#5TahunWB #5TahunWB: Photo Quotes Contest #HappyBlogging #MubesWB 4 Tahun Ultah WB 7 Tahun Warung Blogger 79 Tahun Sinar Mas untuk Indonesia 90an Access Trade Advertorial Afiliasi ANDA SEORANG INTERNET TROLL? Anniversary aplikasi musik artikel WB Bangkit dari Kehilangan Orang Tua Bedah Buku belanja online Bintang 14 Hari blibli Blog competition Blogging Budaya Cara Bergabung Catatan Ringan Cerpen Charity Cheria Halal Holiday competition Copy Paste Crowdo Digital Millennium Copyright Act DMCA EBI Emak Gaoel Vlog Competition Ensiklopedia Eva Sri Rahayu Event WB EYD Facebook WB Fakta dan Mitos Fashion & Beauty Festival Prestasi Indonesia UKP-PIP Pancasila Inspirasi Maju Gadget Generasi 90an Gerakan PKK Google Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menulis di Blog Hiburan Hikmah Hobi hotel murah di Bali Indonesiaku Info info lomba InfoWB Inspirasi Involve Asia Kangen Band Karya Kata Depan di ke Kelas Bahasa Keluarga Kesehatan Kiat Menulis Postingan Blog Kompetisi Blog 5 Tahun Warung Blogger Kompetisi Blog 6 Tahun Warung Blogger kompetisi blog langit musik Kompetisi Blog LangitMusik Konsistensi Kontes WB Kopdar Mini Suka-suka Kopdar WB KOPI SUSU WB Kuliner Langit Musik Blog Competition #MusiknyaHidupKamu Langit Musik: Musiknya Hidup Kamu Lifestyle Lokasi Lomba Lomba Blog Menu7uh Warung Blogger Lomba Menulis Manfaat Olahraga yang Menakjubkan Media Menulis Motivasi Musik & Film new langit musik Novel Novel Indonesia Oase Olahraga Olahraga & Kesehatan Parade Para Monster Parenting Pendidikan pengumuman pemenang Permainan Rakyat Pojok Pojok WB POJOK WB IDOL Positif Self Talk Ramadan Reportase Resensi Buku Retweet Review review produk saleduck Sastra Sastra & Seni SEO Shell Shell Eco-Marathon Sosial & Budaya Subjektif Teknologi Tidur Tips Belanja Hemat Ala Blogger Tips Blog Tips dan Trik Tips Media Sosial Tomyam kelapa Saung Ibu Trade Expo Indonesia 2017 Travelio Travelling Tutorial Blog Twitter Twitter WB Ultah WB Ultah WB ke-6 urun artikel Utees.me Vlog Competition Warga WB Wisata Writing Writing Competition Zaman Sekarang Telat Untuk Jadi Blogger

Selangkah Melepaskanmu
Sumber: vemale.com

Mengenalmu begitu memberi kesan berharga, seolah inilah moment hidup yang nggak akan pernah bisa dimusnahkan. Sepanjang hari selalu diselingi senyuman. Aku tersenyum dengan kata-kata lembut mu, Akhi. Aku menyukai perhatian dan guyonan kecilmu yang lucu.

Setiap sabtu malam minggu aku menunggu sms darimu, menanti penyemangat hidupku, seorang lelaki yang perlahan-lahan menanamkan benih cinta. Kamu datang bukan dengan seekor kuda putih seperti dongeng, melainkan datang dengan apa adanya dirimu. Berbekal iman, akhlak, dan keberanianmu. Kamu memberikan kebahagiaan seolah cinta kita tak pernah berakhir. Kita sama-sama dimabuk cinta, bermanja-manja melewati batas, melupakan waktu yang berharga.

Semakin hari, kau dan aku menginginkan hubungan ini berlanjut lebih serius lagi. Namun ternyata keinginan mulia ini disusul dengan pertengkaran kecil sepanjang malam. Permasalahan cemburu, dekat dengan orang lain, atau kesalahpahaman lainnya. Kau dan aku makin hambar… Kau dan aku makin merasakan kehilangan cinta. Satu per satu perasaan luntur. Tapi kita selalu mencoba belajar saling mencintai lagi. Lagi. Dan lagi…
Kau dan aku mencoba bertahan pada hubungan yang di ujung kehancuran. Entah karena apa… Tuhan menghadirkan kita dalam keadaan marah, emosi berlebihan hingga suatu hari kita memutuskan pergi sendiri-sendiri. Aku menangis, akhi. Aku tahu kau juga menangis. Aku mengerti dadamu merasakan sesak yang mendalam. Aku tahu engkau meneteskan air mata, meski berulangkali kau coba menghapusnya begitu aku melihat.
Akhi, maafkanlah emosiku.
Maafkanlah semua kekhilafan kita. Maafkanlah masa lalu kita, meskipun tidak akan merubah apapun di masa lalu. Setidaknya dengan maaf bisa menjadikan kita lebih kuat dari sebelumnya.
Akhi, aku salah ya, aku pikir mengenalmu tidak akan pernah musnah, menaruh hati padamu tidak akan pernah berakhir. Nyatanya, kita sekarang berpisah… :’( mungkin ini kesalahan kita… karena yang terlalu mencintai, akan saling menjauh. Mungkin Allah cemburu dengan kita, sehingga inilah hukuman yang pantas kita terima. Berpisah… berpisah, akhi!

Seandainya saja di sana kamu tahu, akhi. Aku nggak pernah sedetik pun membencimu. Sedikit pun tak pernah meletakkan benih dendam di hati. Aku sangat menghargaimu, akhi. Aku tidak mau melupakanmu meski sekarang keberadaanmu menghilang. Sungguh sulit menemukanmu dalam keadaan saling cinta. Kamu sudah pergi lama. Kamu seakan pergi berada di tempat yang jauh sejak kau berhenti mencintai aku.
Yang perlu aku lakukan hanyalah membiarkan hidup ini terus berjalan. Selangkah demi langkah melepaskanmu tanpa harus dipaksa, akhi. Dengan begini akan terasa mudah… dengan begini aku bisa lebih ikhlas. Dengan begini cintaku pada Rabbku tak mungkin terbagi.

Ya akhi, jangan khawatirkan keadaanku di sini ya… rinduku sangat besar untukmu, dan kusimpan rapat-rapat. Aku baik-baik saja, segenap hati ku luruskan niat untuk memperbaiki diri. Kalau kia berjodoh, aku mau dipertemukan kembali dalam keadaan sebaik-baiknya keadaan. Oleh karena itu akhi, perbaiki dirimu juga ya… Jangan selipkan cintamu padaku, sebelum pernikahan itu berlangsung. Aku takut cinta kita adalah tiupan setan.
***
Tulisan kiriman: Novelia Indri 
Twitter: @noveliaindris
Editor: Petrus Andre

Label:

Post a Comment

  1. Waaah.. saya baru meresensi buku yang temanya seperti dalam tulisan ini:

    http://www.mugniar.com/2014/10/pikir-panjang-tentang-gaul-dan-syari.html

    Semoga bertemu yang terbaik :)

    ReplyDelete
  2. ooh, Akhi itu tokoh yah?
    kirain panggilan.

    ReplyDelete
  3. mengharukan, tapi itulah yang seharusnya...

    ReplyDelete
  4. kata orang sih, terkadang cara terbaik mencintai seseorang adalah dengan melepaskannya, mengikhlaskannya :)

    ReplyDelete
  5. sama2 saling memperbaiki diri

    ReplyDelete


Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.