Oleh: Noorma Fitriana M. Zain

gallery-ancy9381.blogspot.com

Semua orang tentu sepakat bahwa korupsi adalah salah satu penyebab rusaknya bangsa Indonesia. Sehingga tidak salah jika diawal kepemimpinan SBY-JK (2004) dulu masyarakat diajak bersama-sama untuk berperang melawan korupsi, karena korupsi dianggap sebagai musuh bersama (commond enemy). Namun sayang, dibawah kepemimpinan SBY-Boediono saat ini upaya perang melawan korupsi berjalan lamban dan masih terkesan tebang pilih. Sehingga sangat wajar jika perilaku korupsi masyarakat Indonesia masih tetap subur.



Berbagai usaha untuk memberantas penyakit korupsi memang telah dilakukan, dan yang paling fenomenal tentu saja dibentuknya lembaga khusus pemberantas korupsi yang diberi nama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, peran KPK yang diawal kelahirannya begitu menjanjikan untuk bisa memberantas korupsi, saat ini bagai macan ompong yang tidak lagi ditakuti oleh para koruptor. Kenyataan ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat KPK adalah satu-satunya lembaga antikorupsi yang jadi harapan masyarakat untuk dapat memberantas budaya korupsi di negeri ini.

Semakin menumpulnya peran KPK dalam memberantas korupsi membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhirnya turun tangan. Kemdikbud menilai bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya bisa dilakukan dengan cara menindak para koruptor, tetapi yang paling utama adalah upaya pencegahan. Dan upaya pencegahan yang paling efektif adalah melalui pendidikan.

Atas dasar itulah akhirnya Kemdikbud memutuskan untuk ikut berperan dalam mencegah korupsi melalui jalur pendidikan. Cara yang dipilih oleh Kemdikbud adalah dengan memasukkan nilai-nilai pendidikan antikorupsi ke dalam mata pelajaran di sekolah-sekolah. Rencananya penerapan pendidikan antikorupsi akan dilakukan saat tahun ajaran baru 2012/2013. Hal tersebut dilakukan dengan diharapan akan menjadi senjata paling ampuh untuk mencegah terjadinya praktek korupsi di masa yang akan datang.

Ditanamkannya pendidikan antikorupsi sejak dini kepada siswa disekolah juga bertujuan agar peserta didik memiliki jiwa antikorupsi. Jiwa antikorupsi inilah yang akan menjadi benteng bagi mereka untuk tidak melakukan perbuatan korupsi jika mereka sudah dewasa kelak. Oleh sebab itulah program yang dicanangkan oleh Kemdikbud bekerjasama dengan KPK ini patut untuk segara direalisasikan.

Pada dasarnya rencana penerapan pendidikan antikorupsi di sekolah sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap dan kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Inti dari pendidikan antikorupsi sebagaimana tujuan dari pendidikan nasional adalah menanamkan karakter kepada generasi muda agar mau berlaku jujur dalam hidupnya.

Upaya pendidikan antikorupsi di sekolah akan sulit tercapai jika tidak didukung oleh segenap warga sekolah, terutama kepala sekolah dan juga para guru. Keteladanan akan menjadi kunci utama keberhasilan penerapan pendidikan antikorupsi. Para pendidik harus senantiasa aktif memberikan keteladanan kepada murid-muridnya untuk tidak berbuat korupsi. Semua usaha pencegahan korupsi tersebut akan berjalan dengan baik manakala semua elemen bangsa mau bersatu melawan korupsi.

Tentang Penulis Tamu:

Nama   : Noorma Fitriana M. Zain
FB       : Noorma Fitriana M. Zain
Twitter : @pie2th
Asal      : Pekalongan

31 comments:

I'am Sadah said... 13 April 2012 at 01:32

Betul sekali, sikap dan nilai nilai jujur harus sudah di terapkan sejak dini..^^

Arif Khumaidi said... 13 April 2012 at 01:43

waaa..... picturenya kerennn :D
^btw, korupsi itu bener-bener susah banget yah diberantas, dilingkungan teman kampus sendiri aja susah ngingetin, huft =.=

cah_kesesi_ayutea said... 13 April 2012 at 01:45

iyaa... supaya genersi muda kita menjadi generasi yang bertanggung jawab..

cah_kesesi_ayutea said... 13 April 2012 at 01:46

bhhhaa... iyaa tuh picter paling baguuss,,, :D

iyaa betul mas,, emang susah, tapi apasalahnya mengaatasai sejak dini :D

Master Software Mobile said... 13 April 2012 at 02:04

Makasihh infonya sobat..

Happy blogging..

cii yuniaty said... 13 April 2012 at 02:24

setuju sii...
tp sepertinya ga hanya pihak sekolah saja yang menjadi penentu.
dari keluarga, lingkungan juga mempunyai peran penting...hehehe*tumben bisa serius :p

Gandi said... 13 April 2012 at 02:33

KOrupsi atau Kawin Lagiii.... whakakakak, becanda.

Serius : Benar, pendidikan ANTI KORUPSI harus ditanamkan sejak dini. Sejak kecil jangan ajarkan anak untuk melempar kesalahan pada orang/benda lain. COntoh, si anak jatuh, seringkali ortu katakan "Mejanya yang salah, dll", dampaknya saaat dewasa menjadi si Ud*n, suka lempar kesalahan, hahaha....

cah_kesesi_ayutea said... 13 April 2012 at 02:33

asyik..

hehee... loh.. lihat situasinya dunk mbak :D

makasih udah menambah pendapatnya :D

cah_kesesi_ayutea said... 13 April 2012 at 02:35

bhahhaa.. ada - ada ajaah nie anak :p

iyaa... kasian juga si anak itu,, salam buat dia yaa

*ngomong nglantur :D

Abi Sabila said... 13 April 2012 at 02:49

mari cegah korupsi dari diri sendiri, dari sekarang dan dari hal-hal yang kecil.

Tiesa said... 13 April 2012 at 03:00

dimulai dari hal yang sederhana dulu
masuk sekolah jangan terlambat itu udah jadi bentuk mencegah korupsi, korupsi waktu :D
nice post, terima kasih :)

nchie said... 13 April 2012 at 03:19

Yuk marii kita mulai mencegah korupsi dari diri sendiri..
dari hal-hal yang sederhana..

*semoga kita di jauhkan dari Korupsi*
Korupsi cuma enak sesaat yaa..

cah_kesesi_ayutea said... 13 April 2012 at 03:31

marii.. tanamkan rasa itu sejak dini.. dan mulai dari diri sendiri :D

cah_kesesi_ayutea said... 13 April 2012 at 03:31

makasiihh jugaa dah mau membaca :D

cah_kesesi_ayutea said... 13 April 2012 at 03:32

amieennn....

yang terpenting niat dulu :D

Ari said... 13 April 2012 at 03:37

korupsi tidak bisa dicegah oleh siapapun.
kita hanya bisa berusaha. memang kodratnya manusia punya dua sisi positif dan negatif, termasuk korupsi. pasti ada saja kejadian menyangkut korupsi, tidak hanya dalam hal korupsi uang milyaran.
Yang ada kita hanya bisa menyebarkan ilmu moral positif kepada banyak orang, sehingga sisi negatif akan lebih sedikit. dan korupsipun akan tertutup oleh kebaikan..
mari kita dukung kemendiknas untuk mencegah korupsi

cah_kesesi_ayutea said... 13 April 2012 at 04:04

mari.. semoga apa yang kita lakukan dan jalani menjadi penguat semangat kita bersama demi membangun bangsa yang lebih arif

Lidya - Mama Cal-Vin said... 13 April 2012 at 04:29

ikut mendukung pencegahan korupsi

cah_kesesi_ayutea said... 13 April 2012 at 05:13

seharusnya memang begituu :D

Tebak Ini Siapa said... 13 April 2012 at 08:39

Mbak Noorma jadi kontributor juga tho, hihihi!
Semoga kita selalu dijauhkan dari korupsiii @_@

cah_kesesi_ayutea said... 13 April 2012 at 16:51

hehhehe... kenapa cantik??
aku harus banyak belajar ma kamu , nih :D


husshh... husshh.. nggusah koruptor,, ckckcckck

NF said... 13 April 2012 at 17:33

pejabat2 yg korupsinya milyaran itukan dulu 'rakyat biasa' yang melakukan korupsi kecil2an jadi.. stop korupsi dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar, misal tidak pakai jalur cepat dalam pembuatan KTP/SIM dsb.nya, juga tidak mengajak 'damai' polisi ketika tertilang. dan anak diajarkan untuk tidak mencontek karena mencontek adalah bagian dari kecurangan :) #imho

cah_kesesi_ayutea said... 14 April 2012 at 18:56

he em.. tambahanya betul sekali... :)

ongisnade said... 16 April 2012 at 23:35

your post is nice.. :)
keep share yaa, ^^
di tunggu postingan-postingan yang lainnya..

jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
terima kasih.. :)

Ejawantah Wisata said... 24 October 2012 at 22:28

Semoga kita semua tidak mudah tergoda dengan prilaku korupsi dalam kehidupan kita. Dan dapat menjadi suru tauladan bagi orang-oang disekeliling kita.

Sukses selalu
Salam Wisata,

Oyong Ilham said... 8 April 2016 at 14:41

emang budaya anti korupsi hrus diajarkan pada anak sejak usia dini

saferbuntung said... 21 April 2016 at 16:25

kita bicara masalah mengatasi korupsi,tapi pernah kah kita bicara memberikan inkam yang lebih kepada mereka ! ataupun memberikan pemasukan finansial untuk seluruh masyarakat.ada satu pertanyaan lagi kenapa mereka korupsi? ataupun kalau ditempat tempat umum mereka fungli, bisa dipastikan mereka secara financial mengalami kekurangan jawabanya.hari ini kita coba membuka lembaran baru didunia ini mencoba memberikan ketertiban yang dimulai dengan diri kita masing2 untuk emulai kehidupan yang saling percaya satu sama lain ataupun saling menghargai dalam bermasyarakat dan kembali kita mulai membangun finansial dimulai dari anak kita yang baru lahir agar mereka ada jaminan untuk melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan mereka satu sama lain,secara perorangan untuk mencapai bebas finansial selagi mereka menjalankan pendidikan agar secara sdm mereka mampu mengembangkan ilmunya untuk kehidupan bermasyarakat,dalam artikel ini say mengajak teman2 pembaca untuk memikirkan bagaimana caranya....untk mewujudkan semua ini biar generasi selanjutnya dapat membersihkan pemerintahan kita yang bersih dari korupsi............

 
Top