dipotong-potong, dimasukan ke dalam kantong plastik dan kita boleh membeli sedikit. Sesampai dirumah langsung bisa diolah.

Orang padang bukan satu-satunya penggemar sayur nangka muda. Selain sayur asem milik orang Sunda, orang Jawa Tengah yang menamainya sebagai gori, mengolahnya jadi gudek, sayur megana, oseng-oseng gori dan jangan gori. Bahkan di Semarang saya pernah melihat orang membuat abon berbahan dasar nangka.Rasanya tak kalah dengan abon daging sapi.

Buah Nangka Matang 

Buah nangka matang jadi favorit hampir sebagian besar orang.Bulir-bulir kuning gading, mengkilap berpagar serat-serat putih rasanya manis. Enak nian dimakan segar atau dimasukan ke dalam es teller. Bahkan diolah dengan gula aren dijadikan kinca untuk menikmati kue lupis,  apem dll. Atau dinikmati sebagai sirup, kinca nangka matang itu woooohhh..lho rasanya. Bahkan entrepreneur yang selalu berinovasi merubah nagka matang jadi keripik .

Pemanfaatan Batang Nangka

Manfaat nangka tentu saja tidak terbatas pada buahnya. Sebelum beralih ke mesin cuci, ibu-ibu kita dulu mencuci baju dengan papan gilasan. Nah papan gilasan bermutu bagus terbuat dari batang kayu nangka. Dan kayu nangka juga akrab dengan para perajin gula aren. Potongan-potongan kecil dari pohon bernama ilmiah Artocarpus heterophyllus ini jika dimasukan pada nira yang sedang mendidih akan menciptakan gula aren yang coklat kekuningan, satu warna bermutu dalam pergula arenan.

Getah Nangka untuk nangkap capung

Apakah sahabat pernah menangkap capung?  Waktu kanak-kanak saya sering melakukannya. Alat untuk menangkap capung paling ampuh adalah getah nangka.

Caranya:
Ambil sebatang lidi cukup panjang. Potong nangka muda. Dari getahnya yang mengalir dan akan tambah lengket saat bersentuhan dengan udara, lilitkan pada ujung lidi secukupnya. Dengan lidi itu pergilah mengendap mencari korban. Kalau sudah ketemu ulurkan lidi tersebut pelan-pelan pada kaki capung yang sedang hinggap. Bila beruntung kaki capung akan lengket pada getah di ujung lidi.Selanjutnya terserah Anda akan diapakan capung tersebut.

Bagaimana pengalamanmu dengan buah nangka sahabat?

 Salam,

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.