Hukuman Hari Senin Dari Sebuah Pojok

Hukuman Hari Senin Dari Sebuah Pojok
Artikel kiriman Yulia*



Hari Senin di sebuah ruang percakapan adalah hari wajib menggunakan tata bahasa yang sesuai dengan ejaan berbahasa Indonesia yang baik dan benar (EBI) bagi semua anggotanya. Pada hari itu pula saya telah melanggar lebih dari tiga kali kesalahan, sungguh ini adalah kali pertama saya mendapat hukuman, setelah sekian tahun menjadi anggota. Dengan berbagai alasan saya mencoba bernegosiasi kepada adminnya yang bernama Andhika Mangga Putra, dan satpam bahasa di sana yaitu Mbak Susi yang sering saya panggil dengan sebutan kakak tertua (walau usia saya jauh di atasnya) agar bisa terbebas dari segala hukuman. Namun, tetap hukuman itu harus dilaksanakan.
Dengan jeda waktu satu minggu, saya harus membuat artikel dengan tema “Hukuman Akibat Melanggar Peraturan PojokWB”. Namun sepertinya saya telah melewati batas hari yang ditentukan itu, bukan karena malas atau hendak menganggap ini hal sepele, melainkan saya tengah mengerjakan pekerjaan lain yang belum tuntas. Sedikit keteteran sih sebenarnya, tapi demi sebuah tanggung jawab yang harus saya penuhi, dengan segala daya, akhirnya saya berhasil menulis. Dan ini pula yang membuat saya jadi teringat zaman sekolah dulu, waktu itu nilai pelajaran bahasa saya tidak begitu memuaskan. Kecenderungan mata pelajaran sekolah yang saya minati waktu itu adalah kesenian dan biologi.
Entahlah, sepertinya pelajaran bahasa Indonesia terlalu rumit bagi saya waktu itu, karena di dalamnya ada banyak hafalan. Mungkin ini berkaitan dengan kekurangan yang saya miliki yaitu disleksia, tingkat kemampuan fokus saya memang kurang. Saya masih ingat bagaimana sewaktu menjalani pendidikan sekolah tingkat dasar. Setiap kali Ibu Guru mendiktekan mata pelajaran bahasa Indonesia, selalu saja saya menangis. Kebingungan karena tidak berhasil menangkap apa yang Ibu Guru ucapkan untuk saya tulis. Kebingungan itu bukan hanya dalam mata pelajaran tertentu (hafalan), melainkan masalah pemahaman sintak yang jika dalam waktu bersamaan menggunakan dua atau lebih bahasa yang mempunyai tata bahasa berbeda.
Selalu kesulitan dalam menentukan huruf dan seringkali tertukar. Misal “P” menjadi “q”, “b” tertukar menjadi “d”, “m” tertukar menjadi “w”. Atau saya abaikan awalan pada waktu membaca “menulis” dibaca sebagai “tulis”. Kata-kata pun sering tertukar, misal “sama-masa”, “buta-batu”, “tanam-taman”, “minat-minta”. Saya pun kerap lupa menentukan mana kanan dan mana kiri sampai saat ini. Terkadang hal ini “pernah” membuat saya frustasi dan sering bertanya pada diri sendiri “kok bisa?” Namun seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit ketidakmampuan yang saya sebutkan tadi mulai berkurang. Caranya? Ya, dengan sering menulis dan bergabung di berbagai komunitas, di antaranya grup Warung Bloger.
Komunitas Warung Bloger ini adalah grup yang pertama kali saya ikuti. Kalau tidak salah antara tahun 2011-2012, dan pada saat itu isi artikel di blog Julayjo (dot) net baru diisi tiga artikel. Ah, sepertinya saya ingin mengulang ingatan apa dan siapa saja orang-orang di balik komunitas Warung Bloger. Tapi apa daya ternyata ingatan ini sudah sedikit memudar, hehehe (maaf ya). Namun yang paling saya ingat itu adalah Mas Lozzakbar sebagai pendiri Warung Bloger atau yang biasa dipanggil dengan sebutan paman, ada juga Mbak Susindra, Mbak Ajen Angelina, dan Nchie Hannie. Namun sekarang beberapa pengurus sudah berganti, untuk melihatnya silakan diakses www.warungblogger.org.
Ya, semoga saja apa yang saya uraikan di sini sudah sesuai dengan tugas hukuman untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kalaupun ada kesalahan mohon dimaafkan ya, namanya juga manusia tidak luput dari salah dan lupa. Insya Allah ke depannya saya akan berusaha lebih baik lagi terutama dalam penggunaan kalimat-kalimat apa saja yang sesuai. Ini pembelajaran berharga bagi saya yang selama ini kadang lupa dan mengabaikan tata bahasa yang semestinya. Buat kalian yang ingin bergabung di grup Pojok Warung Bloger (maaf lupa memberitahu kalau grup PojokWB ini adanya di aplikasi WhatsApp) jika kalian ingin bergabung silakan menghubungi pengurus Warung Bloger dengan syarat dan ketentuan yang nanti akan disampaikan oleh pengurus.

 *Yulia merupakan ibu dari tiga putra. Ngeblog sejak lima tahun lalu. Awalnya sekadar untuk menumpahkan isi hati lewat puisi. Menyukai tantangan, dan pecinta kopi hitam sejati. Moto hidupnya adalah "Membahagiakan hari", jadi apa pun keadaan yang dihadapi, dia selalu erusaha bahagi. Silakan berbagi pikirannya di blog julayjo(dot)net



8 comments:

Haziq Sumagi said... 5 November 2016 at 17:00

assalamualaikum , hai teman-teman. saya buat blog walking ni, jum lawati blog saya di link
http://felicitaciones98.blogspot.my/. terima kasih teman-teman :)

Akiong Tan said... 5 November 2016 at 22:24
This comment has been removed by a blog administrator.
yulia yuli said... 7 November 2016 at 21:06

Wiih.. makasih mimin sayaaang akhirnya terbit juga :D

Enny Mamito said... 7 November 2016 at 22:23

Kayak kenal sama penulisnya, deh *nyodorin kopi

Jiah said... 8 November 2016 at 04:01

Sebentar, kok namanya Mas Uca, Mangga sih? Hahhaha

Nilai bahasaku alhamdulillah di atas standar

ARif Cyber said... 28 January 2017 at 00:54

Kasian ya, kena hukuman...
Hehee

 
Top