April 2012

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Kangen Band Karya Kata Depan di ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan Reportase Resensi Buku Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif Teknologi Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger

Postingan kali ini untuk hiburan saja ya  :)
Cerita ini tentang salah satu tokoh sufi, namanya nasruddin hoja.

*******
Di suatu kampung nasruddin ada seorang profesor yang terkenal hebat dan ahli dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Suatu saat nasruddin penasaran dan ingin tahu seberapa dalam ilmu sang profesor, maka diadakanlah adu debat untuk menguji siapa yang terhebat, para penduduk pun langsung ikut penasaran dan menyaksikan adu debat tersebut.

Sebelum perdebatan dimulai, tiba-tiba nasruddin mendekat ke sang profesor
"mengingat bapak sebagai orang terpandang dinegeri ini, sudilah kiranya kita buat kesepakatan terlebih dahulu, jika bapak tidak bisa menjawab pertanyaan yang saya ajukan, maka bapak harus membayar 10 dirham ke saya, dan jika saya tidak bisa menjawab pertanyaan bapak maka saya harus membayar 1 dirham ke bapak, ini cukup adil mengingat bapak dikenal sebagai orang terpandai dikampung ini."

Sang profesor pun berpikir sejenak, kemudian menyetujui kesepakatan itu.
Debat pun dimulai, nasruddin bertanya: "Hewan apakah yang kakinya tiga??"


Profesor pun berpikir,  mencari-cari dalam ingatannya, tetapi akhirnya menyerah sambil memberikan uang 10 dirham ke nasruddin. Kemudian giliran sang profesor balik bertanya: "Hewan apakah yang kakinya tiga??"


"Aku tidak tahu" Jawab nasruddin enteng ,memberikan 1 dirham ke profesor sambil memasukkan uang 9 dirham kekantongnya kemudian pergi meninggalkan arena debat.

Penduduk pun mengambil kesimpulan nasruddin lebih hebat dari sang profesor.

#sebelum posting aku sempatin googling ternyata belum ada cerita nasruddin yang ini.
#googling hewan normal yang berkaki tiga juga ternyata gak ada =.="
#have fun with this :D

Saya baru saja selesai menonton tayangan Indonesian Idol 2012 ketika memulai tulisan ini. Indonesian Idol, yang katanya merupakan ajang pencari bakat paling populer di Indonesia. Sebelumnya sudah ada acara sejenis dengan berbagai macam kemasan, tapi intinya sama, yaitu menentukan sang juara dengan cara mengumpulkan suara terbanyak melalui polling sms.

Banyak yang mencibir acara seperti Indonesia Idol ini, katanya ini merupakan cara instant untuk menjadi terkenal, karena instant makanya si pemenang tidak akan bertahan lama di dunia entertaint. Ketika mendengar hal ini, saya berpikir ini hanyalah pernyataan orang-orang yang tidak bisa menjadi terkenal ataupun orang-orang yang sudah terkenal tetapi dengan proses yang berbeda dengan para peserta ajang pencari bakat. satu kebenaran yang mereka katakan adalah, para peserta tidak bertahan lama di dunia entertaint, entah kenapa semua seperti hilang.

Saya sendiri berbeda pendapat, saya menganggap para peserta yang masuk ajang pencari bakat merupakan orang-orang yang benar-benar terpilih untuk hadir di pentas kompetisi tersebut. Mereka adalah orang-orang yang berjuang untuk menggapai impian mereka, meskipun bersusah payah. Lihatlah pengorbanan mereka untuk mempersiapkan diri, untuk mengeluarkan tabungan mereka menuju kota tempat audisi dilaksanakan, mereka masih harus antri, menahan lapar, berdesakan dengan peserta lainnya, dan pengorbanan lainnya. Bayangkan betapa lelahnya mereka untuk mengantri diantara ribuan peserta lainnya.

That's not instant !, pernyataan ini saya tujukan untuk mereka yang menganggap ketenaran para peserta ajang pencari bakat ini adalah ketenaran yang instant. Mereka, para peserta itu melakukan sebuah proses agar bisa masuk menjadi finalis.

Saya mencoba mengambil contoh di dunia internet. Pernah tidak anda menemukan iklan begini "cara cepat kaya" atau "cara mudah menghasilkan uang dari rumah" ?. Apakah memang mudah ?, apakah memang cepat ?. Anda salah besar bila berpendapat demikian. Semua butuh proses untuk menghasilan sesuatu.

Ketika anda memasak mie instant, apakah anda sadari proses yang dijalani mie instant tersebut hingga bisa sampai ke tangan anda ?. Mulai dari tepung, di bentuk seperti mie, packing di pabrik, di masukkan ke karton, melalui jalur distribusi, agen penjual dan sampai ke konsumen (kita).

Bahkan semangkuk mie instant pun tidak instant
Mulai saat ini mari kita menghargai proses yang kita jalani, bila anda seorang blogger maka blogging lah dengan happy, bila anda seorang ilmuwan hargailah setiap percobaan yang anda jalani saat ini. Sekali lagi, tidak ada yang instant di dunia ini. Bahkan diri kita yang merupakan hasil seleksi dari ribuan sperma yang ingin membuahi sel telur.

Happy blogging kawan.

*Sumber gbr: http://ayodonkbaby.blogspot.com/

Ditulis oleh maulana riska
@maulanariska

Oleh: Kholid Rafsanjani
"Tulisan dan Kematian" (doc.pribadi)

"...dan jika umurmu tidak panjang, maka sambunglah dengan tulisan"

Pramoedya Ananta Toer
Anda mungkin juga sedang memikirkan kutipan tersebut, apa maknanya atau mengapa saya menuliskannya. Sedikit bercerita, sore kemarin saat saya membantu teman mengarsip majalah-majalah dan buletin, saya tak sengaja membaca kutipan tersebut pada halaman belakang majalah yang kurang lebih berumur lima tahunan. Kutipan tersebut membuat saya dan membangkitkan berbagai pikiran-pikiran dari zona santai saat itu, dan mungkin juga dengan anda sekarang.

Nama Pramoedya Ananta Toer lantas mengingatkan saya pada sebuah buku berjudul Bumi Manusia yang juga termasuk dalam tetralogi Pulau Buru. Dan juga teringat pada seorang Minke dalam ceritanya, seorang gadis pribumi yang bersekolah di Horgere Burger School (HBS). Ya itu sekilas saja yang terlintas dalam benak saya, dan mungkin terlalu jauh jika terus diceritakan mengenai hal-hal menarik tentang Pramoedya Ananta Toer dan karya-karyanya.
Kembali pada kutipan "...dan jika umurmu tidak panjang, maka sambunglah dengan tulisan", manusia sebagai makhluk hidup dengan kelebihan dan keunggulan dibanding dengan makhluk-makhluk lain di bumi karena akal dan nalar yang dimiliki, suatu saat akan menjadi makhluk mati. Ya, makhluk mati. Karena berlabel makhluk hidup, maka suatu saat akan mengalami perubahan label menjadi makhluk mati. Singkat cerita, segala yang hidup pasti akan mati.

Perdebatan mengenai kehidupan dan kematian tidak lantas berakhir dalam sebuah garis akhir begitu saja. Dan mengenai sebuah terjadinya kematian pun masih bergelut pada lingkup mitos agama dan sains. Tidak ada yang tahu pastinya mengenai kapan makhluk hidup menjadi makhluk mati. Namun nalar dan akal manusia tidak sampai puas dengan ketidaktahuan itu. Hingga muncul lah 'pemaksaan' untuk tahu sebagai bentuk pembebasan dari ketidaktahuan itu. Ya, sebuah prediksi atau ramalan mengenai kapan manusia akan mati. Sebuah pemunculan gagasan tentang jarak waktu manusia dapat hidup dengan sebuah istilah yaitu umur.

Dalam menginterpretasikan sebuah kematian, mungkin sudah banyak perbedaan gagasan tentang itu. Terlepas dari itu, anda pun mungkin memiliki pendapat yang berbeda dalam menginterpretasi kutipan diatas. Mengapa kemudian Pramoedya mengatakan "...dan jika umurmu tidak panjang, maka sambunglah dengan tulisan"? Dalam pembacaan saya memang kita pun tak tahu panjang atau pendeknya umur manusia, dan banyak pula generasi yang takut mati, dan generasi yang di mindset untuk mengharapkan umur yang panjang dengan berbagai macam alasannya.

Sebuah tulisan memang tak pernah dikatakan mati setelah dibaca atau sebelum benar-benar dilupakan oleh pembacanya, dalam hal inilah mungkin yang membuat seseorang yang mati secara fisik akan selalu hidup jika dia menuliskan sesuatu yang kemudian dipikirkan oleh orang lain. Seperti penganut Leninisme yang mengabadikan jasad seorang Lenin, dengan sebuah kepercayaan bahwa dengan mengawetkan jasadnya maka suatu saat Lenin akan kembali hidup. Ya suatu saat, bisa jadi saat ini, saat esok, atau saat esoknya.

Sebuah tulisan memang kadang terlihat biasa. Namun ketika sebuah tulisan itu dibaca dan dipikirkan oleh orang lain, mungkin itulah yang dapat menambah umur kita dan membuat hidup seorang penulis yang telah mati. []

Oleh: Yati Rahmat



25 yrs. American's 1st. woman astronaut (Source: goggle: en.wikipedia.org)

Mumpung masih suasana Kartinian, nggak ada salahnya kan kalo postingan bunda kali ini mengenai tokoh wanita. Wanita-wanita hebat Indonesia seperti Herlina - si Pending Emas ataupun pahlawan-pahlawan wanita seperti Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika, Inggit Ganarsih dll. pastilah para blogger sudah mengenalnya. Yang ini juga bukan berarti kalian tidak mengenal, tapi ingin bunda mengajak blogger yang muda-muda untuk menyimak postingan bunda ini. Kenapa? Karena wanita yang satu ini pada tahun 1983 sudah mencetak prestasi yang luar biasa. Nah, pastilah banyak diantara para blogger yang belum lahir pada tahun itu, hehehehehehe...

Judul postingan bunda: "Who Is Sally Ride?"Sesuai judulnya, maka isinya juga dalam bahasa Inggris, qiqiqiqiiii... Tapi sambil belajar bunda akan posting juga terjemahan bebas ke bahasa Indonesia versi bunda. Yuuuk, kita sama-sama belajar dan sharing juga tentang hasil terjemahan bunda ini. (Lho koq kayak belajar sih?? Iya donk kita belajar sambil blogging, qiqiqiqiqiii... lagi!).

Ini dia: 


Source: Google - womenshistory.about.com

Sally Ride, America’s first spacewoman, doesn’t look very different from a lot of other American professional women. She is attractive, with curly brown hair, dark brown eyes, and a bright smile. She likes to dress simply: she wears comfortable but colourful clothes, like many people from California.

But in 1983 Sally Ride became America’s first woman astronaut. She was one of five astronauts on the space shuttleChallenger, which completed a successful six-day voyage in space in June 1983. What makes a woman want to go into space?

Sally Ride grew up in Los Angeles, California. Her father is a professor at Santa Monica College, and her mother is a housewife. At Westlake High School for Girls, she was both an excellent student and tennis player. Today she still looks like a sportswoman. She is 1.6 metres tall, weighs 52 kilos and is very fit. When she was still a student, she became a very successful tennis player. She thought about becoming a professional sportswoman. But she decided to continue with her studies at college, and later at university.

People who know her say she is intelligent and confident. She also thinks deeply about things. But she is not always serious. She is fun and enjoys humour, but she is in a hurry to get on to more important things.