Oleh : Evi Indrawanto

Suatu pagi saya hangout di halaman sebuah SD Inpres di Depok. Gak ngapa-ngapain, iseng, cari jajanan sambil menjajal camera milik saudara guna menyalurkan hobi fotografi. Karena dulu saya juga sekolah di SD Inpres, pagi itu pengen nostalgia sejenak, mencari masa muda yang sudah lama sekali lewat.

Nah mengambil tempat di bangku kayu sebuah warung, rasanya bahagia banget mengamati muka-muka lugu melintas bergantian. Ada yang datang bersama teman dan ada juga berjalan sendiri. Mungkin karena sekolah ini berada dalam perkampungan dan mereka juga tinggal tak jauh dari sekolah, tak terlihat ada antaran baik pakai mobil maupun motor.

Mau Jajan Dulu
Dua gadis cantik ini setelah menaruh tasnya ke kelas keluar lagi tujuannya ke tukang makanan. Karena mereka melintas dekat sekali, seperti masih tercium bau minyak telon dan sabun mandi dari tubuh mereka. Tak tahu apakah mereka sudah sarapan atau belum namun jajan bagi anak sekolah sepertinya kewajiban ya?


Main Gasing



Kalau si ganteng ini tidak langsung masuk kelas. Terlihat seperti menunggu seseorang. Tengok-tengok terus ke arah jalan. Sambil menunggu dia keluarkan mainan dari dalam tas. Tak lama kemudian sudah asyik dengan dunianya sendiri. Menjelang bel berbunyi dia tetap disana sementara teman atau orang yang ditunggunya gak kunjung datang. Kalau menunggu teman, mungkin hari itu si teman bolos.

Makan Nasi Uduk
Gak tahu gossip apa yang sedang beredar pagi ini. Mungkin mengenai spongebob yang kemarin kecebur kolam. Yang jelas dua gadis ini seperti emak-emak arisan, asyik aja ngobrol tanpa menengok sekeliling sambil mengunyah makanan. Kalau ada yang mengatakan bahwa ibu-ibu tukang gossip gak salah juga. Bakat tersebut tampaknya sudah terbina dari kecil.

Konfrensi meja kue
Dua gadis cantik tadi dan dua teman lain berkumpul dan bertemu di muka kedai bawah pohon ibu penjual Bakpao. Konferensi itu tampak berlangsung dengan saling mengerti. Mereka tidak sedang tawar menawar sebab harga kue sudah fix. Pesan, bayar, terus dicamil.

Eh karena keasyikan ngintipi dari lensa, rupanya saya ketahuan oleh gadis bertas ungu hahaha...Saya lambaikan tangan, eh jadi melengos malu-malu.


Berjalan sendirian memandangi bunga-bunga
Dia datang sendirian. Tertatih-tatih. Shaun of The Sheepnya tampak kebesaran dan tampak berat untuk tubuhnya yang mungil. Beban dari buku-buku berat ini tampaknya melanda sebagian besar anak sekolah saat ini. Anak saya juga begitu, tiap hari diganduli buku tebal. Kalah profesor lah eh!

Setelah bel berdering pelataran yang terletak di muka halaman sekolah langsung sepi. Saya meninggalkan tempat dengan kesegaran kenangan pada masa kecil di sebuah SD Pasar Senen Jakarta Pusat. Yah peristiwa boleh berlalu tapi jika sengaja mencari kenangan, mereka bisa hadir dari sudut mana saja.

Setuju tidak temans?

Salam,
-- Evi

13 comments:

Si Belo said... 11 May 2012 at 19:59

hihihi... kaga tue kaga mude suka gosip juga #ehh :p
Hmm... jadi kangen masa2 SD, bercanda sama anak laki2 badan bau keringet juga cuek aje :D

agung rangga said... 11 May 2012 at 20:00

ahh, serasa kembali ke masa-masa sd yang indah... :)
saya paling ingat dengan jajanan2 di sd dulu, semuanya enak dan murah~ XD

agung rangga said... 11 May 2012 at 20:01

ahh, serasa kembali ke masa-masa sd yang indah... :)
saya paling ingat dengan jajanan2 di sd dulu, semuanya enak dan murah~ XD

ardiansyah pango darwis said... 12 May 2012 at 01:56

kata tas ungu itu,
ada Paparaji nih di sini :)

Ari said... 12 May 2012 at 02:02

saya waktu SD mah hanya bisa jajan aja bu.. hihi...

applausr said... 12 May 2012 at 06:35

baca ini jadi inget inget waktu SD dulu... seneng juga bisa kembali ke masa lalu... sudah hampir lupa semua kejadiannya....

Bung Penho said... 12 May 2012 at 07:10

anak yg duduk sambil melihat kearah elo berfikir "ngapain tuh foto2 orang sekolah? apa gak ada kerjaan lain tuh!" hihihii...!

Akhmad Muhaimin Azzet said... 14 May 2012 at 20:11

ya, peristiwa memang tlah berlalu, tapi kenangan bisa hadir kapan saja
sebagaimana saya yang sekarang menikmati postingan berikut2 foto2 yang bagus ini, jadi teringat pula dulu saya pernah di SD Inpres, tapi hanya sampe kelas 2, karena sama ibuk dipindah ke madrasah ibtidaiyah....

Mama Olive said... 15 May 2012 at 02:12

Setujuuu..!!

Iya Mba ..
Aku juga suka terkenang dengan masa2 SD sewaktu di SD INpress, aku menjadi murid baru kelas 2SD, dan merupakan angkatan pertama pula.
*jadi yang paling tinggi kelasnya adalah kelas 2* hehe..

Semuanya terlalu indah untuk di kenang..!!

Abi Sabila said... 15 May 2012 at 06:05

banyak kenangan saat SD yang tak terlupakan,salah satunya kebiasaan kami yang 'bangga' bila bisa pulang sekolah dengan nyeker ( sepatu ditenteng ), berebut mengantar teman yang sakit ( karena yang mengantar diperbolehkan tidak balik ke sekolah lagi ) dan juga pernah dimarahi kepala sekolah karena bermain 'ping pong' dengan batu kerikil sebagai pengganti bolanya.

Milo said... 31 March 2013 at 19:06

Jadi inget jaman SD dulu. Untung dulu saya ga perlu bawa buku banyak-banyak kaya anak sekarang..

khoiruddin siregar said... 26 May 2013 at 19:22

Kenangan puluhan tahun yang lalu datang lagi berkunjung. Banyak juga kenangan ketika masih duduk di bangku SD. Aku juga bersekolah di SD Inpres di kampung Padangsidimpuan.

Reza codet said... 13 August 2014 at 15:37

itu karna mereka belum mengerti apa itu cinta , abang adik , dan sebatas teman memang indah :)

 
Top