Saat Stop Kontak dan Koneksi WI-FI (Paling) Dicari
“Stop kontak mana, ya?”

“Permisi, di sini bisa wi-fi?”

Lebih dari satu dekade lalu, saya tidak membayangkan akan seperti ini. Dalam kehidupan urban, ada dua hal yang (paling) dicari setiap kali kita di kantor maupun ke tempat nongkrong macam resto, kafe, hingga convenient store yang kian menjamur:
  1. Stop kontak: saat baterai ponsel dan laptop perlu di-charge. Mau online berlama-lama takkan aman tanpa benda yang satu ini, meski koneksi wi-fi tengah lancar jaya.
  2. Koneksi wi-fi: berkat fasilitas favorit generasi Y ke bawah ini, kita bisa berlama-lama di resto, kafe, hingga convenient store dengan gadget andalan – berselancar di dunia maya selama berjam-jam (meski mungkin hanya memesan satu jenis minuman, hehe.)
Tiba-tiba sendirian jadi tidak (begitu) masalah. Kita masih bisa berkonsentrasi pada pekerjaan – atau sekedar ‘melarikan diri’ sejenak ke dunia maya. Masih ada yang bisa kita lakukan saat tidak ada orang sekitar yang bisa diajak mengobrol. (Intinya, sendirian tapi anti garing.)

Apakah lantas kita jadi 100% cuek dengan keadaan sekitar? Haruskah selalu demikian?

Saat itulah kita harus menentukan batas agar seimbang. Inilah realita kehidupan urban kelas menengah ke atas hari ini. Saat stop kontak dan koneksi wi-fi menjadi yang (paling) dicari.

Tetap saja, yang tidak diinginkan kadang bisa terjadi. Koneksi wi-fi di kafe langganan melambat – atau tiba-tiba malah putus sama sekali. Gangguan sinyal membuat ponsel kehilangan fungsinya.

Yang terparah? Mati listrik!

Buat yang (kepalang) kecanduan, mungkin rasanya seperti krisis tingkat dunia. Tenang, selalu masih ada pilihan. Mungkin itu saatnya Anda harus istirahat sejenak dari paparan radiasi. Membaca dari media cetak. Mendengarkan suara sekitar.

Tersenyum pada seraut wajah yang Anda kenal di depan Anda, mungkin? Siapa tahu mereka menunggu perhatian Anda, meski mungkin tidak bisa membawa Anda melanglang buana ke dunia maya.

Kontributor:

Ruby Astari
@rubyastari

14 comments:

Etika Maria said... 11 February 2014 at 04:48

Benar sekali, banyak terjadi di sekitar kita kayak gitu (saya sendiri gak merasa hehehe).. Di jaman ter eksis kayak sekarang, gadget sudah jadi kebutuhan primer hehehe..

ROHIS Riau said... 11 February 2014 at 16:22

Haha betul banget tuh stop kontak seakan jadi primadona di warkop atau di resto saat ini

seo paper said... 12 February 2014 at 03:16

hahahaha setutju banget , , ,

Muhammad Lutfi Hakim said... 12 February 2014 at 13:59

Saat bepergian jauh jangan lupa bawa stop kontak, apalagi jika bergerombol.

Putut Rismawan said... 13 February 2014 at 04:58

bener juga ya.. kita seringkali nggak nyadar akan hal itu.. paraahh..parahhh!!!

Warung Blogger said... 14 February 2014 at 17:26

Banyak manfaatnya si Gadget itu ya, Ka Etika. . .

Warung Blogger said... 14 February 2014 at 17:26

Asal tidak rebutan makanan ya, Ka Lidya. . . :>)

Warung Blogger said... 14 February 2014 at 17:27

Di terminal juga ya, Ka Rohis. :>)

Warung Blogger said... 14 February 2014 at 17:27

Setuju kalau SEO PAPER jadi spososrnya WB? :P

Warung Blogger said... 14 February 2014 at 17:28

Hahahaha. . .
Bawa stop kontak kemana2? Ciyuus, Ka Muhammad? :>)

Warung Blogger said... 14 February 2014 at 17:29

Sadarnya kalau sudah menemukan colokan ya, Ka Putut. . . :>)

totok said... 30 May 2014 at 04:22

jamannya eksis sekarang bang hehe
berada dimanapun harus lapor twitter :D

Uchie N said... 25 June 2014 at 13:12

Pernah suatu ketika kenalan di kopdar forum slh satu komunitas seseorang salaman dgn ku :
"hai..akun fb nya apa..?" b-( bknnya nanya nama asli n domisili [-(
Fungsi sosial manusia yg sedikit bergeser cheer

 
Top