Oleh: Ari Tunsa


Alhamdulillah setelah sekian lama saya off menulis, kini sudah saatnya kembali lagi. Meskipun semangatnya tak seperti dulu. Tak terasa ramadhan sudah memasuki sepuluh hari kedua. Bagaimana puasa kalian? Smoga lancar selalu yah...
Ramadhan memang selalu dihati, karena di dalamnya terdapat banyak sekali hikmah dan pembelajaran bagi kita. Terlebih 'obral' pahala melimpah, semua hal kebaikan yang kita lakukan tidak akan sia-sia kecuali padanya pahala. Dengan syarat harus ikhlas dan karena Allah Subhanahu wa ta'ala semata.


Inilah dua hal yang perlu dipersiapkan untuk dapat meraih pahala:


#Menentukan Target

Suatu hari Jono tiba-tiba berkeinginan mengkhatamkan Al-Quran dalam waktu 3 hari selama bulan ramadhan. Sehingga dalam waktu sebulan ia akan menyelesaikan 10x membaca Al-quran. Hal tersebut membuat teman-temannya kagum.

Setibanya ramadhan Jono benar-benar menjalankan niatnya. Siang-malam ia memegang mushaf, kecuali saat ia bekerja. Nyaris tak pernah tidur Jono ingin targetnya tercapai. Hari pertama dan kedua tanpa kendala, tapi pada hari ketiga Jono sudah merasa tak nyaman dengan target khatam AlQuran dalam 3 hari. Pasalnya pekerjaan dan istirahatnya berantakan.

Teman-teman Jono sudah menasehati untuk segera mengubah target. Namun, mereka tak bisa berbuat banyak, Jono tetap dalam pendiriannya. Sehingga tepat dimalam ketiga, Jono akhirnya jatuh sakit. Kini ia terbaring lemas di rumah selama beberapa hari karena kurang istirahat. Bukannya meraih target, Jono malah membuat sibuk keluarganya.

Apapun target yang kita buat hendaknya sesuai dengan kemampuan kita. Tak perlu 'muluk-muluk' tapi jangan terlalu rendah. Artinya kita sendiri yang mengukur kemampuan diri, maka yang target yang akan kita buat seharusnya disesuaikan dengan diri sendiri. Jangan mengikuti target seperti orang lain, meskipun hal itu tidak dilarang jika kita mampu. Karena Allah berfirman:

[فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُم [التغابن:1

"Bertakwalah kepada Allah semampumu" (QS 64. At-Taghaabun: 16)

#Menyusun Strategi

Sebagaimana perang, beribadah yang lain pun juga perlu strategi agar tidak dikalahkan oleh musuh, syaithan. Artinya beribadahpun harus dengan santai, jangan mengedepankan hawa nafsu "Yang penting melakukan".

Misalnya, kita tak perlu membaca Al-Quran dalam sekali waktu sekaligus agar khatam dalam sebulan. Tapi bisa dengan mensiasatinya dengan cara membaca 2 lembar saja setelah sholat 5 waktu. Dengan estimasi satu juz adalah 10 lembar, dengan begitu 2 lembar x 5 waktu sholat = 10 lembar = 1 juz. Sedangkan sholat 5 waktu adalah dalam waktu sehari semalam. Sehingga kita akan bisa khatam 1 Al-Quran tanpa memberatkan bukan?

Itu hanya sebuah permisalan. Jika kita mampu lebih dari itu tentu saja lebih baik lagi. Intinya kita bisa meraih lebih banyak target yang telah disusun dengan mudah jika strateginya jitu. Pandai-pandai kita saja untuk menjalankannya. Satu yang kita ingat, harus ikhlas dan lillahi Ta'ala.


Yuk mari kita berlomba-lomba mencari pahala

5 comments:

Trica Jus said... 4 August 2012 at 23:09

berbagi kata kata motivasi gan
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
salam kenal sukses selalu, semoga dapat di terima dan ku tunggu kunjungan baliknya ya :D

Penyuluh Perikanan said... 4 October 2012 at 18:39

Senang sekali rasanya membaca artikel ini, sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan buat saya
terima kasih

Akhmad Muhaimin Azzet said... 8 October 2012 at 21:08

Target itu penting agar arahnya jelas, dan strategi tentu melancarkan segalanya.

JoeMajoris said... 27 October 2012 at 18:21

memang benar beribadah sesuai kemapuan dan menjauhi disa wajib hukumnya

Awal kehidupan said... 7 November 2012 at 02:52

wah bagus gan artikelnya

 
Top