Latest Post

#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #7TahunWB #8TahunWB #HappyBlogging #Menu7uhWBLebihBaik #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi Anak ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Ayah Bahasa Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bermain Kata Kunci Bintang 14 Hari blibli Blog competition Bloger di Masa Depan Blogging Budaya Buku Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Filosofi finansial Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Google Question Hub Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hari Bloger Nasional Hari Blogger Nasional Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali hubungan Imbuhan Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia istri Jakarta Kangen Band Karya Kata Depan di KBBI ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan keuangan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Liburan life Lifestyle Logo Logo Baru Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Peduli Kata Kunci Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan relationship Reportase Resensi Buku Resolusi Retweet Review review produk rumah tangga saleduck Sastra Sastra & Seni self help SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya suami Subjektif tahun baru Teknologi teman Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling tulisan pilihan Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Warna Warung Blogger Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger

Hari ini tampak sama saja bagi Keisya, ia menjalankan rutinitasnya sebagai anak TK seperti biasa. Tidak ada yang spesial dan hebat. Tetapi bagi ayahnya, hari ini adalah hari yang spesial yang sangat ia tunggu, yakni cuti bekerja. Ya, tentu saja baginya bersama Keisya hari ini adalah spesial. Sayangnya, karena selama ini ayah Keisya sangat sibuk, baginya ayahnya ini ada dan tiada. Ada namun tidak terasa kehadirannya.

Hal ini, tentu saja membuat ayah Keisya sangat sedih. Mendapatkan ijin cuti saja baginya bukanlah hal yang mudah. Padahal, ayah Keisya pun tidak sibuk-sibuk amat, kok. Ia hanya seorang PNS dan kantornya pun tidak jauh dari apartemennya, hanya tinggal menyebrang jalan raya. Namun entah kenapa, ayah Keisya gagal merebut hati Keisya, putri semata wayangnya sehingga kehadirannya tidak lagi di anggap spesial.

Apakah kisah seperti ini sedang anda alami? Apa yang salah dari sang Ayah, padahal sang Ayah sudah pasti ingin sekali merasa di istimewakan oleh sang anak kesayangan. Padahal sang ayah telah meluangkan waktu khusus sebagai tanda cinta, tapi tidak berhasil merebut hati sang anak yang lebih dekat dengan sang ibu.

Seorang ibu, yang entah bagaimana memang seperti sudah dari sononya memiliki kedekatan batin dengan anak meskipun sibuk juga, tentu saja karena kontak batin mereka lebih kental paska 9 bulan dalam kandungan dan masa menyusui yang intim. Dan biasanya juga, Ibu selalu punya lebih banyak waktu bersama anak ketimbang Ayah. Lalu bagaimana merebut hati anak yang usianya masih dalam fase memilih-milih manakah orang yang dirasa sangat mencintainya.

Kali ini, saya akan sedikit berbagi tips untuk merebut hati anak, meskipun Ayah sangat sibuk dan punya waktu sangat sedikit bersama sang anak. 

Sumber gambar: Pixabay.com

 1. Jangan jadikan Ibu sebagai wonder woman
Saking sibuknya Ayah, biasanya lahirlah wanita-wanita mandiri yang bisa melakukan segala hal sendiri ketika suami tidak ada di rumah. Tapi untuk merebut hati anak, jangan jadikan istri anda sebagai wonder woman. Meskipun ia mampu mandiri, buatlah dalam beberapa hal yang terkait dengan anak, biar ayah yang tetap melakukannya sendiri.

Contoh, memperbaiki mainan. Bisa saja seorang Ibu pun pandai memperbaiki mainan, atau mungkin memperbaiki hal sepele di sepeda. Tapi seandainya bisa pun, ada baiknya biar Ayah yang melakukannya. “nanti tunggu ayah memperbaikinya, ya” katakan saja begitu pada anak, dan sementara minta anak bermain yang lain. Tentu saja kemudian anak akan dengan gembira menanti sang ayah memiliki waktu untuknya. Saat itu selesai, tentu anak akan menganggap ayahnya sebagai Hero yang telah ia nantikan. Hal yang sama bisa di terapkan juga untuk aktivitas lain, misalnya membuatkan layangan, bermain bola, atau memandikan hewan kesayangannya. Meskipun Ibu juga bisa melakukannya, biarkan untuk kali ini Ayah menjadi spesial hero bagi anak.

2. Kuasai hal-hal detil
Hal yang menyebalkan atau membosankan bagi anak adalah ketika sang ayah tidak tau banyak hal tentangnya, atau ayah melupakan hal-hal yang sudah ia ceritakan. Meskipun ini wajar karena ayah sangatlah sibuk bekerja, tapi anda bisa berjuang sedikit untuk merebut hati putra-putri anda. Ayah bisa mendapatkan banyak info melalui orang yang banyak bersamanya sepanjang hari dan mengingatnya dengan serius meskipun menurut orang dewasa itu hanyalah hal-hal sepele. Memang butuh waktu/usaha lebih, tapi itu tidak sulit kok.

Misalnya, anak akan takjub ketika ayah tau banyak tentang sahabat anaknya, padahal ayah mengetahuinya dengan bertanya kepada Ibu atau bertanya kepada gurunya. Anak juga akan surprise ketika ayah tiba-tiba bisa mengepang rambutnya dan memasangkan pita, padahal ayah sampai begadang hanya untuk belajar kepada ibu, demi bisa menguncir rambut anaknya. Anak akan sangat bahagia ketika ayahnya tau dengan cepat kegiatan sekolah anaknya hari ini. meskipun untuk itu ayah harus selalu memantau group WA orangtua murid di sekolah anaknya di sela-sela meeting di kantornya.

Hal-hal detil begini, agak ribet, tapi bisa dilakukan dengan mudah jika ayah berusaha sedikit lebih dari yang biasanya. Tapi lihat saja hasilnya, anak akan sangat merasa di perhatikan oleh ayah.

3. Jadikan waktu sangat berkualitas
Tentu saja, tidak selalu waktu yang banyak. Melainkan kualitasnya yang diutamakan. Apa gunanya kalian menemani anak dihari pentingnya jika saat itu ayah sibuk dengan handphonenya. Apa gunanya ayah meluangkan waktu menemani anak jika ayah tidak tau apa mainan kesukaan anaknya. Jadi tidak selalu soal intensitas tapi juga soal seberapa berkualitas waktu yang ayah berikan untuk putra putrinya. 

Misalnya ayah punya waktu hanya hari minggu, jangan habiskan untuk hangout bareng teman-teman. Bertemulah dengan teman-teman dihari lain sepulang kantor atau jika hari minggu pastikan ayah sudah lebih dahulu bersama anak baru kemudian meluangkan waktu untuk bersama teman-teman ayah.

Atau ketika waktu ayah hanya sedikit untuk bersama, karena ayah bekerja di luar kota. Gunakan waktu yang sedikit itu janga untuk membawakan anak mainan, melainkan gunakan waktu untuk membeli mainan bersama. Gunakan untuk menjadi apapun yang ayah bisa untuk anak di waktu yang singkat itu. Jadi pendengar yang baik, teman baiknya, tempatnya meminta untuk beli eskrim termasuk menjadi sahabat dalam melakukan hal-hal yang gokil. Mungkin sesekali ayah mengajak anak memasak untuk memberi kejutan pada ibu, lupakan gadget, lupakan pekerjaan dan teman-teman. fokuslah hanya kepada anak untuk menebus waktu yang hilang ketika ayah bekerja.

4. Katakan cinta
Iya, seperti acara remaja di televisi untuk menyatakan cinta kepada seseorang yang dicintai, begitu juga dengan anak-anak. Justru anak-anak butuh lebih banyak pernyataan cinta untuk meyakinkan diri bahwa ia memang dicintai dan diistimewakan. Maka ayah, jangan pernah bosan dan Lelah mengatakan I love you, atau Ayah sayang kamu, ayah bangga padamu, dan pernyataan lain yang memperkuat keyakinan anak bahwa ayah sangat mencintainya. Ucapan yang sering di ucapkan ini nantinya akan tertanam dalam pikirannya sehingga ketika ayah tidak bersamanya pun ia tahu bahwa ayah sangat mencintainya dan dia adalah anak yang istimewa.

Misalnya ketika akan berpisah, sebelum ke kantor, atau sebelum anak terlelap tidur, ucapkanlah selalu jika ayah mencintainya. Begitu pula jika ia berhasil melakukan sesuatu, selalu katakana ayah bangga/kagum padamu nak. Pernyataan-pernyataan cinta inilah yang bisa tertanam dialam bawah sadar anak, bahwa ayah selalu mencintainya.

Nah itu tadi 4 cara yang mungkin bisa dicoba untuk merebut hati anak ketika ayah sibuk dengan tugas kantor. Setiap kondisi rumah tangga tentu saja berbeda, ayah lah yang paling tau yang mana yang bisa diterapkan dalam kondisi kesibukan ayah saat ini. Mengenai tingkat keberhasilan, itu semua bergantung pada usaha ayah dalam merebut hati anak. Ingat selalu bukan, bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha. Ayah pasti bisa mendapatkan tempat spesial dihati anak.

-----------------

Catatan:

Artikel ini ditulis oleh Ruli Retno, seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak. Ia biasa menulis di ruliretno.com. Tulisannya seputar tentang lifestyle dan travelling. Namun seiring berjalannya waktu, setelah menikah dan memiliki anak. Konten tulisannya bertambah dengan seputar keluarga dan parenting. Ingin mengenal Ruli lebih dekat? Kamu bisa menyapanya langsung di akun twitter @RuliRetno.

Ini adalah #urunartikel dari Warga Warung Blogger. Kamu juga bisa mengirimkan tulisan kamu, informasi selengkapnya tentang urun artikel bisa kamu baca pada tautan Urun Artikel Warung Blogger. Kami tunggu, ya!


Parade Lomba Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik
Parade Lomba Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik

Dear Warga WB yang kerennya kebangetan ^_^
Warung Blogger mau mengucapkan terima kasih banyak-banyak, nih karena kalian masih bersama WB selama 7 tahun ini. Menu7uh WB lebih baik enggak akan terbangun tanpa dukungan kalian semua. Love you full pokoknya :*


Orang bijak berkata: setiap tujuh tahun, manusia memasuki fase baru dalam hidupnya. Pun dengan Warung Blogger sebagai sebuah komunitas yang berisi dari kumpulan manusia. Tepat hari ini, tanggal 25 Mei 2018, Warung Blogger berulang tahun yang ke-7. Untuk Warung Blogger sendiri, usia 7 tahun bukan hanya sekadar angka. Lebih dari itu, ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Pencapaian karena Warung Blogger masih mampu bertahan di tengah warna-warni dunia digital yang serupa dua sisi koin yang bertentangan: bisa menumbuhkan atau membunuh siapa pun yang ada di dalamnya.
 
Warna-warna itulah yang menjadi langkah baru Warung Blogger di usia 7 tahun ini. Langkah yang ditampilkan dalam rupa yang baru. Warung Blogger berganti logo.

 

Filosofi Logo Baru Warung Blogger
Logo baru Warung Blogger tidak keluar dari esensi awalnya. Huruf W’ dan ‘B yang membentuk setengah lingkaran yang menandakan bahwa Warung Blogger merupakan komunitas yang dinamis, lentur, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung.

Setengah lingkaran lagi berupa buih kopi yang bermaksud untuk menyampaikan bahwa Warung Blogger adalah warung kopi sederhana. Tempat semua orang bisa berinteraksi, berdiskusi, melepas penat, curhat, atau hanya sekadar duduk-duduk ngopi. Warung sederhana ini membuka pintu bagi sesiapa yang mau berbagi ilmu, pandangan, boleh juga sekadar menonton. Di dalam kesederhanaan ada telinga dan mata yang siap mendengarkan juga memerhatikan.

Warna yang dipilih sebagai logo adalah kuning kecoklatan seperti layaknya campuran kopi dan susu dalam cangkir. Kuning melambangkan keceriaan, kebahagiaan, enerjik, dan optimisme. Sedangkan warna cokelat melambangkan keakraban dan rasa aman. Kandungan kedua warna tersebut menyimbolkan sebuah interaksi dalam warung kopi yang menyenangkan dan terbuka. Kopi, selain itu juga, seringkali menjadi awal dari ide tumbuh dan berkembang. Dan Warung Blogger, sebagai wadah, tentu juga ingin dapat menjadi sumber ide-ide muncul dan berkembang.

Warna-warni itu kemudian dipresentasikan dalam bentuk latar yang beragam. Menganalogikan warna sebagai sebuah kategori, sebagai sebuah kelompok, rentang usia, etnis, kebudayan atau segmentasi apa pun. Maka Warung Blogger siap dan bersedia berbaur dalam semua warna tersebut. Menjadi satu, menjadi padu untuk setiap bias dari warna-warna tersebut. 

 

Harapan terbesar Warung Blogger semoga logo baru ini dapat diterima dengan baik. Filosofi logo menyesap ke hati semua anggota. Bersama-sama berpegangan tangan untuk mencapai dunia literasi digital lebih sehat, lebih informatif, lebih hangat. Kepada seluruh anggota Warung Blogger, dengan segala kerendahan hati untuk mau mengganti banner WB di blog masing-masing.

Akhir kata, warna-warni Warung Blogger dengan langkah pertamanya di usia tujuh tahun dapat merangkul semua blogger di mana pun berada. Karena kita berwarna dalam kata dan rasa.  

Salam, 
#Menu7uhWBLebihBaik #7TahunWB

Kompetisi Blog Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren!
Kompetisi Blog Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren!


Aloha Warga WB yang super keren ^_^
Tahun-tahun berlalu dan kita masih bersama. Masa-masa yang kita lewati itu sangat berharga. Banyak kisah dan ilmu yang sudah Warga WB bagikan bersama Warung Blogger sejak tahun 2011 sampai 2018 ini. Tanpa kalian apalah arti Komunitas Warung Blogger. Karena itulah Warung Blogger di usianya yang ke-7 tahun ingin bertransformasi menjadi lebih baik. Menjadi Warung kopi tempat bersenda gurai, menguraikan pikiran, diskusi seru, dan curhat. Melepaskan segala penat kehidupan.

blogger life

Copas. Alias copy paste, istilah yang sering digunakan di Indonesia bagi yang suka menjiplak karya orang lain. Tentunya kebiasaan copy paste ini merupakan kebiasaan buruk yang seringkali bisa membuat banyak orang jadi terpancing emosi.

Beberapa waktu lalu, media sosial aku kembali ramai soal plagiat. Seorang penulis cerpen diketahui kalau karya-karyanya adalah hasil copy paste tulisan orang lain. Ada lebih dari 20 cerpen yang sudah dimuat dalam media massa ternyata adalah bentuk plagiat.

Masih terekam jelas diingatan aku ketika kasus serupa terjadi sekitar satu tahun lalu. Saat seorang remaja menulis status yang akhirnya menjadi viral karena dianggap status tersebut membawa nilai positif. Namun setelah status tersebut menjadi viral, akhirnya diketahui kalau status tersebut bukanlah hasil pemikiran si remaja pribadi, melainkan hasil copy paste dari status orang lain.

Sebelum aku melanjutkan cerita tentang copy paste ini, simak dulu yuk apa arti dari plagiat. Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, berikut ini penjelasan tentang plagiat:
Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.

Cara Melaporkan Artikel Copy Paste

Sebagai blogger,  dengan maraknya kejadian tulisan yang di copy paste, tak jarang aku malah merasa resah. Kekhawatiran kalau nanti tulisan akan diplagiat, malah membuat aku mandek dan enggak nulis-nulis.

Padahal seharusnya tugas aku kan terus berkarya bukan? Kekhawatiran aku terlalu berlebihan. Daripada akhirnya aku berhenti berkarya, lebih baik aku melaporkan saja jika terbukti ada yang melakukan copy paste tulisan aku. Toh setahu aku setiap karya di digital kita sudah memiliki hak cipta.

Eh lapor kemana? Lapor ke media sosial? Hmm.. lapor via media sosial ini kok menurut aku malah bikin nambah masalah ya. Khawatir malah menjadi bumerang dan pencemaran nama baik. So, what should I do?

Jawabannya adalah dengan melaporkan ke DMCA. Apa itu? DMCA, singkatan dari Digital Millennium Copyright Act, adalah sebuah bentuk perlindungan terhadap hak cipta. Tujuannya agar tidak terjadi konten duplikat pada blog juga pembajakan seperti lagu dan film.

Cara melaporkan ke DMCA ternyata enggak sulit. Yang penting kita sudah tahu kalau ada tulisan kita yang mengalami copy paste. Nah ini dia langkah-langkahnya:

Yang pertama, sudah tentu kunjungi halaman Google DMCA-Notice terlebih dahulu.

Langkah kedua, mengisi form yang ditampilkan pada halaman tesebut. Masukan identitas kita sebagai pelapor, seperti nama depan, nama belakang, nama perusahaan (isi saja dengan nama blog kita), alamat email, serta negara tempat kita tinggal.

menyingkapi copy paste pada blog


Pada kolom "Copyright holder you represent", pilih self. Karena kita mewakili diri kita sendiri.

Bagian ketiga adalah mengisi "Your copywright work". Saatnya kita melaporkan tulisan kita yang sudah kena copy paste.  Ada 3 kolom yang harus diisi pada bagian ini. Di kolom pertama, silakan untuk menjelaskan tujuan mengisi form ini. Ya sudah pasti karena plagiat. Tulis saja secara sederhana seperti, "Tulisan pada blog saya telah mengalami plagiat." Di kolom kedua, isi dengan url blog kita yag kena copy paste. Baru di kolom ketiga, kita berikan url pelaku plagiat.

menyingkapi copy paste pada blog


Langkah terakhir tentunya adalah pengesahan isi form. Ada tiga pernyataan yang harus kita beri check mark, tanda kita mengakui kalau semua data yang kita berikan ini benar dan kita paham apa yang sedang kita lakukan. Kemudia jangan lupa mengisi tanggal dan tanda tangan serta diakhiri dengan re-Captcha, untuk membuktikan kita bukan robot.

menyingkapi copy paste pada blog


Sudah selesai proses lapornya adanya plagiat. Semudah itu ternyata.

Sanksi dari Google DCMA


Tentunya pada bertanya-tanya, apa sih sanksi bagi blog yang dilaporkan ke Google DMCA. Hmm kasih tahu enggak ya. Kasih tahu deh. Sanksi bagi blog yang dilaporkan ke Google DCMA adalah artikel tersebut akan sulit terindek di halaman pencarian Google. Dan sanksi terberat adalah blognya akan dihapus.
Ngeri enggak? Aku sih ngeri. Blog down aja nangis-nangis bingung, apalagi kalau sampai diapus karena dapat hukuman.
Well, makanya jangan suka copy paste karya orang lain. Setuju?

Beberapa orang teman, dan yang kebetulan pernah berkunjung ke blog pribadi saya, mungkin tahu kalau saat ini saya bekerja di salah satu media online sebagai reporter. Atau meminjam bahasa kekinian, sebagai seorang content writer.

Minggu kemarin, di grup whatsapp Warung Blogger, saya membuat sebuah kesalahan dan karenanya saya mendapatkan hukuman menulis. Tema yang diberikan saat itu adalah tema yang berkaitan dengan pekerjaan saya sebagai reporter media online. Lebih spesifik, saya diminta untuk membuat sebuah artikel mengenai perbedaan menulis di media –sebagai reporter dan di blog –sebagai blogger. Adakah perbedaannya? Tentu saja, beberapa amat signifikan malah. Dan apa aja, sih, bedanya? 

Sumber gambar: Pixabay

Menulis di media
Ketika menulis di media, kami harus berpegang teguh pada etika jurnalistik. Setiap kami menulis, kami harus mengingat kembali apa saja yang ada di etika-etika jurnalistik tersebut. Sederhananya, kami tidak boleh menuliskan sesuatu yang berpotensi menyinggung SARA, berisi konten pornografi, hoax, dan atau menulis artikel yang berisi penuh dengan opini dari si penulis. Tidak boleh.

Kebayang, dong, bagaimana hati-hatinya kami dalam membuat satu tulisan. Apalagi dalam satu hari, kami ditargetkan menulis sebelas tulisan hanya dalam waktu delapan jam saja. Untungnya, beberapa waktu yang lalu, target tulisan dikurangi menjadi hanya sepuluh tulisan setiap delapan jam kerja. Sebuah perubahan yang enggak signifikan memang.
 
Terlebih ketika membuat tulisan yang berhubungan dengan peritiwa humanis. Kami juga harus memikirkan dampak tulisan yang kami buat terhadap objek (atau subjek) yang kami tulis, tentang keluarganya dan juga lingkungan di sekitarnya. Jangan sampai tulisan tersebut mengekspos hal-hal sedemikian rupa yang tidak berkaitan yang membuat enggak nyaman si objek (atau subjek) yang ditulis. 

Ini rahasia. Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat satu tulisan yang saya sendiri tidak menyangkan akan berdampak luar biasa besar buat kehidupan orang yang saya tulis. Tulisan tersebut menjadi viral, dibaca lebih dari seratus ribu kali. Padahal, menurut editor saya, biasanya standar tulisan bisa disebut viral jika telah dibaca lebih dari 20.000 kali. 

Tulisan apa? 

Ingat tentang anak SMA yang sempat menggegerkan dunia maya ketika menuliskan tentang isu kebinekaan di laman facebooknya? Yang sampai diundang oleh Bapak Presiden ke istana. Bukannya sombong atau bagaimana. Tapi –jika ingin tahu saya lah yang pertama kali menulis tentang anak tersebut di media online tempat saya bekerja. Dampaknya luar biasa besar. Kehidupan anak itu setelahnya benar-benar berubah. Yang semula bukan siapa-siapa menjadi tenar dan dikenal masyarakat luas. Banyak media yang mengundangnya untuk wawancara. Sampai akhirnya semakin ke sini, menjadi juga banyak musuh. Tak sedikit pula yang mem-bully anak tersebut.

Dalam hati, saya menyesal pernah menulis tentangnya di media. Karena setelah dia viral, ya tahu lah sendiri berikutnya bagaimana. Dan jika diperhatikan, meskipun sekadar melalui media sosial, dia itu cukup freak dan memang memang membutuhkan atensi yang banyak dari umat.

Dampak yang luar biasa. Dan saya pribadi enggak nyangka sampai segitunya tulisan saya bisa berpengaruh. Enggak percaya? Kamu boleh googling berita tentang dia. Yang muncul di laman pertama google, dari media tempat saya bekerja, adalah tulisan saya semua.

Begitulah. Menulis di media harus amat sangat berhati-hati sekali. Dan saya yang berhati-hati sekalipun, tulisan benar sesuai fakta, tidak melanggar etika jurnalistik tapi masih saja tersandung masalah karena ada subjek yang tidak terima untuk diberitakan.

Bahkan pernah sampai tiga hari saya ‘diteror’ oleh orang yang tidak terima saya beritakan. Dia meminta berita yang saya tulis untuk segera diturunkan. Untuk informasi, reporter/wartawan atau apa pun itu namanya tidak punya wewenang untuk menurunkan berita yang telah ditulis. Itu menjadi keputusan dan wewenang atasan kami di kantor. Dan pertimbangan berita bisa diturunkan, yang utama, jika dianggap bermasalah untuk perusahaan. Selama berita itu benar, sesuai fakta. Berita yang telah dimuat, boleh untuk tidak diturunkan meski pun ada yang merasa terganggu dengan berita tersebut. Sekali lagi, digarisbawahi. Selama berita itu benar.

Intinya. Hati-hati banget, deh, kalau menulis di media. Karena selain bawa nama pribadi, kita juga membawa nama perusahaan tempat kita bekerja. Tanggung jawab ganda. Selain itu, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kita harus meninggalkan segala opini dalam pemberitaan yang kita buat. Apalagi kalau yang ditulis adalah isu panas. Sama sekali enggak boleh ada opini pribadi. Bahaya. Sebagai orang yang bekerja di media, kami benar-benar harus netral dan sesuai fakta. Pastikan telah mengonfirmasi kebenaran berita sebelum berita itu dimuat.

Selain itu, yang menyebalkan, kami awak media tidak bisa menentukan tema apa yang ingin kami tulis. Di media, kami tidak menulis apa yang ingin kami tulis. Tapi, kami menulis apa yang dinginkan pembaca. Dan tentu saja, topiknya harus up to date dengan apa yang terjadi di dunia luar. Misalnya, penulis berita entertainment ingin menuliskan berita tentang putusnya Zayn Malik dengan Gigi Hadid, tapi editor, atas permintaan pasar, ingin membuat berita tentang hubungan Ayu Ting-ting dengan Raffi Ahmad. Jika sudah begitu, kami bisa apa?

Sumber gambar: Pixabay

Nulis di Blog
Sebaliknya, menulis di blog bisa sebebas apapun yang kita mau. Bebas dalam arti: bisa menulis apapun yang ada di benak untuk dituliskan di blog tanpa perlu memedulikan permintaan, tekanan dari pihak manapun. Misalnya, ketika galau atau sedih, saya akan mencurahkan semua isi hati di blog atau tumblr sampai saya puas sampai saya bosan. Tidak mungkin, kan, saya menulis perasaan hati di media tempat saya bekerja. Nantinya, bisa di-kill sama editor.

Apalagi, blog saya merupakan blog personal tanpa kategori khusus. Kamu bisa menemukan sisi lain dari Natalia Bulan Retno Palupi di blog Bulan The Iron Girl yang bebas yang benar-benar berbeda.

Meski begitu, dalam beberapa kasus, kita tetap harus berhati-hati dalam opini ketika memberikan sebuah tanggapan kepada instansi, seseorang atau apapun yang tidak menyangkut pribadi kita sendiri. Karena, bagaimanapun, kekuatan blog bisa sama kuatnya dengan media. Dalam arti, ketika kita bisa membuat sebuah karya tulis yang baik, bukan tidak mungkin blog kita akan menjadi viral dan meraup ribuan pembaca.

Meski untuk kasus saya pribadi, saya tidak pernah mengharapkan blog saya menjadi viral. Wong, tulisannya isinya cuma curhatan semua. Yang penting saya punya media untuk mencurahkan semua perasaan saya apa adanya. Menulis jujur untuk diri sendiri, untuk bisa membuang semua yang menggangu di benak dan otak saya. Melepaskan semua keresahan yang berkecamuk di kepala. Karena, untuk saya, menulis adalah terapi. Menulis itu adalah sebuh obat untuk seorang introvert seperti saya yang enggak bisa bercerita banyak ke orang-orang. Untuk orang terdekat sekalipun.

Untuk saya, blog adalah tempat kamu mengenal saya lebih dekat saat saya tidak bisa berkata-kata banyak sama kamu. Karena saya selalu lebh bisa jujur ketika bercerita melalui tulisan, bukan kata-kata langsung. Jadi, apa yang pernah kamu baca di blog saya, semuanya itu adalah pemikiran saya seutuhnya, sejujurnya, sesungguhnya saya.

Intinya, blog adalah media berekspresi bebas. Sedangkan media massa online adalah tempat saya bekerja berekspresi dalam rambu-rambu bernama etika. Kamu bisa menemukan sisi serius saya di tulisan-tulisan yang saya buat di media tempat saya bekerja. Dan kamu bisa menemukan sisi saya yang lain di blog.

Ehm, gimana, ya, penjelasan saya? Bisa dipahami enggak kira-kira? Atau malah makin suram? Hehehe.

Ya, lebih kurang seperti itulah yang bisa saya jelaskan tentang pengalaman menulis di media dengan pengalaman menulis di blog. Dan ini menurut saya. Kalau ada yang mau bertanya, berpendapat dan berdiskusi bisa melalui kolom komentar di bawah. Atau bisa mention saya di twitter: @nbuLan5 atau mau whatsapp-an? Sini, saya bisikin nomor hape saya. *modus*

Akhir kata. Terima kasih sudah membaca. Godbless ya all.

-----
Artikel ini merupakan artikel kiriman dari Natalia Bulan Retno Palupi Blogger x Journalist. | Ad Astra Per Aspera. | DS#22. Kamu bisa menyapa bulan melalui akun twitternya di @nbuLan5.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.