June 2012

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Kangen Band Karya Kata Depan di ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan Reportase Resensi Buku Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif Teknologi Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger

Oleh: Selvi Betharia

Belum lelah mata dan tangan ini untuk terus menulis
Menulis isi hati yang tak pernah bertuan
Slalu ada yang ingin dituangkan dalam sebuah kata menjadi kalimat
Seperti kehidupanku yang tak pernah berpenghujung, slalu berjalan ditempatnya

Adakah asa yang dapat kau sampaikan untukku
Adakah harapan yang dapat kau bisikan untukku
Adakah rindu yang kau titipkan untukku
Adakah senyuman yang kau berikan untukku
Adakah untaian kata yang kau persiapkan untukku
Adakah ruang dihati mu, untuk aku singgahi

Seandainya kau tau....
Itu semua yang kuharapkan dari mu
Tapi sayang sampai saat ini kau masih enggan
Enggan ungkapkan semua asa mu
Hingga aku tak pernah tau arti dari sebuah rasa yang kau beri untukku dalam diam mu...

Andai waktu bisa berputar ke masa itu
Aku ingin mengulangnya bersama mu..
Menikmati rasa yang kita punya bersatu
Itulah hal terindah yang ku impikan bersama mu..

Tapi...


Sumber gbr: http://catatanchan.wordpress.com/


Kalau anak sakit, orang yang paling gampang panik pastilah Ibunya. Menurutku sepanjang kepanikan itu dihubungkan dengan kewaspadaan justru banyak gunanya. Jadi bukan panik yang membuat 'mati gaya', tapi justru panik yang 'wajib' untuk membawa bahagia.


Seperti kejadian lebih dari seminggu yang lalu saat Sulungku demam, aku sempat dituduh 'panik', hanya gara-gara aku membawanya ke UGD sebuah RS. Lalu bagaimana aku tak panik, sebab demamnya tak turun dalam 3 hari, bahkan sudah masuk hari keempat. Jadi walaupun aku dokter, aku kan tak punya laboratorium sehingga tak bisa memeriksa kadar trombositnya. Sedangkan trombosit yang saat ini bisa kupercaya untuk memastikan apakah demam biasa atau DBD.
Masih jelas dalam ingatan, saat September 2011 lalu, anak sepupuku meninggal. Sebut saja namanya Putra. Benar memang sudah ajalnya. Tapi keterlambatan membawanya ke RS jadi sesalan yang tak semestinya terjadi. Ceritanya, Tanteku mau berangkat haji, kami sekeluarga datang ke rumahnya. Di sana ada cucunya (anak sepupuku) yang berumur 5 tahun sakit. Demam tinggi sejak 3 hari yang lalu. Lemah nian, sampai hanya mampu tiduran, tak ikut bermain dengan sepupu lainnya. Aku sarankan untuk cek trombosit. Tapi kata sepupuku sudah ditangani SpA, disebutnya nama dokter anak ternama itu. Dan oleh beliau diberi obat saja. Tak ada pesan untuk kontrol atau cek darah. Aku waspada, agak ngotot saat menyarankannya 'wajib' kontrol bila panasnya belum juga turun besok pagi. Sepupu dan Tanteku manggut.

Kelanjutan kisahnya bisa ditebak, besok harinya Putra turun panasnya, jadi tak dibawa kontrol.  Hanya lemasnya yang masih nyata. Obat masih diteruskan. Ternyata malamnya Putra mimisan. Langsung dilarikan ke RS masuk ICU. Hanya beberapa jam di ICU, Putra tak sadar, darah segar keluar dari hidung dan mulutnya. Bertahan sesaat sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Terbayang aku pada iklan sebuah obat penurun panas, bahwa demam pada DBD sangatlah khas, seperti pelana kuda katanya, pada hari kelima akan turun seolah sembuh.

Kejadian ini sudah sering kita dengar. Dulu saat aku stase di bagian Anak, bulan Januari - Februari adalah saat wabah DBD yang begitu mencekam, kami sampai hafal, hingga sangat menghindari bulan itu untuk stase di Anak. Dulu memang 2 bulan tersebut adalah puncak musim hujan. Berbeda dengan sekarang, saat musim sudah tak lagi terbaca dengan baik. Aku adalah salah satu yang beruntung masuk stase Anak pada masa DBD sedang mewabah. Yang aku ingat ada satu peristiwa yang menambah kewaspadaanku pada si - DBD.

Ada seorang ibu datang ke RS tengah malam, anaknya 4,5 tahun demam tinggi sejak 2 hari yang lalu. Dokter yang menangani memberi obat dan menyarankannya untuk minum air putih lebih banyak lagi. Ibu tersebut ngotot minta cek darah, sebab ini masuk hari ke tiga dan di lingkungan rumahnya sudah banyak yang kena DBD. Dengan setengah bersungut dokter tersebut membuatkan blanko cek darah khas untuk curiga DBD. Hasilnya trombosit anak 283 ribu, atau sekitar itu. Mereka disarankan pulang. Karena bagian Anak kala itu sedang sangat padat. Sampai ke lorong-lorong.

Selang sehari berikutnya Ibu tersebut datang lagi, karena anaknya masih demam dan makin lemas. Hasil trombositnya 120 ribu, langsung dirawat inap. Nilai trombosit normal 200 ribu. Kejadian ini terekam betul dalam benakku yang masih mahasiswa saat itu, yang aku garis bawahi jadi Ibu memang harus proaktif. Waspada saat anak demam, jangan hanya pasrah menunggu panasnya turun dengan obat-obatan, Ibu harus siaga. Segera ambil tindakan bila demamnya tak turun dalam 3 hari walau tak ada perintah dari dokter. jangan takut dibilang panik, jangan malu disebut parno.

Maka sampai saat ini, aku selalu mengingatkan diriku bila anak demam, apalagi disertai lemas, hal yang 'wajib' kita lakukan adalah:

  1. Sebisanya periksa dengan termometer, pakai yang digital sekarang juga sudah banyak. Angkanya  bisa langsung dibaca. Mudah, praktis dan harganyapun terjangkau.

  2. Beri makan seperti biasa. Ini agak sulit, kita saja kalau sakit biasanya tak nafsu makan. Tapi harus tetap dibujuk. Ganti dengan makanan yang diinginkannya. Misal tak mau nasi boleh makan roti isi daging ayam, roti isi coklat atau bubur kacang hijau.

  3. Beri minum lebih banyak dari biasanya. Air putih, teh atau susu. Boleh juga air syrup, tapi sebaiknya jangan yang rasanya asam.

  4. Bila panasnya dibawah 40 derajat sebenarnya belum butuh obat penurun panas tapi bila anak ada riwayat kejang demam atau Ibu memilih untuk diberikan silakan sesuai dengan dosis dan aturan dari dokter. Bila belum sempat ke dokter belilah Syrup Paracetamol yang sekarang banyak dijual bebas, baca aturan pakainya dan ikuti. Insya Allah efek sampingnya aman terkendali. Kompres di dahi. Bagian badan yang lain sebenarnya boleh saja, misalnya ketiak, leher atau kaki tapi biasanya anak menolak. Gunakan air biasa atau air hangat, tak perlu pakai air es. Pada anak-anakku, saat demam biasanya aku tetap mandikan dengan air hangat.

  5. Bila demam tidak turun setelah lebih dari 3 hari, segera lakukan pemeriksaan darah. Atau kontrol lagi ke dokter tempat awal anak dibawa berobat, ingatkan si dokter untuk cek darah, mungkin si dokter lupa.

  6.  Hasil trombosit yang meragukan misal, 198 ribu, lihat kondisi anak. Bila anak kuat dan mau banyak minum silakan rawat di rumah saja. Tapi pastikan kondisinya setiap saat. Bila anak makin lemas jangan menunggu pagi tiba, larikan ke RS.

  7. Bila positif DBD, apalagi trobosit sudah turun.

  8. Bila dilingkungan rumah kita banyak yang sudah kena DBD maka usulkan fogging ke Puskesmas terdekat atau bisa lewat RT

Waspada DBD akan menguntungkan buat kita, keluarga dan lingkungan. Biar saja terkesan panik daripada ada penyesalan dikemudian hari. Seperti yang kualami kemarin, tak apalah dibilang panik yang penting Sulungku mendapat kepastian bukan DBD, trombositnya masih > 200 ribu, maka akupun tenang. Perawatan selanjutnya lebih leluasa kulakukan di rumah. Apalagi selang sehari kemudian Sulungku membaik, keceriaan tampak mulai terpancar dari wajahnya yang masih pucat.

Jadi demam pada anak, janganlah dianggap sepele. Apalagi bila disertai pusing berat dan badan lemas. Sebab pada demam yang bukan DBD biasanya si-anak masih mau bermain dan energik, seperti tidak sedang sakit. Yang penting kita sudah berusaha dengan maksimal, hasilnya serahkan pada-Nya saja. Umur, jodoh dan rizky semuanya sudah diatur Sang Pemilik Hidup dan Mati, tapi sebagai makhluk termulia kita 'wajib' melakukan usaha terbaik.



Selama ini mungkin kita tidak memiliki masalah apapun, meskipun kita tidak memasarkan diri. Kadang-kadang orang tidak mempromosikan keterampilan dan prestasinya karena ia cukup puas dengan pekerjaan dan kariernya. Meskipun kita telah puas dengan karier kita saat ini, hal itu bukan berarti bahwa kita tidak perlu memasarkan diri. Memasarkan diri penting karena bisa membuka pintu bagi peluang-peluang baru, memasarkan diri juga bisa menciptakan pekerjaan atau karier yang kita idamkan.




Burger
Burger salah saru makanan cepat saji yang makin banyak digemari, klepon makanan lokal yang merupakan warisan nenek moyang.

Indonesia adalah negara yang kaya. Begitulah slogan-slogan di televisi atau media cetak yang rasanya sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Kata "kaya" sendiri dapat diartikan beragam makna, sesuai dengan apa menjadi topik di beberapa media terkini adalah "negara yang kaya akan hasil bumi", "negara yang kaya akan  hasil laut", hingga guyonan "negara yang kaya akan koruptor". Begitu banyak penerjemahan tentang suatu kalimat atau slogan, karena memang kreatifitas bangsa yang terdiri atas berbagai suku bangsa ini memanglah tinggi.

Klepon
Terlepas dari bagaimana Anda memaknai kata "kaya", mari bersama-sama kita mengingat-ingat kembali salah satu kekayaan atau keanekaragaman makanan khas di Indonesia. Sangat  beragam tentunya makanan khas di Indonesia, bahkan saya sendiri sempat berpikir kembali untuk mengingat makanan khas apa yang ada di suatu daerah.

Misalnya ketika Anda berlibur atau mampir ke kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota gudeg, maka biasanya ada teman atau keluarga yang mengharapkan oleh-oleh "bakpia pathok", namun keberadaan bakpia sendiri tak hanya ada di kota Yogyakarta. Di Glenmore, Banyuwangi pun terdapat produksi "bakpia glenmore", dan inilah salahsatu contoh keanekaragaman dan variasi dari makanan khas dari setiap daerah di Indonesia.

Sayangnya, keberadaan makanan khas ini mengalami persaingan pasar yang cukup besar. Munculnya junkfood (makanan cepat saji) yang sudah menjamur di berbagai daerah yang dikemas dengan harga se-ekonomis mungkin. Sehingga membuat masyarakat yang masih awam dengan kehadiran junkfood, menjadi tertarik untuk sekedar mencoba makanan "orang barat" dengan harga  yang cukup terjangkau.

Sehingga, bukan suatu hal yang mengherankan lagi jika banyak kita jumpai anak-anak yang lebih suka pergi ke Hoka-Hoka Bento, Mc Donals, dan sejenisnya yang dapat ditemukan di setiap FoodCourt. Akhirnya semakin banyak anak yang lebih akrab dengan pizza, burger, chicken terriyaki, dan sebagainya. Nama makanan seperti tiwul, gethuk, putu, dan sebagainya pun menjadi suatu yang asing, padahal makanan seperti itu adalah salah satu warisan dari pendahulu kita sejak belum lahirnya junkfood.

Dari segi kesehatan, bisa jadi Anda memiliki pandangan yang berbeda tentang dampak dari pengonsumsian junkfood. Bagi orang-orang yang sudah menjadikan junkfood sebagai sebuah keharusan dan pola makan sehari-hari, bisa jadi masalah kesehatan tak lagi dipikirkan. Karena tubuh telah mengalami adaptasi untuk menerima konsumsi junkfood secara berkala. Namun saat ini banyak sekali iklan atau kampanye tentang pengurangan konsumsi junkfood, karena dianggap dapat memicu penyakit seperti obsesitas, kolesterol, bahkan kanker. Namun mengapa tidak sekalian dilarang seperti keberadaan rokok yang katanya juga menyebabkan kanker, dan lain-lain? Entahlah.

Mari kita makan tanpa menjadi oranglain, tetapi menjadi kita sendiri!




sumber gambar: bisnis.com dan lesdelicesdevanessa.files




Salam SuperSoccer!


Kembali lagi bersama saya Riez pedukung setia Chelsea Juara Champions League 2012. Bagaimana kabarnya? masih berminat membaca ulasan saya seputar sepak bola, saya ucapkan terima kasih jika masih antusias membaca tulisan saya yg selalu membahas pernak-pernik dunia olahraga yang paling populer di dunia ini. Kali ini saya akan membahas sepak terjang beberapa pemain muda yang mungkin akan bersinar di EURO 2012.

Membaca postingannya Mas Indra tentang cinta, eh ketularan virus cinta  nih.

Membahas tentang cinta ga akan ada habisnya, selalu bersemangat..

"Cinta Kamu ...Membuat sebulan serasa satu jam, setahun serasa sehari dan setiap ketidakhadiran terasa bagaikan seabad" .

Sesuatu yang sangat aneh terjadi dalam dua puluh tahunan kebelakang. Aku tau tahun demi tahun di lalui tanpamu, datang dan pergi begitu saja dan berlalu, karena aku bisa merasakan kehilangan -kehilangan yang ku alami.


Wajah gadis muda yang penuh semangat dan siap menerima tantangan sudah tak ada lagi, kini beranjak dewasa, bahkan lebih dari dewasa. Tetapi aku tidak pernah merasa tua, karena bagi mataku dan jiwaku ..aku masih tetap, dan akan selalu tetap berumur  enambelas tahun, masih lincah, pemalu dan semangat seperti pada hari ketika kami  pertama kali  bertemu..


Kadang-kadang terpikir apakah dia sadar kalo aku sudah melewati dua dekade bersamanya. Apakah dia tau  selama ini aku masih mengenangnya ? Apakah dia mendengarkan dag dig dug jantungku saat ini? Apakah dia masih ingat padaku ? Aku pandangi kamu..dengan mata mudanya yang nakal, dan aku tau dia tidak menyadari itu semua.


Kadang-kadang aku  membayangkan, aku di sini, kamu disana ? Entahlah jarak dan waktu tak pernah mengizinkan tuk bertemu. Aku tau kami tak akan pernah bersama..


Anehnya, bayangan-bayangan  itu semu , hanya ada satu gambar yang jelas sekali dan tidak pernah berubah.


Aku memejamkan mata dan melihat jauh kedepan, aku melihat kami..

Sedang berbahagia dengan pasangannya masing-masing..

Amin..

# So Sweet..


"Selama seseorang bisa mengagumi dan mencintai, orang itu akan muda selamanya " .


Apakah Anda merasakan muda selamanya juga?/



Salam






Sumber gbr: http://wallsdl.com/

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.