3 Jenis Komen yang Membakar Semangat Saat Ngeblog

Sebagai seorang blogger, saya memang terbilang miskin pengalaman. Dari umur blog saya yang berusia sudah hampir 6 tahun, saya hanya mendapatkan kurang lebih 980-an komen di mana 260-annya adalah komen saya sendiri, hehe.

Tapi dari komen-komen itu, saya merasakan sendiri, bagaimana sebuah kata dari pembaca bisa sangat mempengaruhi mood saya saat ngeblog. Tak bisa dipungkiri, komen-komen bernada negatif (yang biasanya saya dapatkan dari konten sensitif seperti agama) bisa membuat semangat kita mendadak turun, tidak hanya untuk ngeblog, tapi juga untuk menjalani kehidupan sehari. Sebaliknya, dari komen-komen yang bernada positif (yang biasanya saya dapatkan dari konten ringan namun bermanfaat, seperti tips dan trik), bisa membuat semangat saya jadi bagus seharian.
 
Bahkan, pernah saya mendapatkan komen yang menurut saya sangat menyenangkan, dan itu membuat saya bersemangat tinggi, meskipun saat itu saya sedang mengalami ‘krisis tanggal tua’. Iya, itu semacam krisis di mana bisa makan nasi bungkus angkringan 3 kali sehari adalah sebuah kemewahan tersendiri.
Nah, karena itulah, saya di sini ingin berbagi pendapat mengenai 3 jenis komen yang membakar semangat saat ngeblog.  Harapan saya sih, dengan membaca pendapat saya ini, teman-teman bisa semakin arif dalam memberikan komen. :)
 
Oke, jadi inilah 3 jenis komen itu:

1. Ucapan terimakasih
Ya, mungkin terkesan sepele sih. Dulu waktu saya belum sering mendapat komen dan lebih sering memberi komen, saya merasa mengucapkan ucapan terimakasih adalah sesuatu yang biasa banget. Gak spesial.
Tapi, ketika saya merasakan sendiri, saat membuat postingan yang saya harap bermanfaat, lalu ada orang yang mengucapkan terimakasih, ternyata rasanya beda.
Bahkan, walaupun mungkin si penulis komen menulis kata “Terima kasih infonya, gan!” dengan pengucapan yang sebenarnya biasa aja, bagi saya, itu terbaca seolah dia berteriak, “TERIMA KASIH GAAAAAN!” Paham gak maksud saya? Hehe.
2. Ungkapan setuju
Pada dasarnya memang setiap manusia pasti ingin pendapatnya disetujui bukan? Karena itulah dia mengatakan pendapatnya. Dan saya tidak bisa lebih senang lagi, ketika saya mengutarakan pendapat saya, ide saya, dan kemudian ada teman pembaca (yang entah kenal atau tidak dengan saya) yang mengungkapkan kesetujuannya.
Anggap saya egois, tapi hal itu terasa menyenangkan sekali, saat ada orang yang sepemikiran dengan kita.
3. Pernyataan reaksi yang sesuai dengan tujuan tulisan kita
Maksudnya gimana nih? Iya, maaf, sepertinya tulisan saya agak mbulet. Maklum, disambi nulis skripsi soalnya, jadi bahasanya kadang kecampur dengan bahasa ilmiah. #Alesan
Jadi, maksudnya gini, saya sering  menulis postingan dengan maksud yang berbeda. Kadang saya menulis agar pembaca tertawa, kadang saya menulis agar pembaca bisa merasakan kesedihan dan (mungkin) sampai menangis. Saya kadang juga menulis agar pembaca ikut berpikir tentang suatu permasalahan.
 
Dan saya akan sangat merasa puas dan bersemangat, ketika di kolom komen, ada pembaca yang menunjukan reaksi seperti yang saya harapkan. Misal, saya menulis tulisan yang sedih, lalu ada komen, “Wah, brebes mili aku bro sama tulisanmu.” Atau, “Baca tulisanmu jadi inget Bapakku, Mas. T.T” dan begitu pula untuk tulisan-tulisan lucu yang mendapat komen, “HAHAHAHAHAHA.” :)
Ya, kurang lebih, menurut saya itulah 3 jenis komen yang membuat semangat nge-blog saya mendadak naik. Nah, kalau kamu gimana? Paling suka sama komen apa?

NB: Saya sengaja gak bahas tentang komen yang tidak disuka, karena saya rasa, kita semua sepakat menjadikan komen spam sebagai komen yang paling tidak disukai, bukan? :D

***
Tulisan kiriman: Agfian Muntaha 
Twitter: @ianfalezt
Editor: Petrus Andre

22 comments:

Heru Arya said... 21 October 2014 at 18:00

Sebagai blogger, pangeran wortel setuju banget sama teori ini. Thank's ya warung blogger buat grup yang keren gini. Salam kenal dari tulisanwortel.com

Ranger Kimi said... 21 October 2014 at 19:11

Kalau saya langsung semangat pas ada yang komen memuji tulisan saya. Misalnya, "Tulisan kamu bagus, Kim." atau yang semacam itu. :-d

Enny Law said... 21 October 2014 at 19:58

Sama, aku juga kadang begitu
apalagi waktu masih cupu ngeblog, ada yang komen aja girangnya minta ampun :D

Mahotama Seputra said... 21 October 2014 at 22:09

Makasi gan buat artikelnya.. memamng kalo dapet komen yang setuju sama yang kita tulis itu seneng banget.. apalagi sampe dapet respon yang diharapkan.. semoga semakin banyak orang yang komen setelah baca dan berbobot agar kita semakin semangat

ganganjanuar said... 21 October 2014 at 23:24

Terima kasih, saya setuju :) #eh

Mahfud Ridwan said... 22 October 2014 at 06:44

Ini true story banget, gue ngerasain sendiri. :D

Fikri Muhammad said... 22 October 2014 at 12:13

Berasa terbang mbak kalo dapet komen macem gitu... AHAHA

Susi Susindra said... 23 October 2014 at 04:17

Ucapan terima kasih, ungkapan setuju, dan pernyataan ekspresi yg sesuai memang sangat diharap para blogger. Ada 2 jenis komentar lagi yg kusukai: komentar curcol dan komentar bertanya. Yg terakhir itu adalah suntikan baru dalam menulis.

Najib AP said... 7 November 2014 at 02:54

setuju banget, karena itu salah satu bentuk apresiasi orang ke kita yg buat kita makin gaspol dalam ngeblog.

Lupa Nama said... 9 December 2014 at 08:30

Terimakasih Gaaaaaaannnnnnn!!!
Setuju!!
siapa sih yang ga senang kalau postingannya dapat komentar yang membantu menambah semangat ngeblognya :D :D

Yudha Sunarta Suir said... 19 December 2014 at 18:06

saya sih suka ya sama tulisan ini.. saya rasa sih tulisan ini bagus dan mengingatkan saya pada sesuatu <<< korban postingan warung blogger HAHA

www.yudhasunartasuir.com

Sucipto Kuncoro said... 20 December 2014 at 02:13

Terima kasih gan!
menambah semangat sih.. tapi berkesan nyepam :))

Anjar Adityatsu said... 22 January 2015 at 13:59

Wehehe. Kalo saya 2 tahun baru dapet 100 komen. Mungkin jarang blogwalking. Atau memang konten saya kurang menarik. Atau sering gonta-ganti themes. Jadi para pembaca bosen. Atau saya kudet sama info-info kaya ini.

anotherorion said... 20 February 2015 at 17:23

setuju tuh mas, selain bisa bikin empunya site pengen gantian mampir ke tempat si pengomen

sibocahlaliomah said... 1 April 2015 at 14:50

Luar binasa sekali.. eh biasaaa.. komen adalah asupan nutrisi palingenting bagi para bloger.. iya pa iya?? Hihihi.. maybe.. salam sibocahlalioma

uben herdian said... 22 April 2015 at 18:47

Kalo ane, jujur malah suka di kritik. Emang sih gak enak, tapi ngebakar semangat banget, buat lebih baik.

Dee Ann Rosediana said... 20 June 2015 at 14:46

Betul... komen tandanya si pembaca meluangkan waktu untuk klik ini-itu, menulis komen dan ngeklik lagi. Mau berisi ucapan terima kasih, pujian, sepakat dengan tulisan atau kritik pun sudah bikin kita senang, ya. jadi dua arah, gitu...

Tatang Tox said... 11 July 2015 at 19:34

Kalau komen yang mengkritisi tulisan kita gimana Ya? Jadi yang memberikan komentar adalah orang yang tidak sejalan dengan pola pikir kita.

Salam kenal buat semua ya...

 
Top