Mantan Oh Mantan. Kalau membahas mantan memang tidak ada habisnya, mungkin terlalu pagi kalau remaja jaman sekarang membudayakan istilah setia, yang hanya ada di jaman romeo and juliet. Entahlah itu jaman nyata atau fiktif belaka. Tapi kalau mendengar kata "mantan", pasti dekat dengan galau.  Kata dari celotehan remaja yang menurut saya tidak sesuai pada tempatnya.

Melamun pusing gimana bayar utang "ah galau mulu", uring-uringan depan teman gara-gara abis berantem sama nyokap "kenapa lo pasti galau", nostalgia liatin poto mantan"lagi galau bro". Setahu saya, GALAU berarti gelisah antara lanjut atau udahan, yang cocok digunakan untuk orang pacaran atau punya hubungan yang sedang diterpa masalah besar.


Oke kembali ke mantan, upps go go go move on dong, hehe ....Heyy kamu yang rajin stalker di timeline mantan, memang sih move on itu tidak segampang minum kopi. Sudah berjanji pada hati, bahkan sampai hati bosan mendengar janji kita untuk tidak kepo TL si mantan, tapi yah tapi rasa cinta yang belum padam memaksa jari-jari manis ini untuk mengetik namanya di kolom search facebook/twitter. Tapi lambat laun saya kelelahan, saya harap kamu yang belum merasa lelah akan merasakan hal sama nanti.

Apa kamu tidak kasihan pada perasaan kamu sendiri yang terus dipermainkan oleh hati yang memang bukan hak mu lagi. Apa tidak sayang dengan otakmu yang terus dipaksa berputar di tempat yang sama. Apa nggak malu mesti cemburu ketika mantan punya pacar baru. Yuk jalan ke depan, buang pikiran negatif. Jika memang kamu cuma menginginkan dia, buat dia nyaman untuk tetap berkomunikasi denganmu. Sementara relakan dia menikmati hidup dengan cinta yang lain.

Jjika kamu cinta dia maka percayalah, jika kamu hanya menginginkan dia yang jadi jodoh mu. Jika yakin dia akan kembali untukmu, jaga sikapmu hari ini ketika tanpa dia, maka dia/jodohmu akan menjaga dan merawat dirinya untukmu nanti. Masih ingat dengan kata bijak jadul, "Tuhan itu adil" Dia akan memberimu pasangan yang sama kelasnya denganmu, kelas disini bukan dalam hal materi, melainkan sikap dan sifat, kalau kata si "om super "orang baik hanya untuk orang baik" ya supperr sekaliiiii.

Dan apa kabar kamu yang doyan mencaci mantan di jejaring sosial, mungkin kelamaan yah diem di timelinenya, atau akibat mendengar kalau dia sudah punya gebetan baru sedangkan kamu masih berputar disitu-situ saja, miris yee.  Dulu waktu masih pacaran gombalannya "kamu percaya kan sayang? Iya sayang kamu bohong pun aku percaya!! Heeuu... itu akibat terlalu cinta.

Apa memaki mantan di sosial media bakal membuatmu tambah cakep? Bakal membuat orang iba kepadamu? Akan mengakhiri kejombloanmu. Saya rasa itu hanya akan membuat imagemu semakin jelek di mata publik, dan memperlihatkan atau memberitahukan kejombloanmu di status jejaring sosial, apa akan lebih cepat mendapat kekasih baru? Sepertinya itu malah akan memperlama kesendirianmu. Orang ceria, mudah bergaul akan disukai banyak mata, dan lebih cepat mendapat kekasih baru, ingat jadilah orang ramah bukan orang murah.

Heyy kamu yang saking marah dan kecewanya pada mantan, sampai status kasar dan frontal melayang bebas di timeline atau beranda jejaring sosial terus dibaca publik, dan kamu tahu dia yang membaca bukan menilai mantan mu, tapi menilai betapa mirisnya nasibmu, betapa kotornya ucapanmu, apa nggak malu tuh? Please think again!

Semarah dan sekecewa apapun, sadarlah setidaknya kamu pernah mencintainya, pernah dengan dasyat merindukannya, pernah melakukan hal konyol demi dia, pernah cemburu karena sikapnya, pernah merasa sangat kesal karena ulahnya. Apakah kamu ingat itu? Apakah itu bukan kedekatan yang luar biasa dekat, apakah itu bukan chemystri yang sangat klik, lantas apa istilah untuk menyebutkan kebersamaan dulu?

So please lapangkan dadamu. Jika memang itu sudah berakhir, akhiri dengan baik dan tutup emosimu, buat cerita baru dengan insan baru di depan sana, tanpa harus melupakan cerita lama di belakangmu, karena cinta tak menyuruhmu untuk melupakan masa lalumu.

Nama: Fahri Prahira
Blog: http://callmeai.blogspot.com/

11 comments:

makalah fiqih said... 14 February 2014 at 22:29

mantap banget.... saya suka tulisannya... sata juga suka menulis, coba lihat tulisan saya. bagaimana menurut anda...

Putut Rismawan said... 15 February 2014 at 05:06

keren.. dalem banget tulisannya. Dewa move on ini kayaknya :)

Aden Atah said... 15 February 2014 at 14:14

Move on memang semakin susah di zaman kepo informasi sekarang ini

maria prameswari said... 18 February 2014 at 00:46

heheh keren emnk harus lapang dada ya.....

Fahri Prahira said... 20 February 2014 at 06:04

Hahaha thanks semuanya, sebenernya saya bukan dewa move on, ;(( justru saya adalah satu dari sekian banyak orang yg sulit mengusir masalalu, pengalaman yg buat saya mampu menuangkan itu dalam tulisan :)

Fitria Puradinata said... 20 February 2014 at 15:14

cie cie ci sungsang bisa buat q bangga hihihi god bles you

Fahri Prahira said... 20 February 2014 at 17:09

hahaha ssstttt...ya, okesip tengs vv ;)

Grace Tauladan said... 20 February 2014 at 17:39

wah.. bner banget sich.. stalking timeline mantan n curhat soal dia gak bkin tambah cakep. hehehe.. nice written :)

Fitria Puradinata said... 20 February 2014 at 17:55

pertahankan sungsang (o)

Destiany Prawidyasari said... 2 March 2014 at 04:23

kalo kata upin, betul betul betul, hehe..
walau memang yang namanya move on itu susah, asal niat sih yaa mudah-mudahan aja bisa bangkit lagi dari keterpurukan (karena mantan) :D

insan ank said... 11 March 2014 at 01:47

hahahha....
GO Move On GO...
sesulit-sulitnya Move On kalau dipaksa pasti bisa...
:d

 
Top