Saya baru saja selesai menonton tayangan Indonesian Idol 2012 ketika memulai tulisan ini. Indonesian Idol, yang katanya merupakan ajang pencari bakat paling populer di Indonesia. Sebelumnya sudah ada acara sejenis dengan berbagai macam kemasan, tapi intinya sama, yaitu menentukan sang juara dengan cara mengumpulkan suara terbanyak melalui polling sms.

Banyak yang mencibir acara seperti Indonesia Idol ini, katanya ini merupakan cara instant untuk menjadi terkenal, karena instant makanya si pemenang tidak akan bertahan lama di dunia entertaint. Ketika mendengar hal ini, saya berpikir ini hanyalah pernyataan orang-orang yang tidak bisa menjadi terkenal ataupun orang-orang yang sudah terkenal tetapi dengan proses yang berbeda dengan para peserta ajang pencari bakat. satu kebenaran yang mereka katakan adalah, para peserta tidak bertahan lama di dunia entertaint, entah kenapa semua seperti hilang.

Saya sendiri berbeda pendapat, saya menganggap para peserta yang masuk ajang pencari bakat merupakan orang-orang yang benar-benar terpilih untuk hadir di pentas kompetisi tersebut. Mereka adalah orang-orang yang berjuang untuk menggapai impian mereka, meskipun bersusah payah. Lihatlah pengorbanan mereka untuk mempersiapkan diri, untuk mengeluarkan tabungan mereka menuju kota tempat audisi dilaksanakan, mereka masih harus antri, menahan lapar, berdesakan dengan peserta lainnya, dan pengorbanan lainnya. Bayangkan betapa lelahnya mereka untuk mengantri diantara ribuan peserta lainnya.

That's not instant !, pernyataan ini saya tujukan untuk mereka yang menganggap ketenaran para peserta ajang pencari bakat ini adalah ketenaran yang instant. Mereka, para peserta itu melakukan sebuah proses agar bisa masuk menjadi finalis.

Saya mencoba mengambil contoh di dunia internet. Pernah tidak anda menemukan iklan begini "cara cepat kaya" atau "cara mudah menghasilkan uang dari rumah" ?. Apakah memang mudah ?, apakah memang cepat ?. Anda salah besar bila berpendapat demikian. Semua butuh proses untuk menghasilan sesuatu.

Ketika anda memasak mie instant, apakah anda sadari proses yang dijalani mie instant tersebut hingga bisa sampai ke tangan anda ?. Mulai dari tepung, di bentuk seperti mie, packing di pabrik, di masukkan ke karton, melalui jalur distribusi, agen penjual dan sampai ke konsumen (kita).

Bahkan semangkuk mie instant pun tidak instant
Mulai saat ini mari kita menghargai proses yang kita jalani, bila anda seorang blogger maka blogging lah dengan happy, bila anda seorang ilmuwan hargailah setiap percobaan yang anda jalani saat ini. Sekali lagi, tidak ada yang instant di dunia ini. Bahkan diri kita yang merupakan hasil seleksi dari ribuan sperma yang ingin membuahi sel telur.

Happy blogging kawan.

*Sumber gbr: http://ayodonkbaby.blogspot.com/

Ditulis oleh maulana riska
@maulanariska

24 comments:

Millati Indah said... 30 April 2012 at 06:11

Hmm.. Bahkan membuat mie instant pun tidak instant. Kalaupun beli di warung, tetep juga ada prosesnya. Ya ya ya.. Tidak ada yang instant.

Arif Khumaidi said... 30 April 2012 at 06:52

love your ending :)

Niar Ci Luk Baa said... 30 April 2012 at 07:01

instan? bener juga yaa mas semua butuh proses tak ada yang instan :D

eeh postingan malem bener mas :D

selvi said... 30 April 2012 at 11:45

Yup setuju, tak ad yang instant... Smua pke proses... Ada prosesx lama/sulit ada prosesx cepet/mudah... nikmatin aja setiap proses itu, krna proses itu lebh trsa nikmat saat ap yg kt inginkan terwujud :)

Tebak Ini Siapa said... 30 April 2012 at 13:46

Wahhh, ya ya...
Dan mau oot kalau gak salah sponsor mi instan di ajang pencarian bakat yang itu beda merek sama yang tahun lalu hihi :D

maulana riska said... 30 April 2012 at 14:02

yang sebelah mananya mas? sperma ato sel telur.. hehehe

nchie said... 30 April 2012 at 14:21

Aku selalu Happy blogging kok..

Arif Khumaidi said... 30 April 2012 at 15:22

hahaha... :p #rahasia

Bung Penho said... 30 April 2012 at 15:23

mengelabui pengunjung dg gambar semangkuk Mie Instant yg judulnya ternyata bukan tentang mie instant namun hanya mengambil kata Instant menjadi topik artikel juga merupakan proses untuk memperoleh daya tarik kepada pengunjung blog / web ini. menurut saya ini juga sebuah proses yang perlu di Acungin Jempol! sukses selalu untuk Warung Blogger heheheeee...! met Pagi Sob.

uci cigrey said... 30 April 2012 at 16:14

baru nyadar kalo mie instan itu ngga instan beneran >.<

Mas Huda said... 30 April 2012 at 16:24

bener banget ya ternyata, tapi kenapa mereka yang sudah menjadi juara seperti hilang ditelan masa ya? kemana mereka?

atau mereka tidak bisa mempertahankan keartisannya itu?

Killer Viral Fan said... 30 April 2012 at 16:51

Kalau saya rasa nggak instan kok sebelumnya para peserta kan sudah pernah nyanyi ada yang di cafe, ada yang punya band dan lain2. intinya mereka smua itu mengasah kemampuan di ajang idol ini. :D ini kalau pengunjung cm liat gambar mie instan pasti yang di koment cuma mie instant. :D heheheeh ayo dukung Yoda buat jadi Indonesian Idol 2012.

nique said... 30 April 2012 at 18:26

wah, Una perhatian sekali ya, sampai sponsornya berubah pun dia tau lho :D

Abi Sabila said... 30 April 2012 at 18:38

sepakat dan sependapat! instan tidaknya itu relatif.

Hiaku Herry said... 30 April 2012 at 19:05

Betul tuh, nggak ada yg mudah sekarang ini..
Apa pun yg dilakuin harus ada yg dikorbankan, minimal berdoa untuk ngedapetin apa yang di mau dan itu pun tidaklah cukup. Perlu banyak cara agar yang diraih itu lebih berkesan :)

maulana riska said... 30 April 2012 at 19:06

ayo dukung Dion...

melblogs TTM / iffa said... 30 April 2012 at 20:38

setuju banged sob....
Tak ada yang instant. Mereka yg masuk indonesia idol jg memiliki bakat di atas rata2 dan pastinya kemampuan olah vokal mereka sudah terasah sejak lama.

Lidya - Mama Cal-Vin said... 30 April 2012 at 23:18

semua itu tidak instan harus dijalani dari awal

Sang Cerpenis bercerita said... 1 May 2012 at 23:32

tul, gak ada yg instant. semua perlu proses.

Jovita said... 2 May 2012 at 08:31

Assalamu'alaikum
apa kabar pak admin
sudah lama saya tidak hadir melihat artikel2 anda

Pemilik Restoran Suroboyo said... 4 May 2012 at 23:53

Orang2 itu disebut "ndelok alias kendel alok", semua dicurigai, dilihat sisi negatifnya. Tapi nglakoni sendiri ya belum tentu bisa.
Mereka yang masuk 10 besar memang bagus kok.

Nah kalau saya masuk 3 besar pasti banyak yang semaput karena suara saya nggak bagus2 amat.
Salam hangat dari Surabaya

ery said... 10 June 2015 at 05:26

hahaha kyk nya semua gak ada yg instan , baru sadar ane . =))

 
Top