Articles by "Tips Blog"

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #8TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bahasa Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Buku Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Google Question Hub Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali hubungan Imbuhan Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Jakarta Kangen Band Karya Kata Depan di KBBI ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Liburan life Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan relationship Reportase Resensi Buku Resolusi Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni self help SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif tahun baru Teknologi teman Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger
Showing posts with label Tips Blog. Show all posts

Sebagai bloger yang suka membaca, setiap kali ke toko atau bazar buku aku selalu tertarik untuk membeli buku yang membahas tentang blog. Selain itu, saat berkunjung ke perpustakaan, aku juga senang meminjam buku yang membahas tentang blogging. Dari buku-buku tersebut, aku mendapatkan banyak ilmu baru tentang blog.

Meski banyak ilmu blogging sudah bisa diakses melalui internet, belajar nge-blog via buku juga tidak ada salahnya. Jika teman-teman juga ingin belajar nge-blog lewat buku, berikut rekomendasi lima buku tentang blogging yang pernah kubaca. 

 

Blogging: Have Fun and Get The Money
Blogging: Have Fun and Get The Money adalah sebuah buku yang membahas tentang blog dari A sampai Z, lengkap sekali. Ditulis oleh Carolina Ratri, seorang bloger ekspert membuat buku ini sangat ‘bergizi’. Pembaca akan disuguhi pembahasan mulai dari dasar mengapa kita harus nge-blog sampai bagaimana cara menghasilkan uang dari blog. Untuk bloger pemula, buku ini sangat cocok dibaca karena dapat menjadi panduan nge-blog yang komprehensif. 

Nge-Blog dengan Hati
Buku Nge-Blog dengan Hati memuat tulisan seorang bloger bernama Wicaksono tentang esensi dasar blogging, yaitu menulis dari hati. Dengan nama pena Ndoro Kakung, penulis menyelipkan pesan kepada pembaca bahwa nge-blog itu bukan hanya tentang rupiah yang akan didapat, tapi tentang konsistensi tanpa batas. Tulisan-tulisan di buku ini jauh dari kesan menggurui, karena disajikan dalam bentuk ilustrasi cerita. Mat Bloger, tokoh utama dalam cerita-cerita di buku ini, ‘bertugas’ menyampaikan amanat secara ringan kepada para bloger pembaca buku ini. Baik bloger pemula atau bahkan yang sudah mastah sekalipun, cocok membaca buku ini. Perenungan-perenungan di balik cerita Mat Bloger adalah bentuk pembelajaran yang tidak pernah usang.

Gratis! Keliling Indonesia dan Belajar di Luar Negeri karena Blog
Buku “Gratis! Keliling Indonesia dan Belajar di Luar Negeri karena Blog” membahas tentang salah satu manfaat nge-blog, yaitu mendapat pengalaman baru. Penulis, Nonadita merupakan penerima Penghargaan Microsoft Bloggership. Melalui buku ini ia bercerita tentang pengalamannya keliling Indonesia dan belajar dengan beasiswa di Amerika. Bagi bloger yang ingin belajar memaksimalkan kesempatan dari media blog, buku ini adalah pilihan yang tepat untuk dibaca. Pembaca akan mendapat inspirasi dan pembelajaran dari pengalaman penulis.

Rezeki Nomplok dari Kontes Blog
“Rezeki Nomplok dari Kontes Blog” adalah sebuah buku yang ditulis oleh Harris Maulana, seorang bloger yang banyak memenangkan lomba blog. Di dalam buku ini banyak terdapat tips dan trik bagaimana caranya memenangkan kontes blog. Tips-tips kece ini tentu berdasarkan pengalaman pribadinya yang sudah memenangkan hadiah-hadiah besar dari lomba nge-blog, di antaranya berupa rumah dan jalan-jalan ke luar negeri. Yang menarik, pada buku ini juga terlampir tulisan blog penulis yang memenangkan kontes blog. Tidak salah bagi para bloger yang ingin belajar memenangkan lomba blog untuk membaca buku ini, dijamin manjur karena sudah dipraktikkan sendiri oleh penulisnya.

Jurus-jurus Go-Blog Menghasilkan Uang dari Blog
Buku “Jurus-jurus Go-Blog Menghasilkan Uang dari Blog” berfokus membahas bagaimana cara monetisasi blog. Ditulis oleh sekelompok penulis yang menamai diri mereka Tim Cyber, buku ini memuat tutorial teknis bagaimana mendapatkan penghasilan melalui blog. Titik berat pembahasan buku ini adalah tentang Google Adsense. Pada buku ini juga terdapat sebuah VCD tutorial sebagai pelengkap pembelajaran. Meski juga memuat tips dasar pembuatan dan pengoperasian blog, buku ini lebih cocok dibaca oleh bloger yang serius ingin belanjar menghasilkan uang dari blog.

Itu tadi, rekomendasi lima buku tentang blogging yang bisa teman-teman baca jika ingin belajar nge-blog lewat buku. Belajar bisa dari mana saja, salah satunya dari buku. Selamat belajar!

 -----------------
Catatan:
Artikel ini ditulis oleh Rindang Yuliani pemilik blog www.rindangyuliani.com. Di blog tersebut, Rindang berbagi semua hal yang ia pikirkan, yang ia rasakan, dan yang ia alami. Rindang adalah seorang pecandu buku dan maniak jalan-jalan, oleh karena itu kebanyakan isi blognya adalah tentang review buku dan cerita travelling. Rindang dapat disapa melalui akun media sosial Twitter: @Ryu_keren, Facebook: Rindang Yuliani, dan Instagram: @rindangyuliani.

blogger life

Copas. Alias copy paste, istilah yang sering digunakan di Indonesia bagi yang suka menjiplak karya orang lain. Tentunya kebiasaan copy paste ini merupakan kebiasaan buruk yang seringkali bisa membuat banyak orang jadi terpancing emosi.

Beberapa waktu lalu, media sosial aku kembali ramai soal plagiat. Seorang penulis cerpen diketahui kalau karya-karyanya adalah hasil copy paste tulisan orang lain. Ada lebih dari 20 cerpen yang sudah dimuat dalam media massa ternyata adalah bentuk plagiat.

Masih terekam jelas diingatan aku ketika kasus serupa terjadi sekitar satu tahun lalu. Saat seorang remaja menulis status yang akhirnya menjadi viral karena dianggap status tersebut membawa nilai positif. Namun setelah status tersebut menjadi viral, akhirnya diketahui kalau status tersebut bukanlah hasil pemikiran si remaja pribadi, melainkan hasil copy paste dari status orang lain.

Sebelum aku melanjutkan cerita tentang copy paste ini, simak dulu yuk apa arti dari plagiat. Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, berikut ini penjelasan tentang plagiat:
Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.

Cara Melaporkan Artikel Copy Paste

Sebagai blogger,  dengan maraknya kejadian tulisan yang di copy paste, tak jarang aku malah merasa resah. Kekhawatiran kalau nanti tulisan akan diplagiat, malah membuat aku mandek dan enggak nulis-nulis.

Padahal seharusnya tugas aku kan terus berkarya bukan? Kekhawatiran aku terlalu berlebihan. Daripada akhirnya aku berhenti berkarya, lebih baik aku melaporkan saja jika terbukti ada yang melakukan copy paste tulisan aku. Toh setahu aku setiap karya di digital kita sudah memiliki hak cipta.

Eh lapor kemana? Lapor ke media sosial? Hmm.. lapor via media sosial ini kok menurut aku malah bikin nambah masalah ya. Khawatir malah menjadi bumerang dan pencemaran nama baik. So, what should I do?

Jawabannya adalah dengan melaporkan ke DMCA. Apa itu? DMCA, singkatan dari Digital Millennium Copyright Act, adalah sebuah bentuk perlindungan terhadap hak cipta. Tujuannya agar tidak terjadi konten duplikat pada blog juga pembajakan seperti lagu dan film.

Cara melaporkan ke DMCA ternyata enggak sulit. Yang penting kita sudah tahu kalau ada tulisan kita yang mengalami copy paste. Nah ini dia langkah-langkahnya:

Yang pertama, sudah tentu kunjungi halaman Google DMCA-Notice terlebih dahulu.

Langkah kedua, mengisi form yang ditampilkan pada halaman tesebut. Masukan identitas kita sebagai pelapor, seperti nama depan, nama belakang, nama perusahaan (isi saja dengan nama blog kita), alamat email, serta negara tempat kita tinggal.

menyingkapi copy paste pada blog


Pada kolom "Copyright holder you represent", pilih self. Karena kita mewakili diri kita sendiri.

Bagian ketiga adalah mengisi "Your copywright work". Saatnya kita melaporkan tulisan kita yang sudah kena copy paste.  Ada 3 kolom yang harus diisi pada bagian ini. Di kolom pertama, silakan untuk menjelaskan tujuan mengisi form ini. Ya sudah pasti karena plagiat. Tulis saja secara sederhana seperti, "Tulisan pada blog saya telah mengalami plagiat." Di kolom kedua, isi dengan url blog kita yag kena copy paste. Baru di kolom ketiga, kita berikan url pelaku plagiat.

menyingkapi copy paste pada blog


Langkah terakhir tentunya adalah pengesahan isi form. Ada tiga pernyataan yang harus kita beri check mark, tanda kita mengakui kalau semua data yang kita berikan ini benar dan kita paham apa yang sedang kita lakukan. Kemudia jangan lupa mengisi tanggal dan tanda tangan serta diakhiri dengan re-Captcha, untuk membuktikan kita bukan robot.

menyingkapi copy paste pada blog


Sudah selesai proses lapornya adanya plagiat. Semudah itu ternyata.

Sanksi dari Google DCMA


Tentunya pada bertanya-tanya, apa sih sanksi bagi blog yang dilaporkan ke Google DMCA. Hmm kasih tahu enggak ya. Kasih tahu deh. Sanksi bagi blog yang dilaporkan ke Google DCMA adalah artikel tersebut akan sulit terindek di halaman pencarian Google. Dan sanksi terberat adalah blognya akan dihapus.
Ngeri enggak? Aku sih ngeri. Blog down aja nangis-nangis bingung, apalagi kalau sampai diapus karena dapat hukuman.
Well, makanya jangan suka copy paste karya orang lain. Setuju?

Beberapa orang teman, dan yang kebetulan pernah berkunjung ke blog pribadi saya, mungkin tahu kalau saat ini saya bekerja di salah satu media online sebagai reporter. Atau meminjam bahasa kekinian, sebagai seorang content writer.

Minggu kemarin, di grup whatsapp Warung Blogger, saya membuat sebuah kesalahan dan karenanya saya mendapatkan hukuman menulis. Tema yang diberikan saat itu adalah tema yang berkaitan dengan pekerjaan saya sebagai reporter media online. Lebih spesifik, saya diminta untuk membuat sebuah artikel mengenai perbedaan menulis di media –sebagai reporter dan di blog –sebagai blogger. Adakah perbedaannya? Tentu saja, beberapa amat signifikan malah. Dan apa aja, sih, bedanya? 

Sumber gambar: Pixabay

Menulis di media
Ketika menulis di media, kami harus berpegang teguh pada etika jurnalistik. Setiap kami menulis, kami harus mengingat kembali apa saja yang ada di etika-etika jurnalistik tersebut. Sederhananya, kami tidak boleh menuliskan sesuatu yang berpotensi menyinggung SARA, berisi konten pornografi, hoax, dan atau menulis artikel yang berisi penuh dengan opini dari si penulis. Tidak boleh.

Kebayang, dong, bagaimana hati-hatinya kami dalam membuat satu tulisan. Apalagi dalam satu hari, kami ditargetkan menulis sebelas tulisan hanya dalam waktu delapan jam saja. Untungnya, beberapa waktu yang lalu, target tulisan dikurangi menjadi hanya sepuluh tulisan setiap delapan jam kerja. Sebuah perubahan yang enggak signifikan memang.
 
Terlebih ketika membuat tulisan yang berhubungan dengan peritiwa humanis. Kami juga harus memikirkan dampak tulisan yang kami buat terhadap objek (atau subjek) yang kami tulis, tentang keluarganya dan juga lingkungan di sekitarnya. Jangan sampai tulisan tersebut mengekspos hal-hal sedemikian rupa yang tidak berkaitan yang membuat enggak nyaman si objek (atau subjek) yang ditulis. 

Ini rahasia. Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat satu tulisan yang saya sendiri tidak menyangkan akan berdampak luar biasa besar buat kehidupan orang yang saya tulis. Tulisan tersebut menjadi viral, dibaca lebih dari seratus ribu kali. Padahal, menurut editor saya, biasanya standar tulisan bisa disebut viral jika telah dibaca lebih dari 20.000 kali. 

Tulisan apa? 

Ingat tentang anak SMA yang sempat menggegerkan dunia maya ketika menuliskan tentang isu kebinekaan di laman facebooknya? Yang sampai diundang oleh Bapak Presiden ke istana. Bukannya sombong atau bagaimana. Tapi –jika ingin tahu saya lah yang pertama kali menulis tentang anak tersebut di media online tempat saya bekerja. Dampaknya luar biasa besar. Kehidupan anak itu setelahnya benar-benar berubah. Yang semula bukan siapa-siapa menjadi tenar dan dikenal masyarakat luas. Banyak media yang mengundangnya untuk wawancara. Sampai akhirnya semakin ke sini, menjadi juga banyak musuh. Tak sedikit pula yang mem-bully anak tersebut.

Dalam hati, saya menyesal pernah menulis tentangnya di media. Karena setelah dia viral, ya tahu lah sendiri berikutnya bagaimana. Dan jika diperhatikan, meskipun sekadar melalui media sosial, dia itu cukup freak dan memang memang membutuhkan atensi yang banyak dari umat.

Dampak yang luar biasa. Dan saya pribadi enggak nyangka sampai segitunya tulisan saya bisa berpengaruh. Enggak percaya? Kamu boleh googling berita tentang dia. Yang muncul di laman pertama google, dari media tempat saya bekerja, adalah tulisan saya semua.

Begitulah. Menulis di media harus amat sangat berhati-hati sekali. Dan saya yang berhati-hati sekalipun, tulisan benar sesuai fakta, tidak melanggar etika jurnalistik tapi masih saja tersandung masalah karena ada subjek yang tidak terima untuk diberitakan.

Bahkan pernah sampai tiga hari saya ‘diteror’ oleh orang yang tidak terima saya beritakan. Dia meminta berita yang saya tulis untuk segera diturunkan. Untuk informasi, reporter/wartawan atau apa pun itu namanya tidak punya wewenang untuk menurunkan berita yang telah ditulis. Itu menjadi keputusan dan wewenang atasan kami di kantor. Dan pertimbangan berita bisa diturunkan, yang utama, jika dianggap bermasalah untuk perusahaan. Selama berita itu benar, sesuai fakta. Berita yang telah dimuat, boleh untuk tidak diturunkan meski pun ada yang merasa terganggu dengan berita tersebut. Sekali lagi, digarisbawahi. Selama berita itu benar.

Intinya. Hati-hati banget, deh, kalau menulis di media. Karena selain bawa nama pribadi, kita juga membawa nama perusahaan tempat kita bekerja. Tanggung jawab ganda. Selain itu, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kita harus meninggalkan segala opini dalam pemberitaan yang kita buat. Apalagi kalau yang ditulis adalah isu panas. Sama sekali enggak boleh ada opini pribadi. Bahaya. Sebagai orang yang bekerja di media, kami benar-benar harus netral dan sesuai fakta. Pastikan telah mengonfirmasi kebenaran berita sebelum berita itu dimuat.

Selain itu, yang menyebalkan, kami awak media tidak bisa menentukan tema apa yang ingin kami tulis. Di media, kami tidak menulis apa yang ingin kami tulis. Tapi, kami menulis apa yang dinginkan pembaca. Dan tentu saja, topiknya harus up to date dengan apa yang terjadi di dunia luar. Misalnya, penulis berita entertainment ingin menuliskan berita tentang putusnya Zayn Malik dengan Gigi Hadid, tapi editor, atas permintaan pasar, ingin membuat berita tentang hubungan Ayu Ting-ting dengan Raffi Ahmad. Jika sudah begitu, kami bisa apa?

Sumber gambar: Pixabay

Nulis di Blog
Sebaliknya, menulis di blog bisa sebebas apapun yang kita mau. Bebas dalam arti: bisa menulis apapun yang ada di benak untuk dituliskan di blog tanpa perlu memedulikan permintaan, tekanan dari pihak manapun. Misalnya, ketika galau atau sedih, saya akan mencurahkan semua isi hati di blog atau tumblr sampai saya puas sampai saya bosan. Tidak mungkin, kan, saya menulis perasaan hati di media tempat saya bekerja. Nantinya, bisa di-kill sama editor.

Apalagi, blog saya merupakan blog personal tanpa kategori khusus. Kamu bisa menemukan sisi lain dari Natalia Bulan Retno Palupi di blog Bulan The Iron Girl yang bebas yang benar-benar berbeda.

Meski begitu, dalam beberapa kasus, kita tetap harus berhati-hati dalam opini ketika memberikan sebuah tanggapan kepada instansi, seseorang atau apapun yang tidak menyangkut pribadi kita sendiri. Karena, bagaimanapun, kekuatan blog bisa sama kuatnya dengan media. Dalam arti, ketika kita bisa membuat sebuah karya tulis yang baik, bukan tidak mungkin blog kita akan menjadi viral dan meraup ribuan pembaca.

Meski untuk kasus saya pribadi, saya tidak pernah mengharapkan blog saya menjadi viral. Wong, tulisannya isinya cuma curhatan semua. Yang penting saya punya media untuk mencurahkan semua perasaan saya apa adanya. Menulis jujur untuk diri sendiri, untuk bisa membuang semua yang menggangu di benak dan otak saya. Melepaskan semua keresahan yang berkecamuk di kepala. Karena, untuk saya, menulis adalah terapi. Menulis itu adalah sebuh obat untuk seorang introvert seperti saya yang enggak bisa bercerita banyak ke orang-orang. Untuk orang terdekat sekalipun.

Untuk saya, blog adalah tempat kamu mengenal saya lebih dekat saat saya tidak bisa berkata-kata banyak sama kamu. Karena saya selalu lebh bisa jujur ketika bercerita melalui tulisan, bukan kata-kata langsung. Jadi, apa yang pernah kamu baca di blog saya, semuanya itu adalah pemikiran saya seutuhnya, sejujurnya, sesungguhnya saya.

Intinya, blog adalah media berekspresi bebas. Sedangkan media massa online adalah tempat saya bekerja berekspresi dalam rambu-rambu bernama etika. Kamu bisa menemukan sisi serius saya di tulisan-tulisan yang saya buat di media tempat saya bekerja. Dan kamu bisa menemukan sisi saya yang lain di blog.

Ehm, gimana, ya, penjelasan saya? Bisa dipahami enggak kira-kira? Atau malah makin suram? Hehehe.

Ya, lebih kurang seperti itulah yang bisa saya jelaskan tentang pengalaman menulis di media dengan pengalaman menulis di blog. Dan ini menurut saya. Kalau ada yang mau bertanya, berpendapat dan berdiskusi bisa melalui kolom komentar di bawah. Atau bisa mention saya di twitter: @nbuLan5 atau mau whatsapp-an? Sini, saya bisikin nomor hape saya. *modus*

Akhir kata. Terima kasih sudah membaca. Godbless ya all.

-----
Artikel ini merupakan artikel kiriman dari Natalia Bulan Retno Palupi Blogger x Journalist. | Ad Astra Per Aspera. | DS#22. Kamu bisa menyapa bulan melalui akun twitternya di @nbuLan5.


Dalam dunia blogging prestasi tak jarang dipertentangkan dengan konsistensi, seolah keduanya mengandung makna berlawanan. Prestasi ngeblog berarti keberhasilan menjuarai kompetisi menulis menggunakan platform blog atau meraup keuntungan finansial lewat blog yang dikelola—sedangkan konsistensi merujuk pada sikap ajek untuk tetap menulis di blog entah mendapatkan kemenangan lomba atau tidak, entah memetik profit ekonomi atau tidak.

Tanpa disadari banyak yang lupa bahwa kesetiaan menulis di blog (baca: konsistensi) merupakan prestasi tersendiri bagi seorang bloger. Ngeblog selayaknya dikembalikan pada makna asal yakni mengabadikan tulisan dalam bentuk jurnal pribadi pada media digital bernama blog. Menyempitkan makna prestasi ngeblog sekadar pada kemenangan dalam lomba atau monetesasi justru kontraproduktif karena nyatanya tak sedikit bloger yang beerhenti menulis lantaran tak kunjung memenangi kompetisi atau meraup untung dari blognya. Kekalahan dalam lomba tak jarang membuat bloger tak lagi percaya diri memublikasikan tulisan secara kontinu dengan tema-tema keseharian. 
 
Gambar dari: www.mckinsey.com

Kenapa harus konsisten?

Setidaknya ada lima alasan mengapa kita mesti terus konsisten ngeblog di era serbadigital saat ini. 
 
Pertama, penghargaan terhadap para follower atau orang-orang yang berkenan membaca dan berkomentar di setiap tulisan kita dan menjadi pelanggan blog kita,  Menulis secara teratur berarti berusaha mempertahankan kepercayaan mereka terhadap blog kita—sebentuk tanggung jawab bahwa kita bakal memberikan sesuatu kepada pembaca sekecil apa pun nilainya dalam bentuk tulisan secara berkala.

Kedua, memelihara eksistensi atau pamor di jagat maya terutama di mata mesin pencarian. Kendati bukan tujuan utama dalam ngeblog, namun identifikasi oleh mesin pencari cukup signifikan agar tulisan kita muncul ketika warganet menelusuri informasi yang bersinggungan dengan blogpost kita. Dengan menduduki posisi puncak di Google, misalnya, tulisan yang kita unggah di blog akan lebih mudah ditemukan oleh para pembaca yang membutuhkan informasi tersebut. Walhasil, kita jadi lebih mudah berbagi manfaat berkat bantuan mesin pencarian.

Seiring bertambahnya tulisan di blog kita, didukung backlink positif, indeks DA dan PA blog yang kita kelola akan merangkak naik dan itu tentu saja sangat potensial untuk meraih rezeki dengan menarik agen atau brand pemberi kerja, baik dalam bentuk content placement maupun sponsored post. Itu artinya pundi-pundi rupiah atau bahkan dolar bisa kita petik sebagai nilai tambah berkat konsistensi dan bertambahnya follower blog. Belum lagi jika aktif di berbagai kanal media sosial.

Alasan lain yang tak kalah penting untuk terus ngeblog adalah kepuasan batin. Menuangkan ide atau unek-unek yang mengganjal lewat media blog dalam bentuk tulisan akan menjadi semacam terapi antistres sehingga pikiran tak lagi terbebani. Misalnya saat kita tak sepakat dengan suatu fenomena sosial, atau saat ingin mendukung sebuah gerakan dalam masyarakat—maka meluapkan kilasan-kilasan pikiran akan menenangkan batin dan menteramkan hati. Selain berbagi inspirasi dengan pembaca, anggaplah negblog sebagai sarana mudah menghibur diri.

Terakhir, menulis di blog secara terus-menerus akan mempertajam keterampilan kita dalam menulis. Ngeblog secara teratur akan menjadi praktik positif untuk melatih merangkai kata-kata dan menyusun narasi yang semakin memikat dari hari ke hari. Dengan rajin blogwalking, ditambah asupan bacaan dari buku atau sumber lain, diksi bisa semakin selektif dan gaya menulis bisa distingtif sehingga ciri khas tersebut akan lebih mudah dikenali pembaca dan berpotensi menarik follower lebih banyak lagi seiring bahasan tema yang semakin berbobot.

Sumber inspirasi

Tidak sedikit bloger mengaku kehabisan ide untuk dituliskan pada blog mereka. Akibatnya blog dianggurkan tanpa pembaruan isi yang berujung pada menurunnya DA dan kekecewaan follower. Padahal bila mau membuka mata dan telinga dengan lebih teliti dan waspada, ide atau bahan tulisan bertebaran di sekitar kita. Alih-alih ‘menggali ide’, saya lebih menyukai frasa ‘memetik ide’ sebagai cara memperoleh bahan untuk ditulis dalam blog. Ini lantaran ide sebenarnya begitu berlimpah sehingga kita cukup memetiknya sesuai keinginan dan kebutuhan—bahkan nyaris tanpa batas.

Dari mana sajakah sumber tulisan berasal? Cara paling mudah mendapatkan gagasan untuk ditulis di blog adalah bergabung dalam sebuah komunitas yang kerap mengadakan one day one post secara serentak. Gerakan menulis bersama seperti ini dapat melecut semangat untuk terus menulis sebab tema sudah ditentukan secara spesifik. Komentar biasanya lebih muudah hadir dari sesama anggota komunitas bersangkutan yang ikut kegiatan serupa.

Cara lain meraup ide tulisan adalah dari fenomena sosial di sekeliling kita, misalnya kejadian unik di daerah atau curhat tetangga menyangkut beragam hal. Bahan semacam ini relatif mudah kita garap menjadi tulisan sebab berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang jauh dari diiri kita sendiri. Kita bisa luwes bercerita dan mengelaborasi peristiwa.

Selain itu, aktivitas membaca baik buku maupun surat kabar dapat menjadi sumber menarik untuk mendapatkan ide untuk ditulis sebagai blogpost. Tema dan cakupan wilayah yang lebih luas bakal menawarkan perspektif tulisan yang lebih kaya. Belum lagi berita-berita yang tersebar di media online atau jejaring sosial seperti Facebook dan Line. Bahkan sesederhana status seorang teman di FB pun bisa kita olah menjadi tulisan memikat di blog yang kita kelola.

Skeptis dan jujur

Selain teknik atau gaya menulis yang harus terus diperbaiki, konsistensi ngeblog tak bisa dilepaskan dari dua nilai utama: skeptis dan jujur. Seorang bloger tak boleh menerima begitu saja berita yang beredar hanya karena kabar tersebut sesuai dengan keinginan atau keyakinan kita. Layaknya dalam konteks keilmuan, bloger harus meragukan kabar yang tersebar dengan cara mengecek validitas dan akurasinya. Jangan sampai kita tergoda ikut menyebarkan apalagi mendukung isi berita yang belum terbukti dengan mengunggah tulisan baru di blog sendiri. Bloger hendaknya turut berpartisipasi aktif dalam menjernihkan informasi dengan cara berhati-hati mencerna atau mengolah tulisan baru menyangkut hal tersebut. Kejujuran harus menjadi pedoman saat meramu setiap blogpost agar informasi tidak salah kaprah dan berpotensi memprovokasi menuju tindakan yang agresif dan destruktif. Harus jujur menyampaikan pandangan meskipun itu mengorbankan keuntungan materiil, termasuk berani mengambil sikap ketika pilihan itu berseberangan dengan khalayak bloger di blogsphere pada umumnya.
 
Gambar dari: www.thoughtfulgrowth.com
 
Oleh: Rudi G. Aswan

Tentang penulis:

Rudi G. Aswan mulai ngeblog sejak 2006 di Multiply lalu sempat vakum dan kembali ngeblog di Wordpress sejak 2012. Selain monetesasi, Blog Belalang Cerewet (BBC) telah puluhan kali mengantarnya memenangi sejumlah kompetisi menulis baik berhadiah gadget maupun uang tunai. Selain menikmati aktivitas ngeblog, sehari-hari ia menekuni tugas sebagai editor dan penerjemah lepas. Minat khususnya pada sastra terutama puisi terwujud lewat salah satu buku kumpulan puisinya berjudul Sujudku Meneteskan Rembulan (Nuansa Aulia Bandung, 2006). Yang menyenangkan dari ngeblog adalah bertambah teman dan ilmu dari narablog lain dengan berbagai latar belakang.
 
 

Kiat Menulis Postingan Blog

Kiat Menulis Postingan Blog - Vandy Achmad Romadhon

Ketika pertama kali melihat salah satu tulisan di blognya mendapat sebuah komentar, hal yang terpikirkan olehnya adalah meloncat kegirangan macam orang menang undian. Seketika dia merasa keren, ya meskipun komentar yang masuk hanya berisi “Nice Info, Gan!”, tetap saja dia merasa bangga setengah mati. Terlihat norak, namun peduli setan. Namanya juga komentar pertama, bukankah sesuatu hal yang pertama itu mendebarkan, menyenangkan, dan tak terlupakan?

Dulu dia sempat tertawa melihat orang-orang dengan begitu noraknya menulis curahan hatinya dalam buku diarinya. Semenjak masuk kuliah pun tetap sama, dia masih tak habis pikir sama mereka yang suka berbagi curhatan, waktu itu buku diari sudah kehilangan eksistensinya, dan tergantikan dengan blog, blogspot, wordpress, dan sebagainya. Belum lagi dengan noraknya, banyak dari mereka menampilkan header blog dengan widget yang beraneka rupa, mulai dari widget salju, semut di pojokan, sampai burung biru yang bolak-balik tak karuan, mengikuti arus gerakan. Tak jelas, labil, alay, norak, namun di kolom komentar banyak orang yang berkomentar. Dia pun heran. Kok bisa begitu ya?

Esoknya, dia ikutan membuat blog, dan isinya jauh lebih norak daripada blog ternorak sekali pun. Di pojokan ada widget jam, belum lagi tambahan pemutar musik yang mengagetkan, dan tentu saja ada burung biru yang dia bebaskan di blognya, sebagai penjaga keamanan, katanya. Betapa bodohnya, bagaikan menelan ludah sendiri. Dulu mengatai, eh sekarang malah mengikuti. Tapi sayangnya, sampai seberapa lama, tiada satu komentar pun yang mampir ke blognya. Aha! Mampus! Kawus!

Ya mau bagaimana lagi, dia tidak tahu caranya bagaimana menulis postingan blog yang baik dan benar. Dia biarkan saja. Hampir mayoritas tulisan awalnya di blognya berisi tugas-tugas kuliahnya. Itu-itu saja terus sampai Negara Air jualan galon isi ulang. Memang benar kata seorang temannya, “Terkadang suatu keisengan bisa membawa perubahan besar untuk hidup”. Ketika sedang berselancar di linimasa, dia melihat temannya itu me-retweet suatu postingan dari sebuah warung, bernama Warung Blogger.

Awalnya dia heran dengan perkembangan teknologi yang sedemikian majunya, sampai-sampai ada warung yang punya akun twitter. Lalu dia iseng mengintip, membaca setiap kultwitnya yang mayoritas masih berisi retweet postingan blog orang lain, dan heran melihat banyaknya komentar yang didapat dari salah satu orang yang memasarkan tulisannya di Warung Blogger ini. Padahal itu tulisan isinya tak beda jauh dengan tulisan di blognya, hanya berisi curhatan, tapi kenapa jumlah komentar yang masuk di blognya lebih banyak dari jumlah komentar di blognya?

Dari sini dia berpikir, betapa menghiburnya hal-hal sepele di dunia ini. Terlebih lagi, dengan hanya bermodal tulisan penuh curhatan saja, sudah bisa jadi blogger hits, blognya banyak dikunjungi oleh ribuan orang, dengan puluhan komentar yang tertinggal. Betapa menyenangkannya, jika dia sendiri yang mengalaminya. Maka terjadilah titik balik, dia mulai berubah arus, mulai merubah rencana, dan mulai menyiapkan strategi untuk menjaring pengunjung dan jumlah komentar. Dia percaya, dengan idiom “Banyak anak banyak rezeki, banyak pengunjung yang datang, maka akan banyak komentar yang masuk.” Semakin terang cahaya lampu, semakin banyak laron yang mendekat. Begitulah dasarnya.

Lalu, Bagaimana caranya untuk mewujudkan semuanya? Seketika dia menghubungi kantor Camat terdekat untuk meminta bantuan membuat blueprint rencananya. Dengan persetujuan Bapak Bupati dan anak gadis beliau yang manis, beginilah isi blueprint-nya:

Gabung ke Komunitas Blogger

“Bagaimana mungkin kau akan dikenal, jika kau sendiri tidak dikenal?” Banyak teman, banyak rezeki. Sekiranya dia lalu mengikuti idiom tersebut, dan menerapkannya dalam kehidupan perblogerannya. Dimulai dengan bergabung dalam Komunitas Warung Blogger (warung yang sempat dia kira sebagai warung kelontong itu), lalu bergabung pada komunitas blogger di kotanya--ternyata di kotanya pun sudah ada komunitas bloggernya. Dan dia baru tahu. Duh, Nak, selama ini kamu ke mana saja?

Ya meskipun tulisannya masih berupa curhat-curhat alay, namun ternyata angin baik mulai datang berembus ke arahnya. Dimulai dari komentar pertama “Nice Info, Gan!” perlahan namun pasti, setiap kali dia menulis tulisan baru, minimal tiga sampai lima orang berkomentar. Tak tergambarkan betapa girangnya dia, sampai-sampai dia mengutip salah satu petuah yang tertulis dalam kitab suci “Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?”. Versinya dia, semua diganti jadi “Nikmat Ngeblog mana yang kau dustakan?” Aih senangnya!

Perbanyak Blogwalking

Awalnya dia masih tidak tahu tentang betapa pentingnya arti blogwalking bagi kelangsungan hidup blognya. Pada minggu-minggu awal, dia masih bebal dan sombong, sering menulis dan banyak mendapatkan komentar, namun dia sendiri jarang untuk berkunjung balik ke blog pemberi komentar. Ya terjadilah, tak sampai sebulan, jumlah komentar yang masuk jatuh sejatuh-jatuhnya, dan hampir tidak ada sama sekali. Betapa mirisnya, sekiranya dia betapa mudahnya ngeblog itu, eh ternyata dia tertabok oleh kesombongannya sendiri. Yeah!

Lagi, dan sekali lagi, dia pun merubah jalan perblogerannya. Dia tak lagi sombong, dan pelit dalam berkunjung. Dia mulai rutin berkunjung ke banyak blog. Jika dihitung secara rata-rata per harinya dia bisa berkunjung minimal ke lima puluh alamat blog yang berbeda, ya meskipun yang balik berkomentar di blognya dia, itu jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Dia tabah, dia ikhlas, sekali lagi, dia rela serela-relanya. Tapi memang benar kata neneknya di New York sana  “You reap what you sow!” sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Perlahan tapi pasti blognya dia semakin dikenal banyak orang. Yang dulunya jumlah pengunjung hanya sejumlah jari di tangannya, kini melonjak menembus angka ratusan bahkan ribuan. Dan itu berbanding lurus dengan semakin banyaknya jumlah komentar yang masuk. Aih sedapnya.

Perbanyak Berlatih Menulis

Semakin hari, semakin berkurang jumlah komentar yang masuk. Hal ini dikarenakan betapa monotonnya tema tulisan yang dia garap dalam blognya. Jika bukan tulisan curhatan ya tulisan berupa tugas kuliah, membosankan sekali! Sampai suatu ketika dia mendapat tabokan seorang kawan, dia berkomentar “Toh ya blogmu kuwi isine ojo curhat wae. Alay ngerti rak? Eling umur! (Toh ya blogmu itu isinya jangan curhatan saja. Alay tau gak?! Ingat umur!” Perbanyak latihan nulis!

Tiada hal yang instan di dunia ini, bahkan sekiranya mie instan pun harus direbus dahulu, agar nikmat memakannya. Begitu juga dengan menulis, untuk menulis lancar dibutuhkan banyak latihan. Lalu dia habiskan lebih banyak menulis dari biasanya. Dia tuliskan apa saja yang ada di pikirannya, mulai dari tulisan tentang kisah cintanya, sampai tulisan tentang bagaimana menulis proporsal tugas akhir yang baik dan benar, hampir segalanya dia tulis. Ya meskipun hanya sedikit saja yang dia posting di blognya, ternyata rasa malu karena ditegur kawannya dulu, masih begitu membekas di hatinya.

Tapi ya sejauh mata memandang langit saja, mata pun pasti akan bosan juga. Semakin banyak menulis, dia semakin kehabisan ide mau menulis apalagi. Semakin banyak kehabisan kata-kata, semakin lelah dalam menulis. Dan kembali, teguran datang dari kawannya yang perhatian (tapi sayangnya dia cowok)  “Mbok ya tulisanmu kuwi ojo kaku nemen toh ya? Kuwi tulisan, udu kanebo, dadi yo ojo kaku-kaku! Diakeh maca buku, ben kebukak kuwe pikiranmu.” (Mbok ya tulisanmu itu jangan kaku-kaku amat toh ya? Itu tulisan bukan kanebo, jadi ya jangan terlalu kaku. Perbanyak baca buku, biar terbuka itu pikiranmu.)

Perbanyak Membaca Buku

Seorang penulis best-seller pernah berkata “Penulis yang bagus adalah pembaca yang rakus”. Rakus dalam hal ini tentu saja memiliki arti banyak membaca buku, memamah banyak buku, membaca banyak buku. Dan dia pun mengikuti caranya. Jika dulu berkunjung ke perpustakaan kampus hanya sekali dalam sebulan, kini dalam sepekan dia datang rutin datang lima hari kerja. Ya meskipun dia datang ke perpustakaan hanya untuk mencari koneksi gratis, membaca buku hanyalah topeng penyamaran semata. Oalah tambeng!

Suatu hari, dia terjebak di perpustakaan berdua saja dengan penjaga perpustakaan, di luar hujan deras, di dalam listrik mati, koneksi internet terputus sedari pagi, gawai mati, dan dia bosan setengah mati. Ditunggu sedari tadi, hujan tak kunjung berhenti, sembari menunggu waktu dia iseng berjalan maju mundur cantik ke arah tumpukan buku. Lalu dia mulai membaca buku pertama (yang nantinya akan dipinjamnya) Dasar-dasar Ilmu Politiknya Miriam Budiarjo, edisi cetakan tahun 1986. Dia baca, baca, baca, sampai habis bukunya, tapi dianya tetap tidak paham sama isi bukunya. Owalah gondes!

Namun secara tidak sadar, setitik bara api kesadaran membaca mulai berpijar di dalam pikirannya. Semenjak itu, segalanya berbanding terbalik, jika dulu ke perpustakaan mencari koneksi internet gratis, saat itu juga berganti mencari buku bacaan gratis. Witing tresno jalaran soko kulino. Cinta datang karena terbiasa. Semenjak itu membaca buku adalah hal yang tak bisa dipisahkan darinya. Ya meskipun tak ada korelasi positif dalam perkembangan nilai kuliahnya, toh dia tetap banyak membaca pula. Tak peduli dimanapun dia berada, dia akan sempatkan untuk membaca buku yang dia bawa.

Ya semua adalah proses yang dia tempuh untuk menjadi seperti sekarang. Membaca buku ternyata memberi dampak yang begitu besar dalam kegiatan menulisnya. Jika dulu dia gampang kehabisan kata-kata, maka kini dia gampang kehabisan buku-buku yang dia baca. Dalam proses menulis tugas akhir, ternyata manfaat dari membaca begitu banyak yang dia rasakan, mulai dari menulis yang terasa begitu lancar, sampai ketika sidang ujian kelulusan dia dengan mudahnya berkelit dan banyak memberi alasan yang logis seputar pertanyaan yang ditanyakan dosen pembimbingnya.

Ya begitulah, metode-metode yang dia gunakan dalam menulis postingan blog yang baik dan benar.Semuanya telah berproses sedari dulu sampai sekarang. Sampai saat ini pun, di sela-sela kesibukannya sebagai tenaga kontrak di salah satu Percetakan di suatu kota, dia masih rutin menulis di blog pribadinya. Dan semua hasil tulisannya bisa dilihat secara langsung di sastraananta.com.

Anda mau jadi blogger di saat seperti ini? Menurut saya tindakan Anda kurang tepat dan kurang cepat. Atau bisa dikatakan Anda telat dengan keputusan Anda ini. Mengapa? Karena sudah banyak blogger-blogger bertebaran di dunia ini. Sudah banyak orang yang membuat blog sana-sini dengan berbagai macam jenis, tampilan, rasa, dan keunikan-keunikan lainnya. Menurut saya pribadi, mereka berbondong-bondong menjadi blogger kemungkinan besar dikarenakan faktor "P" (Penghasilan). Yups, penghasilan seorang blogger itu tidak terbatas, tergantung dengan kegigihan dan kerja cerdas kerja keras masing-masing blogger. Semakin blogger itu kerja keras dan cerdas, maka semakin besar pula penghasilan yang mereka dapatkan. Tidak jarang, penghasilan blogger-blogger saat ini melebihi gaji karyawan kantoran dan ada juga yang sangat mencukupi kebutuhan hidup mereka hanya dengan ngadepin layar monitor. Eitt, tapi bukan hanya sekadar duduk manis di layar monitor loh ya.... Salah satu contoh blogger sukses dari Indonesia tercinta adalah Eka Lesmana. Dikabarkan ia mempunyai penghasilan lebih dari 100 juta per bulan dari blog nya. Wow banget bukan?

Dengan penghasilan yang sangat menjajikan itulah yang menjadi magnet tersendiri untuk menarik banyak orang menjadi blogger. Sekarang ini banyak yang menggeluti di perbloggeran dan tidak jarang seseorang tidak hanya mengurusi satu blog saja, tetapi sampai banyak blog, bahkan ada juga yang mengelola hingga ratusan blog. Itu semua dilakukan tidak lain supaya mendapat penghasilan semaksimal mungkin.

Nah, untuk Anda yang baru tahu kalau penghasilan blogger seperti ini, dan Anda tertarik untuk menjadi blogger "mulai sekarang". Dapat dikatakan Anda belum beruntung. Karena dengan banyaknya blogger zaman sekarang, secara otomatis banyak juga saingan-saingan yang harus kita kalahkan. Hal ini berbeda dengan 3/5 tahun sebelumnya. Karena pada sebelum tahun-tahun ini, masih sedikit yang menjadi blogger dan persaingan pun menjadi lebih mudah. Seperti saya dulu cukup mudah untuk mendapatkan 100 ribu per hari, tapi sekarang susah sekali. Perbedaan itu di mulai dari persaingan ketat untuk mendapatkan hati mbah Google, persaingan untuk membuat konten yang "benar-benar berkualitas", persaingan membuat tampilan blog secantik mungkin, dan berbagai macam hal lainnya.

Jadi, dengan persaingan yang cukup ketat itu, juga semakin kecil juga kesempatan kita mendapat penghasilan yang melimpah dari internet. Memang sih gak ada salahnya kita menjadi blogger, juga gak ada yang melarang selama mematuhi peryaratan dan ketentuan yang berlaku. Namun harus lebih kita perhatikan lagi mengenai :
1# - Konten "benar-benar berkualitas"
2# - Tampilan blog
3# - SEO
4# - Dan lain-lain

Supaya kita benar-benar menjadi blogger sejati plus mendapat cukup penghasilan. Karena di zaman ini banyak blogger yang hanya ikut-ikutan. Seperti contohnya ada blog teknologi yang sedang sukses dan banyak pengunjung. Terus banyak juga yang ikut-ikutan membuat blog teknologi. Coba saja Anda cari di google dengan kata kunci "Blog Tekno" pasti ada puluhan bahkan ratusan, dan pada nyatanya konten di dalamnya sama semua. Atau bahasa kasarnya hanya copy paste (copas). Nah maka dari itu, benar-benar perhatikan konten, agar blog Anda benar-benar berkualitas dan mendapat hati dari pengunjung Anda. Bedakan dengan blog abal-abal.

Catatan:
Sebenarnya enggak telat-telat  juga menjadi blogger sekarang ini. Toh, tujuan menjadi blogger gak hanya sekadar mendapat penghasilan. Ada berbagai macam tujuan dan alasan mengapa kita membuat blog. Misalnya, hanya untuk catatan harian semacam diary, berbagi informasi, sharing pengalaman, dan lain sebagai nya sesuai passion Anda.

Ditulis oleh: Rizal Aditiyo Supendi

Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog
Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog

Halo! Sudah berapa tahun kamu punya blog? Blogger memang lagi naik daun banget di era digital ini, karena makin banyak orang yang mudah mengakses internet, dan kita, sebagai Blogger, juga semakin gampang cerita banyak hal di platform menulis. Tetapi, sebagai Blogger, kita punya tanggung jawab penuh terhadap tulisan yang kita terbitkan, lho. Oleh karenanya, ada banyak etika dalam menulis blog. Nah, sudah tahukah kamu apa saja etika tersebut? Ada banyak, sekali. Namun, lima hal di bawah ini harus kamu perhatikan baik-baik.

1. Plagiat itu Haram Hukumnya.
Memang sih, ada pepatah bilang there's nothing new under the sun yang artinya, tidak ada sesuatu yang baru di dunia ini. Tetapi, apa yang kita tulis mestilah dari pikiran sendiri, dan kalau terinpirasi dari orang, kamu nggak boleh lupa menautkan link yang bersangkutan.

2. Dilarang Memajang Foto Orang Tanpa Sumber.
Tulisan bagus, desain blog oke, eh, foto yang mendukung tulisannya juga bagus, tapi punya orang. Dan nggak kamu sertakan sumbernya. Duh, gawat. Ini bisa dibilang maling, nih. Solusinya, kalau kamu lupa atau malas sertakan sumber, lebih baik pakai foto sendiri. Tapi kalau memang mau pakai foto orang, selalu cantumkan sumbernya, ya, dear. Itu saklek!

3. Typo alerts!
Desain blog bagus, tulisan bagus, foto dalam tulisan sudah cukup menunjang, tapinya banyak typo -kesalahan ejaan di mana-mana. Rasanya kasihan pembaca kita yang siwer karena salah baca. Lagi seru-serunya, eh kepeleset baca. Kan jadi nggak asik. Selain itu, typo berpengaruh banget terhadap SEO. So, beware guys. Untuk mengantisipasinya, selalu crosscheck berkali-kali sebelum publish.

4. Setelah Menulis? Belum Boleh Leha-leha.
Berkunjung ke sesama blogger termasuk salah satu etika juga, nih. Ibaratnya kayak tinggal di satu perumahan, kan nggak mungkin diam saja di rumah tanpa bersosialisasi. Sama dengan blog, rajin berkunjung, rajin silaturahim, makin banyak juga pembaca yang rajin berkunjung ke blog kamu. So, luangkan sedikit waktumu untuk blogwalking, yes.

5. Menulislah dengan Jujur.
Punya tanggung jawab terhadap tulisan sendiri, bukan berarti kita bisa semena-mena menulis apa saja, loh. Menulis di blog, bahkan curhatan nggak jelas yang ditulis pun, itu perlu kejujuran dari penulisnya. Ketika kita menulis dengan jujur, maka pembaca akan percaya dengan apa yang kita tulis.

Jadi, jangan lupa teraplan tips di atas ketika kamu nge-blog, ya!


Seorang founder perusahaan creative desain dari Amerika pernah berkata, afiliasi marketing adalah cara terbaik untuk membuat blog anda menghasilkan uang. Pembaca akan mencari blog dengan konten yang bagus, objektif  dan informatif, yang nantinya bisa menjadi referensi mereka. Sehingga blog yang memiliki kualitas seperti itu bisa menjadi sarana yang efisien untuk mempromosikan sebuah produk. Nah, untuk mencapai blog dengan tingkatan seperti itu, ada beberapa tips yang bisa anda terapkan :

Banyak orang mencari sebuah gambar dengan menggunakan kata kunci tertentu dalam google image. Google image adalah mesin pencarian yang menampilkan hasil pencarian berupa gambar/foto.

Pada dasarnya optimasi kata kunci pada artikel dan gambar atau foto di mesin pencarian adalah sama saja. Memperhatikan 3 hal yang paling penting dalam SEO yaitu title(judul) backlink(link dari situs/blog lain yang mempunyai tautan balik ke situs anda) dan anchor text(teks yang mewakili link). Selain tentunya ada teknik tertentu dalam menempatkan atau menancapkan link dengan kata kunci tersebut. Tips ini hanyalah sebuah teknik dasar agar gambar atau foto Anda muncul di google image, setidaknya berada di atas agar tidak terlau jauh ketika orang mencari gambar atau foto yang diinginkan
  • Optimasi yg pertama adalah menempatkan kata kunci pada nama file gambar tersebut,contoh :


Memberi nama file gambar tersebut bisa dilakukan dengan rename pada file PC/laptop anda lalu upload gambar yg telah di rename tadi ke postingan
  • Kedua menempatkan kata kunci pada alt tag dan title image


Ini merupakan poin yg cukup penting pengaruh nya pada hasil pencarian nanti di google image

Setelah itu memberi backlink pada url image dari situs atau blog luar bisa juga dari social bookmark sebagai contoh bisa submit ke situs image hosting populer seperti flickr dll dan URL yang disubmitkan adalah URL gambar,bukan URL postingan.

Begitulah sepertinya tips agar gambar atau foto muncul di google image,agar lebih maksimal share url image tersebut ke jejaring sosial seperti facebook,twitter dan google+ karena itu terbukti akan mempengaruhi posisi ranking di mesin telusur,terima kasih

Malas Ngeblog, Ini Solusinya!

Bagi para blogger, ngeblog adalah 'sesuatu' yang sudah menjadi rutinitas. Aktivitas paling favorit itu terkadang terkendala banyak hal. Diantaranya terkendala dengan dunia offline yang menuntut kita harus meninggalkan ngeblog untuk sementara.

Tidak cukup sampai disitu permasalahannya, blogger yang telah lama offline sering mengalami nasib sama, kehilangan ide menulis atau update blog, hehe. Hal itu sangat wajar, tapi bisa menjadi tidak wajar manakala berubah menjadi rasa malas. Kalau istilah asingnya 'aras-arasen'. Penanganannya juga berbeda antara blogger satu dengan blogger lainnya. 

Tak perlu khawatir tetap tenang ditempat duduk masing-masing, Mimin punya amunisi. Malas ngeblog, ini solusinya. Berikut ini beberapa tips untuk mulai ngeblog dari Warga WB:

  1. BW aja dulu sambil nyari inspirasi... ntar pasti datang lagi keinginan buat nulisnya [@chili_ii]
  2. ajak teman buat komunikasi aja min,slain bisa sharing jg temannya byak,,ayyyyEee [@apriliadevi1]
  3. Saya juga. Titik gairah menulis gak muncul diawal tapi ditengah, pada prosesnya, pada saat menulisnya. Jadi perlu dipaksakan [@ilhambachtial]
  4. Butuh koneksi internet cepat untuk inspirasi ;) [@Kresnatiano]
  5. Yang penting nulis, mau tulisan se random apapun yang penting nulis [@MahadewiShaleh]
  6. Ikut lomba apa tantangan nulis tuhh. Kan banyak. Iming2 hadiah, pasti otaknya mau ga mau jadi mupeng. :)) [@RedCarra]
So?
Masih malas memulai ngeblog lagi? Bisa dicoba saran dari teman-teman sesama blogger di atas. Semoga saja salah satunya ada yang cocok / sesuai dengan kriteria kamu []

***

Oleh: Kang Didno
menaikkan traficSebagai pemilik blog tentunya akan mempunyai kebanggaan tersendiri jika situs atau blog yang kita miliki mendapat banyak pengunjung yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan setiap harinya. Tapi bukan pengunjung semu yang hanya dilihat oleh diri sendiri dengan mengotak-atik IP address atau menggunakan software seolah-olah jumlah pengunjungnya banyak. Berikut ini saya akan berikan tips untuk menarik pengunjung ke situs atau blog kita :


  1. Posting sesuatu hal yang banyak dicari, dibutuhkan, dan berguna bagi orang banyak.

  2. Update terus postingan atau artikel yang kita miliki.

  3. Memanfaatkan Web directory (sebuah layanan yang mengelompokkan beberapa website atau blog ke sebuah direktori atau kategori khusus sesuai dengan konten (isi) dari website/blog tersebut) baik lokal maupun internasional. Seperti technorati.com, directory.resep.web.id, blog-indonesia.com dan lain-lain.

  4. Memanfaatkan Social Bookmarking (sebuah metode yang digunakan oleh pengguna internet untuk berbagi, mengelompokkan, pencarian, dan mengelola sumber daya bookmark web. Sumber yang dibookmark menjadi suatu referensi. Contohnya kita manfaatkan layanan di addthis.com, digg.com, delicious.com dan lain-lain.

  5. Mempublikasikan blog kita melalui Jejaring sosial seperti facebook, twitter, google plus, dan lain-lain. Supaya blog kita dilihat oleh teman kita atau orang lain.

  6. Blog walking atau jalan-jalan ke blog orang lain sambil meninggalkan jejak lewat komentar atau fasilitas chat atau obrolan yang ada di blog atau situs tersebut.

  7. Memasang Widget yang berguna meningkatkan pengunjung seperti www.cbox.com, www.hitstats.com, www.prchecker.info, www.alexa.com.

  8. Memanfaatkan jasa iklan gratis/baris dan media offline seperti pembuatan pin, stiker, kaos dan lain-lain. Kemudian disebarluaskan kepada teman atau keluarga terdekat kita.

Mudah-mudahan tips ini bisa bermanfaat buat kita semua.





http://www.didno76.com/

Pagi tadi saya sempat berkunjung ke blog ini dan mendapatkan puisi berjudul Sebuah Rasa yang ditulis oleh Selvi Betharia. Ketika saya lirik ternyata puisi ini terbit tanggal 16 Juni 2012. Ini berarti Waroeng Blogger's Blog sudah sekitar 45 hari tak terisi artikel. Saya tidak begitu tahu penyebabnya sehingga blog yang baru berusia 5 bulan lebih dan telah berisi 99 artikel ini sudah mulai ngos-ngosan.

Blogger Punya Jam Kerja
http://www.ruangfreelance.com 

Alhamdulillah, perasaanku hari ini lega setelah meneguk secangkir kopi buatan bik Win #eh

Apa kabar sobat blogger? Lama tak jumpa... *Emangnya kapan pernah ketemu?

Waktu adalah sesuatu yang rak terlihat tapi akan berlalu. Biasanya kita sering lupa akan waktu, terutama saat melakukan aktifitas rutin sekaligus 'hobi' kita yaitu blogging. Saya menyadari bahwa pengelolaan waktu belum secara sempurna saya lakukan. Buktinya ada saja pekerjaan yang terlewatkan hanya karena fokus pada satu hal.

Padahal kita hidup tidak hanya mengerjakan satu hal saja. Kita juga harus makan, minum, istirahat, blogging, refreshing, ngepel, nyapu, mandi, nyetrika baju, dan lain sebagainya. Oleh karena itu kita harus pandai mengatur time management dengan baik, agar semua bisa berjalan teratur dan tidak saling bertabrakan.

Beberapa kali saya hunuskan dalam hati, kata-kata 'Saya harus adil'. Adil dalam membagi waktu untuk bekerja dan menjalankan hobi. Tapi lagi-lagi belum seratus persen berjalan baik, nafsu saya lebih memilih sesuatu yang menyenangkan daripada mendahulukan perkara yang lebih urgent.


blogger punya jam kerja
http://richgrad.com/ 
Urgent: Mendesak
Important: Penting

Kerjakan yang Urgent dan Important terlebih dahulu.

Prioritaskan aktifitas kita yang paling mendesak lebih dahulu. Saya tahu, semua kegiatan itu penting tapi pasti ada yang 'terpenting' diantara banyak kegiatan penting lain. Misalnya saja ngeblog, penting memang. Meski begitu penting bagi seorang blogger, tapi masih ada yang lebih penting dalam dunia nyata. Bekerja misalnya.

Maka dari itu blogger harus mempunyai jam kerja. Menyempatkan dan menempatkan waktu untuk ngeblog pada jam yang biasanya tidak ada aktifitas penting lain. Itu yang saya lakukan. Setiap orang berbeda cara mengatur waktu, yang jelas jam kerja saya sih kalau ada waktu luang saja ^_^

Ditulis oleh: Ari tunsa

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.