ImageChef.com
Seorang senior pernah memberikan nasihat kepada saya agar menjadi manusia yang kaya arti. Secara gamblang beliau memberikan contoh bahwa manusia kaya arti kehadirannya sangat diharapkan karena selalu membawa manfaat. Sebaliknya jika dia tidak ada maka banyak orang yang mencari-carinya.

Manusia seperti ini dalam melakukan pekerjaan atau tugas sangat profesional dalam artian mampu mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik dan benar sesuai waktu yang telah ditentukan. Selain itu moralnya juga baik, disiplin, gemar membantu,santun, budi pekertinya baik dan bisa diajak bekerjasama dalam kebaikan.

Lawan manusia kaya arti adalah manusia rusak arti. Manusia seperti ini jika hadir malahan menimbulkan rasa tidak senang dikalangan sahabat atau rekan kerjanya. Dalam menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawabnya selalu kacau, tidak pernah beres. Sifat jelek yang disandangnya antara lain suka mengadu domba,memfitnah, penjilat dan senang mencari muka terhadap atasannya. Moral dan budi pekerti manusia rusak arti rendah karena asosial, suka melakukan pelanggaran disiplin bahkan tak segan-segan melanggar hukukm/undang-undang. Kehadiran manusia seperti sangat tidak diharapkan dan bahkan para rekan kerjanya bergembira jika manusia rusak arti ini tidak masuk kerja.
 .
Antara manusia kaya arti dan rusak arti terdapat manusia yang hampa arti. Manusia seperti ini hadir atau tidak hadir tak terlalu berpengaruh terhadap lingkungannya. Ketika berada di kantor dia hanya duduk-duduk ngobrol ngalor-ngidul kemudian pamit keluar kantor. Jika mendapat tugas dia mengerjakannya secara asal-asalan – sekedar menggugurkan kewajiban belaka. Moralnya, displin dan budipekertinya berada diantara baik dan buruk sehingga perlu selalu terus menerus diawasi dan diperingatkan.

Tentu kita ingin menjadi mabusia yang kaya arti sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.

.
Salam


Abdul Cholik

25 comments:

Ririe Khayan said... 10 May 2012 at 18:52

manusia kaya arti, rusak arti terus manusia yang hampa arti. Nah kalau manusia netral arti kira-kira mirip dengan hampa arti kali ya Pakdhe?

Semoga kita bisa menjadi manusia yang penuh arti dan bermanfaat dimanapun kita berada

Samaranji said... 10 May 2012 at 20:11

Sesuai dengan kemampuan masing masing...
# Injiiih... siap, Pakdhe...

Mami Zidane said... 10 May 2012 at 21:28

waduuh...saya termasuk yang mana ya...? mudah-mudahan sih bukan yang rusak arti ya pakdhe...

mimi RaDiAl said... 10 May 2012 at 21:53

Insya Allah ga rusak arti pakdhe...tp klo semangatnya gantung, kdg2 sy digolongkan hampa arti. tp g lm loh pakdhe ...semeniiiiiiit aja

Niar Ci Luk Baa said... 10 May 2012 at 23:06

jadi ada 3 yaa dhe, kaya arti, rusak arti sama hampa arti, niar mana yaa dhe?

Master Software Mobile said... 10 May 2012 at 23:38

Nice share sob.. Kayaknya ini Kunjungan pertama saya yah di Blog sobat? Kalau gitu, salam silaturahmi buat sobat.

applausr said... 11 May 2012 at 00:38

kayaknya yang sedih yang hampa arti ya... ada ga ada ga terlalu terasa.... jadi ga boleh setengah setengah kali ya... :)

NF said... 11 May 2012 at 02:52

Bisa dibilang juga manusia kaya arti itu manusia wajib ya pak.. semoga bisa termasuk ke dalamnya, bukan sebaliknya :)

Bung Penho said... 11 May 2012 at 04:42

tapi dunia akan kiamat jika gak ada manusia rusak arti dan hampa arti hihiii..!

ardiansyah pango darwis said... 11 May 2012 at 04:55

aamiin semoga kita bisa menjadi diri yang kaya arti tanpa perduli di awasi oleh manusia dan bukan sekedar karena tugas maupun kewajiban namun kita senang dan ikhlas menjalankannya

Abdul Cholik said... 11 May 2012 at 12:52

Kiamat itu urusan Tuhan

Abdul Cholik said... 11 May 2012 at 12:53

Benar, ikhlas dan benar

Abdul Cholik said... 11 May 2012 at 12:54

Amin
Semoga kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya

Abdul Cholik said... 11 May 2012 at 12:54

sama2 sob, kirain mbawa oleh2

Abdul Cholik said... 11 May 2012 at 12:55

Niar lagi di belakang, masak lodeh

Abdul Cholik said... 11 May 2012 at 12:56

pasti lagi nglamun ya mam

Abdul Cholik said... 11 May 2012 at 12:57

begitu seharusnya

Abdul Cholik said... 11 May 2012 at 12:58

Amin, begitulah yang terbaik

Niar Ci Luk Baa said... 11 May 2012 at 20:00

hahahahah lodeh plus tempe tahu goreng sama sambel korek, mau dhe :D

Akhmad Muhaimin Azzet said... 11 May 2012 at 20:39

jangan sampe menjadi manusia yang hampa arti, manusia yang wujuduhu ka adamihi, ya Pakde...

Ari said... 15 May 2012 at 02:03

semoga kita bisa menjadi manusia kaya arti dihadapan manusia dan dihadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala

Mama Olive said... 15 May 2012 at 02:20

Idem..
Semoga kita menjadi manusia yang kaya arti..
Sesuai dengan kemampuannya masing2..

Ari said... 15 May 2012 at 02:21

main idem aja :p

Abi Sabila said... 15 May 2012 at 06:11

sungguh merugi bila ada tidaknya kita tak ada yang mencarinya, merasa kehilangan, dan ini bisa terjadi bila kita selalu mementingkan diri sendiri. Semoga sekecil apapun, sesederhan apapun kehadiran kita, keberadaan selalu berarti bagi sekitar. Insya Allah.

 
Top